NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 26

Bab 26

"Engga tenang aja..jonathan-jonathan itu udah ga pernah gangguin aku lagi kok.."

"Kamu yakin kan bi.."

"Kalau sampai dia gangguin kamu lagi kamu bilang aja ke aku.."

"Nanti aku aduin ke suamiku bi.."

"Hahaha memang suamimu mau ngapain kalau kamu ngadunya ke dia.."

"Ih bianca.."

"Duh udah laper banget.."

"Baunya hmmm..enak banget pasti ini.."

Ucap nadisya yang sedang menunggu bianca memasak.

"Tumben kamu kesini.."

"Kenapa?.."

"Mm sebenernya aku mau ngomong sesuatu.."

"Tapi..."

"Kita masih bisa berteman kok,nanti kalau kamu libur bisa ke bali.."

"Ohh jadi kamu mau ke bali,nyusulin suamimu lagi.."

"Aku pengennya menetap..nanti anak-anak akan kita bawa kesana.."

"Bagus dong.."

"Aku dukung kalau itu maunya kalian.."

"Nanti kapan-kapan aku cuti kesana jengukin kalian.."

Di sela-sela obrolan bianca dan nadisya,terdengar seseorang yang sedang menekan kata sandi di apartemennya.

"Oh tidak.." bathin bianca.

"Tunggu bentar..kamu disini dulh nad..jagain masakannya..takut gosong.." ucap bianca yang segera berlari ke arah pintu.

"Heii ngapain kesini.." ucap bianca setelah melihat kedangan jonathan lalu buru-buru mendorongnya ke arah tangga darurat.

Jonathan lalu menarik tubuh bianca kedalam pelukannya.

"Tentu aku menghampiri istriku..untuk apa lagi.."

"Ada nadisya.."

"Udah sana turun.."

Jonathan menuntun jari tangan bianca untuk menyentuh area sensitif jo yang sudah sedikit menegang.

"Aaww.." pekik bianca.

"Jangan kenceng-kenceng.." ucap jonathan lalu menghujani ciuman dibibir merah bianca.

"Jangan disini..nanti saja jo.."

"Ayolah sayang..sudah berapa hari aku tidak merasakan tubuhmu.." paksa jonathan.

"Tunggu nadisya pulang jo..ahh.." ucap bianca sembari mendorong kuat-kuat tubuh jonathan.

Mau tidak mau akhirnya jonathan menuruti keinginan bianca yang berjanji akan turun setelah nadisya turun.

"Lama banget astaga..darimana aja si bi.."

"Liat nih.." gerutu nadisya setelah melihat kedatangan bianca dengan sedikit penampilan yang berantakan.

"Yaampun masakan aku.." teriak bianca setelah melihat masakannya berwarna hitam.

"Ohh itu tadi ada tukang servis kunci,kemarin aku sempet lupa paswordnya.."

"Dan kebetulan hari ini aku meminta mereka menyetingnya.."

"Kayanya aku berniat menjual apartemen ini deh nad.."

"Makanya jangan di tinggal lama-lama udah tau aku ga bisa masak.."

"Tapi sekarang udah bisa kan??"

Bianca hanya mengangguk lalu mengambil alih dapur dan menyuruh nadisya duduk kembali kemeja makan.

"Ini dikit lagi,yang gosong ini aku buang dulu.."

"nah biar rapi setiap kali masakan selesai peralatannya langsung di cuci biar ga numpuk.."

"Uluh-uluh pinter banget yang udah siap jadi istri orang.."

"Pokonya kalau kamu nikah biarin anak-anak aku yang mengiringinya.." ucap nadisya dengan serius,dan bianca yang mendengar itu kembali teringat bahwa dia kini memang sudah menikah.

Sedangkan jonathan pagi ini ntah kenapa rasanya ia ingin melihat bianca,

Ia segera mengambil laptopnya dan memantau cctb di tempat bianca.

"Jadi nadisya beneran nginep.."

"Aku harus segera jual itu apartemen.."

Gerutu jonathan.

Lalu menekan pilihan file yang sudah tersimpan.

"Oh shit..kenapa aku melihatnya.." ucapnya setelah melihat kembali adegan ranjangnya dengan bianca.

Tanpa ia sadari miliknya pun akhirnya mulai bereaksi.

Sesaat muncul hal gila di otak jonathan,ia berkali-kali menghubungi bianca tapi tidak mendapat respon, lalu menghampiri ke apartemennya.

Ddrrrddtt ddrrddtt ddrrddtt

"Hallo selamat siang tuan.."

"Sebelumnya saya meminta maaf karna menghubungimu dihari libur seperti ini.." terdengar suara dari ponsel milik jonathan.

"Iyaa kenapa?.."

"Kami mendapatkan investor baru tuan..hanya saja mereka ingin bertemu langsung dengan tuan.."

"Saya akan mengirimkan alamatnya.."

Telfon pun terputus, dengan setengah rasa malah dan rasa kesal karna mendapat penolakan dari bianca pagi tadi akhirnya jonathan memutuskan untuk menemui investor tersebut.

Jonathan mengenakan kemeja putih dengan dasi hitam dan jaz miliknya,

Kalau di pikir-pikir memang pakaian miliknya serba hitam dan putih,jadi mau mengharapkan apa lagi.

Karna menurutnya ini adalah investor yang sangat ia harapkan akhirnya ia menemui dengan pakain formal.

Disebuah ruang karaoke vvip terlihat seorang dengan tampang yang sangar sedang dimanjakan oleh seorang wanita penghibur.

"Bagaimana tuan..apakah anda juga menginginkan orang-orang ini.." ucapnya sembari menyentuh dagu salah seorang wanita tersebut.

"Hmm itu urusanku nanti.."

"Jika saya memilih untuk menerima tawaran itu akan sangat lama anda menungguku.." jonathan menolak dengan nada bercanda.

"Hahaha saya suka dengan ucapan anda barusan.."

"Okeh..kita bahas bisnis kita saja ini.."

Berjam-jam jonathan membahas proyek bersama investor asal singapura tersebut sampai ia tersadar bahwa jam ditangannya menunjukkan pukul 5 sore.

Jonathan membukakan pintu mobil mewah sang investor,menatapnya sesaat lalu masuk kedalam mobilnya sendiri.

Sebelumnya dia sudah menghubungi bianca bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang.

Dikursi penumpang sebelahnya sudah terdapat 1 paperbag besar berwarna orange.

"Berkali-kali bikin kesal tapi ntah kenapa setiap akhirnya ketemu aku bisa luluh.."

Gumamnya dengan sedikit menarik dasinya agar lebih longgar.

Hai readers..

Selamat datang di karya pertamaku.

Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..

Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.

Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!