Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Diam-diam
Di suatu tempat di ngarai itu, ada sekelompok orang berjumlah empat sedang menuju ke satu arah. Sekelompok laki-laki itu, baru beberapa saat lalu tiba-tiba di ngarai itu.
"Hey cepat pergi, cepat pergi ke arah aroma ini." Tegas laki-laki gemuk dengan rambut pendek itu.
Dari keempat orang itu, ada satu orang yang bertubuh gemuk, terlihat pemuda yang berumur dua puluhan tahun.
Seorang laki-laki paruh baya, di sekitar tiga puluh sampai empat puluh tahun.
Dan juga dua laki-laki yang dengan penampilan nyentrik dengan satu tinggi dan satu lebih pendek.
Pria paruh baya memimpin kelompok itu. "Ku peringatkan pada kalian, jika ini memang benar-benar buah roh yang matang dan berjumlah banyak, kita akan membaginya dengan sesuai."
Kelompok berjumlah empat orang itu adalah orang-orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Kenapa mereka bergabung menjadi sebuah kelompok? Itu karena sehari sebelumnya ketika mereka bertemu, mereka memiliki kesepakatan kalau akan bekerja sama.
Di tangan mereka berempat, lebih dari lima belas orang yang mati karena dirampok oleh keempatnya.
Harta membuat semua orang menjadi serakah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan.
Bahkan sebelum mereka berempat memasuki ngarai itu, mereka telah membunuh dua orang yang mereka temui.
Dua orang yang sangat tidak beruntung itu mati karena mendapatkan harta yang sangat bagus, sesuatu yang memiliki nilai yang tinggi dan tidak mudah ditemukan di dunia luar.
Laki-laki yang tinggi itu mendecakkan lidah. "Cih paman, kau tidak perlu mengatakan hal itu lagi. Kita sudah bekerja sama beberapa waktu ini, seharusnya kau sadar dengan apa yang kita lakukan."
Laki-laki gemuk itu juga mengangguk. "Kita sudah bekerja sama, sudah sepantasnya menepati aturan yang kita sepakati."
"Kita hanya perlu bekerja sama dan membagi semua yang didapat secara merata. Bukankah kau sudah mendapatkan bagian yang rata dengan semua orang..."
Pria paruh baya itu melirik dengan wajah yang sinis, dia tidak mengatakan apapun lagi.
Benar seperti yang dikatakan laki-laki gemuk itu, semua hal yang didapatkan semua orang itu sama dan tidak ada yang lebih dari yang lain.
"... Baguslah jika kalian mengingatnya." Kata pria paruh baya itu lagi.
Mereka berempat lalu terus pergi dan menuju aroma yang mereka rasakan.
.
Di dekat pohon dengan daun yang berwarna kemerahan itu, Yun Fei tengah berdiri dengan wajah yang cerah dan penuh dengan kegembiraan.
Satu buah dari buah berwarna kemerahan itu, telah memberikan Yun Fei kesempatan lain untuk membuka jalur spiritual yang lainnya.
Sekarang kultivasi Yun Fei telah meningkat lagi dengan membuka jalur spiritual yang ke 12, itu sama saja dengan Yun Fei naik ke puncak lapisan ke-3 Pemurnian Qi.
Buah itu membantunya untuk memurnikan lebih banyak energi spiritual, yang kemudian membantu Yun Fei menghancurkan dinding dan membuka jalur spiritual yang ke 12 itu.
Dengan Yuan Qi yang lebih murni dari sebelumnya, jelas kekuatan yang terkandung itu lebih baik dan berkali-kali lebih kuat.
"... Hanya dengan satu buah, bisa membuatku membuka satu jalur spiritual... Jika aku mengambil lagi..."
Yun Fei berpikir sederhana dan memikirkan bagaimana jika dia mengambil beberapa buah lagi, dengan kemungkinan dia membuka jalur spiritual yang lainnya lagi.
Namun sebelum dia melakukan hal yang dia pikirkan, Yun Fei menghela nafas panjang.
"Meski begitu, tapi tidak seharusnya aku bergantung lebih banyak pada hal eksternal... Satu seni asal yang murni ini saja, sudah merupakan hal yang sangat baik."
"Lebih baik menyimpannya untuk sesuatu yang kedepannya, dan tidak menghabiskan semua itu sekarang juga..."
Yun Fei mengurungkan niat yang terlintas sekilas di pikirannya. Meski apa yang dikatakan oleh tetua Yang Yunfeng sebelumnya adalah tidak terlalu berlebihan bergantung pada pil dalam kultivasi, dan tetua Yang Yunfeng tidak mengatakan tentang buah roh, namun Yun Fei sedikit menganggap kedua hal itu cukup sama.
"Baik, karena aku baru membuka jalur spiritual ke 12 ini, aku akan menstabilkan diriku dulu..."
Yun Fei duduk bersila dan membenamkan dirinya untuk bermeditasi dan menstabilkan dirinya.
Di jarak sekitar seratus meter, keempat orang, kelompok sebelumnya itu, tengah mendekat ke tempat dimana Yun Fei berada.
Mereka bergegas dengan cepat, sesaat mereka melihat sebuah pohon dengan dedaunan yang berwarna merah itu.
Keempat orang itu bergegas dengan wajah yang bersemangat. Mereka berlomba untuk siapa yang akan sampai lebih dulu di pohon itu.
Laki-laki gemuk yang tengah memimpin didepan ketiga orang itu, dia tiba-tiba terhenti.
Ketiganya langsung terhenti, mereka menjadi geram dan muram karena laki-laki gemuk itu menghentikan mereka.
"Tenanglah!" Kata laki-laki gemuk itu yang lalu menunjuk kedepan. "Lihat itu! Ada seseorang yang sudah mendahului kita!"
Ketiganya lalu melihat kearah laki-laki gemuk itu menunjuk.
Mereka semua melihat ke arah orang yang ada disana yang duduk bersila didekat pohon dengan daun berwarna merah.
Pria paruh baya memperhatikan detail dari pohon itu, dia mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya. "Itu, ada bekas sesuatu yang habis dipetik dari pohon itu..."
Dia bisa melihat dari jarak dimana dia berdiri, pada pohon itu dimana bekas sesuatu yang dipetik dari sana.
Ketiga lainnya lalu melihat dan memperhatikan hal itu juga.
Semuanya mengangguk, itu jelas kalau pohon itu memiliki buah, dan itu terlihat jelas jika baru saja dipetik.
Mereka tiba-tiba mengalihkan pandangan dan menatap tajam ke arah Yun Fei yang tengah membenamkan dirinya.
Laki-laki yang tinggi itu tiba-tiba menjadi muram dan mengarahkan niat buruk pada Yun Fei. "Jadi, aroma yang menarik kita itu, berasal dari pohon itu. Dan orang itu, telah mengambilnya huh!"
Dari suaranya, dia jelas memancarkan permusuhan yang kuat.
Laki-laki pendek disebelahnya lalu hendak melangkah, dan menarik lengan bajunya. "Serahkan padaku, akan ku hancurkan dia sendiri."
Namun laki-laki yang tinggi itu menariknya kebelakang, dan tidak membiarkannya untuk maju.
"Hey apa yang kau lakukan?" Laki-laki pendek itu geram dan kesal.
Namun dia tiba-tiba diam, dia melihat laki-laki yang tinggi itu, dia mengeluarkan sebuah tombak berwarna hitam dari penyimpanannya.
"Untuk orang seperti itu, tidak perlu berbasa-basi!" Suaranya terdengar dingin.
"Cukup bunuh dia langsung, itu lebih cepat dan lebih baik!"
Di sisi lain, Yun Fei tengah tenggelam dalam dirinya. Dia menstabilkan dirinya, yang baru saja membuka jalur spiritual yang ke 12.
Dengan hati-hati Yun Fei merasakan Qi asal di dalam dirinya yang mengalir, dan juga inti asal di dantiannya yang terus berputar.
Meski Yuan Qi biasa miliknya telah berubah menjadi Yuan Qi asal yang murni, namun inti asalnya terus menerus seperti itu, dan membantu Yun Fei dalam berkultivasi.
Yun Fei membuka matanya, dia mengepalkan tangannya dengan kuat. "Jika aku melawan monster beast harimau itu dengan diriku yang sekarang, mungkin satu serangan serius langsung, bisa membunuhnya tanpa berlama-lama."
Harimau bermata biru itu berada di peringkat ke 5 yang setara dengan Pemurnian Qi lapisan ke-5. Bahkan dengan harimau itu adalah seekor monster beast, kehadirannya itu mungkin lebih kuat dari yang terlihat dan kekuatannya akan lebih dari sekedar ranah Pemurnian Qi lapisan ke-6 .
Tiba-tiba Yun Fei merasa sesuatu dan dingin pada dirinya, dia merasakan suatu bahaya.
Sebuah tombak melesat dengan kecepatan penuh, dilapisi dengan Yuan Qi yang mengarah pada Yun Fei.
!!!
Bang!
Yun Fei dengan reaksinya yang cepat, dia meninju tombak yang mengarah padanya.
Seketika itu tombak yang datang tiba-tiba, langsung hancur berkeping-keping tepat di depan mata Yun Fei.
!!!
Apa!!!
Laki-laki yang tinggi itu matanya terangkat tercengang dan penuh keterkejutan.
Tombak yang dia lemparkan yang dilapisi dengan Yuan Qi miliknya, hancur begitu saja sesaat hendak mengenai targetnya.