NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan jejak.

Bab 11

Damien hanya sempat mengecek 2 rumah sakit di sekitar bandara Soekarno-Hatta, karena dia harus mengantarkan makanan yang sudah dia janjikan untuk makan siang Morin, ayam tepung dengan saus sambal dan nasi putih kesukaan Morin. Sambil menuju restoran fastfood untuk membelikan pesanan, dia jg menambahkan beberapa menu makanan seperti frenchfries dan salad juga chickenwings untuk Bayu dan dirinya sendiri. Kini setelah masuk dan mengantre, Damien menunggu giliran nya memesan dengan pikiran yang menerawang.

2 RS yang sudah dia datangi tidak menemukan data pasien baru yang bernama Lidya Amira yg masuk di hari perkiraan Lidya sampai ke jakarta. Pun di IGD mereka juga tidak ada pasien yang masuk dengan nama istrinya.

Dia juga mencoba untuk menelpon no hape istrinya, tapi ternyata sudah tidak aktif, dan itu sudah cukup membuat Damien mulai merasa cemas sekaligus mendapatkan kilasan-kilasan pikiran yang semakin lama semakin menakutkan. Tapi dia tetap berusaha untuk tenang dan tidak memikirkan lebih jauh mengenai kekhawatiran di otaknya.

Antrian di depan meja pemesanan  sudah makin pendek, dan Damien sudah maju kedepan kasir dan siap untuk memesan makanan, ketika dia merasa hapenya bergetar.  Dia mengangkat hape nya untuk memeriksa nomor telpon yang masuk,

Dari Mamanya Lidya.

Damien terdiam sejenak, lalu memutuskan untuk mendiamkan dahulu, karena orang yg memesan makanan di hadapan nya baru saja selesai memesan dan sudah mendapatkan pesanan nya.

 Kini dia berhadapan dengan kasir sekaligus penyedia makanan.

Dia memesan dengan teliti satu persatu makanan yg dia inginkan, lalu membayarnya.

Tidak sampai 10 menit, semua pesanan sudah dibungkus dengan rapih, lalu Damien membawanya keluar menuju mobilnya.

Setelah masuk kedalam mobil lalu menaruh semua pesanan makanannya dibangku belakang mobil, dia baru menelpon balik ibu mertua nya.

“Iya ma ? Maaf tadi lagi antre makanan “.

“Damien ada dimana sekarang?” . Terdengar suara sang mertua bertanya

“sudah mau jalan ke arah sekolahnya Morin, Ma... dia minta dibelikan makan siang ayam goreng tepung. “.

“Oh... begitu, sekolah dia sudah dimulai ya ?,masih belum ada berita dari Lidya ?”,

“Belum Ma, tadi sudah cek RS dekat bandara, tapi tidak ada namanya terdaftar disana” jawab Damien sedikit muram.

“Menurut kamu, Lidya ada dimana saat ini ?”.

“Saya rencananya mau ke tempat kerjaan Lidya nanti, setelah menjemput Morin”.

Sang mertua terdengar diam sejenak. Lalu kembali berkata “Bawa saja Morin dan Bayu kesini ya, biar mama yang antar mereka sekolah sekaligus menjaga mereka “.

 Damien mengerutkan keningnya, ”Ga usah Ma... ada Nunuk kok yang menjaga mereka. Rumah juga masih ada bu Sudi yg membersihkan..”,

jawaban Damien langsung dipotong oleh ibu mertua nya. “Kamu lebih baik konsentrasi mencari Lidya, biar mama yang urus anak-anak kalian , cari dimana dia sampai ketemu .”

 Sebelum Damien menjawab, Aling langsung melanjutkan “Mama berpikir untuk melapor ke polisi, jika kamu masih belum bisa menemukan dia. Pasti ada sesuatu hingga dia tidak ada disini. “  Damien menghela nafas.

“saya akan ke kantornya hari ini , ma... bisa di tahan dulu untuk laporan kepolisian nya ?, bukan apa-apa, nanti akan butuh waktu dan tenaga juga saat penyelidikan nanti.”

Namun Aling langsung memotong perkataan Damien , “Mama khawatir dengan keberadaan dia, harusnya kita sudah bisa mendapatkan berita saat ini, kalau dia baik-baik saja !” kata Aling dengan sedikit nada penekanan di kata ‘baik-baik saja’. Lalu dia langsung melanjutkan “tidak ada salahnya melaporkan ke polisi, karena Mama khawatir, sebaiknya kamu cari terus sampai dia ketemu. Jika bisa bekerja sama dengan polisi, kamu juga kan lebih terbantu. “ jawab nya kembali.

Damien benar-benar mengerutkan keningnya, otaknya langsung berpikir cepat menghitung kilasan-kilasan peristiwa kedepannya nanti saat polisi mulai melakukan penyelidikan.

Pasti akan ada panggilan investigasi ke kantor mereka, wawancara penyelidikan, kedatangan ke tempat-tempat khusus yang dicurigai, permintaan keterangan dari para saksi atau orang yang mengenal istrinya. Astaga, sangat menghebohkan, bikin sensasi yang tidak baik... privasi pasti akan dipaksa untuk dibuka. Memalukan  !!

Lalu bagaimana jika sudah sedemikian jauh intervensi polisi, ternyata Lidya bisa ditemukan dan keadaannya baik-baik saja ?? Bisa makin memalukan saja dimata para kerabat dan teman sejawat.

Damian kembali berkata,” Mama sudah laporan ke polisi ?, daerah mana , Ma ?”.

“Baru saja sampai di kantor polisi, sekarang sudah menunggu dipanggil “ jawab Aling pendek. Dia tidak mau merinci lebih jelas lagi, dimana dia melaporkan kehilangan anak semata wayangnya.

“Ma... sebaiknya kita konsentrasi dulu mencari Lidya dengan lebih teliti lagi, pasti dia ditemukan cepat kok.” Damian mencoba memberikan pendapat nya, namun Aling langsung memotong kembali penjelasan Damian, “Nanti langsung bawa aja cucu-cucu mama ke rumah ya, bilang ke Nunuk untuk menyiapkan baju sekolah juga lainnya. Barang-barang mereka dan juga mainan mereka masih ada juga kok di rumah Mama. Kamu bantu mereka antar kesini ya , Dam..” . Damian langsung diam dan tidak melanjutkan kembali penjelasan nya.

“Iya Mah..” akhirnya Damian mengiyakan permintaan ibu mertua nya, yang sebetulnya lebih terasa seperti perintah kepadanya.

Namun Damien tau sekarang dia bukan dipihak yang bisa membela diri, jadi dia memutuskan untuk mengikuti apa yang ibu mertua nya inginkan.

Sekarang dia hanya ingin pergi secepatnya dari restoran cepat saji itu, untuk datang ke sekolah Morin dan lalu menunggu sampai sekolahnya selesai belajar, agar bisa dia antar pulang dan mulai membereskan barang-barang yang dibutuhkan untuk dibawa kerumah mertua nya.

Damien menghela nafas dengan keras, dimana Lidya sebenarnya, pikir Damien... ini benar-benar bukan kebiasaan Lidya untuk pergi dan menghilang seperti ini.

Dia masuk kedalam mobil,  kemudian menyalakan mesin mobil  dan mulai menggerakkan persneling mobil dan mengatur  laju kecepatan mobilnya di arah menuju pintu keluar restoran, dan setelah tiba di jalan raya yang ramai dan padat sambil melajukan kendaraan nya dia lalu menekan tombol hape yang dia taruh di case holder hape atas dashboard mobil milik nya. Menghubungi nomor Nunuk  sambil tetap menjaga pandangannya di depan kemudian mobil, menunggu lampu hijau menyala.

Nada hape terhubung beberapa kali sebelum akhirnya tersambung. “Assalamu’alaikum pak Damien, ..” terdengar suara Nunuk di seberang sana pelan dan lembut. 

“Alaikumussalaam... Nuk, siapkan baju-baju sekolah, baju rumah dan mainnya Morin dan Bayu ya, sekaligus peralatan mandinya. Mereka mau saya antar ke rumah Eyang nya.” Jawab Damien tanpa basa basi.

Nunuk terdengar diam sejenak, lalu menjawab “Oh... anak-anak mo menginap di rumah eyang Ling pak ? , Bayu sedang mandi pak. Nanti kalau dia sudah selesai saya akan siapkan semua.”

“Mandi kok siang begini?, ga shalat ya berarti, si Bayu?” Tanya Damien. Nunuk terdengar meringis, ” Tadi baru bangun jam 9an pagi, pak..lalu langsung ngambek, ingin ketemu sama Ibu Lidya...” jawab Nunuk pelan. ” Saya jawab, ibu belum pulang, lalu dia tidak mau pergi dari tempat tidurnya , marah-marah terus. Dia baru bangun dari tempat tidurnya setelah saya bilang sudah siapkan susu minum nya dia, dengan kue donat kesukaan dia. “.

Kini Damien yang terdiam, lalu dia berkata kepada Nunuk, “bilang ke Bayu, saya nanti datang bareng Morin untuk menjemput dia menginap ke rumah Eyang nya. Sudah ya”.

 “baik pak ” jawab Nunuk kembali .

“oke.” Kata Damien mengakhiri percakapan sambil memutuskan telpon.

Tepat saat itu lampu lalu lintas menyala hijau, dan Damien langsung melaju searah jalan raya menuju sekolah Morin, untuk mengantarkan bekal makan siang sekaligus menunggunya hingga selesai sekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!