NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:38.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 11 - Harapan

Aluna tidak bisa langsung menjawab pertanyaan mom Ivana, karena Aluna pikir permintaan mom Ivana adalah sesuatu yang menguntungkan untuk beliau, bukannya justru tentang dirinya.

"Mommy ingin sekali melihatmu menggunakan baju dengan warna yang lain, mommy yakin kamu akan terlihat semakin cantik," kata mom Ivana lagi, dia pun menggenggam tangan menantunya dengan lembut. Sejak hari pertama hingga sekarang sikapnya tak pernah berubah, bahkan bagi Aluna jadi semakin baik setiap harinya.

"Tapi Mom, aku sangat menyukai warna putih," jawab Aluna bohong, seketika bahkan takut andai mama Sarah melihatnya menggunakan baju dengan warna lain. Mama Sarah pasti akan marah besar dan kecewa, menilai Aluna tak tahu di mana posisinya ketika berada di tengah-tengah keluarga Myles.

"Katanya ingin menuruti keinginan Mommy," balas mom Ivana dan pura-pura memasang wajah sedih.

Aluna menggigit bibir bawahnya kecil, jadi bingung harus bagaimana sekarang. Karena permintaan mom Ivana tak sejalan dengan apa yang telah diatur oleh Mama Sarah selama ini. 'Mama Sarah pasti akan kecewa jika mengetahuinya, tapi sekarang mama Sarah tidak ada di sini.'

"Baik, Mom. Aku mau," jawab Aluna akhirnya.

Mom Ivana langsung tersenyum lebar dan senang sekali. Dia tidak meminta pihak butik mengirim baju untuk sang menantu, tapi langsung mengajak Aluna untuk pergi saat itu juga. Kata mom Ivana berbelanja langsung akan jadi lebih seru daripada di kirim ke rumah.

Aluna hanya patuh, energi antusias mom Ivana terasa sampai di hatinya membuat Aluna tanpa sadar tersenyum lebar pula. Namun hanya berteman beberapa detik, sebelum akhirnya Aluna sadar harus bisa mengendalikan emosi.

"Telepon lah Davion, katakan kita akan pergi dan mungkin pulang agak malam. Jadi nanti Davion hanya makan malam bersama Daddy," ucap mom Ivana.

Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, melaju dengan halus membelah jalanan sore yang cukup padat. Di dalamnya suasana terasa hangat karena antusiasme Mommy Ivana yang sejak tadi tidak berubah.

Namun di sisi lain Aluna duduk dengan ponsel di genggamannya, jemarinya terasa sedikit dingin karena khawatir.

Nomor Davion memang sudah lama tersimpan di ponselnya, tapi selama ini Aluna tidak pernah menghubungi.

Ada jeda beberapa saat sebelum akhirnya Aluna menekan tombol panggil. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat mempersiapkan diri mendengar kata-kata yang mungkin akan menyakitkan keluar dari mulut sang suami.

Panggilan itu tersambung.

Di dalam ruangnya Davion menatap layar ponselnya menyala. Nama Aluna terpampang di sana.

Untuk sesaat ia hanya menatapnya tanpa ketertarikan. Malah mempertimbangkan apakah dia harus menjawab panggilan telepon tersebut atau tidak, karena di sudut hatinya yang lain mengatakan bahwa panggilan dari Aluna adalah panggilan telepon yang tidak penting.

Namun pada akhirnya tetap mengangkat panggilan itu.

“Halo," ucap Davion suara datar dan terdengar dingin.

Di dalam mobil Aluna tanpa sadar menegakkan tubuh. Jemarinya sedikit mengerat di ponsel berusaha menyalurkan keberanian yang ia miliki.

“Dav… aku pergi bersama Mommy,” ucapnya pelan, berusaha terdengar seolah semuanya baik-baik saja. Setidaknya mom Ivana harus berpikir seperti itu. “Sepertinya akan pulang cukup malam. Jadi nanti tidak usah menungguku. Makan malam saja bersama Daddy.”

Kalimat itu ia sampaikan persis seperti yang mom Ivana minta. Tidak ditambah ataupun dikurangi.

Di seberang sana Davion terdiam sejenak. Tatapannya kosong menatap ke depan, sementara jari-jarinya mengetuk ringan meja kerja. “Ada lagi?"

“Tidak," jawab Aluna canggung.

“Baiklah. Hati-hati," balas Davion seakan penuh perhatian. tapi baginya ini adalah bagian dari sandiwara yang ia mainkan.

Davion tahu ibunya pasti ada di samping Aluna . Ia tahu kemungkinan besar mom Ivana mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Dan ia tidak ingin menimbulkan pertanyaan.

Namun di dalam mobil, Aluna tidak tahu itu. Yang ia tahu hanyalah Davion mengatakan 'hati-hati.'

Dan itu saja sudah cukup untuk membuat sesuatu di dalam dadanya terasa hangat. Senyum kecil tanpa sadar terbit di bibirnya.

Ia menurunkan ponsel perlahan, menatap layar yang kini telah mati, seolah ingin memastikan bahwa barusan benar-benar terjadi.

“Davion bilang apa?” tanya Mommy Ivana penuh rasa ingin tahu, matanya berbinar seperti seorang ibu yang sedang berharap banyak.

Aluna menoleh, senyum itu masih tersisa meski berusaha ia sembunyikan.

“Davion bilang hati-hati, Mom.”

Dan hanya dari kalimat itu saja mom Ivana langsung tersenyum puas.

Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti tepat di depan sebuah butik mewah. Dinding kaca tinggi memantulkan cahaya kota yang mulai temaram, sementara tulisan nama butik itu terpampang elegan dengan huruf keemasan.

Seorang petugas dengan sigap membukakan pintu, menyambut kedatangan mereka dengan senyum hangat.

Mommy Ivana turun lebih dulu, aura antusiasnya seolah langsung memenuhi udara di sekitarnya. Ia menoleh ke arah Aluna yang masih sedikit ragu, lalu mengulurkan tangan. “Ayo, Sayang,” ajaknya lembut.

Aluna mengangguk pelan sebelum menerima uluran tangan itu. Langkahnya tetap anggun seperti biasa, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda sesuatu yang bahkan ia sendiri belum sepenuhnya sadari. Seperti ada api kecil yang mulai tumbuh di dalam hati.

Begitu masuk ke dalam butik, mata Aluna langsung disambut oleh deretan gaun dengan berbagai warna. Merah marun, biru laut, hijau zamrud, hingga warna-warna pastel yang lembut. Semua tertata rapi, nampak indah di bawah pencahayaan.

Aluna terdiam.

Untuk sesaat ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Selama ini pilihannya tidak pernah benar-benar menjadi miliknya.

Semua sudah ditentukan oleh mama Sarah.

“Pilih yang kamu suka, Sayang,” ucap Mommy Ivana tiba-tiba.

Aluna menoleh, matanya sedikit membesar. Melihat mom Ivana yang tersenyum dan matanya penuh dorongan.

Perlahan langkah Aluna bergerak. Ia mendekati salah satu rak, jemarinya menyentuh kain halus yang tergantung di sana, bukan warna putih. Bukan warna yang selama ini ia kenakan.

Aluna kemudian mengambil satu gaun berwarna soft pink. Ia menatap gaun itu beberapa detik, menimbang apakah benar dia boleh memakai warna lain.

Lalu perlahan Aluna berbalik dan melihat mom Ivana yang masih tersenyum ke arahnya. “Mom, aku coba yang ini ya?" tanyanya pelan, meminta izin.

Ivana tersenyum lebar dan langsung mengangguk setuju. “Iya, Sayang. Mommy tunggu di sini.”

Aluna menuju ruang ganti, Ia menatap bayangannya di cermin saat masih mengenakan pakaian putihnya. Lalu perlahan ia mulai mengganti. Setiap gerakan yang ia ambil rasanya berat sekali, seperti sedang melepas sesuatu yang selama ini melekat terlalu lama.

Dan ketika gaun itu akhirnya terpasang sempurna di tubuhnya, Aluna mengangkat wajah.

Matanya bertemu dengan bayangan dirinya di cermin dan ia terdiam...

Itu bukan Jesselyn.

Itu adalah dirinya, Aluna.

Untuk pertama kalinya ia melihat sosok yang tidak dibentuk oleh mama Sarah. Napasnya tertahan sejenak. Jari-jarinya tanpa sadar menyentuh kain di bagian dadanya, ingin memastikan bahwa ini nyata.

Perlahan pintu ruang ganti terbuka dan Aluna melangkah keluar dengan sedikit ragu.

Namun saat Mommy Ivana melihatnya, wanita itu benar-benar terdiam beberapa detik. Matanya membesar, lalu perlahan dipenuhi kekaguman yang tulus.

“Aluna,” gumam mom Ivana pelan.

"Apa… tidak cocok, Mom?”

Ivana menggeleng cepat, bahkan sedikit tertawa kecil karena tak percaya. “Tidak cocok?” ulangnya, lalu berjalan mendekat. “Kamu luar biasa cantik, Sayang.”

Tangannya dengan lembut merapikan sedikit bagian bahu gaun itu.

“Kenapa kamu menyembunyikannya selama ini."

Aluna tertegun.

Mama Sarah tidak pernah melihatnya seperti ini.

“Coba yang lain,” lanjut Ivana penuh semangat. “Mommy ingin lihat semuanya.”

Dan tanpa sadar Aluna mengangguk. Ia kembali ke ruang ganti, lalu keluar lagi dengan warna berbeda.

Dan lagi.

Dan lagi.

Setiap kali ia keluar, Mommy Ivana selalu bereaksi dengan penuh kekaguman.

Dan tanpa ia sadari setiap kali itu juga senyum Aluna muncul. Awalnya hanya senyum kecil, takut terlihat. Namun lama-kelamaan senyum itu semakin lebar.

"Rasanya mommy ingin mengganti namamu, Sayang. Bukan Aluna lagi, tapi jadi Cantik," puji mom Ivana.

Kini Aluna bukan hanya tersenyum, tapi sedikit tertawa. "Mommy," ucap Aluna manja.

Jam menunjukkan hampir pukul sembilan malam saat mereka akhirnya tiba di rumah.

Mobil berhenti perlahan di halaman depan mansion keluarga Harold. Lampu-lampu taman menyala menyambut kepulangan mereka.

"Sayang, langsung istirahat ya," ucap mom Ivana.

Aluna mengangguk patuh. “Baik, Mom.”

Namun sebelum berpisah, Ivana sempat menatap menantunya sekali lagi, dari ujung kepala hingga kaki dengan ekspresi bangga yang tak disembunyikan sedikit pun.

Dengan menggunakan gaun merahnya Aluna segera menuju ke kamar, harusnya saat ini Davion masih berada di ruang kerja. Jadi Aluna tak cemas akan bertemu dengan sang suami dengan penampilan seperti ini.

Tangannya terangkat dan membuka pintu kamar perlahan.

Klik.

Pintu terbuka.

Dan alangkah terkejutnya Aluna saat melihat Davion justru ada di sini. "Dav," ucap Aluna, seketika ia membeku, sementara Davion menatapnya begitu lekat.

Ini adalah kali pertama Davion melihat Aluna menggunakan gaun selain warna putih. Warna merah itu membuat kulit putih Aluna terlihat bak porselen.

Jantung Aluna berdegup, harapan tiba-tiba muncul di dalam hatinya seperti tak tahu diri. Berharap Davion akan menyukai penampilannya yang sekarang, sama seperti mom Ivana.

1
Hanima
😔😔
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semangat. karya bagus!
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
aluna kapan bahagianya ya? kasihan..
sleepyhead
Yah teruslah berbuat sesukamu Dav, and you'll be sorry soon...
sleepyhead
Belum syg, kebaikan akan dtg kepadamu nanti.. bersabarlah
sryharty
ini si Maesaroh kapan seh belangnya ketahuan
woooy Maesaroh kamu tuh udah ga ada hak atas Aluna
aluna bukan bagian dari Myles lagi
aluna sekarang bagian dari dari horas,,eh salah
kamu udah menjual Aluna ko enak banget masih pengen Aluna patuh sama kamu terus,,gemes daah aaah
ini si sabun DAV juga kenapa seh kamu ga selidiki Aluna
sleepyhead
Sarah benar benar ga ada empati nya gah, ckckckck... ya meskipun Luna bukan Jessalyn yg kamu banggakan, setidaknya kamu punya attitude lah, mbok ya tny kabarnya dl kek.. bener yah, pertimbangkan etika dalam setiap keputusan yang kamu buat karena itu akan mencerminkan karaktermu itu emg bener
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
sabar yaaa alunaaa.. davion belum mengenalmu.. mungkin kalau dia sudah tau siapa dirimu dia akan jadi pelindung yang siap siaga untukmu..
sekarang nikmati dulu alurnyaa...
aluna hanya alat.. hanya pengganti.. ortu angkat nya tidak membiarkan aluna menjadi dirinya sendiri.. jika davion tau alunaa hanya angkat sepertinya dia tak akan semena-mena.. dia pasti paham karena biasanya anak angkat dituntut balas budi..
semoga davion segera sadar yaaa alunaaa🥰🥰🥰💪💪💪
isni afif
lanjut kak...
isni afif
rasanya...pengen ngelempar....davion...dr atap gedung.....🔥🔥🔥
🌷Vnyjkb🌷
dav km itu gak Sopan, masak luna d samain dg anjing, emang udah bener klu km d Tinggalin luna!!!!
Felycia R. Fernandez: semakin dalam Davion menyiksa Aluna semakin dalam juga penyesalan nya kk
total 1 replies
RiriChiew🌺
keren kak author , tetap semangat menulis nya 💪
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaaa kamu di kerjain habis2san sama davion...aluna 🤦‍♀️ habis di suruh lepasin baju, lalu di suruh mandiin, nyabunin, gasokinn, makein baju sekalian 🙄 benar2 bayi tua bangkaii kagak tahu diri , nyebelinnn 😤 kalau belum kehilangan, kamu kagak bakalan nyesell Davion.
Fazira Aisyah
kira" si Davion modus ga sih?
Fazira Aisyah
duuhh pengen tak remes tuh mulut kamu Davion 😡😡, dasar suami lucnut
RiriChiew🌺
ampyunm Dah lambe mu itu mas bikin yg baca ikut sakit hati apalgi bagi kaum kami yg sedikit tersentull aja tuh seoonggok daging bisa seumur hidup gak akan lupaaa 😃
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu tuh yang Anyingg Davion! kamu licikkk, kamu memanfaatkan aluna untuk mendapatkan kedudukan di perusahaan daddy aston. Dan sekarang kamu manfaatkan aluna, demi kepuasan napcuhh mu. Dan mulutmu itu, bisa2nya masih berkata kasarr 🙄 ingin hati aku nonjokkkk mulutmu itu davion 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
jika smapai kamu hamill dan kamu merasa tidak di cintai oleh Davion, pergii saja aluna. bawa anak kamu pergi dan hadirnya anak itu, bukan karena sebuah kesalahan. mau kamu di cintai atau enggak, anak kamu berhak lahir ke dunia dan mendapatkan cinta kamu aluna. cukup kamu saja yang hidup tanpa adanya cinta, tapi anakmu harus mendapatkan banyak cinta dari kamu.
Dcy Sukma
wah..bakalan nyesel nanti saat tau kenyataannya tentang Aluna..
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Dari sini saja seharusnya kamu faham aluna! kamu ini bukan di anggap anak oleh mama sarah. kamu hanya di jadikan alat untuk kepentingan mereka. keberadaan kamu , tak ada artinya bagi mama sarah. kamu ini di bentuk dan di jadikan robot penghasil Cuan. jika memang mama sarah menganggap kamu anak dan menyayangi kamu dengan tulus, pasti mama sarah 3nggak akan menjual kamu, pada keluarga Harold. kamu saja yang terlalu nurutt dan lemahh aluna.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!