NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:289.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Setelah makan malam panjang itu. Bagas mengantar Kyra dan juga aldian kerumah mereka. Kyra duduk di samping Bagas, menatap keluar jendela sepanjang jalan, pikirannya penuh sesak oleh segala kejadian malam itu.

Saat mobil berhenti di depan kontrakan sederhana mereka, Aldian segera mencondongkan tubuh ke depan.

“Om Bagas…” panggilnya dengan suara pelan namun penuh harapan.

Bagas menoleh dengan lembut. “Ya, Jagoan?”

Aldian memainkan bonekanya sebentar, lalu bertanya hati-hati,

“Boleh… Aldian main ke rumah Om Bagas lagi?”

Matanya berbinar, penuh antusias dan ketulusan seorang anak kecil.

Belum sempat Bagas menjawab, Kyra langsung menoleh cepat dan menegur lembut namun tegas,

“Aldian… jangan ganggu Om Bagas seperti itu. Rumah itu besar, dan… itu bukan tempat Aldian untuk sering datang. Nggak boleh minta-minta begitu, Sayang.”

Aldian langsung menunduk, wajahnya meredup seperti lilin yang hampir padam.

“Oh…” gumamnya kecil. “Maaf, Bunda…”

Bagas melepas sabuk pengaman, menoleh sepenuhnya ke belakang.

“Aldian,” panggilnya lembut.

Aldian mengangkat wajah pelan-pelan.

“Kamu mau tinggal di rumah seperti itu?”

Aldian mengangguk cepat tanpa ragu sedikit pun.

“Iya Om… Aldian mau…”

Mata mungil itu bersinar lagi. “Rumahnya gede… ada ikan banyak…"

Kyra menatap Bagas tajam, seolah berkata: Jangan mulai.

Tapi Bagas tetap menatap anak itu.

“Kalau Aldian mau tinggal di tempat yang seperti itu… Aldian bilang sama dulu sama bundanya, tanya bunda mau ngga tinggal di rumah om bagas.”

Kyra membelalakkan mata. “Bagas, cukup jangan mulai lagi!”

“Bunda…” panggil Aldian pelan.

“Bunda mau ngga? Tinggal di rumah Om Bagas?”

Kyra terperangah.

Bagas menahan senyum tipis, seolah menikmati bagaimana pertanyaan sederhana itu membuat Kyra gelagapan.

“A-Aldian…,” Kyra mencoba mengatur nada suaranya, tapi terdengar jelas bahwa ia panik. “Kita kan sudah punya rumah. Kontrakan kita cukup buat kita berdua.”

Aldian mengerutkan kening. “Tapi rumah Om Bagas lebih gede banget, Bun… ada ikannya… Disana juga banyak makanannya Bun"

Kyra memejamkan mata sejenak, menahan napas.

“Aldian… rumah besar itu bukan rumah kita,” ucapnya lembut namun tegas. “Itu rumah keluarga Om Bagas. Bukan rumah Bunda.”

Aldian menunduk sedikit, kecewa. “Tapi Om Bagas bilang boleh…”

Kyra langsung melotot ke arah Bagas. “Stop. Jangan libatkan Aldian dalam urusan dewasa.”

Bagas mengangkat sebelah alis, tetap tenang.

“Aku cuma bilang Aldian boleh tanya. Ke bundanya.”

Aldian kembali menatap Kyra dengan mata memohon.

“Bun… nanti kalau kita tinggal di sana… Bunda bisa tidur di kamar yang gede… Aldian juga…”

Ia merentangkan tangannya selebar mungkin. “Segede iniii!”

Kyra hampir meleleh melihat gesture itu, tapi ia menggeleng cepat.

“Sayang… rumah kita sekarang memang kecil, tapi itu rumah kita. Tempat kita tinggal dari dulu. Tempat yang nyaman buat Bunda dan Aldian.”

"ya udah deh" urapnya dengan wajah lesu.

Aldian langsung menguap lebar, kelopak matanya mulai turun. Kyra mengusap kepala kecil itu sambil berbisik,

“Udah, yuk tidur. Udah malem.”

Kyra membuka pintu kontrakan. Udara malam yang sejuk segera menyeruak masuk. Ia membantu Aldian turun dari mobil, yang kini sudah sangat mengantuk.

“Om Bagas, aku tidur dulu ya,” gumam Aldian pelan, hampir tidak terdengar.

“Ya, Jagoan. Mimpi indah,” balas Bagas, mengusap kepala Aldian.

Kyra menuntun putranya masuk. Aldian tampak sangat lesu setelah penolakan Kyra, dan Bagas merasa bersalah melihat wajah muram itu.

“Ayo, Sayang. Cuci muka dan sikat gigi dulu, baru kita tidur,” bisik Kyra, menuntun langkah kecil Aldian menuju dapur dan kamar mandi.

Aldian mengangguk lemah. “Iya, Bunda.”

Kyra menutup pintu di belakang mereka, lalu berbalik sebentar untuk mengunci selot pintu. Ia mendengar suara langkah kaki Bagas menjauh, dan ia menarik napas lega. Ia tidak perlu lagi berdebat malam ini.

Ia berjalan ke dapur, menyalakan lampu kecil di sana, dan membantu Aldian meraih sikat gigi.

“Jangan lupa kumur-kumur yang bersih ya,” kata Kyra.

Saat Kyra berdiri menunggu Aldian selesai menggosok gigi, tiba-tiba ia mendengar suara pintu ditutup dengan sangat pelan di belakangnya. Bukan dikunci, tapi ditutup.

Kyra menoleh dengan heran. Ia yakin sudah mengunci pintu.

"Bagas! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kyra,

Aldian yang sudah selesai berkumur, menoleh dan melihat Bagas. “Om Bagas belum pulang?” tanyanya polos.

“Belum, Jagoan. Om mau bicara sebentar dengan Bundamu,” jawab Bagas sambil tersenyum menenangkan.

Kyra menarik lengan Bagas, menjauhkannya dari jangkauan pandang Aldian, dan berbisik penuh amarah.

“Kau gila? Kenapa kau masuk lagi? Kau pikir ini rumahmu? Pergi, Bagas! Aku tidak mau ada keributan di sini! Ini udah malam”

"ohhh aku mau numpang tidur disini" jawabnya dengan santai.

Kyra langsung membelalakkan matanya"kamu gila yaa, nanti orang-orang pada salah paham. ngira aku pelihara simpanan"

"yaa, ngga papa. Kitakan sudah menikah. Jadi apa masalahnya."

" kamu aku liat-liat makin kesini makin melonjak deh, kamu makin seenaknya aja. Okee, kalo kamu mau ketemu Aldian aku izinin. Tapi ngga usah datang kesini juga. Orang-orang disini ngga sama dengan dilingkungan kamu, mereka mudah menyimpulkan sesuatu tanpa mencari fakta. nanti biar Aldian aja yang aku antar ketempatmu. Aku ngga mau cari gara-gara"

Bagas hanya menatapnya dengan santai "udah, ada lagi yang mau kamu omongin. Kaki ku kram diri aja ini"

mendengar itu kyra semakin marah " keluar sekarang!!!"

Sebelum itu Aldian tiba-tiba muncul dengan piyamanya "omm Bagas, belum pulang"

"belum sayang, om boleh nginap disini ngga malam ini, om capek kalo mau pulang, rumah om jauh" ucap Bagas sambil berjalan ke arah Aldian.

"Bolehh, boleh banget om, iya kan Bun. Aldian pengen banget tidur di peluk sama om" ucap Aldian dengan wajah sumringah sambil menatap ke arah kyra.

"ya udah ayok, om juga pengen tidur sama kamu"

"Yeyy, akhirnya Aldian bisa tidur sama om"

Aldian langsung naik ke atas ranjang yang dibeli Bagas waktu itu. Ukurannya memang lumayan besar dan luas.

"sini om, om sebelah sini dan bunda sebelah sini. Aldian ditengah-tengah" ucapnya dengan menepuk dua sisi diantaranya.

"oke jagoan" ucap Bagas seraya bergabung atas ranjang.

kyra jangan tanyakan dia. Dia sendiri malah cengo melihat situasi sekarang. Bagas di usir malah tidur di atas ranjang bersama Aldian. Terus dia tidur dimana.

"panggil bunda tidur juga, udah malam" bisik Bagas pada Aldian agar tidak terdengar oleh kyra.

Aldian mengaggap pelan. " bundaa.... Bunda belum tidur ini udah malam loh. Aldian mau tidur dipeluk bunda.

kyra yang dipanggil malah salah tingkah. Bagaimana dia tidur satu ranjang dengan Bagas.

Bagas yang melihat itu langsung berinisiatif memanggilnya. " udahlah sini, kamu tenang aja, aku ngga akan ngapa-ngapain kamu. Kecuali kamu yang minta" ucapnya sambil tersenyum manis.

Aldian yang tidak mengerti apa-apa hanya ikut tersenyum " ayok Bun, sinii"

mau tak mau kyra dengan gerakan kaku nik ke atas ranjang dengan pelan. Dia tidak tega melihat wajah senang anaknya itu.

"Aldian senang banget hari ini, bisa main ke rumah om Bagas, bisa makan enak, sekarang bisa tidur sama om"

"ohh ya"

"jadi kamu selama ini ngga senang tinggal sama bunda" tanya kyra.

"Bukan gitu Bun, Aldian senang kok tinggal sama bunda. Tapi kan ini om Bagas. Aldian ngarasa punya ayah" ucapnya pelan di akhir kalimat

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!