Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.
Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.
Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mawar Beku Di Palung Laut
Markas Besar Klan Ouroboros terletak jauh di bawah permukaan Samudera Pasifik, sebuah kubah kaca raksasa yang terlindung oleh tekanan air ekstrem dan perisai sonar. Jet pribadi Feng Yan mendarat di dek penyusupan rahasia setelah berhasil lolos dari kejaran di udara.
Begitu pintu hidrolik terbuka, hawa dingin dari sistem pendingin server bawah laut langsung menyambut mereka. Di sana, di tengah lorong yang dijaga oleh mayat para pengawal Ouroboros yang sudah tumbang tanpa suara, berdiri seorang gadis.
Ia mengenakan setelan jumpsuit hitam ketat dengan rambut perak pendek yang dipotong asimetris. Wajahnya datar, matanya abu-abu jernih, dan di tangannya ia memegang sebuah alat dekripsi data yang masih berkedip. Ia adalah Rania.
"Tuan Feng, Anda terlambat tiga menit empat puluh detik," ucap Rania dengan nada yang sangat datar, bahkan lebih dingin daripada suara sistem komputer The Architect. "Secara logika bisnis, keterlambatan ini telah membuang sepuluh persen peluang kita untuk menghancurkan inti server tanpa terdeteksi."
Reyhan melangkah maju, tangannya masih memegang senapan taktis. Ia menatap gadis itu dengan kening berkerut. "Siapa kau? Dan bagaimana kau bisa melumpuhkan seluruh barisan penjaga elit ini sendirian?"
Rania menatap Reyhan sekilas—hanya satu detik—lalu kembali fokus pada tabletnya. "Rania. Agen intelijen bisnis independen di bawah kontrak rahasia Feng Yan selama dua tahun terakhir. Dan untuk pertanyaan keduamu... penjaga-penjaga ini tidak dilumpuhkan, mereka hanya 'diistirahatkan' secara saraf. Terlalu banyak otot, terlalu sedikit otak."
"Reyhan, dia adalah kartu as-ku yang paling rahasia," Feng Yan menjelaskan sambil merangkul Lin Diya yang masih tampak syok. "Rania sudah menyusup ke Ouroboros sejak sebelum kasus Mandala dimulai. Dia adalah mata-mataku yang paling efisien."
"Efisiensi adalah segalanya, Tuan Feng," sahut Rania cuek. Ia berjalan melewati Reyhan begitu saja, bahkan bahunya sempat menyenggol Reyhan tanpa ia minta maaf sedikit pun.
"Hei! Kau hampir menjatuhkan magasin peluruku!" seru Reyhan, merasa sedikit jengkel dengan sikap cuek gadis itu.
Rania berhenti, menoleh sedikit tanpa ekspresi. "Kalau kau tidak bisa memegang magasin dengan benar saat disenggol wanita, mungkin kau lebih cocok jadi polisi lalu lintas di darat, Inspektur."
"Apa?!" Reyhan melongo.
Anitha yang melihat adegan itu langsung menyikut Chen Lian. "Tuan Hantu, lihat tuh! Rekanku si Reyhan kayaknya baru saja ketemu lawan yang lebih keras dari batu karang. Rasain tuh, biasanya dia yang paling galak di kantor!"
Chen Lian hanya mendengus, tapi ada kilatan jenaka di matanya. "Logikanya... Reyhan akan sangat sibuk setelah misi ini selesai."
"Berhenti berdebat!" potong Feng Yan. "Rania, di mana 'The Architect' menyembunyikan file asli tentang proyek tahun 1996 itu?"
"Di jantung kubah, Tuan Feng. Di sana ada ruang hampa udara yang hanya bisa dibuka dengan dua kunci biometrik serentak," Rania menjelaskan sambil memimpin jalan dengan langkah yang sangat tenang di tengah alarm yang mulai berbunyi. "Tapi ada satu masalah. Klan Ouroboros telah mengaktifkan protokol 'Bumi Hangus'. Jika kita tidak masuk dalam lima menit, seluruh markas ini akan meledak karena tekanan air."
"Lima menit?" Diya tersentak. "Secara hukum keselamatan, itu tidak mungkin dilakukan!"
"Bagi manusia biasa, tidak mungkin. Tapi bagi tim ini..." Rania melirik Reyhan dengan tatapan meremehkan yang sangat kentara, "...seharusnya bisa, asalkan si Inspektur ini tidak menghalangi jalanku dengan langkahnya yang lambat."
Reyhan mengertakkan gigi, ia mempercepat langkahnya sejajar dengan Rania. "Dengar ya, Nona Dingin. Aku tidak akan membiarkanmu bekerja sendirian. Aku akan menjagamu, suka atau tidak!"
"Terserah," sahut Rania pendek tanpa menoleh. "Jangan sampai tertembak saja, itu akan merepotkan logistikku."
Mereka berlari menembus lorong-lorong bawah laut yang mulai retak karena tekanan air. Pertarungan besar sudah di depan mata. Di satu sisi ada dendam masa lalu Lin Diya, di sisi lain ada kesombongan klan Ouroboros, dan di tengah-tengahnya ada dua detektif baru—polisi yang kaku dan mata-mata yang dingin—yang sedang memulai "perang" kecil mereka sendiri.
"Siapkan senjata kalian!" teriak Feng Yan saat pintu ruang pusat terbuka. "Akses Langit... mode penghancuran total, aktifkan!"