NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tahanan Aneh

Operasi untuk menjemput Jonathan Cyrillus dilakukan dengan kerahasiaan tingkat tertinggi. Bergerak di bawah kegelapan malam yang absolut, Zeus memimpin langsung unit infiltrasi senyap ini bersama Josh dan segelintir prajurit elit yang loyalitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Kali ini, Zeus memilih untuk turun langsung ke lapangan. Ego dominan dan rasa penasarannya yang besar terhadap misteri penahanan sang ayah menuntut dirinya untuk menyaksikan sendiri apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh Barbara di balik dinding-dinding beton hutan tenggara.

​Memanfaatkan momen di mana Barbara sedang sibuk mengurus urusan logistik di pelabuhan luar kota, Zeus menyusup ke dalam wilayah kekuasaan bibinya dengan langkah yang mantap dan penuh perhitungan. Tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Untuk melumpuhkan barisan penjaga perimeter luar yang bertugas, Zeus sengaja menggunakan pistol taktis dengan peredam suara berteknologi tinggi (high-suppressor). Setiap proyektil peluru yang melesat keluar hanya menyisakan suara desis halus sebelum bersarang tepat di pelipis para penjaga, membuat mereka tumbang ke atas tanah tanpa sempat memberikan sinyal bahaya kepada unit lain.

​Setelah melakukan pergerakan pelan layaknya hewan ingin memangsa buruannya selama sekitar tiga puluh menit, Zeus dan Josh akhirnya berhasil menembus pertahanan inti dan melangkah masuk ke dalam akses pintu menuju ruangan bawah tanah yang lembap. Menyadari bahwa waktu mereka sangat terbatas, Zeus menyerahkan urusan pembersihan sisa-sins penjaga di koridor transisi kepada para bawahannya yang lain, sementara ia dan Josh terus melangkah masuk ke bagian fasilitas yang lebih dalam.

​Begitu pintu besi tebal di hadapan mereka terbuka, pemandangan di dalam ruangan bawah tanah tersebut langsung menyapa indra penglihatan mereka. Di sepanjang koridor yang minim pencahayaan, terdapat deretan sel besi vertikal yang berisi puluhan orang. Beberapa di antara para tahanan tersebut sempat Zeus kenali sebagai mantan anggota klan minor yang membangkang, sementara sebagian besar lainnya sama sekali tidak Zeus kenal karena selama ini ia tidak terlalu peduli dengan urusan domestik maupun lingkaran sosial terlarang milik Barbara.

​Kondisi para tahanan di fasilitas ini benar-benar sangat memprihatinkan. Tubuh mereka kurus kering hingga hanya menyisakan kulit yang membungkus tulang, layaknya sekumpulan tengkorak hidup yang bergerak lambat. Dari indikasi fisik tersebut, sangat jelas bahwa Barbara menyiksa mereka dengan metode yang primitif namun kejam, sengaja tidak memberikan mereka makan dalam waktu yang lama hingga mereka mati kelaparan perlahan-lahan dalam kesunyian.

​Metode penyiksaan Barbara ini sangat kontras dengan cara yang biasa Zeus terapkan kepada para pengkhianat klan. Sebagai seorang pemimpin yang berotak licik, Zeus lebih memilih menyiksa musuhnya dengan cara yang paling sadis berupa serangan psikologis intensif yang dirancang khusus untuk merusak kesehatan mental korbannya terlebih dahulu. Bagi Zeus, melihat kehancuran kewarasan dan harga diri musuh adalah kepuasan tertinggi, setelah mental mereka rusak total dan mereka memohon kematian, barulah Zeus akan mengeksekusi mereka dengan satu tembakan mati.

"Tempat ini bukan sekadar tempat penahanan, Josh" bisik Zeus, matanya terus menyapu setiap sudut dinding

"Barbara membangun ini dengan perhitungan militer. Struktur jalurnya sengaja dibuat sedemikian rupa" lanjutnya

"Anda benar, tuan. Jika kita tidak memiliki insting arah yang kuat, kita sudah terjebak di percabangan ketiga tadi. Barbara sengaja mendesainnya untuk memusingkan siapa pun, sekaligus mengulur waktu agar bantuan bisa datang jika terjadi kebocoran keamanan" balas Josh dengan suara rendah, menyelaraskan langkahnya di samping Zeus

​Langkah kaki Zeus yang semula berirama tegas tiba-tiba terhenti secara mendadak di depan sebuah sel besi yang terletak di sudut koridor sekunder. Tatapan matanya yang kejam mendadak terkunci pada sosok seorang wanita paruh baya yang terduduk lemas di atas lantai semen yang dingin. Detik itu juga, memori masa lalu yang telah lama terkubur di kepala Zeus mendadak bangkit. Zeus sangat mengenal guratan wajah wanita itu, meskipun kini telah digerogoti oleh usia dan penderitaan.

​Wanita di dalam sel tersebut adalah Kaila, perawat pribadi Zeus semasa ia masih kecil.

​Kebingungan besar langsung melanda benak Zeus. Bukankah wanita itu dinyatakan telah meninggal dunia akibat insiden kecelakaan atau eksekusi internal saat Zeus masih kanak-kanak? Lalu, mengapa sekarang wanita yang seharusnya sudah menjadi abu itu berada di dalam sel ruang bawah tanah rahasia milik Barbara? Banyak sekali pertanyaan yang bersarang di otaknya, mengusik ketenangan rasionalitas sang ketua klan.

​Dengan langkah pelan yang tidak biasa, Zeus mendekati pintu sel tersebut. Menggunakan keahlian hebatnya, Zeus membuka gembok besi yang mengunci pintu sel dengan sangat mudah tanpa menimbulkan suara bising. Ia melangkah masuk ke dalam ruangan yang sempit dan berbau apak itu, berlutut di hadapan sosok Kaila yang tampak sangat lemah lembut namun rapuh, tua, dan sama sekali tidak memiliki tenaga lagi untuk sekadar menegakkan punggungnya.

"Kaila" panggil Zeus seolah berbisik

"K...kamu siapa?" tanya Kaila dengan suara tercekat

"Ini aku.... Arze" ucap Zeus pelan

​Terjadilah percakapan yang cukup lama dan emosional antara Zeus dan wanita paruh baya tersebut di tengah keheningan ruang bawah tanah. Dari bibir Kaila yang pecah-pecah, Zeus baru mengetahui fakta mengejutkan bahwa Kaila diculik secara paksa oleh Barbara saat Zeus masih berusia sepuluh tahun. Sudah selama belasan tahun wanita tua itu dikurung dan diisolasi di dalam sel pengap ini dari peradaban dunia luar.

​Namun, alih-alih meratapi nasib buruknya sendiri atau memohon untuk segera dikeluarkan dari fasilitas tersebut, Kaila dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya justru memegang pergelangan tangan Zeus. Matanya yang mulai kabur menatap dalam ke arah sang tuan muda, lalu menyuruh Zeus dengan nada mendesak untuk segera menemukan Jonathan. Kaila menegaskan bahwa hanya Jonathan yang pasti bisa menjawab semua pertanyaan besar di kepala Zeus mengenai konspirasi masa lalu dan alasan mengapa dirinya disekap oleh Barbara.

​Setelah menekankan kalimat bahwa Zeus harus segera menemukan keberadaan Jonathan, barulah wajah Kaila yang pucat menampakkan sebuah senyuman tulus yang teramat lemah. Ia berbisik bahwa dirinya merasa sangat bahagia dan bersyukur karena bisa bertemu lagi dengan Zeus, anak kecil yang dulu pernah diasuhnya, sebelum waktunya habis di dunia ini. Sikap Kaila seolah menunjukkan bahwa selama belasan tahun ini, ia bertahan hidup di dalam kegelapan sel hanya untuk menunggu kedatangan Zeus demi menyampaikan kebenaran ini untuk terakhir kalinya.

​Detik berikutnya, tubuh rapuh Kaila perlahan kehilangan seluruh dayanya. Wanita itu mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang di dalam dekapan tangan tegap Zeus.

​Jujur saja, di balik dinding kepribadiannya yang terkenal kasar dan bengis, Zeus sangat menyayangi wanita paruh baya itu. Semasa kecilnya, di saat seluruh anggota keluarga Cyrillus memperlakukannya dengan kaku sebagai calon pemimpin klan masa depan yang tidak boleh memiliki kelemahan, hanya Kaila lah yang mengurusnya dengan penuh kasih sayang, kehangatan, dan memperlakukannya layaknya seorang anak kecil normal pada umumnya.

Sayangnya, memori indah itu terpisah secara paksa karena di masa lalu, dewan tertua menyatakan bahwa Kaila telah dieksekusi karena terbukti melakukan pengkhianatan terhadap klan. Nyatanya, semua itu adalah skenario bohong, Kaila justru dikurung hidup-hidup di tempat ini oleh Barbara.

​Seolah ada sayatan fisik yang teramat perih di dalam hati Zeus saat menatap wajah Kaila yang telah terbujur kaku, wajah yang dulu selalu memberikan kelembutan di tengah lingkungan masa kecilnya yang penuh akan kekerasan. Sementara itu, Josh yang berdiri di ambang pintu sel hanya diam membisu menyaksikan momen kerapuhan tuannya tersebut. Sebagai tangan kanan yang tahu benar bagaimana tabiat Zeus, Josh tidak ingin mengeluarkan kata sepatah pun, seolah memberikan waktu dan ruang berdua bagi mereka untuk menyelesaikan urusan masa lalu.

​Namun, Zeus segera menguasai kembali emosinya dengan cepat. Sisi mafia yang dingin kembali mengambil alih kesadarannya. Tujuan utamanya malam ini bukan sekadar untuk melakukan temu kangen atau meratapi kematian Kaila, melainkan ada misi strategis yang lebih besar, ia tengah mencari keberadaan Jonathan yang memegang kunci jawaban dari seluruh kekacauan ini.

​Zeus berdiri, meletakkan jasad Kaila dengan hormat di atas pembaringan usang, lalu melangkah keluar dari sel bersama Josh. Lorong bawah tanah milik Barbara ini ternyata sangat panjang dan bercabang banyak, laksana sebuah labirin tak berujung. Mereka terus berjalan menyusuri koridor beton hingga akhirnya tiba pada sebuah lorong khusus dengan dinding yang dicat warna merah pekat.

​Di sepanjang lorong merah tersebut, terdapat beberapa unit sel lagi yang berisikan sesuatu yang seketika mampu membuat siapa pun yang melihatnya akan bergidik ngeri. Ada sekitar lima sel besi terpisah yang masing-masing berisi manusia berukuran kecil dengan bentuk struktur tubuh dan wajah yang sangat mengerikan. Atau dengan kata lain, kelima tahanan tersebut terlihat seperti manusia yang mengalami cacat fisik yang sangat ekstrem dan tidak wajar.

​Ada salah satu tahanan yang memiliki bentuk wajah sangat aneh hingga lagaknya menyerupai makhluk asing atau alien. Di sel sebelah, terdapat manusia kecil yang anggota tubuhnya tidak lengkap secara anatomi. Ada pula yang memiliki ukuran kepala yang luar biasa besar tidak proporsional dengan badannya, serta tahanan yang memiliki beberapa bagian anggota tubuh yang bengkak jauh lebih besar dari ukuran normal. Dan kondisi yang paling parah terlihat pada salah satu tahanan kecil yang sama sekali tidak memiliki organ hidung dan mata di wajahnya.

​Namun, ada satu hal yang sangat aneh dan mengusik logika Zeus, meskipun mereka memiliki fisik yang berbeda-beda dan mengerikan, guratan dasar struktur wajah mereka seolah-olah memiliki kemiripan yang sama, seolah mereka semua dicetak dari satu cetakan atau sumber genetik yang sama dengan bentuk yang serupa.

​Zeus menghentikan langkahnya di depan jeruji besi lorong merah itu, menatap pemandangan mengerikan tersebut dengan pandangan kaku dan penuh selidik. Pria dominan itu tidak tahu apa arti di balik keberadaan kelima tahanan kecil yang cacat ini di dalam fasilitas rahasia milik Barbara.

​Zeus memiringkan kepalanya sedikit, lalu mulai mengobrol secara formal dengan Josh mengenai dari kelima tahanan tersebut, mencoba membedah eksperimen gelap apa lagi yang sedang dilakukan oleh bibinya di balik punggung klan utama Valletta. Atmosfer di koridor merah itu kian mencekam, sementara misteri mengenai Jonathan dan sejarah kelam klan kian mendekati titik puncaknya.

"Apa kamu sependapat denganku, Josh?" tanya Zeus serius

"Saya rasa iya tuan, sebaiknya kita temukan tuan Jonathan" balas Josh

Keduanya pun kembali menyusuri lorong yang berliku-liku kayaknya labirin, lorong yang dibuat khusus untuk memusingkan seseorang yang menerobos masuk.

🔪🔪🔪

Sebenernya apa yang terjadi? Apa ada yang bisa menebaknya?

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!