NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri

Sultan dan Riri baru saja sampai di rumah anak jalanan. Sebelumnya mereka mampir di Masjid untuk shalat Maghrib. Setelah itu mereka mampir di sebuah kedai es untuk membeli es yang akan dibagikan ke anak-anak nanti. Mereka juga mampir di mini market untuk membeli jajanan snack.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Lukman keluar dari dalam rumah. Sementara anak-anak sudah di dalam sedang belajar.

"Hai bang, sudah hampir satu minggu nggak je sini, datang-datang bawa bidadari."

"Perkenalkan ini Riri."

Baru kali ini Riri mendengar Sultan memanggil namanya tanpa embel-embel mbak.

"Hai mbak Riri, saya Lukman. Ayo masuk, jangan berdiri di luar. "

Lukman membantu Sultan membawakan minuman dan jajanan yang dibawanya. Riri dan Sultan ikut masuk ke dalam.

"Assalamu'alaikum.... "

"Wa'alaikum salam... "

Mata anak-anak langsung terbelalak melihat sosok Sultan yang beberapa hari ini menghilang.

"Om... Om Sultan... "

Mereka berdiri mendekati Sultan.

Riri sedikit terkejut mendengar panggilan anak-anak kepada bang Ahmed. Namun ia tetap santai.

"Apa kabar anak-anak?"

"Baik, om... "

"Om ini siapa, pacar om? Cantik sekali." Celetuk Doni.

Tanpa sadar Riri mengulum senyum.

"Perkenalkan ini namanya Tante Riri."

"Hai tante Riri."

Anak-anak itu tak segan untuk mencium punggung tangan Riri. Begitu pula dengan Riri, menerima mereka dengan senang hati.

"Kalian manis sekali." Celetuk Riri.

Lukman membagikan makanan dan minuman untuk mereka.

"Kamu duduk saja, pasti capek kan?_

"Melihat mereka jadi nggak capek, bang." Sahut Riri.

Sultan mengulum senyum mendengarnya.

"Alhamdulillah kalau begitu. Mereka memang bisa menjadi penyemangat dalam keseharianku.

Riri dan Sultan duduk santai. Sementara itu, Lukman sedang memberi aba-aba kepada anak-anak.

Saat Sultan dan Riri ngobrol santai, tiba-tiba Doni datang membawa sekuntum bunga dan secarik kertas.

"Tante Riri, ini untuk tante."

"Dari siapa? "

"Baca saja, tante."

Riri pun menerimanya seraya mengucapkan terima kasih. Sementara itu Sultan pura-pura tidak tahu menahu.

"Kau adalah yang terindah. Aku tidak tahu kapan rasa ini mulai ada. Namun dengan kesadaran penuh aku ingin mengatakannya. "

Riri mengerutkan kening, belum paham dengan maksudnya.

Lalu datang lagi seorang anak yang juga membawa sekuntum bunga dan secarik surat lagi.

"Ini untukku lagi?"

Anak itu mengangguk.

Riri kembali membaca kertas tersebut.

"Aku ingin mengatakan bahwa kau mulai mengganggu pikiranku. Kau seakan memenuhi otakku. Aku mulai berpikir."

Riri melirik je arah Sultan, namun Sultan dengan mode cool pura-pura memainkan handphone-nya.

Datang lagi seorang gadis kecil dengan membawa bucket bunga dan selembar surat. Kali ini Riri lebih penasaran. Ia pun langsung membuka surat tersebut.

"Dear Riri.... aku bukan seorang laki-laki yang romantis. Aku tidak cukup punya kemampuan untuk menyatakan perasaanku. Apa lagi kita belum lama kenal. Namun, izinkan aku berkata jujur. Aku menyukaimu... tidak-tidak, bukan lagi suka, tapi aku mencintaimu. Mungkin kurang pantas rasanya aku mengatakan semua ini. Karena aku bukan siapa-siapa dibandingkan kamu. Aku harap kamu mau mempertimbangkannya.

Dariku yang tak sempurna

Ahmed"

Riri langsung menoleh kepada laki-laki yang duduk di kursi yang tidak jauh dari sampingnya.

"Bang Ahmed, ini.... "

"Maaf jika aku terlalu lancang. Kamu berhak menolak ku. "

"Ck... belum apa-apa udah nyerah!" Celetuk Riri.

"Jadi....?"

"Jadi apa?"

"Em... bagaimana?"

"Bagaimana apanya?" Pancing Riri.

Sultan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku ingin mendengarnya langsung, bang. " Ujar Riri.

Sultan pun langsung berdiri dari kursinya. Ia mengambil sekuntum bunga yang Riri taruh di atas meja lalu ia berlutut di hadapan Riri.

"Maaf, aku belum pernah melakukan hal ini. Ini baru pertama kalinya."

Riri dapat melihat bagaimana Sultan merasa grogi.

"Riri... aku mencintaimu. Apa kamu mau menerima perasaanku?" Ujar Sultan sambil menundukkan kepalanya.

Demi apa pun Riri gemas melihatnya.

Tiba-tiba suara anak-anak menggema

"Terima terima terima.... "

Riri menghela nafas panjang. Hal ini mungkin terlalu cepat, namun tidak di pungkiri ia juga mengharapkannya.

"Bang, aku juga merasakan yang sama denganmu."

Sontak Sultan langsung mendongak menatap wajah Riri untuk meyakinkan pendengarannya.

"A-apa? Apa aku tidak salah dengar? "

Riri menggeleng kan kepala.

"Tidak, kok."

"Hore.... hore... om Sultan bakal nikah." Sahut Doni.

Sultan hampir saja ingin memeluk Riri, namun ia langsung sadar dan menguringkan niatnya. Riri menahan tawa melihatnya.

"Aku yakin kamu lelaki baik. Untuk menyentuhku saja kamu masih berhati-hati." Batin Riri.

"Alhamdulillah, selamat ya bang." Lukman memeluk Sultan.

"Mbak Riri, selamat ya. Mbak Riri nggak perlu khawatir, abangku ini orangnya baik dan pasti setia. "

"Terima kasih."

Karena sudah jam 8 malam, akhirnya Sultan dan Riri pamit pulang. Kali ini status mereka sudah berubah. Jika tadi masih sebagai sopir dan penumpang, sekarang sudah jadi sepasang kekasih. Jangan tanyakan bagaimana suasana hati mereka saat ini.

Dua kilo meter sebelum sampai di kost an Riri, Sultan menghentikan motornya.

"Kenapa motornya, bang?"

"Nggak pa-pa, motornya aman. Hatiku yang tidak aman. "

Riri hanya membalasnya dengan senyuman.

"Riri... "

"Iya, bang."

"Aku tidak berniat menjadikanmu seorang pacar, tapi aku akan menjadikanmu seorang istri. Jika dalam waktu dekat aku melamarmu, apa kamu siap?"

Mendengar hal tersebut, Riri merasa dilema. Di satu sisi tentu ia sangat senang dengan niat baik dan keseriusan Ahmed. Namun di sisi lain, Riri belum siap untuk menyampaikannya kepada orang tuanya. Secara pribadi ia menerima Sultan apa adanya dan tidak mempermasalahkan status sosial serta pekerjaannya. Namun ia tidak tahu bagaimana tanggapan keluarganya nanti.

"Ehem... kok bengong?"

"Eh iya, maaf bang."

"Jangan diambil pusing dulu ya. Pikirkan baik-baik. Ayo lanjut pulang. Besok ksmu harus kerja lagi."

"Iya, bang."

Sultan melajukan kembali sepeda motornya.

Akhirnya mereka sampai di kost an jam 20.30. Riri hendak membayarnya, namun Sultan menolaknya.

"Kan, aku sedang mengantar calon istriku." Sahutnya.

Ternyata Sultan narsis juga. Membuat Riri jadi salah tingkah.

"Tapi, bang... "

"Sudah, nggak pa-pa. Aku pamit dulu ya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Sultan melambaikan tangan, Riri pun membalasnya.

Setelah motor Sultan tidak terlihat, Riri pun naik ke atas. Belum juga Riri mengetuk pintu, Fira sudah membukanya.

"Cie cie.... dari mana saja sama bang ojek non?"

"Fira... kamu ngagetin saja."

"Kayaknya ada yang senang nih?"

"Apaan sih, Fir?"

"Kamu harus berterima kasih sama aku dong Ri. Coba tadi ksmu pulang sama aku, pasti kamu nggak bisa jalan sama bang Ahmed."

Riri tidak menjawabnya lagi karena nanti tidak akan selesai. Ia segera berganti pakaian dan masuk ke kamar mandi untuk berwudhu' lalu shalat Isya'.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Lisa
Sukses y Bang utk ungkapin perasaannya 😊 Ummi udh ga sabar tuh utk punya menantu..
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!