NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:142
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Semua salahmu.

Setelah ketakutan tadi perlahan hilang, perasaannya mulai berganti menjadi kesal dan keinginan untuk membalas, sifat usil dan berani Zinnia langsung muncul keluar. Dia masih tergantung di pelukan Darren, wajahnya masih disembunyikan di dada lelaki itu, tapi senyum jahil mulai terukir di bibirnya.

Tanpa peringatan apapun, tangannya bergerak pelan masuk di antara celah kemeja Darren, menyelinap masuk ke bagian dalamnya. Jari-jari halus dan dingin itu menyentuh langsung kulit panas di dada bidang lelaki itu, lalu dia mengangkat sedikit bahan kemejanya, membuat permukaan kulitnya makin banyak terbuka terkena angin dan sentuhannya.

DEG!

Darren langsung terdiam seketika, seluruh tubuhnya membeku di tempat seolah disetrum listrik. Napasnya tertahan, matanya membelalak, rahangnya mengeras dan dia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan reaksi tubuhnya yang langsung meledak. Jantungnya yang sejak tadi sudah berdebar cepat sekarang berpacu makin kencang, rasanya mau copot dari tempatnya, darahnya mengalir deras ke seluruh tubuh membuatnya makin panas membara.

" Zinnia.. What.. Are you doing?! " Tanya Darren dengan penuh penekanan dan mencoba menahan segala gejolak dalam dadanya.

" I'm just doing what you want.. " Bisik Zinnia nakal.

Zinnia makin berani, dia mengangkat wajahnya lalu mendekatkan mulut tepat di telinga Darren, suaranya dibuat selembut mungkin, manja dan penuh godaan, berhembus hangat ke kulit sensitif lelaki itu.

" Apa semua sentuhan ini berhasil membuatmu kalah Darren? Aku bisa rasain detak jantung kamu loh.. Badan kamu juga mulai panas, rasanya tanganku mulai terbakar.. " bisiknya pelan, sambil jari-jarinya terus bergerak mengusap-usap kulit dada Darren dengan gerakan lambat dan nakal.

" Zinnia STOP!! " Pinta Darren dengan suara parau dan tegang, dia langsung menangkap pergelangan tangan gadis itu, menariknya keluar dari dalam bajunya, tapi tangannya masih menggenggam erat tak mau melepaskan.

" Kenapa? Kamu takut ya? " tanya Zinnia menantang, matanya menyipit nakal, senyum kemenangan terlihat jelas di wajahnya.

" Iya. " Jawab Darren agak pasrah, matanya menatap tajam tapi ada keputusasaan di dalamnya.

" Takut Rion lihat atau.. Takut gak bisa berhenti? "

Zinnia tak berhenti, tangannya yang satu lagi bergerak naik, jari-jarinya menyentuh leher Darren, area yang paling sensitif baginya, lalu mengusap-usap, memainkan tulang leher dan urat nadinya dengan gerakan lambat dan menggoda, tepat seperti yang Darren sering lakukan padanya.

" Sama kayak aku tadi, kamu gak perduli meski aku takut sama kodok itu, kamu terus jahilin aku. Padahal kamu gak tahu seberapa takut aku tadi. Kamu pikir lucu bawa kodok buat nakut-nakutin aku? Nah sekarang kamu rasain sendiri... Rasa takut yang jauh lebih menakutkan.. " ucap Zinnia pelan, lalu tanpa basa-basi dia mulai mencium, dan menggigit pelan kulit leher Darren, persis cara lelaki itu dulu membuatnya lemas tak berdaya.

" Zinnia... Itu berbeda. Dan ini gak lucu sama sekali.. UGHTTT!! " Suara Darren terpotong, kepalanya otomatis mendongak ke belakang, tubuhnya bersandah di dekat batang pohon, matanya terpejam erat, seluruh pertahanannya runtuh seketika.

" Zinnia STOP!! "

" Why? Aku baru mulai loh.. " tanya Zinnia polos, tapi bibirnya terus bergerak di leher lelaki itu, meninggalkan jejak basah dan merah yang jelas terlihat.

" Kamu akan menyesalinya... aku serius... berhenti sekarang sebelum terlambat... Kamu gak akan aku ampuni Zinnia.. Ini serius.. " peringatan Darren keluar dengan suara serak berat, napasnya sudah jadi terengah-engah, tubuhnya tegang kaku penuh tekanan.

Tapi peringatan itu malah bikin Zinnia makin tertantang, dia pikir Darren cuma menggertak saja, jadi dia makin berani, gerakannya makin liar dan tak ada batas. Dan saat itulah batas kesabaran Darren habis sudah.

Dengan gerakan cepat dan kuat, Darren menurunkan tubuh Zinnia sampai kakinya menyentuh tanah, lalu membalikan posisi mereka, mendorong punggungnya keras sampai tubuh gadis itu terjepit rapat di batang pohon besar di belakangnya. Tanpa memberi kesempatan Zinnia bicara atau bergerak, Darren menundukkan kepalanya dan langsung mencium bibir gadis itu dengan ganas, liar dan penuh hasrat yang sudah tertahan sejak tadi.

Ciuman itu bukan lagi ciuman lembut atau menggoda, tapi penuh kepemilikan, penuh kemarahan kecil, penuh nafsu yang meluap-luap. Darren tak perduli lagi dengan apapun, tak perduli ada orang lewat, tak perduli ini tempat umum, bahkan kalau saja Rion tiba-tiba muncul dan melihat semuanya, dia tak perduli sama sekali. Yang ada di kepalanya cuma satu, miliki gadis ini sekarang juga. Otaknya sudah terlanjur teracuni oleh sentuhan dan godaan gadis itu, hingga tak lagi bisa berpikir jernih.

" Semua ini salahmu... " desis Darren di sela-sela ciuman panasnya, kedua tangannya meremas keras pinggang ramping Zinnia, menarik tubuh gadis itu makin menempel erat ke tubuhnya sampai tak ada celah sedikitpun di antara mereka.

" UGHTTT... Darren stop... Aku kehabisan napas... ah..." Zinnia terkejut berat, tangannya mendorong dada Darren tapi tenaganya tak seberapa, malah gerakannya cuma bikin lelaki itu makin bergairah.

" Gak ada ampun buat kamu Tuan putri... kamu sendiri yang mulai duluan, kamu yang minta ini semua..." balas Darren cepat, lalu kembali menyambung ciumannya, makin dalam, makin liar, lidahnya berkelahi dengan lidah Zinnia tanpa belas kasihan. Setelah puas dengan bibirnya, mulutnya turun merayap ke rahang, ke leher, menggigit dan menghisap kulit halusnya sampai meninggalkan tanda-tanda merah keunguan yang jelas, tanda miliknya yang tak akan hilang dalam waktu dekat.

Zinnia lemas total, kakinya gemetar tak kuat menopang tubuhnya, kalau saja Darren tak memeluk erat dirinya pasti dia sudah terjatuh ke tanah. Suara erangan dan rintihan keluar tak henti dari mulutnya, matanya terpejam erat, seluruh tubuhnya terbakar panas, otaknya kosong tak bisa berpikir apa-apa lagi.

" Unghhhh.. Darren.. Ah.. "

" Kamu begini aku malah makin suka loh... makin pengen kunyah kamu habis-habisan..." bisik Darren di kulit lehernya, napasnya panas menyengat, tangannya mulai bergerak turun menyentuh bagian paha di bawah dressnya.

Zinnia menggenggam erat bahu Darren, kukunya mencengkeram kuat sampai meninggalkan bekas di kulit lelaki itu, dia baru sadar dia sudah main api dan sekarang tak bisa menghentikannya lagi.

"Maaf.. aku gak sengaja.. cuma iseng doang.. Ahghtt... Darren STOP!! Nanti Rion lihat.. Emghttt..." desisnya terguncang, ingatan tentang Rion tiba-tiba muncul dan bikin dia panik, dia berusaha mendorong tapi tubuhnya malah makin menempel karna Darren terus menariknya.

Mendengar nama Rion, gerakan Darren melambat sedikit tapi tak berhenti total, dia mengangkat wajahnya menatap wajah gadis yang sudah memerah, bibirnya bengkak, matanya berkaca-kaca, tampak sangat menggoda dan rapuh di matanya.

" Biarkan dia lihat... biarkan semua orang lihat... supaya mereka tau kamu itu milik siapa... " bisik Darren dingin, lalu kembali menciumnya lagi, kali ini makin dalam dan penuh tekad.

" Jangan ngaco kamu Dar.. re.. Rion itu pacarku !! " Ucap Zinnia dengan susah payah dan napas terengah-engah.

Mendengar ucapan itu, Darren langsung terdiam. Dia kemudian menghentikan seluruh aksi liarnya. Menatap dalam-dalam mata gadis di hadapannya itu.

" Kalau dia memang pacarmu dan kamu tahu posisimu, kamu tidak seharusnya mengodaku Zinnia, hanya dengan alasan konyol ingin membalas perbuatan jahilku. Kamu tahu sendiri, Darren tak suka membagi sesuatu yang jadi miliknya. Lalu kenapa kamu bersikap seoleh tak perduli dengan hal tersebut. " Bisik Darren dengan nada tegas. Ucapannya seperti pisau tajam yang langsung menusuk kedalam hati Zinnia.

" Ya kamu benar, aku salah.. Aku sendiri bingung kenapa bersikap begitu.. Tapi.. Ini semua tidak sepenuhnya salahku, kamu duluan yang sering mengodaku, kamu sendiri egois melakukan semua itu, kamu pikir apa yang kamu lakukan itu tidak berefek apa-apa padaku? " Balas Zinnia dengan mata berkaca-kaca. Tiba-tiba saja dirinya jadi emosional, dan air matanya mulai membasahi kedua pipinya. Bingung, marah dan kesal menjadi satu.

Darren terdiam, paham dengan apa yang baru saja Zinnia ucapkan. Ya, dia akui dirinyalah yang selalu mengoda Zinnia lebih dulu, memaksa gadis itu untuk mengikuti alur yang ia berikan, tanpa perduli dengan perasaan Rion, sahabatnya sendiri.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!