Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nekat
Reina terbangun dari tidurnya karena ada panggilan telepon. Ia mengerjapkan matanya dan melihat siapa yang menghubunginya,untuk sesaat Rwina ragu mengangkat panggilan telepon itu.
Lama ia memandang sampai panggilan telepon mati dan tidak lama pesan masuk.
[ Yoga : datang sekarang di tempat biasa ] isi pesan dari yoga.
Reina berpikir sejenak apakah ia harus melanjutkan pekerjaannya atau berhenti. Tapi yoga masih memiliki kartu ASnya. Reina mencoba mencari cara bagaimana ia harus menghapus vidio yang ada di ponsel Yoga.
" Apa aku coba kasih dia obat tidur ya." Gumam Reina sambil berpikir keras.
" Tapi dia tidak selalu minum atau makan,tapi aku coba saja lah...aku harus menghentikan ini,aku ingin jadi yang lebih baik." Ucap Reina menguatkan diri. Reina pun membalas pesan dari yoga.
[ Reina : iya kak,maaf tadi aku lagi di kamar mandi ].
[ Yoga : ok...aku tunggu cepat datang ].
Reina bersiap-siap untuk berangkat menemui yoga, sebenarnya ia masih kurang fit tapi demi misinya dia harus mencoba untuk kuat.
Setelah rapi Reina mengambil Hoodie oversize dan kunci motornya. Motor yang sudah 3 hari ini ia tidak pakai.
Sebelum menemui yoga dia mampir terlebih dahulu ke apotik untuk membeli obat tidur,siapa tau ada kesempatan nanti.
Sampai di tempat Reina langsung mengetuk pintu kamar yoga.
" Masuk saja " Ucap yoga dari dalam.
Reina masuk dengan sangat gugup karena akan menjalankan misi yang menurutnya sangat berbahaya.
" Ayo duduk sini..." Yoga menepuk sofa di sebelahnya.
Reina berjalan pelan sambil memperhatikan di meja ada secangkir kopi,semoga nanti ada kesempatan. Sampai di dekat yoga Reina pun duduk,dan yoga pun langsung memeluk Reina dari samping.
Reina sangat terkejut karena yoga selalu beraksi tanpa aba-aba.
" Kakak belum mandi ya kok bau." Ucap Reina pura-pura." Aku mual kak nyium alkohol." imbuh Reina, sebenarnya dia bisa menahan bau alkohol namun itu hanya untuk membuat yoga pergi mandi.
" Masak sih ? Nggak ah biasanya juga kamu nggak pernah protes." Ucap yoga sambil mengendus tubuhnya.
" Tapi beneran kak kalau hari ini bau banget,aku kan habis di opname kak selama 2 hari." Ucap Reina memelas wajahnya.
Yoga yang tidak mau berlama-lama dan ingin segera memakan Reina pun langsung beranjak pergi ke kamar mandi.
Reina yang mendapatkan kesempatan emas pun buru-buru mengambil obat itu di dalam tas lalu menaruhnya di cangkir kopi yoga. Buru-buru Reina menyimpan wadahnya dan mengaduknya dengan tangan karena tidak ada sendok.
" Bismillah ya Allah bantu aku ya Allah." Ucap Reina dalam hati.
Tidak lama pintu kamar mandi pun terbuka dan menampakkan Yoga yang sudah segar. Ia keluar menggunakan bathroop. Jantung Reina terasa seperti ingin melompat dari tempatnya karena saking cepatnya berdetak.
Yoga meminum kopinya begitu ia duduk kembali di sofa. Reina pura-pura tersenyum melihat yoga.
" Hmmm kalau gini kan harum." Ucap Reina pura-pura menggoda yoga untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Kalau gitu kita mulai sekarang ya." Ajak yoga yang langsung memindahkan tubuh Reina ke pangkuannya.
Yoga meremas kedua gunung kembar Reina yang masih tertutup Hoodie dan juga baju serta wadah di dalamnya. Satu tangan yoga meremas bongkahan besar bagian belakang milik Reina.
Karena sentuhan itu Reina pun tidak bisa untuk menahan desahannya.
" Enghhh" Reina melenguh karena yoga sudah menyingkap Hoodie Reina menaikan ke atas dan menjilati biji kecil yang kemerahan itu.
Di jilat dan di hisapnya dengan rakus seperti anak yang lama tidak menyusu. Yoga tidak sabar ia pun langsung melepas Hoodie Reina dan membuangnya ke segala arah.
" Mmmm kak" de*ahan Reina lagi-lagi lolos,ntah kenapa yoga hari ini memperlakukannya begitu lembut berbeda dari biasanya,ntah karena ia kebanyakan minum alkohol atau tidak yang jelas tidak seperti biasanya.
Mereka melakukan pemanasan hampir 10 menit, Reina menunggu kenapa belum terlihat reaksinya. Dia tidak lagi menikmati setiap sentuhan yang di berikan yoga.
Yoga menggeleng-gelengkan kepalanya seperti menahan kantuk. " Kenapa aku jadi ngantuk kayak gini." gumam Yoga lirih.
" Ngantuk ? Terus gimana dong kak kan nanggung." Ucap Reina pura-pura menggoda Yoga.
" Ayo Re cepat kamu pasang karetnya kita selesaikan segera,aku udah nggak tahan ingin mengungkung mu." Ucap Yoga yang tidak sabar namun berkali-kali ia menyadarkan dirinya yang sepertinya sudah mengantuk berat.
Reina mengolor waktu dengan memasangkan pengamannya sangat pelan ke pusaka yoga yang menegang. Yoga sudah tidak sabar dan langsung mencopot celana Reina dan mendorong Reina ke ranjang.
Tanpa aba-aba yoga langsung memasukan pusakanya ke liang Reina yang sudah agak basah.
" Aaaahhhh" de*ah Yoga karena miliknya sudah masuk ke milik Reina.
" Kak, pelan-pelan." Ucap Reina merintih karena Yoga mulai kasar memasukannya dan memompa dengan menghentak-hentakan sangat keras sampai Reina menahan ngilu di dalam tubuhnya karena hentakan yoga yang sangat keras.
" Kak...pelan." Reina sampai meneteskan air matanya karena kebrutalan Yoga. Kenapa Yoga belum tertidur juga padahal sudah hampir 20 menit. Reina pun meremas seprei dengan kuat karena merasakan sakit di bagian intinya.
Tiba-tiba perlahan Yoga menggenjot tubuh Reina pelan,pelan dan ambruk di atas tubuh Reina dengan masih tubuhnya menyatu dengan tubuh Reina.
" Kak...kak yoga...kak bangun." Reina menepuk-nepuk punggung Yoga. Tidak ada respon. Dia pun langsung mendorong tubuh yoga agar jatuh ke ranjang. Yoga pun terlentang dengan tubuh yang sudah lunglai. Reina buru-buru membersihkan dirinya di kamar mandi dan memakai bajunya kembali.
Ia mencari ponsel yoga terlebih dahulu dan saat menemukannya ia mencoba membuka sandi ponselnya.
" Yah...pakai di kasih sandi segala lagi." Reina pun teringat bisa menggunakan sidik jari pemilik,dia langsung menempelkan jari yoga di ponselnya dan terbuka. Reina bernafas lega,ia pun buru-buru mencari vidionya.
" Astaga banyak banget vidio yang dia simpan,dan nggak cuma dengan aku ternyata banyak wanita lainnya...apa jangan-jangan dia juga menjebaknya sepertiku ya." Gumam Reina sendirian sambil terus mencari vidio dirinya dan yoga.
" Ketemu...semoga dia nggak punya salinan di laptop." Ucap Reina yang langsung menghapus vidio itu. Setelah di lihat tidak ada foto atau vidio dia lagi dia pun langsung keluar meninggalkan yoga yang masih telanjang di atas ranjang.
Saat keluar dari hotel Reina bertemu dengan perempuan memakai baju kekurangan bahan dan terlihat seperti mabuk. Iya berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar bisa berjalan. Tiba-tiba Reina mempunyai ide.
Mula-mula Reina mendekati perempuan itu yang memang sepertinya seorang wanita malam.
" Biar Reina bantu Tante,di mana kamar Tante ?" Tanya Reina lembut yang ingin merangkul tubuh perempuan itu.
" Kamu siapa ?" Tanya perempuan itu yang masih setengah sadar.
" Saya pegawai baru di sini Tante,biar saya bantu menuju kamar milik Tante." Ucap Reina berbohong.
Perempuan itu pun tidak lagi menolak, Reina pun tersenyum jahat.
--->>>