NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Dia Hao Lin

Sosok dengan tubuh kekar. Awalnya Shu Hua tidak menyadari siapa orang yang ada di hadapannya, tetapi setelah mendengar suara dari pemilik tubuh barulah Shu Hua menyadari jika orang itu tidak lain adalah Hao Lin!

''Kamu? Apa maksud kamu menculik aku? Ingin menyerahkan aku kepada ibumu?'' Tidak ingin menunggu penjelasan dari Hao Lin lebih dulu, Shu Hua sudah terlampau menduga-duga kemungkinan yang tidak baik tentunya.

''Kenapa di mata kamu aku selalu menjadi orang yang jahat? Tidak bisakah kamu melihat kebaikanku, Shu Hua?'' Hao Lin merasa sangat tidak adil, karena sejak awal sampai akhir pun Shu Hua masih saja menganggap jika dirinya adalah penjahat dalam cerita ini.

''Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan tindakan kamu ini sebagai perbuatan baik?Kamu menculik aku dan kemudian membawa aku ke tempat ini tanpa berpikir bagaimana paniknya kakakku nanti saat tahu au telah menghilang!'' seru Shu Hua.

Saat Shu Hua menyadari sesuatu tentang kakaknya, seketika saja Shu Hua langsung panik.

''Kakak... dia pasti sangat panik karena aku tiba-tiba menghilang. Bukan hanya kakak yang panik, tapi semua orang juga pasti sangat panik. Ini semua karena kamu Hao Lin!'' Dengan penuh amarah Shu Hua mendorong Hao Lin beberapa kali sampai pada akhirnya Hao Lin menghentikan pukulan itu dengan menahan tangan Shu Hua; Hao Lin menggenggam erat tangan Shu Hua.

''Shu Hua, ingatlah sesuatu; aku ini adalah pangeran mahkota Dinasti Tianzhu, dan aku adalah calon kaisar agung di negeri ini. Kamu tidak boleh memperlakukan aku seperti itu lagi!'' seru Hao Lin, untuk pertama kalinya menuukkan otoritasnya di hadapan Shu Hua.

Padahal selama ini Hao Lin tidak pernah satu kalipun menggunakan statusnya itu untuk meraih kemenangan dalam debat.

''Sekarang kamu bahkan ingin mengggunakan status tidak berguna? Dan apakah kamu berpikir aku akan taku dengan hal itu? Tentu saja tidak! Aku benar-benar tidak takut kepadamu. Jadi, daripada harga dirimu aku hancurkan di sini, lebih baik biarkan aku pergi sekarang!'' tegas Shu Hua.

Hao Lin yang tampak sangat berbeda hari itu, tiba-tiba saja mengatakan sesuatu yang membuat Shu Hua terkejut.

''Maaf, tap kali ini aku tidak bisa mengabulkan keingin kamu. Kamu masih harus tetap ada di sini!'' tegas Hao Lin.

Shu Hua tertawa kecil. Ia benar-benar tidak menyangka jika Hao Lin benar-benar berani kepada dirinya.

''Kamu berani kepadaku! Apa kamu sudah bosan hidup, Hao Lin?!'' Shu Hua tampak benr-benar sangat marah saat Hao Lin berani melawan Shu Hua untuk pertama kalinya.

''Kenapa aku harus taku kepadamu? Hanya karena kamu punya kekuatan, kamu pikir kamu bisa melawan siapa pun juga? Tentu saja cara kerja dunia tidak sesimple itu. Dan masalah bosan hidup...'' Hao Lin tampak merenung untuk beberapa saat.

''Untuk sekarang aku justru sedang merasa sangat bersemangat untuk hidup.'' Hao Lin tanpa takut meraih tangan Shu Hua dan kemudian menariknya kembali masuk ke dalam kamar yang sebelumnya Shu Hua tempati.

Saat ditarik paksa kembali ke kamar itu tentu saja Shu Hua menolak serta memberontak pada awalnya, tetapi Hao Lin tidak ingin menyerah begitu saja, ia terus menarik Shu Hua hingga mereka kembali ke kamar itu lagi.

''Kamu benar-benar mencari masalah dengan orang yang salah Hao Lin! Aku tidak akan melupakan hari ini! Aku akan membuat kamu membayar dua kali lipat!'' Shu Hua dengan tegas memberikan ancaman kepada Hao Lin.

''Baiklah. Berhentilah mengancamku! Dan lebih baik sekarang kamu duduk di sini dengan tenang dan kemudian makanlah dulu sarapan kamu.'' Tiba-tiba sikp Hao Lin berubah dalam waktu singjat, dan saat itu hal yang wajar saja jika Shu Hua curiga dengan perubahan sikap itu.

''Kenapa tiba-tiba bersikap baik kepadaku? Apa kamu menaruh racun di dalam makanan ini?'' Hal yang wajar saja jika pada saat itu Shu Hua mencurigai makanan itu.

Mengingat kembali dari adegan drama yang sering Shu Hua tonton dulu, biasanya di dala makanan seseorang bisa tersimpan racun mematikan yang tidak ada penawarnya.

Mengetahui kecurigaan Shu Hua terhadap dirinya, Hao Lin yang sudah lelah terus saja dicurigai oleh Shu Hua langsung mencoba semua makanan yang ada di meja kecil itu untuk meyakinkan kepada Shu Hua jika dalam makanan itu tidak ada racun sama sekali!

''Lihat sendiri 'kan? Aku sudah mencoba semua makanan yang ada dan sekarang aku masih baik-baik saja dan itu artinya tidak ada racun sama sekali di dalam makanan ini, jadi kamu bisa makan dengan tenang.

Walaupun makanan itu sudah dipastikan tidak mengandung racun, Shu Hua tetap tidak ingin menikmati mkanan itu. Shu Hua lebih memilih menderita karena rasa lapar daripada harus makan apa yang Hao Lin berikan kepadanya.

Melihat Shu Hua yang masih tidak ingin makan makanan yang telah ia siapkan, akhirnya Hao Lin pun terpaksa memasukkan makanan itu ke dalam mulut Shu Hua pada saat dia lenggah.

''Apa-apaan kamu?'' Shu Huatampak sangat marah saat mulutnya tiba-tiba diisi dengan makanan. Walaupun mulutnya diisi paksa, Shu Hua tampak enjoy saja menikmati makanan itu, bahkan bukan hanya satu kali, tetapi sampai semua makanan yang ada di meja kecil itu habis.

Ketika melihat makanan yang ada di meja kecil itu habis, Hao Lin tidak bisa menahan tawanya karena pada saat itu tanpa sadar Shu Hua telahmenghabiskan makanan itu; semakin lucu lagi saat Shu Hua menyangkal jika ia adalah orang yang telah menghabiskan makanan itu.

''Tapi memang kamu yang menghabiskan semua makanan ini, Shu Hua. Kamu hanya tidak sadar.''

Berapa kali pun Hao Lin memberitahu Shu Hua, ia tetap tidak ingin dengar. Saat prutnya sudah kenyang Shu Hua pu kembali ingin segera kembali kepada kkaknya, karena ia sangat yakin jika Li Hua saat ini pasti sangat mengkhawatirkan dirinya.

''Kali ini jangan halangi aku lagi. Aku sudah makan semua makanan yang kamu berikan, jadi sekarang tolong biarkan aku pergi,'' pinta Shu Hua.

''Hao Lin, kali ini aku meminta dengan baik-baik kepada kamu. Aku harap kamu mau membiarkan aku pergi. Lagipula kamu tidak punya alasan untuk terus menahanku di sini. Dan kamu bilang ini tidak ada hubungannya dengan ibumu. Lalu untuk apa lagi kamu menahanku di sini? Biarkan aku pergi sekarang dan akan aku biarkan semua ini berlalu saja,'' kata Shu Hua.

Setelah mendengarkan Shu Hua yang berbicara begitu panjang, Hao Lin memutuskan untuk tidak merubah niatnya. Dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskann Shu Hua dalam waktu dekat ini.

''Walaupun aku ingin melepaskan kamu, aku tetap tidak bisa Shu Hua,'' ungkap Hao Lin.

''Kenapa?'' tanya Shu Hua.

''Karena...''

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!