NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MATA YANG MELIHAT MASA DEPAN

Hari-hari berlalu, dan Aluna tumbuh menjadi bayi yang sangat cantik namun penuh teka-teki. Dia jarang menangis, lebih sering diam memperhatikan udara kosong seolah sedang mengobrol dengan teman tak kasat mata.

Suatu siang, keluarga besar sedang berkumpul di ruang tengah. Ayah dan Ibu Arsen ikut hadir untuk melihat cucu kesayangan mereka.

"Aluna sayang... lihat sini dong, Nek. Senyum dikit," kata Ibu Arsen sambil mengajak main bayi itu.

Tapi Aluna tidak tersenyum. Matanya yang aneh—satu biru, satu cokelat—justru menatap tajam ke arah Ayah Arsen yang sedang duduk santai minum teh.

Tiba-tiba...

"JANGAN!!" teriak Aluna kecil dengan suara lantang padahal umurnya baru beberapa bulan!

Semua orang kaget! Bayi seumur itu biasanya baru bisa ngoceh, tapi Aluna bisa ngomong kata utuh?!

Belum sempat mereka heran, tiba-tiba...

TRAAKK!!

Lampu gantung kristal yang sangat berat dan besar di atas kepala Ayah Arsen tiba-tiba putus kabelnya dan jatuh ke bawah!

BRUUUAAAKKK!!!

"AAAAHH!!"

Semua orang menjerit ketakutan! Pecahan kaca berterbangan!

Untungnya... tepat sepersekian detik sebelum lampu itu menimpa kepalanya, Ayah Arsen refleks melompat berdiri karena kaget mendengar teriakan Aluna tadi.

"DUH ARGH!!" Ayah Arsen terhuyung mundur, bajunya basah tumpahan teh, tapi badannya selamat total!

Hampir saja kepalanya hancur!

Suasana jadi ricuh. Para asisten dan satpam langsung berlarian mengecek keadaan.

Ibu Arsen langsung memeluk suaminya sambil menangis. "Ya Allah... selamat... kamu selamat, Yah!"

Arsen dan Keisha masih berdiri mematung sambil memegang Aluna erat-erat. Mereka menatap bayi itu dengan mata terbelalak.

"Aluna... kamu... kamu tahu lampunya mau jatuh?" tanya Arsen terbata-bata.

Aluna menunjuk puing-puing lampu, lalu menunjuk kabel yang putus, dan berkata pelan, "Putus... bahaya."

BRUK!

Jantung semua orang copot.

Jadi benar apa yang dikatakan Nenek itu! Aluna bisa melihat apa yang akan terjadi sebelum kejadian! Dia punya penglihatan masa depan!

"Anakku... anakku penyelamat..." bisik Keisha sambil mencium kening putrinya berkali-kali, air mata haru mengalir. "Terima kasih sudah selamatkan Kakek ya Sayang."

 

Malam harinya...

Kejadian siang tadi membuat Arsen makin waspada. Dia menyadari bahwa putrinya bukan anak biasa. Kekuatannya nyata dan sangat kuat.

Di ruang kerja, Arsen sedang mencari informasi tentang kondisi mata heterokromia yang disertai kemampuan supranatural.

Tiba-tiba dia menemukan sebuah artikel kuno yang tertulis dalam bahasa asing. Setelah diterjemahkan, matanya membelalak.

'Anak dengan mata langit dan bumi, serta tanda bintang di dada... adalah Penjaga Gerbang. Mereka adalah perantara dunia nyata dan dunia gaib. Mereka dicari oleh banyak pihak... baik untuk dijaga maupun untuk dimanfaatkan kekuatannya.'

Dan di bagian bawah tertulis:

'Waspadalah terhadap Ordo Mata Terpejam. Mereka akan datang mencari anak tersebut saat bulan purnama pertama.'

"Ordo Mata Terpejam?" gumam Arsen dingin. "Apa itu lagi?"

 

Tepat saat Bulan Purnama...

Malam itu bulan bersinar sangat terang, cahayanya masuk menerangi kamar tidur Aluna.

Aluna terbangun. Dia duduk di dalam box-nya. Matanya yang berbeda warna itu bersinar terang terkena cahaya bulan.

Tiba-tiba... dinding kamar itu seakan berubah transparan. Dan dari balik cermin besar di sudut kamar, muncul bayangan orang-orang berbaju jubah hitam panjang dengan topi menutupi wajah.

Mata mereka tertutup kain penutup berwarna merah.

Ordo Mata Terpejam!

Salah satu dari mereka, yang tampak sebagai pemimpin, mendekati ranjang Aluna. Walaupun matanya tertutup, tapi dia seakan bisa melihat dengan jelas.

"Ah... akhirnya kami menemukanmu, Bintang Kecil," bisik orang itu dengan suara serak dan bergema. "Kekuatanmu sangat besar. Ayo ikut kami. Kami akan ajarkan kau mengendalikan kekuatan itu. Kau akan menjadi ratu dunia."

Aluna tidak takut. Dia justru menatap orang itu dengan tatapan tajam.

"Jahat... kalian jahat..." kata Aluna pelan. "Kalian mau pakai Aluna buat bikin rusuh."

Pemimpin itu tersenyum miring. "Kami hanya ingin keseimbangan. Sekarang... ayo pergi."

Orang itu mengulurkan tangannya. Anehnya, tangan Aluna seakan ditarik magnet kuat, perlahan terangkat mau menyentuh tangan orang asing itu.

"Aluna... jangan..." bisik suara halus dari dalam hati gadis kecil itu.

TAPI...

"STOPPP!!"

Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar!

Arsen dan Keisha berlari masuk dengan wajah panik luar biasa! Mereka merasa tidak tenang dan langsung mengecek kamar anak-anak.

Saat melihat sosok-sosok misterius berbaju hitam itu, Arsen langsung menarik pistol dari pinggangnya dan menodongkan!

"SIAPA KALIAN?! KELUAR DARI RUMAHKU!!" teriak Arsen garang.

Keisha langsung menggendong Aluna dan memeluknya erat-erat menjauh dari orang-orang aneh itu.

"JANGAN SENTUH ANAKKU!!"

Orang-orang itu tidak terkejut. Mereka perlahan menoleh ke arah Arsen.

"Tuan Arsen... jangan kasar begitu. Kami datang bukan untuk berperang. Kami datang untuk mengambil apa yang menjadi hak kami. Anak itu... bukan milik kalian. Dia milik dunia."

"OMONG KOSONG! DIA ANAKKU! DARAH DAGINGKU!" bentak Arsen. "Kalian siapa?! Sekte sesat?!"

"Kami Ordo Mata Terpejam. Kami sudah mencari anak dengan tanda bintang ini selama ratusan tahun. Dia kuncinya, Tuan. Kunci untuk membuka kekuatan besar. Kalau kalian menyerahkan dia pada kami, kami akan berikan kalian kekayaan dan umur panjang."

"AKU TIDAK MAU APA-APA SELAIN ANAKKU! KELUAR SEBELUM AKU TEMBAK!"

Pemimpin Ordo itu mendengus kesal. "Kalian tidak mengerti apa yang kalian hadapi. Kami tidak bisa dipukul atau ditembak secara fisik biasa. Kami wujud dari energi."

Tapi Aluna tiba-tiba berteriak di pelukan ibunya.

"MAMA! PAKAI CINCIN MAMA! CAHAYA!!"

Keisha bingung, tapi refleks dia melihat cincin pemberian Arsen yang ada di jarinya. Cincin itu memiliki batu permata biru.

Tanpa pikir panjang, Keisha mengangkat tangannya ke arah cahaya bulan dan mengarahkan pantulan cahayanya tepat ke wajah orang-orang jubah hitam itu!

SREETTT!!!

"AAAAAAHHHH!!"

Orang-orang itu menjerit kesakitan saat terkena pantulan cahaya itu! Tubuh mereka berasap!

"Cahaya murni...!" seru pemimpin itu kaget. "Kau... darah keturunan penjaga juga?!"

"KELUAR!! JANGAN PERNAH KEMBALI!!" teriak Keisha dengan aura yang tiba-tiba berubah sangat gagah dan berwibawa.

"Baiklah... kami akan pergi untuk saat ini. Tapi ingat... kami akan kembali. Dunia butuh Bintang Kecil itu!"

Dengan sekejap mata, sosok-sosok itu menghilang seperti asap, kembali masuk ke dalam cermin hingga kamar itu kosong kembali.

Hanya tersisa angin kencang yang menerbangkan gorden.

 

Arsen langsung mengunci pintu rapat-rapat dan memeriksa seluruh sudut kamar. Napasnya memburu.

Dia menoleh ke arah istri dan anaknya.

"Kamu... kamu kenapa bisa tahu harus pakai pantulan cahaya, Sayang?" tanya Arsen heran.

Keisha menggeleng bingung sambil memegang dadanya yang berdebar kencang. "Aku juga tidak tahu... tiba-tiba saja ada suara di kepalaku yang nyuruh begitu. Dan... aku merasa ada kekuatan aneh mengalir di tubuhku saat aku marah tadi."

Mereka menatap Aluna. Bayi itu kini tersenyum lebar dan bertepuk tangan kecil.

"Pintar... Mama pintar... Papa kuat..."

Arsen menghela napas panjang, lalu duduk di samping mereka dan memeluk keduanya erat-erat.

"Jadi... ini baru permulaan ya?" bisik Arsen. "Kita bukan cuma lawan penjahat biasa. Kita lawan dunia supranatural?"

Keisha mengangguk pelan, matanya menatap tajam. "Tapi kita tidak akan takut. Selama kita bersama... tidak ada yang bisa ambil anak-anak kita."

Tiba-tiba Aluna memegang pipi ibunya, lalu menunjuk ke arah cermin lagi.

"Mama... Aluna tahu... asal usul Mama... dari sana..."

BRUK!

Wajah Keisha pucat.

"Maksud kamu apa, Sayang? Mama dari mana?"

Aluna tersenyum misterius, lalu berkata satu kalimat yang membuat bulu kuduk Arsen dan Keisha merinding sekujur tubuh.

"Mama... Putri Rembulan..."

1
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!