Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sementara itu di kediaman nyonya Veronica nampak wanita itu tengah berbicara berdua dengan asistennya di ruang kerjanya. Meraka berdua memang selalu berdiskusi berdua mengaku masalah apapun yang ingin nyonya Lidia lakukan.
Asistennya itu yang selalu setia berada disampingnya nyonya Veronica. Dia cukup berpengaruh dalam apapun yang jadi keputusan nyonya Veronica. Di mana ada nyonya Veronica di situ pasti ada Alex.
"Informasi apa yang ingin kamu sampaikan pada saya?" tanya wanita itu dengan dingin.
"Rencana nyonya yang kemarin gagal. Sepertinya tuan muda juga sudah tau apa yang nyonya lakukan pada wanita itu." adu asistennya yang bernama Alex.
"Tapi kenapa Dafa tidak mendatangi saya langsung kalau memang dia sudah tau?" nyonya Veronica heran dengan putranya yang sama sekali tak marah saat ia berbuat hal yang tak baik pada istrinya.
"Mungkin tuan muda masih menahan diri nyonya. Satu lagi nyonya, yu6an muda juga sudah tak pernah mendatangi Mila lagi di rumahnya. Sepertinya rencana nyonya besar ingin memisahkan mereka akan segera terwujud." tambah Alex dengan seringai licik.
"Bagus saya suka berita itu, tak perlu turun tangan lagi menyingkir Mila dia akan pergi dengan sendirinya." kekeh nyonya Veronica merasa menang. Satu masalah terselesaikan.
"Tinggal batu sandungan kedua yang harus disingkirkan, tapi sepertinya kali ini tidak akan mudah." tambah wanita itu setelah tanya berhenti.
"Tidak mudah bagaimana, Nyonya?" tanya Alex.
" Dafa sifatnya sama sepeti saya, saya yakin ia melindungi wanita itu ma6ri - matian.
"Dulu saya sudah menyarankan nyonya agar tidak menikahkan tuan muda dnegan pelayan itu. Padahal banyak gadis dari kalangan atas yang rela antri untuk untuk jadi istri tuan muda meski jadi yang kedua, tapi menolak saran saya." ungkap Alex. Nyonya Veronica nampak termenung memikirkan perkataan Apel yang benar adanya.
"Tuan muda sudah jatuh cinta pada pelayan itu nyonya. Nyonya kan tau jika tuan muda mudah jatuh cinta pada kalangan bawah seperti pelayan itu." tambah Alex membaut nyonya Veronica kesal.
"Jaga omongan kamu Alex. Anak saya tidak serendah itu. Itu hanya kebetulan." tepis nyonya Veronica.
"Terserah nyonya sajalah. Calon dulu nyonya mengatakan saran dari saya tidak akan jadi begini. Kita tak perlu susah menyingkirkan pelayan itu." sesal Alex dengan keputusan salah nyonya Veronica.
"Aku lelah." ucap nyonya Veronica.
"Lelah kenapa nyonya" tanya Alex.
Aku lelah dengan ini semua. Tak ada satu pun yang berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan." ucap nyonya Veronica sambil menyandarkan kepalnya ke sandaran kursi kebesarannya. Matanya terpejam dan ada setetes bulir bening menganak di sudut matanya.
"Sebenarnya apa yang anda inginkan Nyonya? Jangankan saya, anda sendiri saja pasti binggung apa yang di inginkan." tanya Alex.
"Aku cuma mau hidup tenang dan bahagia."
"Bahagia seperti apa yang nyonya inginkan?" tanya Alex.
"Melihat putraku menikah dengan wanita yang sederajat tentunya dan mempunyai cucu - cucu yang menggemaskan. Tapi semuanya tak sejalan dengan apa yang jalan yang seharusnya." dengus nyonya Veronica kesal.
Sedari awal Dafa keras kepala tidak mau mengikuti perintahnya untuk menikahi perempuan yang sederajat tapi putranya malah memaksa meminta restu agar di perbolehkan menikahi Mila yang bekerja di sebuah cafe dimana Dafa sering berkumpul dengan teman - temanya.
"Buat apa di sesalkan nyonya, semua susah terjadi. Lebih baik fokus bagimana caranya menyingkirkan batu sandungan ke dua."
"Saya mau janin dalam perut Laras lenyap, apapun caranya. Saya tidak mau mendengar kata gagal kali ini." jilatan kebencian terpancar dari sorot mata wanita itu. Terdengar kejam dan memang begitu watak asli nyonya Veronica.
"Baik nyonya. "Jawab Alex lalu pria itu pergi meninggalkan nyonya Veronica sendiri di ruangan kerjanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk, thor up lagi ya.
Terimakasih saran dan masukannya yang membantu thor melanjutkan bab berikutnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏💪🙏