NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

#24

“Ersha Shanaya aku jatuhkan talak 1 kepadamu.”

Nyes! 

Kalimat talak itu, seperti api yang tiba-tiba tersentuh air, padam, meski meninggalkan asap serta hawa panasnya. 

Sama seperti Ersha, meski cintanya direnggut paksa oleh kenyataan, kini hubungan mereka resmi berakhir meski tak sepenuhnya. Karena ada Abizar yang mengikat mereka sebagai orang tua meski tak bersama. 

Pelan tapi pasti, Ersha yakin akan bisa menghilangkan hawa panas kemarahan dari hatinya. Karena ia tak ingin larut dalam kemarahan terlalu lama, ingin segera fokus membangun hidup barunya bersama Abizar. 

Ersha pun bersyukur dengan jalan hidupnya saat ini, meski belum sepenuhnya lancar, tapi peminat rice cup buatannya terus bertambah. Setiap pagi minimal 10 dari 15 cup nasi yang ia buat habis terjual, bagi Ersha yang baru mulai berkreasi di tengah goncangan badai rumah tangga, ini sangatlah berarti. Selain bisa membantu Umminya di toko, ia tetap bisa fokus mengasuh Abizar. 

Setetes air mata yang Ersha sembunyikan hampir saja menetes bila ia tak cepat menyekanya. Dengan tegar, wanita itu berdiri, mungkin orang lain melihatnya sebagai orang yang kalah, karena tak mampu mempertahankan sang suami dari pelukan pelakor. 

Tapi, Ersha tak menganggapnya demikian, perceraian ini adalah jalan terbaik, ketimbang saling menyakiti, dan bukan tidak mungkin dirinya akan tenggelam dalam amarah dari hari ke hari. 

Ersha berdiri, menggenggam tas jinjingnya erat-erat, berdiri berhadapan dengan pria yang kini hanya berstatus mantan suami. Padanya, Ersha pernah berbakti, padanya ia taat, melebihi ketaatannya pada kedua orang tuanya, dan semua ia lakukan dengan baik dan tulus. Berharap Allah ridho, dan memberikan imbalan surga yang kekal.

Perkara Firza memperlakukannya dengan hal yang sama atau tidak, itu akan dipertanggungjawabkan sendiri kelak di yaumil akhir. Tempat pengadilan paling adil di muka bumi. 

“Aku minta maaf, Bang. Bila ada baktiku yang masih kurang di matamu. Jangan khawatirkan Abizar, insyaAllah aku akan memberikan pendidikan terbaik untuknya, meski hancur tulang belulangku karena bekerja keras menafkahinya,” ucap Ersha, berusaha terlihat tegar, meski puing-puing dihatinya masih berserakan. 

“Jangan bilang begitu, karena aku akan berusaha memenuhi kesepakatan yang kita tanda tangani berdua perihal Abizar. Kumohon jangan larang aku menemuinya.”

“Juga— tidak pernah ada hal salah yang kau perbuat selama mendampingiku, kau sempurna dalam ketakwaan. Semua ini murni kesalahanku, yang tak sepenuhnya memberikan hatiku padamu. Maafkan aku, Er.” 

Miranda yang ada di belakang mereka, sibuk membereskan barang-barangnya. Berpura-pura tak mendengar, padahal ia mendengar semuanya dengan sangat jelas 

“Kalau begitu, aku pamit. Semoga Abang bahagia dengannya.” 

“Aku pun berdoa untuk kebahagiaanmu, Er,” balas Firza tulus, desir nyeri terasa kala ia mengucapkan hal itu, sangat halus, bahkan terlalu halus. Tapi, Firza mengabaikannya, dan menganggap itu hanyalah detak jantung yang berbeda dari biasanya. 

“Ayo, Er.” Suara Miranda membuyarkan obrolan mereka. Wanita itu benar-benar menolak bicara dengan Firza, anggap saja ini sebagai aksi demo akibat keputusan bodoh yang sudah Firza ambil. 

Firza berdiri mematung di tengah ruang sidang, perlahan ia melangkah mengikuti Miranda dan Ersha yang sudah berjalan lebih dulu. Tatapannya tak mampu lepas dari dua orang yang berjalan di hadapannya. “Maafkan aku, Er,” monolognya sekali lagi, dengan suara lirih. 

Ternyata kejutan sudah menanti Firza di depan sana. Tanpa kabar, Resha mendatanginya. Wanita itu berlari kecil menghampiri Miranda dan Ersha, sengaja untuk menarik perhatian. 

Wajahnya sendu, seolah ikut terluka atas perceraian Firza dan Ersha. “Er, maafkan aku, padahal aku tak menginginkan kejadian ini. Tapi—”

“Menyingkirlah dari jalan kami!” usir Miranda, tegas dan dingin, sementara Ersha hanya diam, entahlah, ia bisa melihat kepalsuan dan kebohongan di mata Resha. Tapi wujudnya seperti apa ia tak tahu, biarlah semua sudah berlalu. 

“Ayo, Er. Aku tak mau berlama-lama melihat wajah wanita ini.” 

Miranda membawa Ersha berjalan melewati Resha, “Er, sungguh aku minta maaf,” isak Resha, namun, baik Ersha ataupun Miranda, sama-sama tak menghiraukannya. 

“Ersha! Er!” pekik Resha, yang di hentikan oleh Firza. 

“Sudah, cukup.” Firza memotong ucapan “Resha, mereka sudah punya hidup sendiri, kita pun sama.”

“Tapi, Fir. Setidak nya aku ingin minta maaf.” Resha kembali memohon, meronta ingin mengejar Ersha dan Miranda yang berjalan semakin jauh. Tapi tenaganya kalah kuat dari Firza yang menghalanginya. 

“Aku sudah melakukannya, biarkan Ersha fokus menata hidupnya lagi, kau pun fokus saja pengobatanmu, dan rencana pernikahan kita.” 

Dengan hati berbunga, tapi wajah memelas menahan isak tangis, Resha pun menghentikan aksinya. Disamping itu, Ersha dan Miranda juga sudah pergi dengan mobil yang membawa mereka, jadi tak perlu lagi bersandiwara. 

“Ayo, aku akan mengantarmu pulang. Jangan sia-siakan tenagamu untuk hal yang menjadi urusanku. Ingat, besok kita akan mendatangi islamic center?”

“Apa?! Menyia-nyiakan tenaga? Ini bentuk selebrasi bahagia! Dan kenapa juga Firza ingat tentang jadwal besok, padahal aku sudah membuatnya lupa akan hal itu,” jerit Resha yang diikuti dengan gerutuan kesal dalam hatinya. 

“Maaf, aku hanya ingin meminta maaf pada Ersha.”

Firza merangkul pundak Resha sambil berjalan, “Terima kasih atas usahamu, tapi jangan diulangi lagi.” 

“Oh, tentu saja, lagipula siapa yang mau bertemu dengan perempuan kampungan itu. Gayanya aja sok alim, padahal ia pasti sudah jelalatan mengincar suami orang untuk balas dendam padaku.” 

Resha sibuk berspekulasi, berprasangka dan menduga-duga. Karena ia yakin, bahwa di balik ketenangan yang Ersha tunjukkan, wanita itu pun sama seperti dirinya yang tak sabar ingin melangkah ke pelukan pria lain. 

•••

Malam harinya di tempat yang jauh di sana. 

Ahtar menyeret kopernya memasuki bandara Narita Chiba Jepang. Pria itu baru selesai melakukan penandatanganan perpanjangan kontrak perjanjian kerjasama ekspor ikan laut. 

Sambil termenung karena menunggu pesawatnya siap, ia duduk tenang, menyantap sandwich sambil membuka ponsel. Ada pesan masuk dari nomor tak dikenal. “Siapa dia? Pakai ucapan salam segala?” gumam Ahtar. 

📥 Assalamualaikum. 

Singkat dan padat, bibir Ahtar tersenyum, ketika membuka profile si pengirim pesan, “Ersha.” 

📤 Waalaikumsalaam, maaf ini siapa, ya?

Sungguh modus, Ahtar berpura-pura tak tahu, padahal jelas sudah tahu. 

Pria itu kembali menggigit sandwich-nya, tanpa melepas pandangan dari laman pesan tersebut. 

📥 Ini, Ersha, Bang. Kalau boleh, Ersha minta waktu ngobrol via chat. 

“Jangankan via chat, bertemu langsung pun, akan Abang jabanin, Neng,” seringai Ahtar seorang diri, karena girang bukan kepalang. 

📤 Silahkan, aku masih ada waktu sampai 30 menit kedepan, sebelum pesawat lepas landas. 

📥 Alhamdulillah, sebelumnya terima kasih, Bang. Begini, mau tanya soal ikan tuna yang beberapa hari lalu Abang bawa ke rumah. 

Beberapa hari ini, aku iseng mengolahnya sebagai lauk pendamping rice bowl, dan ternyata peminatnya cukup banyak. Kalau boleh tahu, berapa harga ikan tunanya, Bang? Kalau sesuai dengan budget modal usahaku, aku mau berlangganan. 

1
Anonim
balikan????? gak seru ah
Hasanah Purwokerto
Aku ketularan bang Ahtar,,senyum senyum sendiri...😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Tuh bang Ahtar...ada jalan buat pe de ka te,,,manfaatkan...🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Hasanah Purwokerto
Cieeeee..yg lagi modus...😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Busuk hati bgt si Resha
Hasanah Purwokerto
Ersha bukan kamu ya,,yg hobinya merusak rumah tangga orang,,kamu tuh yg sukanya sm suami orang...😡👊👊👊
Hasanah Purwokerto
Maaf cuma dimulut saja
Hasanah Purwokerto
Ga akan bahagia kalian..
Hasanah Purwokerto
Setan berwujud manusia itu Er..
Hasanah Purwokerto
Cih....sundel bolong....pake pura pura
Hasanah Purwokerto
Maafmu ga ada guna Fir..
Hasanah Purwokerto
Biarin Firza sendirian..ga usah diajak ngobrol..
Hasanah Purwokerto
Preeeetttt laaaahhhj
Hasanah Purwokerto
Ersha ga melarang,,tp kamu yakin,,? Resha akan membiarkanmu pergi menemui Abizar..?
Hasanah Purwokerto
Tetap semamgat ya Rs...masa depanmu msh panjang,,semoga lebih cerah dr sblmnya...
Hasanah Purwokerto
Smg Ersha berjodoh dg Atar..
toh sama" single
Hasanah Purwokerto
Resha culas,,bermuka dua...😡
Meliandriyani Sumardi
bagus ceritanya
Dewi
semoga ersha berjodoh sama bang ahtar , biar nyesel dah tu Firza dapet perempuan penipu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!