NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:288.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Beberapa jam kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Bagas telah kembali dari urusan dan kini kembali ke kamar rawat. Ia membawa kantung belanja besar berisi buah-buahan.

Kyra berbaring bersandar pada bantal rumah sakit dengan infus masih terpasang. Wajahnya masih sedikit pucat, tetapi demamnya sudah jauh turun. Di sofa kecil dekat jendela, Aldian tertidur dengan posisi meringkuk, memeluk boneka beruang besar yang dibelikan Bagas. Selimut tipis sudah menutupi tubuh kecilnya.

“Ini untukmu,” kata Bagas, menunjuk keranjang buah. “Dokter bilang kau butuh banyak vitamin.”

"Terima kasih,” ucap Kyra pelan.

“Aku sudah memastikan kontrakanmu aman dan terkunci. Aku sudah minta Dika mengurus tagihanmu. Kau tidak perlu khawatir tentang pekerjaanmu untuk beberapa waktu ke depan. Aku sudah memberikan cuti panjang dengan gaji penuh, for your recovery,” jelas Bagas.

Kyra sendiri sudah berganti pakaian dan merasa jauh lebih baik. Namun, ia tidak bisa tidur. Kehadiran Bagas yang terus-menerus dan perhatian yang Bagas berikan terasa aneh, tetapi juga menenangkan. Ia belum pernah merasakan ketenangan seperti ini sejak bertahun-tahun.

Kyra memperhatikan Bagas. Pria itu tampak lelah, rahangnya sesekali mengeras karena fokus pada layar. Pakaiannya yang rapi sejak pagi kini sedikit kusut.

“Bagas,” panggil Kyra pelan.

Bagas segera menutup laptopnya dan menoleh, matanya terlihat khawatir. “Ada apa? Ada yang sakit? Kau butuh perawat?”

“Tidak,” jawab Kyra, tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja. Aku hanya… tidak bisa tidur. Kenapa kau tidak pulang saja? Kau terlihat sangat lelah. Biar aku yang menjaga Aldian.”

Bagas menghela napas. “Aku tidak bisa pulang, Kyra. Aku harus memastikan kau baik-baik saja. Selain itu…” Bagas melirik ke arah Aldian yang tertidur. “Aku tidak mau meninggalkan kalian lagi.”

Kyra terdiam, kata-kata Bagas menyentuh hati kecilnya.

“Lagipula,” lanjut Bagas, berusaha mencairkan suasana. “Siapa yang akan membantumu ? Kau masih lemas.”

Kyra merona malu. “Aku bisa memanggil perawat.”

“Tidurlah, Kyra,” katanya sambil memejamkan mata. “Aku di sini. Kalian aman.”

Keesokan paginya, Kyra terbangun saat sinar matahari mulai menyentuh tirai kamar. Ia merasa jauh lebih baik; demamnya hilang, dan tubuhnya tidak lagi terasa remuk. Aldian sudah bangun dan sedang duduk di kursi dekat ranjang, mewarnai di buku baru yang dibelikan Bagas.

Bagas sendiri tidak ada di kursi.

Kyra menoleh ke meja di samping ranjang. Di sana, sudah ada secangkir teh hangat dengan irisan lemon, diletakkan di atas tatakan porselen rumah sakit. Di sebelahnya, terdapat catatan tulisan tangan yang terlipat rapi.

Kyra meraih catatan itu. Tulisan tangan Bagas yang tegas dan maskulin terlihat di kertas kecil itu.

Kyra,

Aku harus pergi sebentar, ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan sebelum kembali ke kantor. Teh ini kusiapkan agar kau bisa menghangatkan tubuhmu. Jangan banyak bergerak sampai perawat datang. Aku dan Aldian juga tadi sudah sarapan.

"Bunda, Om Bagas bilang Bunda harus minum teh ini. Katanya buat cepat sembuh,” ujar Aldian, mendongak dari buku gambarnya.

Kyra tersenyum. Ia menyesap teh itu perlahan.

Pada saat itu, pintu kamar terbuka, dan Nona Mia, perawat yang bertugas, masuk membawa nampan sarapan yang mewah.

“Selamat pagi, Nona Kyra. Bapak Bagas meminta kami memastikan Anda mendapatkan sarapan terbaik hari ini,” kata perawat itu ramah sambil menaruh nampan di meja lipat.

“Nona Kyra, tadi Tuan Bagas juga bilang, jika Anda ingin makan sesuatu, jangan sungkan memberitahu saya. Dia bilang, ‘Pastikan dia tidak kekurangan apa pun’,” tambah perawat itu.

Kyra mengangguk pelan. “Terima kasih, sus.”

Aldian turun dari kursi dan mendekat ke samping ranjang

"Bun makan ini dulu,” katanya sambil menunjuk sarapan.

Kyra mengusap rambut kecil itu. “Iya, sayang. Bunda makan.”

Perawat Mia terkekeh kecil melihat keduanya. “Anak Anda sangat perhatian, ya.”

Aldian dengan bangga menepuk dadanya. “Om Bagas bilang Aldian harus jaga Bunda.”

Sekitar pukul sebelas siang, beberapa jam setelah perawat meninggalkan kamar, pintu terbuka. Bagas masuk.

“Syukurlah. Kau sudah lebih baik,” sapa Bagas.

“Aldian, Sayang, Om bawakan buku baru lagi. Kamu bisa mewarnai di sofa sebentar, ya. Om mau bicara dengan Bunda sebentar,” pinta Bagas lembut.

Aldian mengangguk patuh. “Oke, Om!” Ia turun dari ranjang dan kembali ke sofanya.

Begitu Aldian sibuk dengan mainannya, Bagas menarik kursi mendekat ke ranjang Kyra. Wajahnya menjadi serius.

“Aku pulang ke apartemenku, lalu ke kantor sebentar untuk membereskan beberapa hal penting.”

Kyra hanya mendengarkannya dan enggan untuk membalasnya.

"Aku sudah jauh lebih baik, Bagas. Demamku hilang, dan aku sudah tidak lemas lagi,” jawab Kyra tegas, meskipun ada sedikit getaran dalam suaranya. “Aku rasa, aku bisa pulang hari ini. Aku tidak mau merepotkanmu lagi.”

Bagas mengerutkan keningnya. “Merepotkan? Kyra, kau tidak merepotkan. Justru aku senang kau ada di sini, di bawah pengawasan dokter dan perawat. Kau yakin sekali kondisimu sudah pulih sepenuhnya?”

“Aku benar-benar baik. Aku bisa mengurus diriku sendiri " ujar Kyra, berusaha meyakinkan. “Aku tidak mau tinggal di sini lebih lama lagi. Tagihannya pasti sudah membengkak, dan aku tidak mau—”

"Tapi aku sudah sehat, Bagas!” Kyra sedikit meninggikan suaranya, ia merasa frustrasi. “Aku harus kembali. Aku harus bekerja. Aldian juga butuh kembali ke rumah. Aku tidak bisa terus-terusan di sini.”

Bagas mencondongkan tubuhnya, menatap Kyra lurus-lurus. “Aku sudah memberimu cuti dengan gaji penuh, Kyra. Kau tidak perlu khawatir tentang pekerjaanmu sama sekali. Dan Aldian… dia baik-baik saja di sini. Bahkan dia terlihat lebih senang"

Kyra menoleh ke arah Aldian, putranya memang terlihat sangat nyaman dan bahagia bersama Bagas. Hatinya mencelos. “Aku tahu, tapi ini bukan tempat kami. Kami harus pulang, Bagas. Tolong. Aku janji aku akan istirahat dengan baik di rumah.”

Bagas menghela napas panjang, kekhawatiran dan ketegasan tercampur dalam wajahnya. Ia tahu Kyra keras kepala.

“Dengarkan aku, Kyra,” katanya, suaranya merendah menjadi bujukan yang serius. “Dokter baru akan datang sore nanti untuk memeriksa kondisimu dan melepaskan infus. Aku tidak akan mengizinkanmu keluar dari rumah sakit sampai ada izin resmi dari dokter. Aku tidak mau mengambil risiko kau drop lagi begitu sampai di kontrakan.”

Aku akan baik-baik saja!" desak Kyra, matanya mulai berkaca-kaca karena ketidakberdayaan. Ia merasa terperangkap oleh perhatian berlebihan Bagas. "Aku ingin pulang, Bagas. Sekarang."

Bagas mengatupkan rahangnya. Ia tahu tidak ada gunanya berdebat saat ini. Ia berdiri tegak, membiarkan keheningan mengisi ruangan sejenak.

"Baiklah," kata Bagas, suaranya terdengar pasrah.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!