Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
"Hmmm. semua orang di dalam gedung ini akan damai dan aman jika tidak ada yang membuat ulah" balas Gita
"Tapi nona sayang ingin bertanya sebenarnya orang - orang di luar itu kenapa? mereka menyerang orang dan terlihat seperti monster" tanya pak Edward
Gita diam sejenak
"Pak.. apa bapak percaya jika saya hidup kembali!!" ujar Gita
Membuat suasana hening seketika.
"Hi-hidup kembali? Maksudnya nona?" kaget Bu Nila
"Sebenarnya saya pernah mengalami bencana seperti di di kehidupan lalu" ucap Gita
"A-apa.. Ja-jadi nona hidup kembali setelah melalui masa bencana seperti ini?" kaget pak Edward
"Betul pak. dulu saya sangat bodoh, saya berjuang untuk keluarga saya yang saya sayangi namun mereka sama sekali tidak pernah menganggap saya berguna dan membuang saya begitu saja. Jadi di kehidupan kedua saya ini, saya tidak mau kehilangan orang - orang yang selalu bersama saya di kala suka dan duka. dan mereka adalah bapak dan keluarga bapa. Maafkan saya dulu yang bodoh dan malah melupakan kalian" lirih Gita
Mata Gita mengembun, dia terbayang bagaimana di masa lalu, keluarga pak Edward membantunya begitu banyak.
Jika Gita tidak mendapatkan makanan mereka akan memberikannya karena jika Gita tidak membawa makanan, Gita pasti akan di pukuli oleh Reza dan mereka tidak peduli cara Gita mendapatkan makanan asal mereka bisa makanan dengan enak tanpa harus berusaha.
Namun saat Gita mencari makan, dia melihat keluarga pak Edward pergi dan meninggalkan nya, bukan mereka tidak mau membawa Gita namun karena kesetiaan Gita kepada orang - orang bajingan itu membuat pak Edward tidak bisa berbuat apapun dan meninggalkan nya.
Dan setelah itu Gita tidak tau mereka hidup ataupun sudah mati.
"Maafkan saya pak. Saya malah mengabaikan peringatan dari bapa dan malah terus mencari kasih sayang dari mereka" ujar Gita dengan menunduk
Bu nila menghampiri gita dan memeluk nya karena Gita terlihat sudah menangis.
"Tak apa, Nona" ujar Bu Nila dengan suara lembut.
"Jadikan semua yang terjadi di masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Mungkin dahulu Nona terlalu baik kepada orang yang salah, hingga hati Nona terluka begitu dalam. Namun lihatlah sekarang… Nona sudah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya. Jangan biarkan masa lalu terus membebani langkah Nona. Hidup bukan tentang terus menyesali apa yang telah terjadi, melainkan tentang bagaimana kita bangkit dan memperbaiki semuanya. Setiap luka pasti membawa pelajaran, dan setiap air mata akan menguatkan hati. Siapa tahu, mungkin Tuhan memberi Nona kesempatan kehidupan kedua ini karena Tuhan ingin memberikan kesempatan agar nona bisa membuat perubahan untuk dunia ini kembali aman, damai. Jadi jangan takut lagi. Perlahan, semuanya akan membaik. Kita akan bersama dan berjuang bersama" ujar Bu Nila menenangkan Gita dengan perasaan.
Seperti ibu kandung yang sedang menenangkan anaknya yang sedang mengalami kehidupan yang berat.
"Maafkan Gita ya Bu" ujar Gita
"Tak apa nona. Kita berjuang bersama mulai sekarang" balas Bu Nila
"Iya nona. Kita akan melewati nya bersama - sama" ucap pak Edward
Gita mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan dari Bu nila dan pak Edward.
"Jangan menangis kak. Kita akan berjuang bersama sekarang" balas Seli sembari ikut memeluk Gita.
Ketiga wanita itu pun saling memeluk dan menguatkan sekarang.
Terus kita sekarang kita gimana?" tanya Zeda memecah keharuan.
"Yang pertama kita harus memberitahu kan kepada semua penghuni gedung apartemen jika di luar keadaan sangat buruk dan kita tidak ada yang bisa keluar, apa lagi dengan keadaan banjir seperti ini. Jadi kita harus membuat mereka percaya kepada kita dan menuruti apapun yang akan kita lakukan untuk kebaikan mereka" jawab Gita
"Oke. Kalau begitu, bapak akan ke bawah untuk memberitahu kan kepada mereka bahwa semuanya aman terkendali di gedung kita" lanjut pak Edward
"Pak Edward, lebih baik bapa telpon dulu pemimpin keamanan apartemen, agar staf keamanan Apartemen yang memberi tahu kepada semua orang yang ada di gedung ini, agar mereka percaya. Karena jika kita yang memberi tahu di pastikan mereka akan ragu dan tak percaya" saran Gita
"Benar juga. sekarang bapa akan memberitahukan kepada mereka dan setelah itu kita harus apa lagi?" tanya pak Edward
"Nanti saya akan memberi tahukan nya di bawah pak. Kita harus mulai dari sekarang dan mengontrol semuanya dengan baik muali sekarang" jawab Gita
"Baik kamu mengerti, kalau begitu bapa Telpon dulu pemimpin keamanan" balas pak Edward
"Kalau begitu saya ke atas dulu. nanti saya beritahu apa saja yang akan kita lakukan" pamit Gita
"Baik nona" balas pak Edward
Gita pun langsung kembali ke unit Apartemen nya, sedangkan pak Edward langsung menelpon pemimpin keamanan apartemen
Gita langsung bekerja, dia mengeluarkan sekitar 20 senjata apa Laras pendek dan Laras panjang.
Gita akan memulai dengan pelatihan tembak, karena sekarang banjir masih tinggi, jadi di pastikan lantai bawah akan kedap suara dan tidak akan ada Zombie yang mendekat ke arah gedung Apartemen karena suara bising dari senjata.
Sedangkan di Apartemen sebelah sedang terjadi kekacauan.
Suara Geraman di mana - mana, jeritan di seluruh lantai menggema karena di gedung Apartemen Livy setiap lantai nya ada sekitar 7 unit Apartemen jadi di pastikan banyak sekali orang yang tinggal di sana.
"Pah ini gimana? aku takut" ucap Julia ketakutan mendengar Geraman dan amukan pada Zombie.
"Suttt diem, tenang aja pintu udah papah tutup sama barang - barang jadi gak bisa masuk dan pasti aman" balas reza
Mereka bertiga sekarang sedang bersembunyi di dalam kamar mereka dan tidak bersuara sama sekali.
GRUAHHHH.....
Deg
Suara Zombie terasa dekat membuat gugup dan ketakutan.
Mereka tidak berani membuka suara karena takut Zombie mendengar suara mereka.
Brak....
Akhhhhh....
Tolong...
Teriakan minta tolong menggema di Lorok apartemen..
Brak... Brak... Tolong...
Seorang wanita menggebrak gebrak pintu Apartemen mereka dengan kencang.
Membuat ketiga orang di dalamnya semakin ketakutan.
Akhhhh....
GRUAHHHH...
Jeritan terakhir dan Geraman Zombie yang begitu banyak menggema di seluruh lorong.
"Pah..." bisik Julia
Dengan sigap Reza menutup mulut julia sembari memberikan tatapan tajam ke arah Julia karena suara sedikit pun mungkin bisa membuat mereka ketahuan.
Di lantai bawah tepat di unit kamar Livy, dia melihat melalui kamera CCTV nya dan memperlihatkan ke kacauan yang sedang terjadi di semua lantai gedung Apartemen nya.
"Si*lan. Kenapa Zombie Berlian Merah langsung muncul, si*lan" panik Livy yang melihat segerombolan Zombie Berlian Merah yang menerobos masuk ke dalam Apartemen nya.