NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Kembali ke Bumi

Aditya memaksakan diri berdiri meski seluruh tubuhnya berteriak minta istirahat. Ia berjalan tertatih ke arah tirai air, menyaksikan dua bayangan di baliknya berjuang melawan tekanan energi spiritual.

"Apa mereka bisa menembus?" tanyanya pada Kakek Seno.

Pria tua itu menggaruk janggutnya yang putih. "Yang tinggi tidak akan bisa. Dia kuat secara fisik, tapi tidak punya energi kultivasi. Yang satunya..." ia menyipitkan mata, "...membawa Belati Surya. Dia bisa."

Seolah mendengar vonis itu, bayangan yang lebih kecil—Alesha—menerobos air terjun lebih dulu. Tubuhnya basah kuyup, rambutnya tergerai lepas dari sanggul, tapi Belati Surya di tangannya menyala kebiruan, membelah air yang menghadang. Ia terhuyung begitu masuk ke dalam gua, matanya langsung mencari.

Lalu menemukan Aditya.

"Kau... kenapa penuh luka?" Suara Alesha campuran antara lega dan marah. Ia berjalan cepat, lalu berhenti satu meter dari Aditya—ragu antara memeluk atau menampar.

"Latihan," Aditya nyengir. "Tidak ada yang serius."

"Dua minggu belum genap. Tapi pelacakmu tidak bergerak selama tiga hari. Maya mau naik, aku memaksakan ikut." Alesha menatap sekeliling gua. "Ini tempat latihannya?"

"Ruang Pelatihan Matahari. Satu hari di sini sama dengan sepuluh hari di luar. Aku baru di sini lima jam." Aditya menunjuk tiang-tiang batu. "Itu para pelatihku."

Di luar tirai air, suara Maya terdengar: "HALO?! AIR INI BERAT BANGET! ADA YANG BISA BANTU?!"

Kakek Seno menghela napas, lalu berjalan ke arah air terjun. Ia menyentuh permukaan batu, mengucapkan sesuatu dalam bahasa kuno, dan tirai air tiba-tiba berhenti mengalir—seperti keran yang ditutup.

Maya yang sedang mendorong air terjun kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ke dalam gua. Seragam taktisnya basah kuyup, rambut cepaknya menempel di dahi.

"Bagus," gerutunya sambil bangkit. "Sekarang aku dipermalukan oleh air."

"Bukan air biasa," Aditya membantu Maya berdiri. "Air itu mengandung energi spiritual. Cuma kultivator yang bisa menembus."

"Alesha kultivator?"

"Alesha bawa Belati Surya. Itu cukup."

Maya menatap Alesha dengan alis terangkat. "Jadi kau sekarang kultivator?"

Alesha memandang Belati Surya di tangannya—bilahnya masih berpendar biru. "Aku... tidak tahu. Aku hanya merasa belati ini menuntunku."

"Kau berdua basah semua," potong Kakek Seno sambil menyalakan api unggun kecil dari tumpukan kayu di sudut gua. "Duduk. Hangatkan diri. Nanti kita turun gunung."

---

Api unggun memantulkan bayangan menari di dinding gua. Kakek Seno membagikan minuman hangat dari termos bambu—rasanya seperti jahe dan madu, tapi ada sesuatu yang membuat tubuh terasa lebih ringan setelah meminumnya.

"Jadi ini kakek yang tadi Maya bilang?" Alesha menatap Kakek Seno. "Penjaga ruang pelatihan?"

"Keturunan penjaga," koreksi Kakek Seno. "Nenek moyangku bersumpah untuk melayani pemegang pusaka. Sekarang tugasku hampir selesai."

"Hampir?"

"Aditya sudah menyelesaikan ujian tujuh prajurit. Dia naik dari level 0 ke level 9 dalam satu sesi." Kakek Seno menatap Aditya dengan bangga. "Aku belum pernah melihat yang seperti itu."

Maya hampir tersedak minumannya. "Level 9? Yang seperti pemimpin topeng itu?"

"Dulu dia level 9, sekarang 8 gara-gara racun Belati Surya. Jadi secara teknis, aku sudah lebih tinggi." Aditya mengangkat pedang kayunya. "Dan aku belajar beberapa hal baru."

"Pamer," gumam Maya, tapi sudut bibirnya terangkat.

Alesha meletakkan cangkirnya. "Kalau latihanmu sudah selesai, kita harus segera kembali. Kakek Wijaya sudah mulai memetakan lokasi pusaka ketiga. Dan Paman Edwin... dia mulai bergerak."

"Apa yang dia lakukan?"

"Mengumpulkan pemegang saham untuk rapat luar biasa. Dia ingin menggulingkanku sebelum rapat tahunan tiga bulan lagi." Alesha mengepalkan tinjunya. "Dia tahu Kakek sudah bangun, dan dia panik."

"Orang panik itu berbahaya," Maya menambahkan. "Kita dapat laporan dia menyewa lebih banyak kultivator. Kali ini bukan dari Kartel Lotus—dari kelompok lain."

Aditya mengingat peta Kartel Lotus yang ia dapat dari sistem. "Kelompok apa?"

"Belum teridentifikasi. Tapi informan kami bilang mereka menyebut diri mereka 'Putra Senja'." Maya mengeluarkan ponselnya—basah, tapi masih berfungsi berkat casing militer. "Aku sudah minta tim analis mencari data."

DING!

Notifikasi Sistem: Informasi baru tersedia—"Putra Senja". Organisasi kultivator saingan Kartel Lotus. Afiliasi: Tidak diketahui. Pemimpin: "Jenderal Senja", level di atas 15 (Alam Master). Markas: Tidak diketahui. Hubungan dengan Sang Pengumpul: Diduga sebagai tangan kanan.

"Tadi sistemku memberi info," Aditya menyela. "Putra Senja adalah organisasi kultivator saingan Kartel Lotus. Pemimpin mereka levelnya di atas 15—Alam Master."

Kakek Seno yang dari tadi diam tiba-tiba bersuara. "Kau bilang Putra Senja?"

"Kakek tahu?"

"Aku tahu pemimpinnya. Dia... dulu muridku." Wajah tua itu berubah sendu. "Namanya Radit. Dulu dia datang ke sini untuk berlatih, seperti kau. Tapi dia tidak bisa menyelesaikan ujian tujuh prajurit. Dia berhenti di prajurit kelima, lalu pergi dengan marah. Katanya, 'Aku akan cari jalan lain'."

"Jalan lain?"

"Jalan gelap. Kultivasi dengan menyerap energi negatif—kesedihan, ketakutan, kematian. Aku sudah menduga dia akan jadi masalah. Tapi tidak menyangka sebesar ini."

Hening.

Api unggun berderak. Bayangan di dinding gua seperti menari lebih lambat.

"Kalau begitu," Aditya akhirnya bersuara, "kita tidak hanya melawan Kartel Lotus dan Paman Edwin. Kita juga melawan mantan murid Kakek yang sekarang jadi pemimpin organisasi gelap."

"Dan Sang Pengumpul di belakang mereka semua," tambah Maya. "Ini makin menyenangkan."

"Menyenangkan?" Alesha menatap Maya tidak percaya.

"Aku butuh pelampiasan." Maya mengecek pistolnya. "Sudah tiga hari tidak menembak. Tanganku gatal."

---

Keesokan paginya, mereka bertiga berpamitan pada Kakek Seno di kaki Gunung Gede. Pria tua itu memberi Aditya sebuah kantong kain kecil.

"Isinya biji pinus energi. Makan satu kalau kau kehabisan stamina. Tidak sekuat pil dari sistemmu, tapi cukup buat bertahan." Kakek Seno menatap Aditya. "Dan ingat: Jurus Matahari Terbit hanya bisa dipakai sekali sehari. Jangan boros."

"Terima kasih atas semuanya, Kakek."

"Aku cuma melakukan tugasku." Kakek Seno menatap gunung. "Kalau kau bertemu Radit... bilang padanya, gurunya masih menunggu. Masih ada jalan kembali."

Aditya mengangguk. "Akan kusampaikan."

Mobil meluncur meninggalkan kaki gunung. Di kursi belakang, Aditya menyandarkan kepala, akhirnya memberi izin pada tubuhnya untuk beristirahat.

Di panel sistemnya, sebuah pesan baru berkedip:

Level saat ini: 9 (Alam Bela Diri Tingkat Atas).

Progress ke Alam Master: 15%.

Misi Aktif: Kumpulkan Tujuh Pusaka Dewa Matahari (Progres: 2/7).

Misi Sampingan Baru: Hadang Rencana Kudeta Paman Edwin. Hadiah: 1500 Koin, akses ke file rahasia keluarga Pradipa.

Peringatan: Sang Pengumpul mulai bergerak. Waktu semakin sempit.

Aditya memejamkan mata. Tidur sebentar sebelum badai berikutnya menerjang.

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!