NovelToon NovelToon
DETIK TERAKHIR BERSAMAMU

DETIK TERAKHIR BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kepahiang Martin

"Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku harus menjadi orang paling jahat di dunia."



Semua orang bilang Arsenio itu dingin, kejam, dan tak punya hati.
Terutama bagi Keyla. Gadis itu benci setengah mati pada pria yang tiba-tiba datang dan merenggut segalanya. Keyla benci cara Arsenio memaksanya tinggal, benci tatapan dinginnya, dan benci kenyataan bahwa pria itu seolah menikmati penderitaannya.

"Kau tidak lebih dari budak di sini, Keyla. Jangan harap aku akan bersikap manis."

Setiap hari Keyla berdoa agar Arsenio mati.
Setiap hari Keyla berencana kabur.
Hingga suatu malam, tanpa sengaja ia mendengar percakapan yang memecahkan dunianya.

"Waktumu tinggal 3 bulan, Arsen. Tumor di otakmu tidak bisa dioperasi. Kau akan mati perlahan, dan akan sangat sakit."

"Biarkan saja. Asal dia tidak tahu. Biarkan dia membenciku. Biarkan dia membenciku sampai detik terakhir. Lebih baik dia menangis karena aku jahat, daripada dia hancur karena aku pergi selamanya."

Dunia Keyla runtuh.
Ternyata se

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMPARAN KERAS!!

Suasana di ruang tamu masih terasa tegang dan berat meski Arsyad sudah membungkam ucapan pedas mereka dengan tegas. Nyonya Sarah kini terdiam, matanya menyapu ruangan dengan tatapan sulit dimengerti, sesekali melirik putranya dengan rasa hormat yang baru tumbuh namun juga diselipkan kecurigaan.

Sementara itu, Arshinta meski sudah ditegur keras, rasa gengsi dan iri hatinya justru memuncak. Dia tidak mau terlihat kalah atau takut. Baginya, ancaman Arsyad hanyalah angin lalu selama ibunya masih ada di pihaknya, dan selama dia yakin bahwa secara kekeluargaan, Keyla hanyalah orang luar yang tidak berdarah Wijaya.

Dengan langkah santai namun penuh kesombongan, Arshinta bangkit dari duduknya. Dia tidak peduli pada tatapan tajam Arsyad. Dia berjalan menjauhi kelompok mereka, mulai berkeliling mengelilingi ruang tamu yang luas itu dengan tangan berjalan menyentuh permukaan meja, lukisan di dinding, hingga vas bunga mahal yang ada di sudut ruangan.

"Wah... wah... canggih juga ya perabotan di sini," celetuk Arshinta dengan nada yang dibuat-buat manja namun terdengar sangat menusuk. Matanya menyapu setiap sudut dengan tatapan pemilik, bukan tamu.

"Mahal-mahal ya pasti. Uang Kak Arsenio kan melimpah ruah. Sayang banget sih, barang-barang secanggih dan semahal ini cuma dipandangin sama orang yang nggak ngerti seni dan nggak ngerti nilai ekonominya," ucapnya keras-keras, sengaja agar Keyla yang berdiri mematung di dekat tangga mendengarnya.

Keyla mengepal tangannya kuat-kuat di balik kain roknya. Dadanya sesak, tapi dia menahan diri. Dia tahu Arshinta sedang mencari perhatian dan sedang mencoba memprovokasi.

Arshinta berjalan mendekati rak pajangan yang berisi piala-piala dan penghargaan yang pernah diraih Arsenio selama hidupnya. Dia menyentuh kaca rak dengan ujung jarinya, lalu terkekeh pelan.

"Padahal dulu waktu Kak Arsenio masih hidup, aku yang sering diajak jalan-jalan ke galeri seni, aku yang diajak milih barang-barang buat rumah ini. Kak Keyla kan pendiem banget, cuma bisa iya-iya aja," Arshinta menoleh ke arah Keyla dengan senyum miring yang sangat sinis. "Jadi wajar dong kalau rasanya rumah ini lebih kayak rumah aku daripada rumah Kak Keyla. Aku kan darah daging, Kak Keyla cuma menantu... mantan menantu."

"Arshinta!" tegur Arsyad lagi, suaranya terdengar garang. "Berhenti bicara ngawur dan duduk kembali!"

"Ah, Om Arsyad ini galak banget sih," Arshinta mendengus kesal, tapi tidak berhenti. Justru dia semakin menjadi-jadi karena merasa diperhatikan. "Aku cuma ngomong fakta kok. Lagian kan Om juga tahu, nasib rumah ini dan semua isinya bakal gimana nanti."

Dia berjalan lagi, kali ini menuju tangga utama yang mengarah ke lantai dua, ke area kamar tidur.

"Hei, Kak Keyla!" panggilnya nyaring. "Kamar utama di atas kan masih sama ya? Kasur king size itu, lemari pakaian Kak Arsenio yang luas banget itu... Wah, aku suka banget desain kamar itu! Luas, cerah, dan view-nya bagus banget ke taman belakang."

Arshinta menaiki tangga selangkah demi selangkah, tangannya bergelayut manja di pegangan tangga yang berukir mewah.

"Bayangin aja, nanti kalau Om Arsyad resmi ambil alih semua hak waris, terus Om Arsyad bawa pasangan atau bahkan bikin keluarga sendiri... Pasti butuh ruang yang luas kan? Atau... siapa tahu aku yang bakal sering tinggal di sini. Kan enak, rumah sebesar ini kalau cuma dihuni satu orang doang bakalan hantu semua isinya."

Keyla merasa darahnya berdesir hebat. Kata-kata Arshinta seperti jarum yang menusuk-nusuk hatinya. Rumah ini bakal jadi milik mereka... kamar Arsenio bakal dipakai orang lain...

"Shinta, turun sekarang!" suara Nyonya Sarah kali ini turun bersuara, bukan karena membela Keyla, tapi karena merasa putrinya sudah terlalu berlebihan.

"Sebentar lagi Ma! Aku mau lihat dulu semuanya biar nanti pas jadi milik kita, aku tahu mana yang harus dipertahankan mana yang harus dibuang," balas Arshinta dari lantai atas.

Kini dia berdiri tepat di depan pintu kamar utama. Pintu itu tertutup rapat, menjaga kenangan terakhir Keyla dan Arsenio.

Dengan tangan gemetar karena emosi bercampur rasa memiliki yang palsu, Arshinta menggapai gagang pintu.

"JANGAN!" teriak Keyla tak kuasa menahan diri lagi. Suaranya melengking memecah keheningan.

Keyla berlari kecil menaiki tangga, matanya memancarkan ketakutan dan kemarahan. "Jangan sentuh pintu itu! Itu kamar aku dan Arsenio! Itu wilayah pribadi! Kamu nggak berhak!"

Melihat Keyla bereaksi, Arshinta justru tertawa lebar, tertawa puas melihat mangsanya akhirnya terpancing emosi.

"Nah, gitu dong baru seru!" kata Arshinta sambil tetap mencengkeram gagang pintu kuat-kuat. "Kenapa? Takut ya? Takut kalau pintu ini kebuka, orang lain bakal lihat betapa menyedihkannya kehidupan Kakak di sini? Atau takut aku bakal ambil alih kamar ini jadi kamar aku?"

Arshinta mendorong pintu itu sedikit hingga terbuka celah.

"Wah, masih berbau wangi dan sepi ya. Cocok banget buat aku. Bayangin Kak Keyla, mulai hari ini semuanya bakal berubah. Om Arsyad kan laki-laki, dia pasti lebih nurut sama Mama dan sama aku kan? Kita kan satu darah! Kakak cuma orang asing yang kebetulan sempat numpang enak selama 15 tahun!"

Arshinta melangkah masuk ke dalam kamar, berputar mengelilingi ruangan dengan gaya teatrikal.

"Kaca rias ini bagus... tapi nanti ganti yang lebih modern. Kasur ini empuk... nanti aku ganti seprainya yang warna-warni biar nggak kayak kamar orang mati terus. Lemari baju ini luas banget! Pas banget buat simpan koleksi baju dan tas aku yang banyak banget!"

"KELUAR!" Keyla berteriak, air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. "KELUAR DARI SANA! ITU BUKAN MILIK KAMU!"

"Belum sih sekarang... tapi sebentar lagi bakal jadi milik kok!" Arshinta mendekati Keyla yang sudah berada di ambang pintu, napasnya memburu karena emosi. Tatapan mata Arshinta tajam, licik, dan penuh kemenangan palsu.

"Dengerin baik-baik ya Kak Keyla sayang... Selama dua tahun ini Kakak boleh nikmatin semua ini. Tapi itu titipan. Sekarang pemilik aslinya udah pada datang. Mama mau aku hidup nyaman di sini, dan Om Arsyad juga butuh keluarga yang benar buat nemenin. Jadi... bersiap-siaplah ya. Nanti aku suruh asisten buat bikin kardus-kardus, Kakak bisa bawa barang-barang bekas Kakak yang nggak berguna itu, keluar dari rumah ini, dan cari kehidupan baru yang lebih pantas buat orang kayak Kakak."

"Kamu... kamu jahat..." isak Keyla, tubuhnya gemetar hebat. Dia merasa dunia seakan runtuh di hadapan pengakuan berani mati Arshinta.

"Jahat? Aku cum realistis Kak," Arshinta tersenyum sangat lebar, senyum yang paling sinis dan paling menakutkan yang pernah Keyla lihat. "Siapa yang kuat dia yang menang. Dan Kakak kan lemah. Makanya Kak Arsenio ninggalin Kakak duluan."

PLAK!

Tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Arshinta.

Bukan dari Keyla.

Tapi dari Arsyad.

Arsyad berdiri di belakang mereka, wajahnya merah padam, napasnya memburu, dan matanya memancarkan amarah yang tak terbendung lagi. Dia sudah naik ke atas mengikuti mereka, dan mendengar semua ucapan busuk Arshinta.

"OM ARSYAD?!" Arshinta terperanjat, memegangi pipinya yang panas dan merah, matanya terbelalak tak percaya ditampar di depan orang yang dia kagumi.

"SUDAH CUKUP SHINTA!" raung Arsyad. Suaranya bergema di seluruh kamar itu. "KAMU BERANI BICARA SEPERTI ITU DI DEPAN MUKA AKU? DI RUMAH ISTRI KAKAKKU SENDIRI?!"

"Aku... aku cuma bilang yang bener Om! Dia kan nggak berhak lagi! Rumah ini..."

"RUMAH INI MILIK KEYLA!" potong Arsyad dengan penuh penekanan, setiap kata keluar dengan berat dan tegas. "SELAMA AKU MASIH HIDUP, SELAMA AKU MASIH BERNAPAS, TIDAK ADA YANG BERHAK MENGUSIR DIA! DAN TIDAK ADA YANG BERHAK MEREBUT APA YANG JADI HAK DIA!"

Arsyad melangkah maju, menjadikan dirinya tembok penghalang antara Keyla dan adiknya.

"Kamu pikir aku pulang buat nyerahin segalanya ke kalian? Salah besar! Aku di sini buat jagain Keyla, buat jagain warisan Arsenio biar nggak jatuh ke tangan orang-orang serakah kayak kamu! Mending kamu turun sekarang, bereskan barang kamu, dan pulang! Jangan harap kamu bisa injak-injak harga diri dia selagi aku ada!"

Arshinta ternganga, air mata kesal dan marah mulai menetes. Dia tidak menyangka Arsyad akan membela Keyla sampai sejauh ini. Rencananya untuk memamerkan kekuasaan dan mengintimidasi Keyla justru berbuah bumerang yang menyakitkan.

Nyonya Sarah yang muncul di pintu kamar melihat pemandangan itu hanya bisa menghela napas panjang, menyadari bahwa putra bungsunya ini bukan lagi anak kecil yang bisa mereka atur sesuka hati. Pertarungan untuk memperebutkan rumah dan hati Keyla baru saja benar-benar dimulai.

MAMPIR JUGA DI CERITAKU YANG JUDUL NYA❤️ 20 CERITA HOROR YA❤️

1
raraaa
👍🏼👍🏼 lanjut thor
Nesya
kapok sarah
Dian Fitriana
update
M ipan: siap kakak,, terima kasih udah mampr
total 1 replies
raraaa
Keyla dibuat karakter tegas juga thor dia kan istri sah arsenio jangan dibikin menye²
M ipan: siap,, setiap saran dari semua pembaca insakallah saya turutin, semoga harimu menyenangkan🌹💪
total 1 replies
raraaa
dasar MC² maruk
M ipan: terima kasih udah mampir kak🌹
total 1 replies
Nesya
bagus arsyad 👍🏻👍🏻
M ipan: terima kasih dukungan nya kakak
total 1 replies
Nesya
smngt arsyad 😊
M ipan: 💪 semangat dekatin kakak ipar
total 1 replies
Wiwit
cerita ini tentang mereka ber 2 ja kh
M ipan: iya nanti nambah adik nya sama yang jahat nya
total 1 replies
Nur Mei
sedih banget 🥲
M ipan: terima kasih udah mampir🌹
total 1 replies
M ipan
😭🌹
Nesya
mencintai sampai maut memisahkan nyeseeek bgt euy 😭😭😭😭
meongming
semangat thor💪
M ipan: terima kasih kakak atas dukungan nya❤️
total 1 replies
Nesya
baru baca sinopsis nya udah nyesek duluan membayangin bab2 berikutnya fikx bikin mewek ni novel 😭
M ipan: terima kasih kakak sudah mau mampir
total 1 replies
Zia Zee
😭😭😭😭
M ipan: insakallah kakak, semoga kakak setia di buku saya ya🌹
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!