NovelToon NovelToon
Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: leona athena

menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27 : memilih permata dan menyiapkan seserahan

Xavier terus berjalan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, memeriksa dan memantau semua persiapan yang sedang berlangsung. Dari taman yang kini semakin indah dipenuhi bunga-bunga berwarna-warni, hingga ruangan-ruangan istana yang dihias dengan rapi dan megah, semuanya berjalan sesuai dengan apa yang ia harapkan. Di mana pun ia melangkah, terlihat orang-orang bekerja dengan semangat dan senyum di wajah mereka, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan harapan.

Namun di tengah kesibukan dan kebahagiaan itu, tiba-tiba pikiran Xavier terhenti. Sesuatu yang penting baru saja terlintas di benaknya, sesuatu yang sampai saat ini belum sempat ia pikirkan dan persiapkan. Ia berhenti melangkah, berdiri diam sejenak sambil mengerutkan keningnya, seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat dan penting.

"Permata untuk cincin pernikahan..." gumamnya pelan pada dirinya sendiri. "Dan juga barang-barang seserahan yang harus aku berikan padanya. Bagaimana aku bisa melupakan hal-hal sepenting ini?"

Selama ini, ia sibuk memikirkan desain pakaian, mengatur tempat perayaan, menyusun undangan, dan mempersiapkan segala hal yang terlihat dan nyata. Namun ia lupa dua hal yang memiliki makna yang sangat dalam dan berharga—cincin yang akan menjadi tanda ikatan mereka selamanya, dan barang-barang seserahan yang menjadi bukti kesungguhan dan penghormatan dirinya serta seluruh kerajaannya kepada Elara dan kerajaan tempat ia berasal.

Xavier segera memanggil penasihat utamanya yang selalu ada di sisinya.

"Pak tua," panggilnya. "Aku baru saja teringat ada dua hal penting yang belum aku persiapkan sama sekali. Bantulah aku untuk menyelesaikannya secepat mungkin."

"Apa itu, Baginda?" tanya penasihat itu dengan hormat. "Sampaikan saja, aku akan membantu sebisa kemampuanku."

"Yang pertama adalah permata apa yang cocok untuk dipasang di cincin pernikahan kami," jelas Xavier. "Cincin itu bukan sekadar perhiasan biasa, tapi akan menjadi tanda bahwa kami telah bersatu dan akan selalu bersama selamanya. Ia harus memiliki makna yang dalam, sesuai dengan kisah dan perasaan kami berdua. Dan yang kedua adalah barang-barang seserahan yang akan aku bawa dan berikan kepada Elara dan seluruh keluarganya di Kerajaan Obsidian Impire. Aku ingin barang-barang itu tidak hanya berharga dari segi materi, tapi juga membawa makna yang baik dan penuh perhatian."

Penasihat itu mengangguk-anggukkan kepala, lalu menjawab dengan suara yang bijaksana.

"Permintaan Baginda itu sangat tepat. Memang kedua hal itu adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Jika Baginda mengizinkan, aku memiliki beberapa pemikiran tentang hal ini."

"Katakanlah, aku mendengarkan," ucap Xavier dengan perhatian.

"Untuk permata cincinnya, kita bisa memilih sesuatu yang menggambarkan kedua pribadi dan juga kedua kerajaan kalian," jelas penasihat itu. "Seperti yang Baginda katakan, cincin itu adalah simbol persatuan. Kita bisa menggabungkan dua jenis permata yang berbeda, yang masing-masing melambangkan Baginda dan Ratu Elara, serta dunia tempat kalian berasal."

Xavier mendengarnya dan matanya mulai berbinar-binar. "Kau benar. Itu ide yang sangat bagus. Tapi permata apa saja yang cocok?"

"Untuk Baginda, yang mewakili cahaya, kehidupan, dan kehangatan, berlian atau permata berwarna kuning keemasan akan sangat cocok," lanjut penasihat itu. "Sedangkan untuk Ratu Elara, yang mewakili kegelapan yang indah, kekuatan, dan ketabahan, permata berwarna ungu atau hitam yang berkilau akan sangat sesuai. Dan jika kita menggabungkan keduanya dalam satu cincin, maka itu akan menjadi bukti bahwa dua hal yang berbeda itu telah bersatu dan saling melengkapi satu sama lain."

Xavier mengangguk setuju. "Benar sekali. Dan aku juga ingat, batu ungu yang ada di kalung yang ia berikan padaku itu berasal dari tubuh Sentinel, dan ia memiliki kekuatan serta makna yang istimewa. Mungkin kita bisa mengambil sebagian dari permata sejenis itu untuk dipasang di cincinnya. Dan untuk cincinku, aku ingin dipasangkan permata yang berasal dari sumber cahaya tertinggi di kerajaanku, agar kedua cincin itu selalu terhubung satu sama lain, sama seperti hati kita yang tidak akan pernah terpisah."

"Pilihan yang sangat sempurna, Baginda," puji penasihat itu. "Permata-permata itu tidak hanya indah dan berharga, tapi juga memiliki makna yang dalam dan tak tergantikan. Ia akan menjadi simbol yang nyata dari cinta dan ikatan kalian berdua."

"Baiklah, maka itu yang akan kita lakukan," putuskan Xavier dengan tegas. "Segera panggil para pengrajin perhiasan terbaik yang ada di kerajaan kita. Beritahu mereka desain yang aku inginkan, dan pastikan semuanya dibuat dengan hati-hati dan sebaik-baiknya. Aku ingin cincin itu menjadi yang terindah dan paling berharga di antara semua yang pernah ada."

"Baik, Baginda. Segera aku laksanakan," jawab penasihat itu, lalu bersiap untuk berangkat.

"Dan untuk barang seserahan..." lanjut Xavier sebelum penasihat itu pergi. "Apa saja yang menurutmu pantas dan baik untuk disiapkan?"

Penasihat itu berhenti dan kembali menghadap, lalu menjelaskan dengan rinci.

"Barang seserahan biasanya berisi hal-hal yang menunjukkan penghormatan, kesungguhan, dan harapan baik untuk kehidupan bersama yang akan dijalani. Karena Ratu Elara dan rakyatnya memiliki kehidupan dan kebiasaan yang berbeda dengan kita, kita harus mempersiapkan barang-barang yang sesuai dan juga bermanfaat bagi mereka."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan.

"Pertama, kita bisa mempersiapkan hasil bumi terbaik dari seluruh wilayah kerajaan kita—biji-bijian, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya yang tumbuh subur di sini. Itu menunjukkan bahwa kita berbagi sumber kehidupan yang kita miliki dengan mereka. Kedua, barang-barang kerajinan tangan yang dibuat dengan indah dan teliti, yang menjadi ciri khas keahlian rakyat kita. Itu menjadi bukti kerja keras dan keindahan yang ada di kerajaan kita. Ketiga, benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya, yang menceritakan tentang perjalanan dan kebaikan kerajaan kita, agar mereka bisa lebih mengenal dan memahami kita dengan baik."

Penasihat itu menatap Xavier dengan pandangan yang penuh pertimbangan.

"Dan yang paling penting, kita juga harus menyiapkan barang-barang yang disesuaikan dengan apa yang mereka butuhkan dan sukai. Dari cerita yang Baginda sampaikan, kita tahu bahwa mereka menyukai hal-hal yang berkilau, indah, dan memiliki kekuatan. Maka kita juga bisa menambahkan permata-permata langka, bahan-bahan untuk membuat perhiasan dan bangunan, serta benda-benda ajaib yang bisa berguna bagi mereka."

Xavier mendengarkan dengan saksama, dan semakin lama ia mendengar, semakin ia merasa bahwa semuanya itu adalah hal-hal yang tepat dan baik. Namun ada satu hal lagi yang ia inginkan, sesuatu yang berasal dari dirinya sendiri.

"Semua itu sangat baik dan sempurna," ucapnya. "Namun ada satu hal lagi yang ingin aku tambahkan. Aku ingin memberikan sesuatu yang dibuat oleh tanganku sendiri, sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang atau diganti dengan apa pun. Sesuatu yang menunjukkan betapa besar perasaanku padanya."

"Apakah itu, Baginda?" tanya penasihat itu dengan rasa ingin tahu.

"Aku akan membuatkan sebuah buku besar, yang di dalamnya aku tulis semua hal yang aku rasakan padanya, semua hal yang aku kagumi darinya, dan semua harapan serta doaku untuk kita berdua dan untuk kedua kerajaan kita," jelas Xavier dengan lembut. "Aku juga akan melukis gambaran tentang tempat-tempat indah di kerajaanku, dan gambaran tentang momen-momen indah yang kita lalui bersama. Buku itu akan menjadi bukti bahwa perasaanku ini nyata, tulus, dan akan selalu ada selamanya."

"Itu adalah hadiah yang paling berharga dari semuanya, Baginda," kata penasihat itu dengan nada yang terharu. "Tidak ada apa pun di dunia ini yang bisa menandingi nilai dari perasaan dan usaha yang diberikan dengan sepenuh hati."

"Benar sekali," ucap Xavier dengan senyum. "Karena bagiku, memberikan diriku sendiri dan segala yang ada di dalam diriku adalah hal yang paling bisa aku berikan padanya. Dan semua barang seserahan ini adalah tanda bahwa aku juga memberikan segala yang aku miliki, segala yang ada di kerajaanku, untuknya dan untuk rakyatnya."

Segera setelah itu, Xavier memberikan perintah-perintah yang jelas dan rinci. Para pengrajin terbaik dipanggil untuk membuat cincin pernikahan sesuai dengan desain dan bahan yang telah ditentukan. Para pengurus istana sibuk mengumpulkan dan menyiapkan berbagai barang yang akan dijadikan seserahan, semuanya dipilih dari yang terbaik dan paling berharga yang ada di Kerajaan Cahaya. Dan di sela-sela waktu yang ia miliki, Xavier sendiri sibuk menulis dan melukis, menuangkan seluruh isi hatinya ke dalam lembaran-lembaran kertas, menciptakan hadiah yang paling istimewa untuk orang yang ia cintai.

Seluruh persiapan itu dilakukan dengan penuh perhatian, kesungguhan, dan cinta. Semua orang yang terlibat tahu bahwa apa yang mereka lakukan bukan hanya sekadar tugas biasa, tapi adalah bagian dari persiapan untuk menyatukan dua orang dan dua kerajaan yang berbeda, dalam ikatan cinta dan persahabatan yang akan bertahan selamanya.

Dan saat hari-hari berlalu, semuanya pun tersusun dengan sempurna. Cincin pernikahan yang indah dan bermakna sudah selesai dibuat, barang-barang seserahan sudah tersusun rapi dan siap untuk dibawa, serta hadiah pribadi dari Xavier sudah selesai ditulis dan dilukis dengan indah. Semuanya sudah siap, menanti saat yang telah ditentukan, saat di mana mereka akan bersatu dalam ikatan suci dan abadi.

Xavier melihat semua itu dengan hati yang penuh rasa syukur dan bahagia. Ia tahu, apa pun yang terjadi di masa depan, ia akan selalu berusaha untuk menjaga dan melindungi apa yang telah ia miliki, dan untuk membuat orang yang dicintainya itu selalu bahagia, seumur hidupnya.

 

Bersambung...

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya diterima juga😊
𝐀⃝🥀Weny
pembukaan ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran😊
leona: hihihihi/Hey/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!