NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Altar Transmutasi dan Kehadiran Sang Permaisuri

Kuil Cahaya Abadi bukanlah bangunan biasa. Saat **Wang Jian** menembus lapisan pelindung terluarnya, ia menyadari bahwa seluruh struktur ini adalah organisme hidup yang terbuat dari kristal kesadaran. Dinding-dindingnya berdenyut dengan cahaya putih yang menghisap *Qi* siapa pun yang dianggap tidak layak. Namun, dengan **Fisik Naga Primordial Bersisik Emas**, Jian justru melangkah dengan otoritas seorang pemangsa yang masuk ke wilayah mangsanya.

Di pusat kuil, terdapat sebuah ruangan berbentuk kubah yang langit-langitnya terbuka langsung ke arah inti energi Benua Mistis. Di tengah ruangan itu, melayang sebuah altar yang terbuat dari permata jernih. Di atasnya, terbaring **Lin Meiling**.

Tubuh Meiling dikelilingi oleh rantai-rantai cahaya yang menembus titik-titik meridian utamanya. Cahaya bintang ungu miliknya yang dulu lembut, kini dipaksa berubah warna menjadi emas pucat yang dingin. Rambut hitamnya mulai berubah menjadi perak menyilaukan, dan tanda aneh berbentuk bunga teratai cahaya muncul di dahinya.

"Meiling!" raung Jian.

Suara Jian menggetarkan seluruh kubah, namun Meiling tidak bergerak. Matanya terbuka, tetapi pupilnya tidak lagi memiliki binar kehidupan; yang ada hanyalah kekosongan surgawi yang mengerikan.

### **Konfrontasi dengan Para Imam Besar**

"Hentikan langkahmu, Makhluk Terkutuk," sebuah suara lembut namun penuh tekanan muncul dari balik pilar.

Dua sosok mengenakan jubah putih panjang dengan topeng emas muncul. Mereka adalah **Imam Besar Lux** dan **Imam Besar Solis**, pemegang otoritas ritual di Kuil Cahaya. Keduanya adalah praktisi **Ranah Kristalisasi Inti Bintang 9**, hanya selangkah lagi menuju Ranah Nascent Soul yang legendaris.

"Upacara telah mencapai tahap akhir," ucap Imam Lux. "Jiwa manusia yang fana ini telah dibersihkan. Sekarang, tubuhnya sedang dipersiapkan untuk menerima kesadaran **Permaisuri Cahaya**. Kau hanya akan menyaksikan kebangkitan dewa."

"Dewa?" Jian tertawa, suara tawa yang menyerupai guntur yang pecah. "Dewa yang membutuhkan tubuh orang lain untuk hidup hanyalah parasit busuk! Jika kalian tidak melepaskannya, aku akan menjadikan kuil ini sebagai pemakaman kalian!"

Jian menghentakkan kakinya, dan **Domain Gravitasi Naga** miliknya meledak. Kali ini, gravitasi itu tidak hanya menekan ke bawah, tetapi berputar secara sentrifugal, menciptakan pusaran plasma hitam-emas yang mulai mengoyak lantai kristal altar.

### **Duel Cahaya dan Kegelapan Plasma**

Imam Solis mengangkat tongkatnya. "**Hukuman Cahaya: Seribu Matahari!**"

Ribuan berkas cahaya intens ditembakkan dari langit-langit, masing-masing setajam pedang dan sepanas magma. Jian tidak menghindar. Ia memutar tombak hitamnya dengan kecepatan yang melampaui suara, menciptakan **Tameng Badai Plasma**.

*Srat! Srat! Srat!*

Cahaya-cahaya itu dipantulkan atau ditelan oleh pusaran plasma Jian. Jian melesat maju menggunakan **Langkah Naga Kilat**, menembus ruang antara kedua imam tersebut.

"**Seni Orisinal: Pukulan Naga Penghancur Jiwa!**"

Tinju Jian yang dilapisi sisik emas menghantam perut Imam Lux. Meskipun imam itu memiliki pelindung *Qi* tingkat tinggi, kekuatan fisik naga Jian yang telah mencapai **Ranah Kristalisasi Inti Bintang 5** menembus pertahanan itu seperti pisau panas menembus mentega.

*BUMMM!*

Imam Lux terlempar menabrak pilar, memuntahkan darah yang berwarna emas terang. Namun, Imam Solis tidak tinggal diam. Ia menggunakan kesempatan itu untuk merapal mantra pengunci.

"**Segel Sembilan Langit: Penjara Cahaya Abadi!**"

Sembilan pilar cahaya muncul di sekeliling Jian, menghubungkan satu sama lain dengan rantai energi yang menghisap *Qi* naga miliknya. Jian merasa tubuhnya mendadak berat, dan sisik emasnya mulai meredup.

### **Munculnya Sang Leluhur: Bayangan di Balik Takhta**

Di saat Jian terjepit, sebuah tawa kering yang sangat ia kenali terdengar dari kegelapan di belakang altar.

"Masih saja keras kepala, Jian..."

Sesosok bayangan transparan muncul. Itu adalah **Leluhur Wang Sui-Ren**. Meskipun tubuh fisiknya telah hancur di Puncak Es, jiwanya yang telah mencapai tahap setengah Nascent Soul berhasil melarikan diri ke Benua Mistis. Kini, ia tampak seperti roh jahat yang menempel pada energi altar.

"Leluhur..." geram Jian, giginya beradu. "Kau masih belum mati juga?"

"Aku tidak bisa mati sebelum aku melihat klan Wang menguasai seluruh dimensi ini," ucap Leluhur dengan nada gila. "Para Imam ini mengira mereka membangkitkan permaisuri mereka, tapi sebenarnya, aku telah menyusupkan esensi jiwaku ke dalam proses transmutasi. Saat tubuh istrimu siap, bukan permaisuri yang akan bangkit... tapi **Aku**, dengan kekuatan cahaya bintang dan tubuh dewa!"

Wajah para Imam Besar berubah pucat. "Apa?! Kau mengkhianati perjanjian?!"

"Kalian terlalu bodoh," ejek Leluhur. "Sekarang, Jian, saksikanlah saat aku mengambil apa yang paling kau cintai!"

### **Pecahnya Segel dan Transformasi Iblis Naga**

Melihat Leluhur mencoba merasuki Meiling, kemarahan Jian mencapai titik yang melampaui akal sehat. Matanya yang tadinya memiliki pupil naga kini berubah menjadi merah darah sepenuhnya. Energi plasma di tubuhnya meledak dengan warna hitam pekat yang mengandung kilatan ungu tua.

"**KAU... TIDAK AKAN... MENYENTUHNYA!**"

*KRAAAKKK!*

Segel Sembilan Langit hancur berantakan. Kekuatan emosional Jian memicu resonansi dengan **Sumsum Dewa** di dalam tulangnya. Ia memaksa tubuhnya melakukan evolusi darurat. Sisik-sisik naga kini tumbuh di sepanjang rahang dan dahinya, membentuk tanduk kecil yang tajam.

**[MODUS BERSERK: INKARNASI NAGA IBLIS]:**

* **Ranah:** Melompat ke **Kristalisasi Inti Bintang 7** secara sementara.

* **Kekuatan:** Menghilangkan rasa sakit, meningkatkan kekuatan fisik hingga 500%.

Jian melesat ke arah altar seperti bayangan kematian. Imam Solis mencoba menghalanginya, namun Jian hanya mengibaskan tangannya, menciptakan tebasan angin plasma yang memotong tongkat imam itu beserta lengannya dalam sekejap.

Ia melompat ke atas altar dan mencengkeram bayangan Leluhur Wang dengan tangannya yang kini dilapisi energi **Pelahap Arwah**.

"Kau ingin jiwa? Aku akan memberimu neraka!"

Jian menarik paksa esensi jiwa Leluhur keluar dari medan energi Meiling. Leluhur Wang berteriak dalam kengerian saat energinya mulai "dimakan" oleh plasma hitam Jian.

### **Kebangkitan "Permaisuri": Dilema Sang Suami**

Namun, tepat saat Jian hendak menghancurkan jiwa Leluhur sepenuhnya, tubuh Meiling di atas altar mulai bersinar dengan cahaya yang sangat menyilaukan. Tanda bunga teratai di dahinya mekar sempurna.

Meiling membuka matanya. Tapi itu bukan tatapan Meiling. Tatapan itu dingin, kuno, dan penuh dengan keagungan yang menindas.

"Siapa... yang berani mengganggu tidur panjangku?" suara Meiling berubah, menjadi ganda—suara lembutnya bercampur dengan suara wanita lain yang berwibawa tinggi.

Meiling (Permaisuri) mengangkat tangannya, dan sebuah gelombang energi cahaya murni meledak, melemparkan Jian dan roh Leluhur menjauh dari altar.

Jian mendarat dengan keras di lantai. Ia menatap istrinya—atau apa pun yang sekarang ada di dalam tubuh itu—dengan hati yang hancur. "Meiling... apakah itu kau?"

Sosok di atas altar berdiri perlahan, rambut peraknya melayang tertiup energi. Ia menatap Jian sejenak, dan untuk sepersekian detik, ada kilatan kesedihan di matanya sebelum kembali menjadi dingin.

"Gadis ini... cintanya padamu menghalangi penyatuanku," ucap sang Permaisuri. "Namun, keberadaanmu adalah ancaman bagi tatanan Benua Mistis. Pergilah, atau aku sendiri yang akan menghapusmu dari eksistensi."

Jian berdiri, darah mengalir dari sudut mulutnya. Ia menunjuk ke arah Meiling dengan tombaknya. "Aku tidak peduli kau permaisuri atau tuhan sekalipun. Kembalikan istriku, atau aku akan merobek surga ini sampai ke dasarnya!"

### **Status Kultivasi Akhir - Bab 26:**

* **Nama:** Wang Jian

* **Ranah Kultivasi:** **Kristalisasi Inti Bintang 7** (Modus Inkarnasi Naga Iblis - Tidak Stabil).

* **Kondisi:** Cedera serius pada meridian akibat pemaksaan energi, mental di ambang kegilaan.

* **Situasi:** Meiling telah terbangun sebagai Wadah Permaisuri Cahaya (Kesadaran Ganda).

* **Musuh:** Permaisuri Cahaya (dalam tubuh Meiling), Roh Leluhur Wang (melemah), Imam Besar yang tersisa.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!