NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bianca menghilang

Bianca akhirnya sampai di tempat yang alamatnya dikirimkan oleh Dinda. Ia tampak bingung dan heran melihat suasana di sana yang sangat sepi, bahkan tidak terlihat seorang pun lewat. Bianca mencoba mengecek kembali alamat di ponselnya untuk memastikan apakah ia sudah berada di tempat yang tepat.

"Benar kok alamatnya sesuai dengan yang ada di sini, tapi kenapa tempatnya sepi sekali? Tidak ada orang dan tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali," gumam Bianca heran seraya memandang ke sekelilingnya yang tampak sepi dan mencekam.

Belum sempat Bianca beranjak dari tempatnya, tiba-tiba muncul seseorang bertopeng yang wajahnya sama sekali tidak terlihat. Orang itu dengan cepat menutup dan membekap mulut Bianca hingga gadis itu tidak bisa berteriak atau bergerak, lalu membawanya pergi dari tempat itu secara paksa.

Sementara itu, Dinda tiba di rumah Bianca. Ia segera turun dari mobil dengan berlari sekuat tenaga, berharap ia masih bisa bertemu dan mencegah sahabatnya itu pergi. Dinda mengetuk pintu rumah Bianca dengan sangat keras dan panik.

Tak lama, Ella pun membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, Dinda langsung berteriak memanggil nama Bianca ke seisi rumah, berharap sahabatnya itu mendengar suaranya dan segera keluar. Namun, Ella hanya membalas dengan tatapan datar lalu berkata, "Dia tidak ada di rumah. Bukankah Lo sendiri yang menyuruhnya pergi ke sana?"

Mendengar perkataan Ella, kaki Dinda seketika lemas. Ia langsung jatuh berlutut di depan pintu dan menangis tersedu-sedu sejadi-jadinya. Ella yang melihat hal itu segera berusaha menenangkan Dinda terlebih dahulu agar ia bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang membuat Dinda bertindak begitu panik dan aneh.

Di tempat lain, suasana terasa sangat bahagia dan cerah di kediaman Barra. Hari ini, ibunya telah pulang kembali ke Indonesia setelah menjalani masa pengobatan dan penyembuhan di luar negeri selama beberapa waktu. Barra menyambut kedatangan ibunya itu dengan senang hati. Begitu bertemu, Barra langsung memeluk ibunya dengan erat.

"Aku kangen sekali sama Mama. Bagaimana keadaan Mama sekarang? Apakah sudah benar-benar pulih?" tanya Barra dengan nada penuh kasih sayang.

Ibunya pun tersenyum lembut menjawab pertanyaan anak kesayangannya itu, "Mama sudah mulai pulih dan sehat seperti sediakala. Bahkan Mama sudah kuat untuk memarahi kamu lagi kalau kamu nakal atau bandel," canda ibunya.

Barra pun tertawa mendengar ucapan ibunya. Ia kemudian mengantar ibunya masuk ke dalam rumah dan membawanya beristirahat di kamar agar tenaga ibunya benar-benar pulih kembali sepenuhnya.

Setelah suasana hati Dinda mulai sedikit tenang, Ella kembali bertanya dengan lembut tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya. Dinda menatap wajah Ella dengan tatapan sendu dan penuh keraguan. Di dalam hatinya, ia bergumam, "Jika gue menceritakan semuanya kepada Ella, maukah dia membantu gue? Padahal semua orang tahu kalau Ella menyukai Leo selama ini. Apa yang akan dipikirkannya tentang gue nanti?"

Ella membalas tatapan Dinda dengan tatapan tulus dan hangat. Ia lalu menggenggam tangan Dinda erat-erat dan berkata dengan lembut, "Gue akan ngebantu Lo memecahkan masalah apa pun yang sedang Lo hadapi. Gue tidak akan pernah meninggalkan Lo sendirian. Kalau Lo menginginkan bantuan gue,ceritakanlah semuanya dari awal sampai akhir."

Mendengar ucapan tulus itu, hati Dinda pun luluh. Ia mulai menceritakan segalanya, mulai dari isi ponselnya yang hilang yang ternyata berisi foto-foto Leo yang diambilnya secara diam-diam. Dinda pun menegaskan bahwa ia sebenarnya hanya mengagumi Leo dan tidak memiliki niat jahat sedikitpun. Ia bahkan tidak akan marah dan tidak akan keberatan siapapun wanita yang nantinya menjadi pendamping hidup Leo. Justru ia merasa sangat senang jika melihat Leo bahagia dengan pilihannya.

Dinda kemudian bertanya kepada Ella, apakah Ella marah padanya setelah mengetahui hal itu, mengingat Ella juga menyukai Leo. Dinda juga bertanya apakah Ella masih bersedia membantunya meskipun ia telah melakukan kesalahan itu.

"Gue memang pernah menyukai Leo, tapi itu dulu. Sekarang gue sudah memutuskan untuk hidup dengan bebas dan tidak terikat perasaan sempit seperti itu. Apapun yang terjadi, gue tetap akan membantu Lo," jawab Ella dengan senyuman manis seraya menggenggam tangan Dinda lebih erat lagi, meyakinkan Dinda.

Dinda pun melanjutkan ceritanya. Ia menceritakan bahwa sejak ponselnya hilang, ada seseorang yang terus meneror dan mengancamnya. Orang itu mengancam akan menyebarkan isi foto di dalam ponsel itu jika Dinda tidak mau menuruti semua perintahnya. Dinda juga memperlihatkan isi pesan ancaman yang dikirimkan oleh si peneror kepada Ella.

"Terakhir, orang jahat itu menyuruh gue untuk membawa Bianca ke alamat yang sudah dikirimkannya. Sekarang gue sangat menyesal, kenapa gue menuruti perkataannya dan menyuruh Bianca ke sana. Jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, bagaimana nasibnya, El?" ucap Dinda di sela tangisnya yang semakin menjadi.

Mendengar penuturan Dinda, Ella sangat terkejut dan semakin yakin dengan firasatnya selama ini.

"Jadi benar firasat gue! Memang ada sesuatu yang tidak beres dan aneh dari awal. Pasti semua ini sudah direncanakan dengan matang oleh orang jahat itu. Kita harus segera mencari dan menyelamatkan Bianca sebelum terlambat," ucap Ella dengan nada cemas dan tegas.

Ella kemudian bertanya kepada Dinda apakah ia membawa mobilnya. Dinda pun mengangguk mengiyakan pertanyaan itu. Ella segera mengajak Dinda untuk berangkat mencari Bianca secepat mungkin. Sebelum pergi, Dinda sempat berpesan kepada sopirnya bahwa ia akan menginap di rumah Bianca malam ini, sehingga sopirnya diperbolehkan pulang terlebih dahulu.

Akhirnya, mereka pun tiba di alamat yang dikirimkan oleh si peneror. Namun, betapa kagetnya mereka berdua karena tidak menemukan sosok Bianca di sana. Ella dan Dinda berteriak memanggil nama Bianca berulang kali, namun tidak ada sahutan sama sekali. Tempat itu sangat sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan, dan hanya terlihat bangunan rumah kosong yang tampak tua dan terbengkalai.

Namun, saat sedang melihat-lihat ke sekeliling, mata Ella menangkap sebuah benda kecil tergeletak di tanah. Ia mendekat dan mengambilnya. Ternyata itu adalah gelang yang sempat diberikannya kepada Bianca sebelum dia berangkat ke tempat ini.

(Kilas Balik Ella)

Waktu itu di rumah Bianca, Ella sudah melarang Bianca untuk pergi karena firasatnya yang sangat buruk dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Namun, Bianca tetap bersikeras untuk pergi karena ia sangat percaya kepada Dinda dan yakin bahwa Dinda tidak mungkin membohonginya atau menjebaknya.

"Baiklah, kalau Lo tetap ingin pergi, gue izinkan. Tapi bawa dan pakai ini dulu," ujar Ella sambil memberikan dua buah gelang kepada Bianca. "Lo pakai satu gelang di tangan lo , dan satu lagi Lo bawa. Jika nanti Lo merasa ada sesuatu yang aneh atau Lo merasa dalam bahaya, jatuhkan gelang itu di tempat Lo berada. Gelang itu akan menjadi tanda bagi gue kalau Lo sedang dalam masalah atau bahaya," jelas Ella panjang lebar.

Bianca tertawa mendengar penjelasan itu, ternyata Ella punya barang yang canggih dan unik. Ella kemudian menjelaskan bahwa barang itu bukan miliknya, melainkan milik tantenya. Dulu anak tante Ella sering tersesat atau hilang, sehingga gelang itu dibuat agar mudah dilacak keberadaannya. Saat ini, tante Ella meminjamkan gelang itu kepada Ella karena Ella tinggal jauh dari orang tuanya. Bianca pun mengangguk mengerti dan segera berpamitan pergi dari rumah.

(Kilas Balik Berakhir)

"Gawat, Din! Benar dugaan gue, Bianca sedang dalam bahaya besar sekarang!" seru Ella dengan wajah panik dan nada cemas yang mendalam.

Akankah Dinda dan Ella berhasil menemukan Bianca dan menyelamatkannya tepat pada waktunya?

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!