NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valencia Ketahuan Selingkuh

Valencia dan Ansel saling berpandangan satu sama lain. Keterkejutan itu begitu besar hingga untuk beberapa saat mereka berdua tak mampu mengucapkan sepatah kata pun lagi. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa di balik sosok pembalap tangguh dan pengusaha otomotif sukses yang mereka kenal selama ini, tersimpan fakta besar bahwa Zyro sesungguhnya adalah ahli waris dari salah satu perusahaan perhiasan terbesar dan paling kaya raya di negeri ini, bahkan mungkin di dunia. Semuanya terasa begitu luar biasa dan tak terbayangkan bagi mereka.

"Sebaiknya kita pulang sekarang," ajak Ansel memecah keheningan, nadanya lembut namun tegas.

"Baiklah, kita lanjutkan pembicaraan ini di apartemen saja," sambung Valencia menyetujui.

Ansel segera beranjak, merapikan berkas-berkas di atas meja kerja Valencia, lalu memasukkan barang-barang milik wanita itu ke dalam tas kerjanya dengan rapi. Setelah semuanya siap, mereka bertiga pun berjalan keluar dari ruangan itu bersama-sama.

Di depan ruangan, Bilqis masih duduk di tempatnya, tampaknya ia belum beranjak pulang. Valencia menghampirinya dan bertanya dengan nada heran.

"Bilqis, kenapa kau belum pulang? Masih ada pekerjaan yang belum selesai?"

"Saya sengaja menunggu Ibu di sini. Saya khawatir kalau-kalau Ibu masih harus bekerja sampai larut dan butuh bantuan," jawab Bilqis dengan tulus, lalu ia bertanya kembali, "Apakah Ibu sudah mau pulang sekarang?"

"Ya, aku mau pulang sekarang. Kau juga pulanglah, istirahatlah di rumah. Oh iya, sepertinya besok aku tidak masuk kerja ya, Bilqis. Ada keperluan penting yang harus aku urus," pesan Valencia.

"Baik Bu, saya mengerti. Hati-hati di jalan ya Bu, Tuan-tuan," jawab Bilqis sopan sambil tersenyum.

Saat mereka hendak berjalan menuju pintu keluar, Zyro menggenggam tangan Valencia dengan sangat erat, seolah takut wanita itu akan hilang dari sisinya. Tak kalah pula, Ansel yang berjalan di sisi lainnya juga ikut meraih tangan Valencia dan menggenggamnya dengan lembut namun erat. Bilqis yang melihat pemandangan itu dari kejauhan seketika mematung dan sangat tercengang. Ia melihat bagaimana kedua pria gagah dan tampan itu sama-sama menunjukkan kasih sayang dan perhatian yang besar pada atasannya. Ia sama sekali tidak menyangka hubungan mereka sedekat dan se erat itu.

Mereka pun meninggalkan kantor dan masuk ke dalam mobil milik Zyro. Kali ini Ansel yang duduk di kursi pengemudi dan menyetir kendaraan, sementara Zyro duduk di kursi depan sebelahnya. Valencia sendiri duduk di kursi penumpang bagian belakang sendirian, membiarkan pikirannya melayang memikirkan rencana ke depan.

Sesampainya di apartemen, Valencia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menyegarkan tubuhnya. Tak lama kemudian ia keluar dengan wajah yang tampak jauh lebih segar, rambutnya sudah disisir rapi dan pakaiannya pun sudah diganti dengan pakaian santai yang nyaman.

Ia lalu menoleh ke arah Ansel yang sedang duduk santai di ruang tengah. "Mandilah dulu sana, Ansel. Bau matahari dan debu jalanan menempel di badanmu," usulnya lembut.

"Hm, baiklah... Sebentar lagi aku mandi," jawab Ansel asal, sepertinya ia masih malas beranjak dari tempat duduknya.

Valencia lalu berjalan mendekat dan duduk di sisi lain Zyro yang masih terdiam dan tampak tenggelam dalam pikirannya. Valencia menatap wajah pria itu lekat-lekat, lalu perlahan membuka pembicaraan.

"Zyro... Selama ini aku tidak pernah tahu banyak tentang siapa

Keluargamu, bagaimana latar belakangmu, dan di mana rumah keluargamu berada. Apakah kamu bersedia... setelah nanti kita menemui ayah dan keluargaku, kita juga pergi menemui Opa dan Oma mu? Kita temui mereka, mereka sudah semakin tua zyro, aku tak ingin suatu hari kau akan menyesalinya, apa pun kedepannya aku akan tetap di sisimu, tp aku mohon sekali saja mari temui mereka,," tanyanya lembut namun penuh harap.

Zyro menatap wajah Valencia dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada rasa takut, ragu, namun juga ada sedikit harapan dan keinginan yang tersembunyi di balik matanya. Ia hanya diam sejenak, belum bisa menjawab pertanyaan itu.

Tak lama kemudian, Ansel keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan rambut yang sedikit basah, ia pun sudah berganti pakaian rumah yang santai dan rapi.

Melihat penampilan Ansel, Valencia langsung mengomel kecil. "Ansel! bukannya tadi aku suruh kamu mandi? Kenapa wajahmu saja yang bersih, bajunya saja yang diganti tapi badanmu tidak dimandikan? Dasar malas sekali kamu," tegurnya sambil tersenyum geli.

Ansel tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya terkikik puas melihat wajah kesal Valencia, lalu dengan santai ia melangkah mendekat dan duduk tepat di samping Valencia. Ia duduk begitu rapat hingga bahu dan tubuhnya menempel sempurna pada tubuh wanita itu.

"Hei... Tidak bisakah kau duduk di sana saja sedikit menjauh? Di sini terlalu sempit kalau kau menempel begitu," keluh Valencia berusaha mendorong bahu Ansel pelan.

"Tidak bisa. Aku suka duduk di sini, dekat denganmu," jawab Ansel keras kepala dan tidak mau beringsut sedikitpun.

"Hhh... Dasar!" desah Valencia pasrah sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ansel yang kekanak-kanakan.

Valencia lalu kembali menoleh ke arah Ansel dan Zyro, melanjutkan pembicaraan serius mereka.

"Ansel, besok kita tunda dulu ya rencana untuk mencari rumah baru itu. Ada hal lain yang lebih penting yang harus aku lakukan," kata Valencia menatap Ansel.

"Kenapa harus ditunda? " tanya Ansel bingung

"Aku berencana untuk mengajak Zyro pergi ke kediaman orang tuaku besok. Aku ingin mengenalkan secara resmi dan meminta restu mereka," jawab Valencia berhati hati.

"Kalau begitu aku ikut juga," sela Ansel cepat, ia tidak mau ketinggalan dan ingin ikut serta dalam pertemuan itu.

"Ansel, Kemarin kita sudah membicarakan ini, kan? Kita sepakat kalau aku akan menikah dengan Zyro duluan, dan pernikahan kita baru akan dilangsungkan empat bulan setelahnya," ingat Valencia lembut.

Ansel mengangguk mengerti, lalu berkata dengan nada tenang dan dewasa.

"Aku sebenarnya bisa menerima kalau pernikahan kita memang harus ditunda sampai empat bulan setelah kau menikah dengan Zyro, Valen. Tapi ada satu hal yang aku minta... Kalau kita mau menemui orang tuamu atau keluarga kalian, aku mau kita pergi bersama-sama bertiga. Aku ingin ikut serta dan dikenalkan juga, aku tidak mau dikesampingkan atau dianggap tidak ada," ucapnya tulus.

Valencia tersenyum mendengarnya, lalu menoleh ke arah Zyro. "Baiklah, kalau begitu kita lakukan seperti itu saja. Zyro, bagaimana menurutmu? Apakah kamu keberatan dengan rencana ini?" tanyanya meminta persetujuan.

"Menurutku juga lebih baik seperti itu, Valen. Kita lakukan semuanya bersama-sama, tidak ada yang ditinggalkan," jawab Zyro tegas dan mantap.

"Baiklah kalau begitu, artinya kita sudah sepakat ya. Besok kita bertiga akan pergi ke opa Zyro sekaligus menemui keluargaku," putus Valencia dengan senyum bahagia.

Valen lalu bangkit berdiri, menatap mereka berdua dengan semangat. "Nah, karena rencananya sudah jelas, sekarang ayo bersiap-siaplah kalian. Zyro, mandilah dan rapikan dirimu. Bagaimana kalau kita makan di luar saja malam ini? Aku tahu ada restoran yang masakannya sangat enak dan suasananya nyaman, cocok untuk menenangkan hati," ajak valen antusias.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!