NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Monica mencengkeram ponselnya semakin kuat, matanya menatap tajam ke arah dinding rumah sakit seolah-olah sedang menatap wajah Ratu langsung.

"Saya beri kamu dua pilihan. Mengundurkan diri dari proyek Suhadi Group sekarang juga, atau saya pastikan nama kamu masuk dalam daftar hitam di seluruh vendor tekstil dan butik di negara ini. Jangan pernah bermimpi untuk mendekati Ardiansyah lagi. Dia sudah punya Nisya, gadis yang jauh lebih terhormat daripada kamu yang gayanya seperti preman jalanan!"

Ratu hanya mendengarkan dengan tenang. Ia memakai serangkaian perawatan wajahnya...

"Terhormat itu relatif, Nyonya. Tapi kalau Nyonya bicara soal karier saya... silakan dicoba. Saya sangat penasaran melihat bagaimana Nyonya menghancurkan sesuatu yang bahkan Nyonya sendiri tidak tahu seberapa besar akarnya."

"Kamu sombong sekali! Kamu pikir Ardiansyah akan membelamu? Kamu hanya gangguan kecil di matanya. Ingat posisi kamu, asisten! Besok saya akan pastikan kontrak perusahaan kamu saya robek!"Ucap Monica tertawa sinis.

"Satu hal, Nyonya Monica. Kadang, orang yang Nyonya anggap gangguan kecil justru yang memegang kunci untuk menyelamatkan apa yang paling Nyonya banggakan. Selamat malam. Assalamualaikum" balas Ratu dengan lembut namun tajam.

"Jangan berani—!"

Bip.

Monica memutuskan telepon itu dengan kasar sebelum Ratu sempat menyelesaikan kalimatnya. Ia terengah-engah, dadanya naik turun karena emosi yang meluap. Ia merasa telah memberikan peringatan yang cukup untuk membuat gadis itu gemetar ketakutan.

Namun di kamar , Ratu justru menyimpan ponselnya dengan gerakan santai. Ia meletakkan alat tempur nya di meja rias , memastikan wajah dan lehernya sudah memakai skincare, lalu ia menatap layar tablet nya yang sudah menyala, menampilkan data transaksi Suhadi Group yang baru saja ia akses secara singkat.

"Preman jalanan, ya? Baiklah, Nyonya Monica. Mari kita lihat, siapa yang akan memohon pada siapa saat preman ini menarik dukungannya dari proyek hotel bintang sepuluh Anda."

Ia merapikan rambutnya yang terbang tertiup angin malam, lalu melangkah ke ranjang nya dengan keyakinan yang tidak goyah sedikit pun.

___

Kabar mengenai ancaman Monica ternyata sampai ke telinga Ardiansyah lebih cepat dari yang dibayangkan. Ardiansyah meretas kembali cctv yang ada di lorong depan kamar VVIP miliknya, Di dalam ruang rawatnya, Ardiansyah menghubungi orang kepercayaannya untuk memeriksa detail kontrak antara Suhadi Group dan Afnan Style.

Ternyata, jebakan hukum yang ada di dalam kontrak tersebut sangatlah kuat. Ardiansyah menatap layar tabletnya dengan napas yang memburu.

Monica masuk kembali ke ruangan dengan wajah puas, seolah baru saja memenangkan pertempuran besar. Ia meletakkan tas mahalnya di sofa dan menatap Ardiansyah yang tampak sangat tegang.

"Ardi, Mama sudah memutuskan. Kita akan memutus kontrak dengan Afnan Style. Mama tidak suka lingkungan kerjamu dicemari oleh orang-orang kasar seperti asisten itu...., " Ucap Monica dengan semangat, ia melepaskan Bros di jilbabnya yang ia lilit ke lehernya,

Ardiansyah menyahut, suaranya rendah namun bergetar karena amarah "Mama tahu apa yang mama lakukan? Produksi seragam family gathering untuk lima ribu karyawan kita sudah mencapai tahap delapan puluh persen. Bahannya eksklusif, logonya sudah terpasang."

"Lalu kenapa? Kita cari vendor lain! Masalah uang bukan masalah bagi kita."

Ardiansyah berdiri meski perutnya masih sakit, menatap ibunya tajam "Ini bukan cuma soal uang vendor, Ma! Jika kita memutus kontrak sepihak di tahap ini, Suhadi Group harus membayar penalti sebesar 50 Miliar Rupiah. Dan itu belum termasuk kerugian material yang sudah diproduksi. Apa mama mau membuang lima puluh miliar hanya karena rasa tidak suka Mama pada satu orang?"

Monica tersentak. Angka lima puluh miliar bukan jumlah yang kecil, bahkan bagi keluarga Suhadi. Itu adalah kerugian yang bisa mencoreng laporan tahunan perusahaan di depan dewan komisaris.

"lima puluh miliar? Kenapa pinaltinya sebesar itu?! Ini pasti akal-akalan mereka!"

"Bukan akal-akalan mereka, Ma, Itu standar perlindungan untuk vendor besar. Dan saya yang menandatangani kontrak itu. Jika Mama memaksakan ini, Mama bukan hanya menghancurkan hubungan kita, tapi juga mempermalukan saya sebagai CEO di depan para pemegang saham."

"Kontrak tetap berjalan. Ratu tetap akan datang ke kantor untuk melakukan fitting terakhir minggu depan. Dan saya tidak mau mendengar ada ancaman lagi di belakang saya. Jika Mama tetap melakukannya, saya akan memindahkan pusat operasional ke luar kota agar Mama tidak perlu repot-repot mengawasi lingkungan kerja saya lagi."

Monica terdiam seribu bahasa. Putranya yang biasanya penurut dalam urusan keluarga, kini berani mempertaruhkan segalanya demi membela seorang asisten.

Tepat saat itu, Nisya masuk membawa teh herbal untuk Monica. Ia melihat ketegangan luar biasa antara ibu dan anak itu. Ia meremas ujung jilbab nya, merasa terjepit dalam situasi yang tidak ia pahami. "Kak... Ma... ada apa? Kenapa suaranya sampai terdengar ke luar?"

Monica menormalkan ekspresi nya kembali, wajahnya yang tadi tegang,kini berubah lembut,ia tidak mau terlihat jelek di mata calon menantu Sholehah nya.

"Tidak apa-apa sayang " Monica mengambil teh dari tangan Nisya.

" Terimakasih ya Nisya,kamu sangat perhatian " ucap Monica dengan lembut.

" Nisya, sebaliknya kamu pulang dulu, ini sudah malam nak, supir sudah menunggu mu diluar" lanjutnya sambil mengusap bahu Nisya.

" Tapi papa belum datang, nanti mama sendirian disini" elak Nisya dengan lembut, Ia tidak tega mertuanya hanya sendiri menemani Ardiansyah.

Monica tersenyum lembut, calon menantunya bukan hanya Soleha, namun juga sangat perhatian"tidak apa-apa nak, papa sedang dalam perjalanan ke sini".

Nisya mengangguk, tubuhnya juga terasa lelah karena seharian bekerja serta menemani Ardiansyah di rumah sakit.

"Baiklah, kalau begitu, Nisya izin pamit, Assalamualaikum....?" ucap Nisya mencium punggung tangan Monica dengan takzim. Lalu tersenyum menoleh ke arah Ardiansyah yang masih memasang wajah tegang.

"Waalaikumsalam, hati-hati sayang " sahut Monica setelah memeluk Nisya.

Afkar datang dengan wajah cemas "Bagaimana keadaanmu Ardi, apa masih mau makan ketoprak pedas lagi?" tanya afkar dengan kesal.

Ardi yang tadi tegang,kini berubah ekspresi yang sangat menyebalkan bagi Afkar.

Ardi mengangguk " harusnya Papa belikan lagi yang banyak, yang sangat pedas untuk Mama" sahut ardi datar, membuat Monica yang sedang memijat pelipisnya melotot.

" Kamu ingin meracuni Mama Ardi!".... seru Monica tidak terima.

"Kali aja Mama ingin merasakan apa yang sedang Ardi Rasakan" .....

Saat Ratu akan memejamkan matanya, Ia menerima pesan singkat dari Ardiansyah: "Mama mencoba memutus kontrak. Tapi jangan takut, saya tidak akan membiarkannya."

Ratu hanya tersenyum tipis. Baginya, uang Lima puluh miliar atau ancaman Monica hanyalah angka-angka di atas kertas.

Ratu bergumam sendiri "Lima puluh miliar? Murah sekali harga sebuah harga diri bagi mereka. Ardiansyah, kamu tidak perlu melindungiku. Biarkan ibumu belajar bahwa tidak semua hal bisa dibeli dengan kekuasaan."

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!