Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.
Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.
Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Falling in love
Panji tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi. Yeah, saat ini ia sedang ada dalam perjalanan pulang ke mess pangkalan. Matanya mengantuk, raganya lelah tak terkira, fix ia sudah gila begitu menurut pengguna jalan lain.
Terang saja, ia berpatroli semalaman, menjalankan tugas dan terombang-ambing di lautan, lalu yang paling lumayan berat ialah mengangkut air di dusun Tanjung komodo. Gila---benar-benar gila, staminanya terkuras. Jika dipikirkan ia bisa melakukan itu untuk siapa?! Konyol dan lucu sekali. Benar, pangeran Bandung Bondowoso saja nekat membangun seribu candi, begitupun Sangkuriang, apakah bisa ia bilang kekuayan seseorang akan berkali-kali saat sedang jatuh cinta?
Ia mendadak merasakan daya kejut yang menyerang jantungnya kala mendengar kata mamii dari mulut Ivy.
Cukup terkejut karena ia mengira Ivy sudah menikah dan memiliki anak, nyatanya....
Ia dan Imel terkejut saat di beranda, bahkan Imel dibuat penasaran dan turut melongokan wajahnya ke arah layar ponsel.
Tapi suara Ivy selanjutnya membuat semua keterkejutan itu berubah menjadi drama menggelikan di ujung kesabarannya.
"Apa dia belum muntah bulu, mi?"
"Atau salah makan sesuatu?"
"Velvet ngga suka cemilan yang rasa salmon, sukanya tuna."
Panji melirik sepenuhnya demi setiap kata yang diucapkan terutama, muntah bulu.
"Veve, meong-meong dong buat mami..."
Imel sudah tertawa kecil sambil menggeleng, "astaga Ivy, gue kira anak lo beneran..."
Ivy melirik sekilas lalu benar-benar menunjukan layar ponselnya pada Imel, "duhh lucunya, siapa namanya Vy?"
"Velvet." Jawab Ivy.
"Veve sayang, kamu sakit ya nak? Mau apa sih?"
Lalu terdengar di sebrang telfon sana suara lelaki berseru, "Velvet mau kawin Vy, nyamperin jantan punyanya Bu Hambali."
"Hahaha engga ah, dia ngga pesek, mana bulunya ngga jelas coraknya pula. Beneran Veve sayang kamu mau kawin, iya mau kawin ya?" Ekspresinya itu, Panji hampir menyemburkan minumnya.
"Ma, minta tolong Abang bawa Velvet ke klinik petshop dong, nanti aku ganti uangnya...."
Dan disana suara lelaki itu kembali menyeru mendumel, "hah! Kan, Abang lagi...lagian punya anak ngga punya bapak, Vy..."
Dan kalo ini bukan hanya Imel tapi mama, juga Arsen turut tertawa termasuk Ivy sendiri.
"Lagian ma, mama punya anak nikah belum udah jadi janndaa buntut satu."
Ivy benar-benar tergelak, "dokter kepa rat."
"Coba Vy, siapa yang mau? Saya terima nikahnya Pravita Ayudisa binti Hermawan Budiawan bersama anak kucingnya...."
Benar-benar pagi itu dihabiskan oleh tawa. Pravita Ayudisa, sosok manusia penuh kejutan dan extraordinary.
**Ananta gen 2**
(**Panji**) *Menurut Lo semua....ada cewek extraordinary mending gue langsung tembak apa ajak nikah*?
(***Clemira***) *nyebut Nji 😳*
(***Zea***) *Siapa Nji? 🤩🤩*
(***Kalingga***) *extraordinary gimana? Tolong sebutkan ciri-cirinya? Cocok apa engga sama Lo sama keluarga*.
(***Russel***) *yang berbulu domba, totol-totol, berkumis dan bertaring, bener kan Nji*?
(***Ryu***) *🤣sarav. Cel, bukannya Lo mau ngomong sesuatu kalo Panji ada speak di grup*?
(***Russel***) *oh iya gue sampe lupa. take a picture 📷* @ ***Panji***, *Nji ini Pravita Ayudisa, temen cewek Lo yang Lo tawan? 🤣🤣🤣 cantik gila. Lala bilang Miss kampus di UNJANA*.
(***Ryu***) *😍😍 bening kaya air gunung. Pasti mandinya air pure*.
*Masukin Lala lah Cel kesini, dia kan juga mantu Ananta. Ogah banget kelakuan Lo ketauan Lala. Lah Lala udah tau kok kelakuan lakinya begini*.
*Kalingga invited Jenggala to Ananta gen 2*
(***Russel***) *Ga! Elah 🔪🔪*
*Hay sayang...😍*
(***Zea) 🤣🤣🤣***
(***Cle***) *🤣🤣*
(***Panji***) *mamposss tuh🤣🤣 Hay La🤩*
(***Gala***) *Ini grup apa? 😳*
(***Ryu***) *welcome sister. Ini grup dimana aib Russel akan terpampang senyata-nyatanya*.
(***Kalingga***) *La, boleh gue minta tolong* @ ***Jenggala***
(***Gala***) *Apa*?
(***Ryu***) *minta nomor Pravita Ayudisa 🤩🙏*
(***Kalingga)😒😒***
(***Panji***) *apa nih?? Tiba-tiba bahas Ivy*.
(***Zea***) *dan seketika Panji sudah punya nama kesayangan 😌 apakah ini dia si cewek extraordinary*?
(***Cle***) *Nji, seriusan? Lah*....
(***Ryu***) *coba isi titik-titik di atas, apakah a. Lah bang sat...ataukah b. Lah bang ke*.
(***Gala***) *🤣 Ngga punya. Beda gedung beda fakultas, beda alam pokoknya. Yang kudenger lagi KKN di timur*.
(***Zea***) *pantesaaaaannnn🤣, di belahan bumi yang samakah kisanat dengannya, om Nji? Abi Ray bentar lagi mau mantu. Ga! Masa kalah sama Panji*! @***Kalingga***
(***Russel***) *anjirrrr, jodoh itu Nji. Tapi by the way cewek Lo temennya Pravita gimana nasibnya*?
(***Ryu***) *gen Abi Ray memang ngga bisa disepelein, pelet dukunnya ampun seanak cucu. Gue kira si kacang emang ngga punya simpenan, ceweknya banyak oyyy! Mana sekarang ngejar temennya, selingkuh yang kira-kira Nji, Lo sikat dua sekawan begitu*?
(***Gala***) *Bang Panji diselingkuhin. 😆 Mayra mau nikah besok bang, rame katanya anak-anak di kampus*.
(***Russell) 🤣🤣🤣😭😭😭😭🤣🤣🤣😭😭😭😭🤣🤣***
(***Kalingga***) *mamposs ditinggal merit. 🙊🙊*
(***Zea***) *besok mau ikut ziarah ngga ke taman makam pahlawan*?
(***Cle***) *siapa yang gugur Ze 🥹*
(***Kalingga***) *harga diri Abi Ray*.
(***Ryu***) *si alan 🤣🤣🤣🤣*
(***Panji***) *😒😒 Liat ya Lo semua ntar, liat aja*...
(***Cle***) *maksudnya lo ditinggal merit cewek Lo, terus sekarang nguber temennya Nji? Jangan begitu 😡🔪🔪 Lo bukan suka namanya itu, tapi jadiin Pravita sebagai pelampiasan dendam Lo*.
(***Zea***) *Nji jahat ih...🌚🌚*
(***Kalingga***) *udah dibilangin Pravita biar gue ajak kenalan*.
(***Ryu***) *gue duluan tadi yang minta nomornya sama Lala*.
Panji menghela nafasnya, alih-alih membantu para sepupunya malah menuduhnya yang tidak-tidak, kan si alan.
Ditambah lagi, sebelum benar-benar pulang ke mess tadi ia sempat mampir sejenak ke kantor untuk bertemu Bara.
"Gue pikir Lo kelelep lagi di laut bang?!"
Bara mengomel, tentu saja karena Panji terlalu lama membawa titipan sarapannya, untungnya ia memilih duluan sarapan bersama yang lain.
Dan kini Panji datang membawa beberapa porsi makan siang, "makanya nih gue tebus. Ngga usah dibayar buat Lo semua, gratis."
Tentu saja Kelana, kapten Samudra dan yeah...Ardena kecipratan pula.
"Iyalah bang, gue udah sarapan juga, nungguin bang Panji sama kaya nungguin jodoh bang Kelana." ketusnya kesal, betapa jengkelnya ia menunggu Panji tadi pagi.
Kelana tertawa setelah berhasil menjitak kepala Bara, "kenapa jadi gue. Kemana dulu emangnya, Nji? Ngelayap sampe bikin orang misuh-misuh banting teko di mess gara gara lapar?" tuduhnya pada Bara, untung saja junior jadi tak berani sampai nyusulin bawa parang.
Panji menggidik, "ada urusan di luar, eh keasikan... dahlah ngantuk. Ntar malem piket..." Panji pamit undur diri.
"Lah, buru-buru amat Nji?!"
Kapten Samudra hanya tertawa melihat perdebatan itu, "kayanya ada yang lagi falling in love." Ujarnya membuat Kelana dan Bara saling lirik.
"Siapa, kapt?"
"Ngga liat lo berdua, sejak datang tuh orang senyum-senyum dewean?"
"Ah masa?!"
Kapten Samudra berdecak untuk kemudian tanpa penjelasan apapun ia melengos pergi kembali ke lapang demi menjadi mentor dan instruktur bawahan, "dah lah, sisain gue sama Dena."
.
.
.
.
.
aaaahhh sok nyesek we kalo ngabayangkeun hal seperti ini th aku mh 😭😭
sampe bawah, bang Nji g nongol 😢
alibi aja nyari sarapan, jauh bener lu nyari sarapan doank, sarapan mata ya nji 🤣🤣🤣🤣🤣
gua berdoa semoga para koruptor dan di hukum mati