NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:483
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Kesepakatan di Atas Takhta Emas

​Ketegangan mengunci pernapasan para ksatria di dalam aula utama istana Helios.

​"Kau sungguh memiliki nyali yang sangat gila dengan menyerahkan lehermu secara sukarela ke dalam genggaman sang penakluk," ucap Jacob memecah kesunyian ruangan.

​"Nyawa saya tidak memiliki harga sama sekali jika dibandingkan dengan kelangsungan hidup jutaan rakyat Evlenian," jawab Diana menatap teguh mata biru Jacob tanpa berkedip.

​{Sistem mendeteksi kejujuran mutlak dari wanita ini. Dia tidak gentar sedikit pun berhadapan dengan aura membunuh Veldora di sampingku.}

​"Jelaskan kepadaku secara rinci kekuatan pasukan dari tiga kerajaan besar yang menekan wilayahmu itu," perintah Jacob sambil menyandarkan punggungnya pada bantalan takhta emas.

​"Hamond memiliki tiga puluh ribu kavaleri berat berzirah baja tebal yang mampu menembus formasi tombak apa pun," urai Diana tanpa ragu.

​"Armada tempur kerajaan Luga menguasai jalur sungai dengan ratusan kapal perang meriam panah. Airis menyimpan ribuan pembunuh bayaran yang menyerang dalam diam dari balik bayangan," tambah Diana memperjelas skala ancaman.

​Veldora mendengus kasar mendengar penjelasan tersebut.

​"Tiga puluh ribu kaleng sarden berkuda? Pasukan Nightmare kita butuh daging segar untuk menguji batas kekuatan mereka setelah berbulan-bulan berlatih di lapangan istana!" teriak Veldora dengan gairah perang yang meledak.

​"Kami memang tidak memiliki komandan seganas Jenderal Veldora. Kekuatan tempur kami nyaris nol, murni mengandalkan benteng alam dan rahasia kuno," balas Diana tenang menanggapi ego sang jenderal.

​Natali menghunus belati peraknya dalam satu gerakan kilat dan menempelkannya tepat di leher Diana.

​"Sangat tidak masuk akal. Kerajaan yang memiliki pengetahuan alkimia tanah dan manipulasi unsur tidak mungkin gagal menciptakan senjata mematikan. Kau pasti menyembunyikan sesuatu dari rajaku," cecar Natali dengan tatapan menusuk.

​"Bilah perak ini bisa memutus pita suaramu sebelum kau sempat mengucapkan satu mantra pun," ancam Natali dengan mata menyipit tajam.

​"Pembunuhan ini hanya akan menunda kehancuran kalian sendiri, Komandan Natali," balas Diana dengan napas teratur.

​"Turunkan senjatamu sekarang juga, Natali," perintah Jacob dengan nada datar namun sangat berkuasa.

​"Pusat pertahanan kami hancur ratusan tahun lalu akibat perang saudara yang memperebutkan arsip kuno tersebut. Sejak saat itu leluhur kami bersumpah untuk mengunci semua pengetahuan militer dan hanya mempelajari ilmu kehidupan," jelas Diana mengabaikan dinginnya bilah perak yang mengancam urat nadinya.

​"Sumpah konyol yang justru mengundang serigala rakus ke depan pintu rumahmu," ejek Jacob menggelengkan kepalanya perlahan.

​"Itulah sebabnya kami membutuhkan sekawanan serigala yang jauh lebih buas dan gila untuk mengusir mereka, Baginda," balas Diana memberikan pujian terselubung.

​{Wanita ini pandai merangkai kata. Dia tahu persis bagaimana memancing ego seorang penguasa tiran. Namun sistem tetap menunjukkan status kebohongan pada angka nol mutlak.}

​Natali memutar langkahnya menjauh dari Diana dan kembali ke sisi takhta.

​"Menerima tawaran ini berarti kita secara otomatis mendeklarasikan perang terbuka melawan tiga kerajaan besar secara bersamaan, Baginda. Membawa Meriam Api Naga yang berbobot lima ton menembus wilayah yang belum pernah kita petakan adalah sebuah kemustahilan logistik," protes Natali memberikan kalkulasi strategis.

​"Pikiranmu sangat tajam, Natali," puji Jacob dengan senyum tipis yang mematikan.

​"Tapi Baginda, kapakku saja tidak cukup untuk menebas tiga puluh ribu kuda lapis baja secara bersamaan!" protes Veldora dengan dahi berkerut keras.

​"Kita akan membawa dentuman itu, Veldora. Namun bukan hari ini. Menggerakkan senjata seberat lima ton menembus hutan yang tidak kita ketahui letak tebing dan jurangnya adalah kebodohan fatal," jelas Jacob menekan ego tempur jenderalnya.

​"Roda besinya akan terjebak di lumpur, dan mobilitas pasukan kita akan lumpuh total. Kavaleri Hamond akan dengan mudah memutari formasi kita yang merayap lambat dan membakar suplai mesiu kita dari arah belakang tanpa bisa dicegah," tambah Jacob memberikan proyeksi strategi yang sangat masuk akal.

​"Jadi bagaimana taktik utama yang akan Anda gunakan untuk menembus wilayah mereka, Tuanku?" selidik Natali memastikan arah pergerakan.

​"Perjalanan ini bukan untuk berperang secara terbuka, melainkan infiltrasi pengintaian. Kita butuh pemetaan jalur yang aman sebelum logistik penghancur kita dikerahkan," jawab Jacob dengan tatapan kalkulatif.

​"Berarti Anda menyetujui penawaran ini namun akan menunda invasi utamanya, Baginda?" tanya Diana dengan nada sedikit cemas.

​"Ketiga kerajaan itu hanyalah pijakan pemanasan sebelum kita berhadapan langsung dengan ancaman nyata dari benua luar yang kau sebutkan tadi. Namun aku butuh kepastian absolut terlebih dahulu," tambah Jacob mencondongkan tubuhnya ke depan.

​"Pengetahuan arsip kuno kami akan membuka mata Anda tentang peta dunia yang sebenarnya, Raja Jacob. Anda akan menyadari betapa luasnya medan penaklukan yang bisa Anda kuasai kelak," janji Diana memberikan daya tarik yang tidak bisa ditolak.

​{Benua luar dengan kekaisaran yang memiliki militer absolut. Jika eksistensi mereka benar-benar nyata, aku harus memastikan Helios memiliki fondasi logistik pangan dan teknologi tempur yang jauh lebih gila sebelum berhadapan dengan kekuatan raksasa itu.}

​"Rahasia kesuburan tanah tanpa batas yang kau jadikan alat tawar. Apakah itu sihir murahan atau sesuatu yang bisa diukur dengan logika akal sehat?" tuntut Jacob menguji kebenaran janji tersebut.

​"Itu adalah pengetahuan alkimia tanah dan manipulasi aliran unsur air yang hanya diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga kerajaan kami. Tumbuhan gandum bisa dipanen tiga kali lebih cepat dan tanah tandus Scolar akan kembali subur dalam hitungan minggu," terang Diana dengan nada suara sangat meyakinkan.

​{Masalah kekeringan di desa pinggiran Scolar kemarin membuktikan betapa rentannya ketahanan pangan kita. Jika alkimia wanita ini benar-benar bisa mengubah tanah tandus menjadi lumbung gandum abadi, logistik pasukan Nightmare tidak akan pernah terputus meskipun peperangan berlanjut hingga puluhan tahun.}

​"Bukti. Aku selalu menuntut bukti nyata dari setiap janji, bukan sekadar dongeng pengantar tidur dari mulut seorang tawanan," desak Jacob sambil mengetukkan jari telunjuknya di atas gagang takhta dengan tempo cepat.

​"Saya adalah jaminan hidup Anda, Baginda. Anda memiliki kebebasan penuh untuk merantai saya di ruang bawah tanah paling dalam sampai seluruh perkataan saya terbukti kebenarannya," tawar Diana menyerahkan nasibnya sepenuhnya.

​||||||||||||||

​Jacob bangkit dari takhtanya secara perlahan.

​Suara ketukan sepatu bot kulitnya menggema tajam saat ia menuruni anak tangga marmer satu per satu untuk mendekati posisi sang putri.

​"Membusukkan tubuhmu di dalam sel tahanan bawah tanah sama sekali tidak akan memberikanku panen gandum yang melimpah," ucap Jacob berhenti tepat setengah meter di hadapan Diana.

​"Kemudian apa keputusan akhir Anda, Baginda Raja?" tanya Diana tetap berdiri tegak menjaga postur kebangsawanannya tanpa mundur sedikit pun.

​"Aku akan menyetujui kesepakatan militer ini jika semua perkataanmu terbukti benar. Pasukan Nightmare akan menjadi tameng pemusnah mutlak bagi perbatasan Evlenian dari serangan Hamond," putus Jacob dengan suara menggelegar memantul di seluruh dinding aula.

​Veldora tertawa buas sambil meninju telapak tangannya sendiri.

​"Tanganku sudah sangat gatal ingin memenggal kepala para jenderal sombong dari negeri seberang itu," seru Veldora dengan mata berapi-api.

​"Namun ada satu langkah awal yang harus dilakukan sebelum aku menggerakkan puluhan ribu pasukan utama dan membangun jalur logistik meriam kita," sela Jacob menatap tajam langsung ke dalam sepasang mata Diana.

​"Katakan syarat mutlak Anda, Baginda," sahut Diana menguatkan hatinya seolah siap menerima tuntutan paling mengerikan sekalipun.

​"Aku sendiri yang akan memverifikasi kebenaran arsip kuno dan rahasia kesuburan itu secara langsung ke titik pusat wilayahmu," tegas Jacob menyampaikan keputusannya.

​Diana menautkan alisnya dengan raut wajah sangat terkejut.

​"Maksud Anda?" tanya sang putri.

​"Siapkan kereta kuda berlapis emasmu untuk perjalanan pulang. Aku akan melakukan kunjungan rahasia ke istana pusat Evlenian besok pagi saat matahari terbit," perintah Jacob memberikan instruksi tak terbantahkan.

​Natali seketika membelalakkan matanya dan melangkah cepat mendekati rajanya.

​"Tunggu dulu, Baginda! Menginjakkan kaki di wilayah tersembunyi yang belum pernah dipetakan tanpa membawa pasukan besar sangatlah berisiko. Bagaimana jika seluruh penawaran indah ini hanyalah jebakan?" cegah Natali dengan nada khawatir yang luar biasa.

​"Jebakan mematikan? Instingku mampu mendeteksi setiap hembusan napas musuh dari radius satu kilometer. Jika mereka berani mencoba menggores kulitku di sana, aku sendiri yang akan menghancurkan kerajaan penyendiri itu dari dalam takhta mereka," jawab Jacob dingin tanpa menyisakan ruang ketakutan sedikit pun.

​"Saya berani menjamin keselamatan Anda di wilayah Evlenian setara dengan keamanan mutlak di dalam paviliun Anda sendiri, Baginda," janji Diana segera menundukkan kepalanya dalam-dalam memberikan penghormatan mutlak.

​"Veldora, siapkan lima ratus ksatria elit Nightmare bertombak ringan dan dua puluh tabung minyak alkimia. Kita butuh pergerakan super cepat tanpa terbebani logistik berat untuk mengawal sang putri pulang dan memetakan jalur," titah Jacob membalikkan badannya kembali menuju anak tangga takhta.

​"Kita tidak akan membawa kereta perbekalan berat. Setiap prajurit wajib membawa jatah pangannya masing-masing di balik zirah mereka beserta ramuan pemulihan herbal," tambah Jacob memastikan efisiensi pasukannya.

​"Sesuai perintahmu, Baginda Raja! Kami akan memastikan formasi ini mampu bergerak secepat bayangan dan membakar siapa pun yang berani menghadang di jalan," seru Veldora memukul dada kirinya dengan benturan keras zirah besinya.

​"Bawa putri ini menuju kamar tamu istana sayap barat. Berikan dia makanan terbaik namun pastikan pengawasan super ketat di setiap sudut koridor. Natali, kau yang bertugas menjaga pintu kamarnya malam ini tanpa berkedip," perintah Jacob memberikan instruksi keamanan lanjutan.

​"Akan saya laksanakan tanpa satu pun celah kesalahan, Tuanku," jawab Natali segera menghampiri posisi Diana berada.

​"Silakan ikuti saya sekarang juga, Tuan Putri," ucap Natali memberikan isyarat tangan ke arah pintu samping aula dengan tatapan mata mematikan.

​Diana menatap Jacob untuk terakhir kalinya sebelum memutar badannya.

​"Keputusan berani Anda hari ini telah menyelamatkan kelangsungan hidup Evlenian dan membuka jalan emas bagi Helios untuk menghadapi dunia yang sebenarnya," ucap Diana.

​"Dunia yang sebenarnya akan berlutut memohon ampun di bawah telapak kakiku, Putri Diana. Pastikan wujud kerajaanmu cukup pantas untuk berdiri di samping takhtaku," balas Jacob dengan kesombongan yang dibangun murni dari kekuatan destruktif dan dominasi absolut.

​Rombongan kecil tamu asing itu perlahan melangkah keluar meninggalkan aula utama di bawah pengawalan ketat dan tatapan mengerikan prajurit Nightmare.

​{Pengetahuan geografi benua luar dan rahasia taktik tiga kerajaan besar. Perjalanan ini akan memberikanku gambaran utuh untuk membangun rute logistik Meriam Api Naga yang presisi.}

​"Hamond, Airis, dan tetangga mereka yang bodoh itu. Siapkan leher kalian dengan baik. Aku akan datang membawa mimpi buruk yang sesungguhnya," bisik Jacob menatap tajam ke arah pintu aula yang kini tertutup rapat.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!