NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Ratu mengunyah steak nya dengan tenang, meski ia bisa merasakan sepasang mata tajam dari meja seberang yang terus mengintainya seperti elang. Sebagai wanita yang terbiasa hidup di bawah radar namun tetap waspada, ia tahu persis siapa pria itu. Angga. Rival bisnis Ardiansyah yang belakangan ini sering muncul di dekat Ardiansyah maupun Nisya seperti jelangkung.

Ratu mendengus kecil di balik suapan makanannya. "Apa dia tidak punya pekerjaan lain selain memandangi asisten orang makan?" pikirnya masa bodo.

Merasa mendapatkan momentum, Angga berdiri. Ia merapikan jasnya, memasang senyum paling menawan yang ia miliki, dan melangkah mendekat dengan kepercayaan diri setinggi langit.

"Selamat siang, Nona Ratu. Tidak menyangka akan bertemu Anda di tempat sekelas ini. Sepertinya selera makan seorang asisten Afnan Style cukup tinggi juga, ya?"

Ratu tidak berhenti mengunyah. Ia hanya melirik Angga dari balik kacamata besarnya yang sudah ia pasang kembali, kali ini untuk menutupi sorot matanya yang malas.

Angga mengulurkan tangan dengan mantap. "Perkenalkan, saya Angga. Kita sempat bertemu di kantor Ardiansyah, tapi sepertinya kita belum sempat berkenalan secara resmi."

Angga menunggu. Tangannya masih menggantung di udara, berharap disambut dengan hangat oleh wanita yang menurutnya sangat menantang ini. Namun, Ratu justru meletakkan pisau dan garpunya perlahan, lalu menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada dengan sopan tanpa menyentuh tangan Angga.

"Maaf, Pak Angga. Saya tidak bersalaman dengan pria yang bukan mahram. Dan soal selera makan... asisten juga butuh asupan gizi yang baik agar kuat menghadapi klien yang hobi memata-matai, bukan?" sahut Ratu dingin.

Tangan Angga membeku di udara. Ia menariknya kembali dengan canggung, mencoba menutupi rasa malunya dengan tertawa kecil yang terdengar dipaksakan.

"Ah... iya, saya lupa. Sangat religius ternyata. Saya kagum. Tapi,Nona Ratu... Anda sendirian? Rasanya tidak adil jika wanita sepertimu menghabiskan menu seenak ini tanpa teman bicara yang... selevel." Ucap Angga tanpa malu.

Ratu tersenyum tipis, tapi matanya tetap dingin "Saya sangat menikmati kesendirian saya, Pak Angga. Dan saya rasa, level kita memang berbeda. Saya asisten yang sibuk bekerja, sementara Anda sepertinya punya banyak waktu luang untuk berdiri di samping meja orang lain."

Angga nyaris tersedak ludahnya sendiri. Ia mengambil ponselnya dari saku, pura-pura mengecek sesuatu agar tidak terlihat terlalu ngenes.

"Wah, kamu galak juga ya. Tapi jujur, saya lebih suka yang seperti ini daripada yang terlalu menurut. Oh ya, ngomong-ngomong, Ardiansyah tahu kalau asistennya ini punya wajah secantik... maksud saya, punya selera semewah ini?

Ratu meraih segelas air putih, meminumnya dengan anggun, lalu berdiri. Ia merapikan jilbabnya yang berwarna gelap, memberikan kesan misterius namun berkelas.

"Apa yang Pak Ardiansyah tahu atau tidak tahu, itu bukan urusan Anda. Permisi, saya banyak urusan. Selamat menikmati sisa hari libur mu, Pak Angga." Ucap Ratu tersenyum Devil, senyum yang membuat Angga merinding, sekaligus kagum.

Ratu melangkah pergi meninggalkan Angga yang masih mematung di samping meja kosong. Angga mengusap wajahnya, lalu mengusap-usap telapak tangannya yang tadi ditolak bersalaman oleh ratu, seolah untuk mendinginkan rasa malunya.

Angga bergumam takjub "Sial... dia benar-benar sulit didapatkan. Tapi justru itu yang bikin saya makin penasaran. Maaf ya Ardi, sepertinya targetku sekarang bukan cuma proyek hotelmu, tapi juga asistenmu ini."

_____

Di kediaman Suhadi, ketenangan siang Ardiansyah hancur seketika. Siska, ibu Nisya yang merasa tidak terima dengan nasib putrinya, diam-diam menelpon Monica. Dengan suara yang gemetar dan dramatis, Siska mengadu betapa hancurnya hati Nisya karena diputus secara sepihak.

Mendengar hal itu, Monica yang sangat menjaga reputasi keluarga merasa harga dirinya diinjak-injak. Ia berjalan dengan langkah menghentak menuju area kolam renang, di mana Ardiansyah terlihat sedang bersantai.

"ARDIAN SYAH! " teriak Monica sampai menggema di seluruh mansion Suhadi, " Apa-apaan ini?! Tante Siska menelpon Mama sambil menangis! Kamu membatalkan pertunangan begitu saja? Apa kamu sudah gila?!" seru Monica menatap tajam putranya.

Ardiansyah yang sedang menyesap kopinya tetap tenang. Matanya masih terpaku pada layar ponselnya. Di sana, ia sedang asyik menonton siaran live Instagram dari sebuah akun yang ia ikuti secara rahasia.

"Ma, Ardi cuma jujur pada perasaan Ardi sendiri. Tidak ada gunanya melanjutkan pernikahan tanpa cinta., Ardi mencintai wanita lain, kalau pernikahan ini di teruskan, Ardi tidak akan pernah bahagia" sahut Ardiansyah datar.

"Cinta?! Sejak kapan kamu jadi puitis soal cinta? Kita bicara soal reputasi dan hubungan bisnis, Ardi! Siapa wanita itu? Pasti si asisten preman itu kan?! Kamu merusak masa depanmu demi wanita yang tidak jelas asalnya!"

Ardiansyah tidak menghiraukan omelan ibunya. Di layar tabletnya, Ratu terlihat sangat berbeda. Ia sedang melakukan siaran live untuk para pengikut setianya. Tanpa kacamata besar, Ratu tampak sangat fokus mencoret-coret kertas desain.

Ratu berseru senang di acara livenya...."Nah, untuk keponakan ku yang gembul dan juga cantik, Alesha yang usianya baru mau dua tahun, kita pakai bahan tule yang lembut ya, supaya dia nggak gatal. Warnanya peach, biar senada sama dekorasi ulang tahunnya nanti..."

Ardiansyah tersenyum tipis melihat jari-jari lentik Ratu yang begitu terampil. Ia melihat betapa tulusnya Ratu saat membicarakan keponakannya, Alesha.

Ardiansyah bergumam pelan "Ternyata selain tangguh, kamu punya sisi selembut ini kalau soal keluarga..."

Monica yang merasa diabaikan langsung menyambar tablet Ardiansyah. Ia terkejut melihat apa yang ditonton putranya.

"Jadi ini? Kamu dari tadi mengabaikan Mama hanya untuk melihat seorang wanita , menggambar baju anak kecil? " Monica berkacak pinggang,ia tidak tahu, kalau di dalam live itu adalah Ratu....Monica menyembunyikan ponsel Ardiansyah di belakang tubuhnya.

"Ardi, sadarlah! Dia itu cuma asisten!, Nisya adalah gadis sederhana yang sangat santun, orang tuanya jelas, ayahnya dermawan, ibunya lembut, sementara dia , tidak jelas, !" seru Monica dengan kencang

Ardiansyah berdiri dengan wajah serius, mengambil kembali tabletnya, yang di sembunyikan di belakang"Mama salah. Dia bukan cuma asisten. Dia adalah wanita paling jujur yang pernah Ardi temui. Dan soal Nisya, dia tidak sedih, Ma. Dia setuju dengan keputusan ini."

Ardiansyah lalu berjalan masuk ke dalam, meninggalkan Monica yang masih berteriak kesal di tepi kolam. ia memijat pelipisnya yang terasa pusing, ketiga anaknya memiliki sifat karakter yang berbeda, Najwa yang keras kepala namun sangat lembut, Alendra yang dulu memiliki dua istri,dan sekarang lebih memilih hidup sederhana di desa, dan sekarang Ardiansyah yang setiap hari membuat darahnya mendidih.

Sementara itu, di Mansion Pratama, Ratu tidak sadar bahwa bukan hanya Ardiansyah yang menonton siarannya. Angga, yang kini sudah tahu siapa Ratu sebenarnya, juga ikut menonton lewat akun palsu sambil tersenyum licik.

"Alesha, ya? Ulang tahun kedua? Sepertinya aku tahu kado apa yang paling tepat untuk menarik perhatian Tante nya yang cantik ini."

1
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
@Mita🥰
lanjut
Cica Aretha
makasih byk thor utk duble up nya..sehat2 thor🙏
Sri Supriatin
tks Thor n sehat terus /Good/ slmt bb Indo n mimpi indah 💪💪💪
Aisyah Virendra
Gaskuyyyy Ardiiii... segeralah halalkan Ratu, jangan kalah sama 2 saudaramu yg punya kisahnya masing² dg cara yg unik dan Extreem 🤣🤣 wujudkan mimpimu untuk segera memiliki Ratu, ia Ratu dihatimu dan duniamu 🤭 taklukan segala rintangan yg menghadang 💪
Sukarti Wijaya
nambah thor up nya buat malming😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!