NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria masa lalu

Ikhram mengeluarkan kartu nama di dompetnya dan memberikan pada Restu sebelum benar-benar pergi.

"Perusahaan desain grafis, kalau membutuhkan jasa tentang produk atau banner cafe hubungi saja." Ikhram tersenyum.

Kepalanya meneleng demi melihat respon sahabatnya itu.

"Ya-ya nggak perlu bertele-tela bilang saja kalau butuh hubungi istriku." Restu tampak kesal. Bukan karena Ikhram mendapatkan cinta pertamanya, melainkan pria itu menikah tanpa memberitahunya.

"Sekalian jaga dia untukku."

"Tentunya kamu akan kembali kan?" Restu memastikan.

Dua pemuda itu saat duduk di bangku kuliah merintis sebuah usaha dan sampai sekarang masih beroperasi. Sebuah cafe, tetapi bukan cafe pada umumnya. Mereka membuat produk sendiri dan memasarkan ya meski belum besar seperti perusahaan lain, setidaknya mereka usaha.

"Sepertinya nggak dalam waktu dekat." Ikhram melambai, berpisah tepat di depan cafe.

Biasanya Ikhram berkunjung ke jakarta jika cafe mereka ... Ikhram-Restu memiliki produk baru. Otaknya ada pada Ikhram dan bagian operasional adalah Restu.

...

Ada yang berbeda saat Rinjani pulang kerja. Dia tidak menemukan lagi sosok pria yang duduk setengah berbaring di ranjang. Atau setidaknya menyambut di depan pintu dengan senyum manisnya.

Sudah tiada baru terasa itulah yang kini dirasakan Rinjani. Ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Mengerakkan tangan seperti sedang tiduran di atas salju.

"Pria brengsek, dia pergi setelah meniduri saya!" teriak Rinjani dengan wajah kesalnya.

Padahal tidak ada yang perlu dikesalkan. Rinjani tahu Ikhram akan pulang.

Ponsel di sampingnya berbunyi, ia menyambar dan menemukan pesan dari pria yang memenuhi pikirannya.

Saya sudah tiba di bandara. Kamu sudah pulang?

Tidak lama panggilan Video masuk, menampilkan senyuman Ikhram yang begitu manis.

"Sudah pulang ternyata." Kekehan terdengar.

"Berhenti ketawa setelah membuat saya kesal."

"Saya membuatmu kesal?" Kening Ikhram mengerut. Rinjani mengangguk, bibirnya manyun.

"Jangan manyun-manyun, saya nggak bisa cium meski gemes."

Suara grasak-grusuk terdengar, anehnya wajah Ikhram pada layar ponsel masih anteng dan tampan. Yang semula beratap, kini latar Ikhram adalah langit malam dan tidak lama atap lagi sepertinya sudah berada di dalam mobil.

"Sudah dulu ya sayang, saya mau nyetir."

"Nggak capek?"

"Nggak, udah liat wajah cantik kamu soalnya."

Sambungan terputus usai suara kecupan terdengar. Dan pipi Rinjani terasa panas akan hal itu.

"Nggak-nggak, masa jatuh cintanya singkat banget." Ia mengeleng.

Bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan istirahat sebentar. Orang tua Rinjani belum pulang, jadi untuk sementara dia masih sendiri di rumah dua lantai tersebut.

Istirahat versi Rinjani berbeda dengan orang pada umumnya. Istirahatnya memandangi layar laptop, memeriksa desain-desain produk dan pekerjaan lainnya.

"Siapa yang bertamu malam-malam," gumam Rinjani.

Dia beranjak, bukan untuk membuka pintu tetapi ingin tahu siapa yang memencet bel rumahnya.

Wajah Ardian muncul di depan layar. Tampaknya pria itu berusaha memperlihatkan sesuatu dengan mundur beberapa langkah dan menaikkan kedua tangannya.

"Aku bawa ayam goreng kesukaan kamu, buka pintunya." Lihatlah pria masa lalunya muncul lagi dengan tidak tahu malunya. Padahal tadi siang Rinjani telah menolaknya mentah-mentah.

"Aku nggak terima tamu."

"Tapi aku pacar kamu Jani, sebentar lagi kita akan menikah."

"Matamu menikah!"

Rinjani menutup akses bicara dengan Ardian yang berada di depan. Ia mengabaikan keberadaan pria itu.

Apalagi yang diinginkan Ardian? Jika benar mencintainya, dia tidak akan selingkuhkan? Benarkan? Sampai saat ini dia masih bertanya-tanya apa kekurangannya. Dia sudah memberikan segalanya pada Ardian, bahkan tubuhnya saat mereka liburan ke bali 4 bulan yang lalu. Seharusnya cukup.

Bukan-bukan hanya tubuh, segalanya baik itu materi. Saat Ardian tidak memiliki pekerjaan, dia yang membiayai semua keperluan itu.

Apartemen, sampai saat ini Ardian tidak ingin melepasnya dengan dalih jerih payah mereka berdua. Padahal Ardian hanya membayar uang muka, angsuran ditanggung Rinjani hingga lunas.

Bertahun-tahun pacaran, baru hari ini Rinjani sadar bahwa dirinya terlalu banyak berkorban. Apa karena sejak awal dia yang terlalu cintai? Mengejar-ejar Ardian sampai cintanya diterima.

Rinjani masih ingat hari itu, berkat bantuan seorang pria dia bisa menyatakan cintanya.

.

.

.

Ternyata Rinjani kalau bucin jadi bodoh

1
Teh Yen
nah loh mel selain tidak setia atasan mulutmu Tidka d jaga pula hihii 😁 Suami yah Mel suami atasanmu itu bukan sepupunya ingat itu
Teh Yen
kan kan Jani jd bodoh Karena adrian.yg terus gangguin dia huuh untung aj kmr zira nyelamatin kamu Jani huft
Teh Yen
kenapa kamu berpikir pendek Jani huuh 😤 sebenarnya apa yg membuat kamu putus asa apakah ancaman Adrian
Maria Kibtiyah
lanjut
sryharty
hayooo semangat para calon nenek dan kakek,,
sryharty
setia banget ko yah
Rista Awwalina
lah..pintar tp polos 🤣
sryharty
Aisssss janiiii
sryharty
ya Allah yg sabar ya ka,,padahal ceritanya bagus
jangan end di tengah jalan ya ka,,,

noh Jani dengerin,,makanya cek dulu
untung bang iklan langsung datang
Rohmi Yatun
semangat thor.. ceritanya bagus kok..
lanjut sampe end ya thor🙏
Rohmi Yatun: siaappp👍
total 2 replies
Maria Kibtiyah
akhirnya si jani sadar juga
sryharty
ayo iklan tanyakan dulu Jani hamil berapa Minggu
buat mastiin apakah itu anak kamu atau anak Agus,,
Teh Yen
ikram.pasti datang terlepas dari perkataan Jani kemarin padanya ,,,.kamu Tidka sendiri Jani andai kamuu cerita kegelisahan mu pada ikram suamimu semuanya pasti akan baik baik saja
Teh Yen
Jani kenapaki.jahat.kali.sama Ikram hmmm???
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Cie udah mulai ngerti bahasa makassar😅
total 1 replies
Arsyad Algifari.
ga mau komen karena Jani dan iklan berpisah 😪😪😪
sryharty
pasti datang wong iklan wes kecintaan banget sama jani🤭🤣
sryharty
coba cek darah hamilnya udah berapa Minggu,,
siapa tau itu bukan anak Agus tapi anak iklan,,
Maria Kibtiyah
hadehhh ruwet bgt hidup si jani mangkanya jngn dp duluan
Rista Awwalina
brati bukan cinta sejati, ikhlaskan saja.
sryharty
udah ikram biarkan Jani sama keputisannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!