NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bahasa

Sera masih mendengarkan penjelasan Alen, sesekali menahan nafasnya, namun ada beberapa alasan yang membuatnya senang, setidaknya adik sepupunya itu melakukan suatu tindakan bukan tanpa alasan, walaupun hasil akhirnya mengerikan.

"Okey baiklah, terus keadaan korban gimana?" tanya Sera berharap bukan hal terburuk saja.

"Begitulah"

"Begitulah bagaimana?"

"Aku rasa masih aman-aman saja"

"Masih bisa melanjutkan aktifitasnya di perkuliahan kan?" Tuhan!, Sera berharap Alen akan menjawab iya.

"Rawat Inap kak"

"APA?!"

Sera seketika melebarkan matanya, asam lambungnya terasa naik seketika, kepalanya pusing dan ingin muntah saja.

"Tenang kak, menurutku dia hanya pura-pura saja, lukanya gak dalam kok, perdarahannya juga bisa cepat di hentikan waktu itu, dia juga masih bisa ngomel-ngomel sebelum akan di bawa kerumah sakit, mungkin dia hanya acting saja biar terlihat seperti orang paling teraniaya di dunia"

Sera terdiam, berusaha menenangkan dirinya, nafas pelan sambil mengelus dada, beharap yang terbaik dan keadaan bisa segera di atasinya.

"Bagaimana orang tuanya?"

"Mangkanya aku minta tolong ke kak Sera, besok datang ya di kampus"

Pasrah, lebih pada menyerah akan kelakuan adik sepupunya, karena Sera juga tau bahwa sebenarnya Alen melakukan itu untuk membela dirinya.

"Okey, aku akan mengurusnya, jam berapa dewan kampus meminta ketemu?" tanya Sera.

"Pagi, jam delapan kak, aku tunggu besok"

"Katakan jam tujuh pagi akan menemuinya"

"Apa?!, kenapa jam tujuh, mereka minta jam delapan kak"

"Ck, jam tujuh atau aku tidak akan datang ke sana"

"Kalau mereka menolak?"

"Oma yang akan turun tangan"

Seketika, terdiam, tak ada cicitan lagi dari Alen, dan Sera tau jika sang Oma yang akan mengambil alih urusannya, pasti tidak akan lama kampus itu berjaya.

"Okey, bisa aku terima, aku rasa mereka tak akan berani melakukan hal itu jika aku menyebutkan nama belakang ku, yah walau selama ini aku sudah mati-matian menyembunyikan" ucap Alen.

"Cukup satu hal yang harus kau ingat Alen, jangan sampai kau gunakan kekuatan mu untuk membuat huru hara di kampusmu, atau kau akan_TAMAT!"

"Aku tau kak, tidak akan pernah, aku masih ingin tinggal disini, bersama kalian, bersama Oma"

"Bagus, setidaknya aku lega kau masih ingat akan hal itu, ingat konsekuensi nya, kau bisa kehilangan segala kebebasan yang kita punya kalau sampai melanggar batasan yang di berikan"

"Aku ingat"

"Bagus, kita ketemu besok" Sera memutuskan sambungan ponselnya, segara masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju Mansion untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya yang begitu lelah.

*

*

Hanya bisa beristirahat beberapa jam saja di Mansion, kenyataanya kini adalah, Sera sudah harus belajar bahasa asing yang belum pernah di kenalnya.

Suasana yang membeku saat Sera kini sudah di hadapkan dengan dua orang yang membuat hidupnya terasa gelap dan hampa.

Tepat jam 7 malam, yang biasanya Sera masih rebahan menikmati kasur empuknya sambil makan cemilan dan menikmati tontonan film horor, kini harus di hadapkan dengan dua laki-laki dengan wajah yang seolah siap menelannya.

"Ehem, jadi Nona Sera sudah siap?" Mega yang seperti tuyul ikut kemanapun Sera pergi kini sudah ada disampingnya.

"Bukannya siap gak siap aku harus siap?"

"Okey, memang harus demikian karena besok akan ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian bahasa"

"Okey, MULAI!"

Sera menatap dengan fokus, matanya tertuju pada dua orang laki-laki yang ada di hadapannya kini mulai membuka buku tebal yang bisa membunuh orang di luar sana jika melayang di kepalanya, mungkin jangan sampai idenya di copy sama adik sepupunya, bisa-bisa membunuh orang beneran nantinya.

"Besok lagi jangan cari tutor yang kayak gini, aku ngeri" bisik Sera pada Mega.

"Maksudnya?" tanya Mega.

"Semua yang rapi, serius dan membawa kecerdasan di atas rata-rata, pasti ujung-ujungnya membawa sial saja"

"Ehem, seperti_"

"GRAVEN RUDOLF"

keduanya bersama-sama menyebut namanya.

Mega tertawa lirih tertahan, begitu juga dengan Sera, tapi lebih pada bercampur kesal seketika.

"Kalian yang serius" interupsi dari suara wanita yang seketika membuat keadaan tangan makin mencekam.

Sera melirik ke arah sang Oma, disanalah terlihat zona bahaya yang nyata, walaupun Oma nampak tersenyum tenang, tapi seperti petugas penjara yang siap mukul tahanan kalau gak bisa diaturnya.

"Ayo, silahkan dimulai, dan aku akan duduk disini" Oma Alena tersenyum.

Ya Tuhan, senyuman yang kelewat manis, tapi Sera tau itu adalah pertanda dimana sang Nenek Mafia siap melemparkan cucunya di ranah pertarungan yang sesungguhnya.

"Okey, jadi akan kita mulai?" Sera segera menatap dua orang tutor yang masih seperti patung kembar di hadapannya, ya Tuhan, Sera benar-benar tak percaya akan melakukan hal ini.

"Jangan membuat mereka tegang Sera sayang, kamu akan belajar pada mereka, bukan malah menakutinya" Oma Alena mempertimbangkan.

"Bukannya Oma?" sahut Sera.

"Okey, aku akan pergi dari sini, maaf ya"

Sera hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala.

Waktu berjalan, dan hampir jam sebelas malam, Sera benar-benar sudah menyerah, baginya menguasai kalimat dasar sebanyak itu sudah cukup membuat otaknya terbakar.

Akhirnya para tutor yang nampak lelah itu segera pamit, dan Sera dengan segera menyandarkan punggungnya di sofa, rasanya lelah luar biasa.

"Tenang sayang, kalian sudah aku masak kan sesuatu yang spesial, ayo makan" Sang Oma tersenyum menyambut cucunya yang sudah berhasil belajar kilat malam ini.

"Terimakasih Nyonya Alena" ucap Mega tak percaya jika ternyata keluarga yang terkenal sangat introvert dengan dunia luar nyatanya begitu hangat.

Sementara Sera masih memejamkan matanya, menikmati tubuhnya yang nyaman bersandar di sana.

Tak lama, gerakan tangan Mega akhirnya menyadarkannya, membuat matanya terbuka.

"Ayo kita makan, di jam hampir tengah malam, selamat, habis ini kita akan melar jika sering lembur larut malam"

Mega tertawa lirih, sebenarnya tak mungkin juga hal itu terjadi, karena dia tau apa yang di masak semuanya terukur dengan jelas.

Tiga porsi capcay, kesukaan Sera, Favorit karena buatan tangan sang Oma, dan seketika matanya berbinar bahagia.

"Graven Rudolf mungkin sebuah kesalahan, tapi masakan Oma adalah kebenaran, ini sangat_LEZAT!" teriaknya.

Oma Alena tertawa senang melihat cucunya nampak berseri kembali dengan hidangan yang di buatnya.

"Kalau begitu habiskan sayang, dan Nona Mega, terimakasih sudah bersabar untuk cucu saya"

"Oh, iya Nyonya, tentu saja, saya sangat senang bekerja dengan Nona Sera"

"Hem, tapi kamu juga harus berhati-hati, dia kadang licik untuk pencapaian tujuannya, jangan sampai berhasil di kelabui nya" sang Oma sedikit berbisik pada Mega.

"Aku bukan Alensky Oma!" teriak Sera yang masih bisa mendengar ucapan Omanya.

"Kalian sama saja"

"Dia lebih mengerikan asal Oma tau" protes Sera.

Mega tertawa, begitu juga dengan Oma Alena, lalu ketiganya menikmati makanan di tengah malam.

Bersambung

Jangan lupa Komen, like vote dan tonton iklannya.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!