NovelToon NovelToon
Nai "Panggil Bunda Saja"

Nai "Panggil Bunda Saja"

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Navy Ane

Aku memang memimpikan menjadi seorang IBU, tapi aku tidak pernah memimpikan menjadi seorang ISTRI.

Nayla Annaya, 24 tahun, memilih hidup sendiri tanpa hubungan asmara. Namun, tekanan keluarga untuk segera menikah membuat hidupnya mulai terasa tidak terkendali.

Di tengah usahanya melarikan diri sejenak bersama sahabat-sahabatnya, sebuah kejadian tak terduga di pusat perbelanjaan justru menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga.

Karena terkadang, satu hari yang terlihat biasa saja bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navy Ane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

“Pukul Dua Dini Hari”

"Aku,,"

Nayla terdiam. Ia memang salah… tapi dia juga yang duluan, batinnya berdecak.

“NAYLA!”

“Hek—” Nayla tersentak kaget.

“Kenapa sekarang kamu ciut, hah?”

Nayla menelan ludah. “Maaf… aku gak seharusnya bicara keras ke Bapak,” ucapnya hati-hati.

Ayahnya Arkan menyeringai. Tatapannya menyapu dari atas ke bawah—rambut Nayla yang sedikit berantakan, kaos oversize, dan celana pendek selutut. Tangannya terangkat, menyelipkan rambut Nayla ke belakang telinganya.

Napas Nayla tercekat. Ini orang apaan sih… gerutunya dalam hati.

“Cuma itu?” tanyanya lagi, suaranya rendah.

Nayla bingung, memiringkan kepala sejenak, lalu menghela napas pelan. Ia tidak ingin memperpanjang masalah.

“Papah Arkan…” ucapnya lirih.

“Hm… aku tahu aku salah. Aku gak seharusnya bicara kasar,” lanjutnya lembut.

“Bapak sih…” tambahnya pelan sambil cemberut.

Pria itu sedikit terkejut. Posisi duduknya berubah tanpa sadar.

“Ngatain aku gak laku… siapa juga yang gak kesel kalau digituin,” ucap Nayla dengan nada lembut, hampir manja.

Ayahnya Arkan terkekeh pelan, gemas.

“Nay… itu disuruh keluarga. Mereka pikir umurku sudah cukup buat nikah. Perkenalan ini juga sudah direncanakan sebelum aku kerja di sini,” lanjut Nayla, Suaranya tetap lembut.

Pria itu mendengarkan.

Entah kenapa, ia seperti terdiam lebih lama dari seharusnya.

Ia sering melihat Nayla bicara selembut itu pada Arkan. Dan ia penasaran dengan itu.

Nayla tidak pernah mencari perhatian. Tidak seperti pengasuh lain. Yang kadang suka mencari muka.

Pria itu tetap mendengarkan, tatapannya tidak lepas. Entah kenapa, kelembutan suara Nayla membuatnya luluh.

“Papah Arkan…” panggil Nayla lagi.

“Maaf ya… aku gak akan mengulanginya lagi.”

Hening.

Tatapan mereka bertemu.

Dan untuk pertama kalinya, Nayla tidak mengalihkan pandangannya.

"Okeh!.

Terjeda.

"Saya gak suka kamu bicara dengan saya menggunakan nada tinggi!" ucapnya memberi peringatan

"Sini" perintahnya

Nayla kebingungan, Tidak paham.

"Sini duduk," menujuk di sebelahnya

"Hah?," masih bingung tapi ia menurut, melangkah mendekat.

"Duduk Nai," titahnya tegas

Nayla duduk, sedikit jauh

"Di sini," tunjuknya lagi

"Kamu ingin duduk sendiri atau...." Nayla seketika menggeser bokong untuk lebih dekat.

Setelah cukup dekat, Nayla menahan nafas.

Tangan ayahnya Arkan melingkar di pinggiran sofa di belakangnya. Tatapannya mengarah pada Nayla intens.

Pikiran buruk Nayla seketika berdatangan. Apa ini orang, mau berbuat mesum. Nayla menelan ludah. Dia kan Duda, jadi pasti kebutuhan biologis agak.....? Tapi kan banyak lonte di luaran sana, kenapa gak minta tolong saja sama kak Danu sih, kalau emang gak tahan. Nayla berdebat dalam hatinya.

Di sebelah, Ayah Arkan menikmati pemandangan di sampingnya. Ia menggigit bibir menahan gemas, ia mengulurkan tangannya menyentuh rambut Nayla.

Nayla seketika menjauh, kaget.

"Nai," panggilnya lembut

Terjeda.

"Kamu pake shampo apa?" tanyanya menyeringai kecil, seakan menikmati kegugupan Nayla

INI KENAPA SIH, ORANG TUA SATU INI PASTI KESEPIAN BANGET HIDUPNYA. MANGKANYA ISENG BEGINI. Teriaknya dalam hati

Nayla menghembus nafas pelan. Aku gak boleh kalah, ucap batinnya menyemangati

"Shampo, yang di beliin kak Siska" ucapnya pelan

Ayah Arkan mendekat. Perlahan tangannya menyentuh rambut Nayla dan mengendusnya.

Nayla seketika tegang.

Kepalan tangannya menguat sudah bersiap untuk memukul. Tapi kejadian itu ia urungkan, setelah mendengar ketukan dan Isak tangis Arkan.

Nayla refleks berdiri dan dengan gesit berlari kepintu.

Ceklek.

Sudut bibirnya turun, menahan tangis. Matanya berkaca-kaca. Nayla berjongkok dan menatapnya prihatin.

"Kenapa sayang?"

"Kakak" suaranya agak tertahan, matanya melirik Papahnya yang sedang bersandar di sofa.

Tatapannya tidak bersahabat. Seolah tahu, Arkan menunduk takut, ia memainkan bajunya.

Nayla menoleh kebelakang, tersenyum ramah dan menunduk, berniat pamit.

"Arkan kayanya udah ngantuk, saya permisi dulu pak." ucapnya penuh kehati-hatian

Ayah Arkan diam.

Menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Tatapannya berpindah pada Arkan yang sesekali mencuri-curi pandang.

Dasar pengganggu.

Karena tidak ada jawaban, Nayla menarik pintu perlahan dan ceklek. Keduanya seketika menghembuskan nafas panjang.

Nayla tersenyum ramah pada kak Danu, dan melenggang pergi bersama Arkan.

**

Di kamar, Arkan sedari tadi enggan melepas pelukannya. Nayla hanya bisa mendesah pelan.

"Ayok sikat gigi dulu ya," ajak Nayla lembut

Setelah beberapa kali di bujuk, tapi masih keras kepala.

Akhirnya Nayla mengancam, barulah Arkan menurut.

Sesekali Nayla mengomel, karena Arkan yang kadang gak mau nurut. Arkan hanya mengangguk lemah, diam.

Setelah berbaring, Arkan bertanya.

"Kakak." Dengan suara berbisik

"Iyh, kenapa sayang?"

"Kakak, tadi di marahin?" tanyanya penasaran

"Enggak kok" sambil menarik hidungnya Pelan

Arkan menatap dengan tatapan yang menyelidik, seakan tidak percaya.

Nayla tersenyum geli, "haha, enggak kok sayang. Beneran loh, kakak-an enggak suka berbohong." sambil mencium gemas

Wajahnya Arkan berubah menjadi lebih tenang dan mengeratkan pelukannya. Nayla menepuk-nepuk lembut punggungnya

Tidak lama dari itu, mereka berdua tertidur. Nayla yang kadang sulit untuk tidur kini ia sudah terlelap nyenyak, bahkan tangan besar yang mengusap-usap kepalanya tidak membuatnya terjaga.

Seseorang itu menatapnya dalam.

Napasnya teratur, bibirnya sedikit terbuka.

Di bawah cahaya lampu tidur yang redup, wajahnya tampak tenang—namun tatapannya menyimpan sesuatu yang tak bisa ditebak.

Pukul dua dini hari, Nayla terbangun. Tenggorokannya seret sedikit sakit, ia meraba meja di sebelah mencari air yang selalu di sediakan nya.

lohh, kok gak ada, apa aku lupa ya.

Ia dengan malas, menurunkan kakinya yang terasa berat. Dengan mata yang yang masih mengantuk ia memaksakan diri untuk melangkah.

Tak.

Cahaya lampu bawah kabinet menyinari meja dapur dengan lembut.

Nayla bergegas mengambil gelas.

Currrrrr.

Glek... Glek...Glek....

"Huhhh,"

Suaranya terdengar nyaring di tengah kesunyian malam.

Tangan besar itu meraih gelas yang di pegangnya. Seketika Nayla melangkah mundur terkaget, tapi badannya tertahan.

Bola matanya membulat sempurna, menatap orang di depannya yang sangat vulgar. Nayla mengalihkan pandangan dan menelan ludah gugup.

Tidak pakai baju apa maksudnya ini. Dadanya

Berkeringat?. Keringatnya tadi berjatuhan. Tenggorokannya seketika kering, bulu kuduknya meremang. Membayangkan yang tidak tidak.

Apa habis olahraga ya.

...

Olahraga raga apa malam-malam?.

...

Ha,,,, oh my God. Batin teriak frustrasi

Ia menelan ludah dengan susah payah.

Ayah Arkan menuangkan air ke gelas itu, dengan tenang. Nayla tidak bisa bergerak, ia terjebak dalam kurungannya.

Sesekali matanya melirik gadis yang masih membuang muka. Senyum smirk, menghiasi wajahnya yang tampan.

Glek.. Glek... Glek

Entah mengapa waktu terasa lebih lambat. Nayla menggerutu kesal, apaan coba maksudnya ini. Pakai gelas ku, terus ini ngapain?. Apa orang tua sialan ini belum puas yaa?. tanyanya ambigu dalam hati

Tak.

Gelas tersimpan di meja, tapi tubuh ayahnya Arkan enggan beranjak. Ia menatap Nayla dengan tatapan sayu yang menghanyutkan.

"Pak?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!