"Aku jual diri demi 1 Miliar Emas, tapi aku TIDAK JUAL HARGADIRI!"
Lin Qingyan menerima pernikahan kontrak dengan pria lumpuh tak berdaya demi menyelamatkan keluarganya. Semua orang menertawakan dia, mengira dia akan hidup menderita selamanya.
Tapi siapa sangka? Di balik tubuh lemah itu tersembunyi sosok Raja Dunia yang paling ditakuti! Dan dia hanya tunduk pada satu wanita: Lin Qingyan!
Siapa berani meremehkan istri kontrak ini? Bersiaplah digilas habis! Karena aku bukan wanita biasa, aku adalah Ratu yang akan menguasai segalanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: Kebangkitan Sang Bayangan
## 📖 BAB 26: Kebangkitan Sang Bayangan
Hujan badai telah berganti menjadi gerimis tipis yang menusuk tulang. Di sebuah pesisir berbatu yang tersembunyi di balik tebing curam Semenanjung Utara, ombak besar menghantam karang dengan ritme yang monoton. Di antara tumpukan kayu apung dan sampah laut, sesosok tubuh tergeletak tak berdaya.
Gu Beichen—atau kini lebih tepat disebut Gu Longwei—terbatuk hebat. Paru-parunya terasa terbakar saat ia memuntahkan air laut bercampur darah. Bahu kirinya mati rasa, hancur akibat benturan saat ia melompat tepat sebelum kapal meledak. Namun, rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sesak di dadanya saat mengingat wajah ketakutan Lin Qingyan dalam sekoci peluncur.
Ia memaksakan dirinya berdiri, menggunakan sepotong kayu sebagai penyangga. Matanya yang merah menyapu cakrawala. Kapal induk Klan Tua telah pergi, mengira sang
"Pangeran Pengkhianat" telah menjadi santapan hiu.
"Kalian melakukan satu kesalahan besar," bisik Beichen dengan suara parau yang nyaris tidak terdengar di tengah deburan ombak.
"Kalian membiarkan aku hidup."
### 🌫️ Tempat Persembunyian di Balik Kabut
Ratusan mil dari pesisir itu, sebuah sekoci penyelamat otomatis terdampar di sebuah pantai berpasir putih yang sunyi. Lin Qingyan keluar dari tabung peluncur dengan sisa tenaga yang ada. Ia segera menggendong si kembar, sementara Chenyu mengikuti di belakang sambil memegang erat ujung baju ibunya.
Mereka berada di sebuah pulau kecil yang tidak ada dalam peta komersial—sebuah titik rahasia yang pernah disebut Beichen sebagai "Rencana Z". Di sana, terdapat sebuah pondok kayu sederhana yang tertutup tanaman rambat, namun di balik dinding kayunya tersimpan teknologi komunikasi satelit tercanggih.
Qingyan masuk ke dalam pondok dengan waspada. Ia menyalakan lampu minyak, menerangi ruangan yang dipenuhi debu. Di atas meja kayu tua, terdapat sebuah amplop hitam dengan tulisan tangan Beichen:
**"Untuk Istriku, Cahaya dalam Kegelapanku."**
Dengan tangan bergetar, Qingyan membukanya. Di dalamnya bukan hanya sekadar surat cinta, melainkan daftar nama dan nomor telepon rahasia.
*“Jika kau membaca ini, artinya aku sedang berperang. Jangan mencariku. Jangan hubungi siapa pun kecuali nomor dengan kode ‘Phoenix’. Dia adalah satu-satunya orang di dunia ini yang berutang nyawa padaku dan tidak terikat dengan Klan Tua.”*
Qingyan terduduk di lantai, mendekap surat itu ke dadanya. Ia menyadari satu hal: mulai detik ini, hidupnya bukan lagi tentang menjadi ibu rumah tangga yang lembut. Ia harus menjadi pelindung bagi ketiga anaknya sementara suaminya menjadi pemangsa di luar sana.
### 🍷 Pertemuan Para Iblis
Sementara itu, di sebuah gedung pencakar langit yang mewah di pusat kota, suasana sangat kontras dengan penderitaan Beichen. Tetua Agung duduk di kursi kebesarannya sambil menyesap teh hitam. Di depannya, Gu Yan berlutut dengan satu lengan yang sudah dibalut gips, wajahnya masih bengkak akibat pukulan Beichen.
"Kau membiarkannya meledakkan kapal dan meloloskan sang Anak Takdir, Yan," suara Tetua Agung lembut, namun setiap katanya terasa seperti silet yang mengiris kulit.
"Dia gila, Tetua! Dia bertarung seperti orang yang tidak takut mati!" bela Gu Yan gemetar.
"Dia memang tidak takut mati. Itu sebabnya dia berbahaya,"
sahut seorang wanita cantik yang keluar dari balik tirai gelap. Ia mengenakan gaun merah darah dan memegang belati kecil di jemarinya. Dia adalah
**Mo Ran**, mantan tunangan Beichen yang dijodohkan oleh klan sepuluh tahun lalu—wanita yang sangat membenci Lin Qingyan.
"Aku akan mencarinya," lanjut Mo Ran dengan senyum dingin.
"Bukan untuk membunuhnya, tapi untuk membawanya kembali ke altar. Dan tentang wanita jalang serta bayi itu... aku akan memastikan mereka menghilang seolah-olah tidak pernah ada dalam sejarah."
### 🏹 Perburuan Dimulai
Beichen tidak butuh waktu lama untuk memulihkan diri. Dengan kemampuan medis dasar yang ia kuasai di medan perang, ia menjahit lukanya sendiri menggunakan senar pancing dan jarum yang ia temukan di gubuk nelayan kosong. Tanpa obat bius, tanpa rintihan.
Ia berjalan menuju sebuah kota kecil terdekat, masuk ke sebuah bar kumuh yang menjadi tempat berkumpulnya para informan dunia bawah. Ia tidak lagi menggunakan setelan jas mahal. Ia mengenakan jaket kulit usang dan topi yang menutupi matanya yang tajam.
Beichen mendekati meja bartender, meletakkan koin perak kuno dengan lambang matahari hitam—simbol klan yang sudah lama ia buang. Bartender itu tercekat, wajahnya berubah pucat pasi.
"Aku butuh senjata. Banyak senjata," kata Beichen datar.
"T-tuan... Anda sudah dinyatakan mati," gagap sang bartender.
Beichen menarik kerah baju pria itu, mendekatkan wajahnya hingga sang bartender bisa melihat api kemarahan di matanya.
"Kematian hanyalah hari libur bagiku. Sekarang, katakan padaku... di mana gudang logistik Klan Tua terdekat?"
Malam itu, sebuah gudang besar milik klan di pinggiran kota meledak hebat. Tidak ada pencurian, tidak ada pesan tertulis. Hanya ada satu tanda yang ditinggalkan di dinding yang hangus:
**Simbol Naga Perak yang dicoret dengan darah.**
Itu adalah pernyataan perang resmi. Beichen tidak lagi bersembunyi. Ia mulai menghancurkan aset klan satu demi satu, memaksa para Tetua untuk keluar dari lubang persembunyian mereka.
### ❓ Misteri yang Tertinggal
Namun, di tengah aksinya, Beichen menemukan sesuatu yang aneh di gudang tersebut. Ia menemukan sebuah dokumen penelitian tentang "Mata Kristal". Di sana disebutkan bahwa kekuatan Qingyu bukan hanya tentang intuisi, melainkan ada hubungan dengan sebuah lokasi kuno yang disebut "Gerbang Langit".
Dan yang lebih mengejutkan, dokumen itu mencantumkan nama ibu kandung Beichen—wanita yang selama ini ia kira meninggal saat melahirkannya. Status ibu kandungnya di dokumen itu tertulis:
**"SUBJEK MASIH AKTIF - LOKASI RAHASIA."**
Beichen terpaku. Jadi, seluruh hidupnya adalah kebohongan yang jauh lebih besar dari yang ia duga? Apakah ayahnya juga terlibat?
Di pulau tersembunyi, Lin Qingyan baru saja akan menidurkan Qingyu ketika bayi itu tiba-tiba membuka matanya. Mata kristal itu bersinar redup dalam kegelapan, dan Qingyu menunjuk ke arah jendela, bergumam pelan untuk pertama kalinya.
"Ayah... api..."
Qingyan menoleh ke arah jendela, dan di kejauhan, di atas permukaan laut yang gelap, ia melihat beberapa titik cahaya lampu kapal yang mulai mendekati pulau mereka.
Seseorang telah menemukan mereka. Dan itu bukan Beichen.
**BERSAMBUNG KE BAB 27**