NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 27

Suasana di ruang tamu terasa sangat senyap. Hanya ada kepulan asap roko yang terlihat di sana. Rumah Bu Sri masih tak ada beda dengan sebelumnya. Masih berantakan dan belum sepenuhnya bersih. Kalau sifat malas sudah menda-rah daging memang sangat sulit.

"Tunggu," Fajar tiba-tiba mematikan rokoknya ke asbak dengan kasar. Matanya berkilat.

"Kalau Ibu cuma minta maaf atau memohon, Fathur pasti sudah biasa! Apalagi kemarin juga tak mempan! Jadi kita harus membuat ibu sakit parah!"

Bu Sri mengernyit, mencopot koyo di pelipisnya.

"Maksudmu, Fajar? Kamu mendoakan ibumu ini benar-benar sakit keras dan sekarat kemudian ma-ti? Astaga! Otakmu itu Fajar!" emosi Bu Sri.

"Bu ... Bukan begitu maksudnya! Ibu salah paham!Maksud aku, Ibu harus pura-pura jatuh sakit. Bukan cuma sakit kepala atau deman biasa. Tapi sakit yang membuat Fathur merasa bersalah seumur hidup. Dengan begitu dia akan kembali memberikan ibu uang bahkan lebih, untuk perawatan ibu juga, bahkan ibu dan Elisa bisa tinggal di sana dengan alasan kesehatan ibu! Kita panggil dokter kenalan atau cari surat keterangan palsu. Intinya, Ibu harus terlihat sekarat karena memikirkan sikap Fathur!"

Fikri menepuk tangannya dengan wajah yang sangat bahagia mendengar ide dari kakak pertamanya.

"Brilian! Dan saat Ibu sudah berhasil masuk ke rumah itu, itu adalah tugas Ibu untuk membuat Rumi tidak betah. Taruh sesuatu di makanannya, atau buat seolah-olah dia yang men-ce-la-kai Ibu. Biar Fathur lihat sendiri kalau istrinya itu yang selama ini jahat kepada ibu, bukan sebaliknya!" tambah Fikri.

"Benar juga ide kalian! Ibu nggak kepikiran masalah itu! Kalian memang anak ibu yang sangat cerdas!" puji Bu Sri dengan mata berbinar.

"Mas, minta uang buat ngeprint tugas! Ini banyak banget, mesin print di rumah rusak! Sama beli buku untuk persiapan aku skripsi!" Elisa datang dari dalam kamarnya menengadahkan tangan kepada kedua kakaknya.

"Berapa?" tanya Fajar.

"tiga ratus ribu, itu juga belum tentu cukup! Kalau kurang nanti aku minta lagi!" jawab Elisa.

"Apa? Tiga ratus ribu? Kenapa banyak sekali Elisa? Apa jangan-jangan kamu korupsi ya?"

"ck! Seperti Mas Fikri nggak pernah kuliah saja! Cepet mas, mana uangnya aku mau ke depan ini!" Rengek Elisa.

"Nggak ada! Minta sama si Fathur atau si perempuan kampung itu saja!" jawab Fikri ogah.

"Kalian ini, bacot aja ya g besar tapi perhitungan dan pelit sekali. Gaya elit ekonomi sulit! Mbak Intan itu sok-sok an saja ini itu! Tapi ternyata kalian nggak pernah ngasih apa-apa kepada ibu! Semua dari mas Fathur dan Mbak Rumi. Kalian cuma numpang nama doang! Nggak tahu malu! Nyesel aku udah bersikap jahat sama Mbak Rumi!" emosi Elisa.

"Kau!" Fikri hampir saja menampar wajah adik perempuan satu-satunya.

Namun terhenti saat mendengar ketukan nyaring dari balik pintu. Ketiganya tersentak. Fikri mengintip dari balik tirai dan matanya membelalak melihat sebuah mobil terparkir di depan.

"Itu bukannya Dona? Mau ngapain dia kesini, Bu?" tanya Fikri.

"Oh Dona datang ya! Biarkan dia masuk, Fikri!" jawab Bu Sri dengan mata berbinar.

Pak Bono masuk dengan senyum penuh arti, sementara Dona tampil secantik mungkin, apalagi di sana ada kedua kakak Fathur. Kesempatan yang bagus, fikir Dona.

"Maaf mengganggu sore kalian, Bu Sri," suara Pak Bono terdengar sangat ramah dan merendah.

"Kami dengar Bu Sri sedang kurang sehat karena memikirkan Fathur?"

"Iya begitulah, Pak Bono. Ada banyak yang menganggu pikiran saya, sehingga membuat badan saya drop."Bu Sri langsung memasang wajah memelas, kembali bersandar di sofa.

Dona mendekat, duduk di samping Bu Sri dan memegang tangannya dengan lembut. Dia juga menyimpan bungkusan buah-buahan di atas meja. Pak Bono melihat ke sekeliling ruangan Bu Sri terlihat berantakan. Ada rasa ji-jik saat masuk ke dalam sana. Karena mereka sangat jo-rok.

"Sabar ya, Tante. Semoga saja Mas Fathur segera sadar dan tak terlalu mendengarkan ucapan wanita itu!"

"Kamu tahu?" tanya Fajar penasaran.

"Tahu mas, bahkan saat Tante Sri di usir dan tak di perbolehkan masuk ke dalam rumah dinas aku ke sana. Saat Tante di permalukan di depan toko roti tempat dia bekerja juga aku ada di sana," jawab Dona yang juga memasang wajah sedih.

"Mungkin semua ini karena kecemburuan Rumi kepada saya. Padahal saya kembali ke sini bukan untuk menganggu ruang tangga mereka. Saya kesini hanya untuk meminta maaf kepada Fathur atas kesalahan yang pernah saya lakukan di masa lalu," bohong Dona.

Pak Bono tidak membuang waktu. Ia meletakkan sebuah amplop tebal di atas meja. Fajar dan Fikri saling lirik, jakun mereka naik turun melihat ketebalan amplop itu.

"Ini ada sedikit bantuan untuk pengobatan Bu Sri," Tak banyak tapi saya harap bisa membantu. Apalagi, Dona juga merasa tak enak dengan semua kekacauan ini. Kalau bisa saya ingin bertemu dengan Fathur!" ujar Pak Bono.

Mata Bu Sri berbinar melihat amplop coklat di atas meja, begitupun dengan kedua anaknya yang merasa lega. Setidaknya bulan ini mereka masih aman dan tak harus memberikan uang bulanan kepada ibunya.

"Mau apa anda bertemu dengan Fathur? Bahkan bertemu dengan ibunya saja dia enggan karena terpengaruh ucapan istrinya!" tanya Fajar mencoba menganalisa maksud dan tujuan Dona dan ayahnya ini.

Fajar yakin jika mereka tak datang dengan hanya permintaan maaf. Apalagi sampai memberikan uang. Mereka tahu sperti apa sifat Pak Bono yang merupakan rentenir itu juga.

1
Muft Smoker
rencana adalah doa ,,
rencana pura2 sakit akhir ny sakit beneran ,, fathur yg kecewa krn di bohongi dg alasan sakit ,, jd gx percaya ( semoga ) dsaat ibu ny sakit beneran ,, gmna tuuuh rasa ny bu sriii Dan kawan2 ,, 😒😒😒😒
punya rencana koq dangkal ,,
semoga rencana mereka gagal total ,, biarin tu si Dona Dan menantu bu Sri yg lain jd babu dadakan ,,
Dan Elisa yg tau rencana ini bisa kasih tau fathur ,,
biar fathur gx ke jebak ,,
gina altira
kapan keluarga ini dapet ganjarannya
nely_48
semoga sakit parah beneran ga sih bu sri itu, biar ga bs ngomong apalagi memaki n berteriak pd rumi,, jahit az mulut bu Sri sekakian🤭🤭
Arin
Ngomong in orang egois, helow..... pada gak merasa ya.... Kalau kalian juga lebih egois dari Fathur dan Rumi
Arin: Betul
total 2 replies
nely_48
semoga hana susah melahirkan bayi na biar habis harta yg d bangga² oleh nya itu,, biar merasakan miskin spt yg rumi rasakan sll d hina n d rendahkan krn miskin,,, muak sangat dgn drama sri family ini 💣💣
Muft Smoker
bu srii gx sadar ,, klo dy udh buang berlian kayak rumii yg rela ngelakuin ap aja buat keluarga mereka ,, uang gaji d bagi 2 , jd pembntu dadakan , penampung cacian dn makian ,, tp liat 2 menantu yg kta ny pengertian ,, semua tggal beres , tinggal makan tanpa harus pusing beres2 rumah dn membagi gaji mereka ,, tp ttap aj manusia gx da puas ny ,, sama Kyak bu srii ,,
nnti penyesalan akn tiba tempat pda waktu ny ,, disaat semua terjadii mungkin Rumi udh pergiii atau udh menjadi sosok yg gx mereka kiraa sebelum ny ,, 😒😒😒😒
Anonim
bunuh
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 di bab BRP Thor si rumi hidup tenang dan diatas angin dan para kuman bakteri Uda PD keok?? 🤣🤣🤣
Arin
Perempuan kampung yang lebih bermartabat dari pada menantu kaya, tapi pelit bin pedit perhitungan dalam soal keuangan dan tenaga.
gina altira
kumpulan orang ga tau malu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jiwa merintahnya kntel bgt ya, cocoknya jd orang kaya.. 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kok sekarang berani nyuruh2 ,emang anakmu udH mau nikah sama anaknya siti?
nely_48
jalani nikmati n syukuri az dl yg sedang d lalui y rumi,, blm tentu idup pageto s mak Lampir beneran datang merusak rmh tangga mu,,,,
nely_48
duo orang²an sawah lg mendrama mempermalukan jati diri perempuan,,, ampun dah 💣💣
Muft Smoker
berharap itu yx sama Tuhan Yang Maha Kuasa ,,
bukan sama manusia ,, bner kata Rumi ,, rencana manusia tu baik ,, tp rencana Tuhan tu luar biasa ,,, semangat trus rumii ,, Tuhan tu tdak tidur ,, /Smile//Smile//Smile/
Muft Smoker
jaman sekarang mh galak kn pelakor yx ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, lebih gx tau diri pelakor ,, 😒😒😒😒
Dew666
🔮🔮🔮
Arin
Betul apa yang di katakan Rumi.... ikuti seperti air mengalir. Berharap ingin nya Fathur masih berusaha terus membela Rumi. Tapi Ibu Sri dengan berbagai cara dan akal bulus berusaha memisahkan Rumi dan Fathur
gina altira
Dona ga tau malu ihhh
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lebih menakutkan wanita ketika sudah lelah dan masa bodo sih menurutku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!