NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Ciee... cieee... bulan madu ni yeee..." seru Kenzo ketika turun dari mobil langsung memandangi Arga dan Kartini yang sudah duduk di jok belakang. Kenzo tertawa meledek Arga dan Kartini, walau kemarin kekeh menolak akhirnya berangkat juga.

Mereka memang duduk bersebelahan karena kakek dan kedua orang tua Arga memperhatikan mereka.

Arga melotot tajam, ia angkat kepalan tangan ke arah sepupunya seolah ingin meninju.

"Dasar Abang nggak tahu terima kasih, sudah gue sempatkan datang kemari untuk mengantar loe, tapi malah mau bunuh gue," ucap Kenzo lebay.

"Siapa juga yang minta loe repot-repot mengantar, gue!" Dengus Arga.

Kartini yang berada di sebelah Arga geleng-geleng kepala, entah apa yang membuat saudara sepupu itu tidak akur, hanya mereka yang tahu.

"Sudah-sudah, sebaiknya kalian berangkat," titah Prabu. Ayah Arga itu khawatir anak dan menantunya tertinggal pesawat.

"Kakak Ipar, aku boleh ikut mengantar kan?" Tanya Kenzo kepada Kartini.

"Boleh."

"Jangan."

Jawab Kartini dan Arga bersamaan. Namun, Kenzo tidak mempedulikan Arga, tetap saja masuk lalu duduk samping supir.

Dua jam kemudian, pintu pesawat tertutup rapat, sepasang suami istri sudah berada di dalam. Jika biasanya tidak pernah sengaja berdekatan, saat ini mau tak mau duduk berdua sesuai nomor dalam tiket. Kartini menatap keluar jendela kecil di sampingnya, melihat pemandangan di luar sana merasa takjub. Perlahan tanah menjauh seiring pesawat terus bergerak naik. Sementara di sebelahnya, Arga sibuk merapikan jaket.

"Maladewa itu seperti apa ya, Bos?" Tanya Kartini, selain tidak sabar ingin cepat tiba, juga mencoba memecah kebekuan di antara mereka selama pertengkaran seminggu yang lalu, Arga hanya berkata seperlunya saja. Kartini tidak ingin kekakuan seperti ini terjadi di negeri orang nanti.

"Besok kamu juga tahu, tapi ingat, kita hanya jalan-jalan," Arga sengaja menekan kata 'jalan-jalan' seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri daripada meyakinkan Kartini.

Kartini tersenyum tipis. "Iya, Bos. Memang saya berharap apa darimu? Tidak Bos tinggalkan di negeri orang pun saya sudah bersyukur," jujur Kartini. Di balik rasa bahagianya karena bisa duduk di kursi pesawat kelas satu hadiah dari Kakek, tapi menyimpan perasaan khawatir, jika Arga ternyata sudah janjian dengan Nadine.

Arga menoleh Kartini di sebelahnya. "Saya hanya mengingatkan kamu Kartini, kita saat ini memang jalan-jalan tapi hanya menjalankan tugas Kakek, demi membuat beliau senang," jawab Arga, meski jantungnya berdegup tak beraturan. Baru kali ini ia pergi tanpa pamit Nadine.

Kartini hanya diam, mendengar ucapan Arga seperti itu merasa takut jika yang ia pikirkan memang benar. Keduanya akhirnya diam, hingga beberapa menit kemudian, kepala Arga membentur tubuh Kartini.

Kartini menoleh, ternyata pria itu sudah tidur. Ia betulkan kepala Arga yang menyender di pundaknya, tapi tidak lama kemudian membentur lagi dan terus-terusan. Pada akhirnya Kartini menyerah dan membiarkan saja Arga tidur dengan posisi seperti itu.

Sesampainya di Maladewa, keindahan alam sekitar membuat hati Kartini melupakan kekhawatiran terhadap Arga. Langit biru yang menyatu dengan kolam renang terpanjang dan airnya yang jernih, angin sepoi-sepoi seakan membuang semua beban pikirannya. Resort mewah yang disiapkan Kakek sungguh luar biasa, sebuah vila privat dengan fasilitas kolam renang yang menghadap langsung ke samudra.

Tiba di kamar, Kartini tampak kebingungan karena hanya ada satu tempat tidur, jelas hanya ada satu yang kakek pesan karena tahunnya mereka bulan madu.

"Emmm... Nanti malam aku tidur di mana, Bos?" Kartini memberanikan diri untuk bertanya.

"Kita tidur berdua lah," jawab Arga sembari membungkuk ambil sesuatu di dalam koper.

"Aku serius, Bos," Kartini yakin jika Arga tidak akan berbuat macam-macam karena tidak ada minat menatap tubuhnya pun, tapi ia ingin beristirahat dengan tenang.

"Bukannya seminggu yang lalu kita pernah tidur bersama, terus kenapa kamu sekarang khawatir begitu?" Tanya Arga lagi.

"Ya sudah, nanti saya bisa tidur di sofa," Kartini melirik sofa mewah itu kenapa harus bingung-bingung.

"Tenang, Tin. Nanti aku minta tambah kasur," Arga akhirnya berkata serius. Ketika tidak ada jawaban dari Kartini, Arga menoleh. Rupanya wanita itu sedang ke kamar mandi. Tapi tidak lama kemudian Kartini keluar, Arga sudah tampil rapi.

"Kita cari makan Mbul," kata Arga, panggilan seperti itu menandakan bahwa hati Arga sudah mencair.

"Ya, tapi aku ganti pakaian dulu," Kartini memilih pakaian yang tidak memalukan bila nanti berjalan bersama Arga.

Siang itu, mereka makan bersama lanjut jalan-jalan sore, menikmati pemandangan, dan berjalan-jalan di pinggir pantai. Mereka berusaha keras bersikap layaknya dua sahabat baik yang sedang jalan-jalan.

Malam harinya, saat bulan purnama bersinar terang memantul di permukaan air kolam renang, Arga memperhatikan Kartini duduk merenung seorang diri, membiarkan kakinya menggantung di atas air dan terus bergerak-gerak. Wajahnya diterangi cahaya bulan, terlihat jauh lebih lembut dan damai dibanding saat di rumah.

"Kamu ngapain?" Arga akhirnya mendekat.

Kartini kaget lalu mendongak. "Rugi dong Bos, aku jauh-jauh ke tempat ini jika hanya diam di dalam kamar," Sindir Kartini.

"Ya ampun, Mbul. Memang kamu tidak capek?" Arga geleng-geleng kepala, perjalanan dari Indonesia membuatnya lelah dan ingin istirahat, tapi Kartini tidak mau diam.

"Nggak Bos, aku tuh seneng banget bisa ke tempat ini," Kartini menatap kolam renang itu ingin rasanya melancarkan gaya bebas tapi karena sudah malam terpaksa hanya duduk di pinggir.

Arga duduk di sebelah Kartini, tapi menjaga jarak. "Kita di tempat ini selama seminggu Mbul," Arga mengatakan masih banyak waktu untuk jalan-jalan.

"Bos pasti memikirkan Nadine karena tidak berada di sini juga kan?" Kartini menoleh, Arga yang menatap kosong ke arah kolam renang.

Arga kaget mendengar pertanyaan Kartini, tapi tidak menjawab, suatu pertanda bahwa yang dimaksud Kartini adalah benar.

"Besok kita snorkeling ya bos? Kita kan ke sini mau jalan-jalan, bisa nggak untuk tidak memikirkan Nadine?"

"Siapa yang memikirkan Nadine, sih Mbul?" Arga menjawab kesal. "Tidak usah sok-sok-an snorkeling, kalau tenggelam nanti saya disalahkan."

"Bos meragukan kemampuan saya? Kalau saya toh akhirnya tenggelam, itu karena sudah takdir, bukan karena sok," Jawab Kartini serius.

Mereka ngobrol ngalor ngidul, padahal angin malam semakin dingin.

Arga menoleh Kartini yang hanya mengenakan baju tipis tampak kedinginan. Tiba-tiba saja, Arga berdiri melepas jaketnya.

Kartini yang tidak menyadari, seketika kaget karena badanya tiba-tiba hangat diselimuti jaket.

...~Bersambung~...

1
Lia siti marlia
cie cie yang gandengan tangan mulu udah kaya mau nyebrang aja gandengan 🤭🤭🤭
🌷💚SITI.R💚🌷
mangaat buna udh penasaran eh di stop tr kuciei lg😄
🌷💚SITI.R💚🌷
😅😅🤣🤣🤣🥰🥰🥰
🌷💚SITI.R💚🌷
hati² arga tr kamu jatuh cinta sm kartini baru nyaho de
🌷💚SITI.R💚🌷
nyari penyakit kamu kartini
🌷💚SITI.R💚🌷
oh arga udh nikah sm nadine ya
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian kake sdh di bohongin sm cucublesayangany entah gmn nasib krtini ke depany
🌷💚SITI.R💚🌷
mungkin nadiene bkn yg terbaik buat kamu..nadine cinta sm kamu krn kamu punya jabatan mentereng
🌷💚SITI.R💚🌷
tr cinta datang seiring waktu args jd ikutin aja mauy kakek kamu
Eka ELissa
Arga udh nyaman dgn mu mbul...🤣🤭trus .. lama 2 jatuh cinta dong gundik nya Nadine buang aj ke laut 🤣🤣🤭
Lia siti marlia
cie cie yang ngobrol ngalor ngidul terus di pakein jaket besok besok di ajak bobo bareng deh🤭🤭🤭
Rina
Semoga Arga mulai bisa melihat ketulusan dan kebaikan Kartini 🫢🫢🫢
Dew666
🍭🍭
Sri Devi Oktaviani
hati² bos jatuh cinta😍
Riska Baelah
suka bnget dng panggilan kesayangan arga,"mbul"🤣🤣🤣🤭
lnjut kk👍
Teh Yen
cie.pak.bos so sweet hehe
Teh Yen
mikir Arga mikir dengerin tuh omongannya s.gembul huuuh 😤
siapa.tuh yg datang jangan bilang itu Nadine yah
Cah Dangsambuh
arga arga enak kan si gembul berani ngelawan?kamu sih maruk trus ni siapa lagi yang datang awas arga tar kakek ngedrop lagi
Eka ELissa
spa tuh....taksi online kah....
atau....gundik mu Arga...🤣🤣🤭🤭🤭 entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
kamar.....atau ...kama....Mak....🤣🤭
Buna Seta: Haha typo paling
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!