Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. mencari mangsa
"Ini sudah sangat yakin kalau dia bisa melanjutkan apa yang kita minta kan?" Angelina menatap Darius dengan seksama.
"Ya kita lihat saja dulu sampai Jumat depan apa dia memang sanggup atau dia hanya akan menjadi makanan dari Ndoro ayu." Darius menjawab santai sambil menghisap rokok.
"Ah kalau dia sampai tidak bisa kita harus bingung lagi mencari orang." keluh Angelina.
Angelina dan Darius terdiam masing-masing karena benar apa yang dikatakan oleh sang istri barusan bahwa mereka akan bingung mencari orang lagi untuk meneruskan perjalanan Sayuti, sedangkan untuk menemukan orang seperti itu memang sangat sulit dan kemungkinan besar mereka akan gagal terus.
Saat ini mereka telah menemukan sosok yang pas untuk melanjutkan misi ini, namun Angelina masih ragu karena belum ada kepastian yang pas dari sosok tersebut sehingga dia belum bisa pulang ke kota bersama dengan sang suami untuk sementara ini, mereka harus stay dulu di kampung tersebut untuk mengawasi orang yang telah mereka pilih.
Darius juga setuju dengan Angelina bahwa mereka harus mengawasi orang tersebut agar jangan sampai terjadi kesalahan, terjadi kesalahan sedikit saja maka bukan hanya cabang yang mengalami masalah tapi mereka juga akan mendapatkan konsekuensi atas apa yang telah terjadi, berhubungan dengan iblis tidak bisa bersikap sembarangan saja.
Nyawa adalah taruhan sehingga mereka harus sebisa mungkin menjaga dan jangan sampai lengah, bila semua masih berjalan lancar maka mereka menikmati kekayaan itu tanpa menoleh lagi pada kemiskinan, tapi sekali kesalahan itu berlangsung maka mereka tidak akan bisa menikmati kekayaan yang telah berhasil mereka dapatkan hasil memuja siluman itu selama ini.
Jadi bila orang tersebut memang memuja siluman maka mereka harus bersikap hati-hati dan jangan sampai terjadi kesalahan, Sayuti harus menderita seperti itu sekeluarga karena dia telah mengabaikan pesan dari Angelina dan juga Darius, oleh sebab itu mereka sekeluarga harus mengalami pembantaian yang begitu sadis sekali sehingga tidak ada sisa walau hanya satu saja.
"Tapi ngomong-ngomong aku penasaran dengan pria kalem yang datang di malam itu." Darius memulai obrolan dengan sang istri.
"Ah tidak usah kamu pikirkan pria tidak berguna itu, aku sedang pusing memikirkan Pardi apa memang dia sanggup atau tidak." Angelina tidak bersemangat untuk obrolan lain.
"Ya kalau kamu terus overthinking seperti itu nanti yang ada kita tidak mendapat hasil." Darius berkata pelan.
"Aku tahu dia itu bukan pria yang baik namun kalau untuk menjalankan misi seperti itu aku memang masih ragu." Angelina berkata serius.
"Kita tunggu saja sampai hari Jumat karena baru di sana kita bisa melihat kemampuan dia." Darius tetap santai saja.
"Apa orang kampung sini masih ada yang bisa kita jadikan umpan?" Angelina bertanya kepada sang suami.
"Jangan kita langsung yang mencari karena itu berbahaya, sebab orang yang tinggal di kampung seperti ini maka mereka pasti memiliki sesuatu untuk pagar." pesan Darius kepada sang istri.
Angelina mengangguk paham karena dia juga menyadari bahwa orang yang tinggal di kampung ini pasti ada yang memiliki kekuatan juga, mereka tidak bisa bersikap sembarangan seperti itu dan bila sampai sembrono maka nanti yang ada justru akan mendapat masalah besar sehingga rencana mereka semua akan gagal total tak terkendali.
"Ayo jalan jalan keluar dari desa ini untuk melihat keadaan yang ada di sekitar sini." ajak Darius kepada sang istri.
"Boleh, sekalian lihat mangsa kalau ada yang cocok dan bila pria itu tidak bisa kita percaya." Angelina menerima ajakan sang suami.
"Saat mendatangi desa ini aku tertarik dengan sebuah desa yang begitu ramai, bahkan sepertinya itu sudah mirip dengan kota." ujar Darius.
"Ah terserah di mana saja asal jangan ketemu dengan pria berwajah kalem itu, muak sekali aku melihat dia." ketus Angelina.
"Aku justru penasaran dengan dia, wajah sekalem itu tapi sekali mengeluarkan ucapan terasa begitu pedas." sahut Darius.
Jujur saja Darius memang sangat penasaran dengan Arya yang bertemu dengan dia secara tidak sengaja di dalam rumah ini, wajah kalem Arya dan kemungkinan besar Darius berprasangka bahwa pemuda itu masih berusia sekitar delapan belas tahun, karena wajah Arya yang memang baby face dan tidak pernah bisa menua sejak dulu hingga sampai saat ini.
Banyak orang yang tidak menyangka bahwa Arya itu telah memiliki cucu yang sudah cukup besar, bila sekali lihat maka mereka akan mengatakan bahwa Arya adalah seorang pemuda remaja yang masih siap untuk, padahal dibalik itu semua Dia telah memiliki usia yang cukup tua sehingga tidak akan pernah melakukan hal gila seperti dulu lagi.
...****************...
"Ini desa yang aku bilang itu karena terlihat sangat ramai dan kemungkinan banyak warga yang ada di sini." Darius memasuki kawasan perkampungan pandan Arum.
"Tapi kalau banyak penduduk tapi mereka bukan berarti kaya semua kan." Angelina menatap sekitar dengan seksama.
"Oleh sebab itu kita datang saja untuk melihat keadaan sekitar, tidak mungkin memang mereka kaya semua." jawab Darius dengan santai.
Darius dan Angelina sama sekali tidak mengetahui bahwa desa yang mereka memasuki ini adalah sarang ular berbahaya, desa pandan arum memang sudah sangat maju dan banyak orang mengatakan bahwa desa itu sudah mirip seperti kota, tapi desa itu telah dijaga ketat oleh penduduk tetap dan mereka memiliki tonjolan yang begitu sangat berharga.
"Itu ada juga rumah yang masih papan kok." Angelina menunjuk rumah sederhana.
"Nah oleh sebab itu kita bisa mendatangi desa seperti ini dan pura-pura tersesat untuk berbicara dengan mereka." Darius tersenyum bahagia.
Mobil Darius segera berhenti di depan sebuah rumah yang terlihat begitu sederhana sekali dan bahkan bisa dikatakan sudah hampir roboh, berbeda dengan rumah lain yang sangat maju karena rumah ini ada di paling ujung desa dan terlihat halaman yang memiliki banyak rumput sehingga pasti penduduk itu tidak memiliki banyak uang atau pun hidup yang enak.
"Ini baru gerak sedikit saja sudah dapat mangsa gini kan jadi seru." Angelina sangat bahagia.
"Ya, semakin banyak cabang kita maka akan semakin mempermudah kekayaan yang kita miliki." Darius juga terlihat sangat girang.
"Ayo panggil yang pemilik rumah itu biar kita bisa bicara dengan dia." Angelina sudah tidak sabar lagi.
Darius segera mengetuk pintu rumah tersebut karena dia akan berpura-pura bertanya jalan kepada pemilik rumah, sebab dia sudah sangat penasaran ke mana pemilik rumah ini berada dan bagaimana tabiat dia, agak ada rasa takut juga di dalam hati kalau ternyata walau miskin tapi orang tersebut tidak ada niat untuk memiliki kekayaan.
Sebab terkadang ada juga orang yang ingin tetap hidup apa adanya tanpa memiliki kekayaan berlebih, kalau sudah yang seperti itu maka mereka akan kesulitan untuk membujuk agar orang tersebut mau menerima kerja sama yang sudah mereka berdua tawarkan.
Selamat sore, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
weeeh mak'Darti menerima tawaran dari Angelina n Darius teryata😌😌😌demi kesembuhan anak'y
Hmmmm ... udah berasa MLM nih pesugihannya 🤔🤔🤔
kn seharusnya si Suminah tahu kalau watak nya si Pardi itu buruk 🤦🤦😡
ttp ja Suminah mlh menikah dg nya ,,, bodoooh 🤣
tp gmn ceritanya yaa ❓❓
seharusnya Rais jujur ke Melva ,, siapa tahu Melva punya solusi nya 🤗