"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25 Dapat bonus besar
Kami santai bersama sambil makan dimsum dan juga pizza Karana sudah magrib kita segera melaksanakan kewajiban sebagai muslim
" Bu aku kerja ke mbak Maura lagi ya aku nggk usah di masakkan ibu masak buat ibu sama mas Bayu saja aku sudah kenyang" jelasku
" Hati hati nak kalau bekerja semoga dapat banyak uang" kata ibu sambil tersenyum
Aku berangkat ketempat mbak Maura setelah sholat magrib aku memencet bel dan mbak Maura sediri yang membukakan pintu
" Ayo masuk nis gimana sekarang perasaan mu sudah lega" tanya mbak Maura
" Sudah mbak tapi ya sedih juga aku tadi nangis dulu untung ibu tidak ada di rumah kemudian aku tidur" jawabku
" ya gak apa apa nis tapi jangan terus terusan sedih ya kamu harus berusaha move on nanti cari pacar lag" kata mbak Maura
" Iya mbak aku pacaran sama dia lima tahun lebih tapi ibunya sangat membenci yah dia bukan jodoh ku" jawabku
" pacaran sama paman saja dia kan jomblo" kata mbak Maura asal
" Mas Kaffa yang pangkatnya rendah saja saya sudah di tolak mbak apalagi paman Hendra keturunan orang kaya pangkat nya perwira aku kan harus tahu diri nggak boleh mengharap dot com" jawabku bercanda
" Ya siapa tahu tiba tiba paman Hendra melamar kamu dan dia memang takdir jodoh mu" jawab mbak Maura sambil tertawa terbahak bahak
"Kalau gitu untung di aku rugi di paman" jawabku seenaknya
Aku segera bekerja di depan lap top ku mbak Maura juga di depan laptopnya mempersiapkan anti virus untuk komputer toko pakaian yang di mall tadi besok tinggal di pasang di computer servernya
" Kalian serius banget dan kamu nis sudah selesai nangisnya" kata paman bercanda tapi tetep pasang muka datar
" Paman jangan mengejek orang yang lagi rapuh dong " jawabku
" Paman bawa apa itu " tanya mbak Maura
" ini sesaji buat kalian" kata dia membuka tas rangselnya ternyata isinya bendelan uang Anisa lima Maura dua aku tiga" kata paman
" uang apa ini paman kok aku cuma dua" kata mbak Maura
" ya berapa hari yang lalu kita tidur Maura dan yang kerja Anisa sampai tidak tidur beberapa malam jadi bonus aku bagi 50 puluh persen buat Anisa paman 30 persen dan kamu 20 persen " kata paman
" Terima kasih paman" jawabku
" Aku juga terima kasih paman aku cuma meminjamkan karyawanku sudah dapat bagaian juga" kata mbak Maura
" Ini bonusnya lumayan karena yang di selidiki perusahaan dan tim paman juga sudah di kasih nanti kalau koruptornya mengembalikan uang nya atau harta nya di sita semoga dapat bonus lagi" kata paman Hendra
" Nis bikinkan kopi dong ini paman tadi beli kue pastel dan kue lumpur buat kamu lembur biasa kasus pembunuhan jadi kamu retas cctv dan hpnya pelaku dan kelompoknya" kaya paman
" ok paman mbak juga di bikin kan" tanya ku pada mbak Maura
" Aku teh poci saja nis kamu terserah di dapur lengkap kok" kata mbak Maura
" ya kalau sesaji untuk Nisa kopi hitam yang pahit mbak biar menghadapi kenyataan pahitnya di hina ibu mantan" jawabku seenaknya
Mbak Maura tertawa terbahak bahak bahkan sampai batuk sedangkan paman Hendra hanya tersenyum sedikit saja memang senyum paman itu sangat mahal selesai bikin kopi aku ambil baki ku bawa dua cangkir kopi untuk aku dan paman Hendra dan satu cangkir teh poci pesena mbak Maura
" Sabar ya nis pasti nanti kamu dapat jodoh yang menyayangi mu dan mencintai kamu berdoa saja jangan pacaran sembarangan dan jangan sama Bagas paman lihat dia tadi jalan sama cewek" kata paman Hendra menasehati
"Aku sudah sembuh paman ini ada lima bendel di meja yang menyembuhkan aku bergambar tokoh proklamator bikin hati adem ayem" jawabku
"paman kok bonusku besar banget sih kalau begini aku cepat kaya dong" kataku dengan sombong
"Eh nis itu kerja kerasmu beberapa malam kamu tidak tidur semalaman pagi kamu ngorok kecapean makanya paman kasih kamu lebih sementara paman dan Maura tidur sambil ngiler" kata paman
" lagian ini rejeki mu tadi kamu di remehkan di hina dan putus cinta juga jadi sama Alloh di bayar dengan cas atau tunai tanpa kredit" lanjut paman Hendra
" Terima kasih paman sudah menghibur Nisa yang lagi terpuruk Nisa kembali ke lap top ya" kata ku
Aku segera merapikan uang aku taruh di dalam tas rangsel yng bisanya buat tempat lap top alhamdulilah lima bendel lima puluh juta di beri tunai aku ingin beli perhiasan ingin beli satu set untuk koleksi aku kembali bekerja kopi aku dekatkan dengan lap top kemudian aku membuka lab top paman Hendra dan aku menghubungi ibu kalau aku tidak pulang aku menginap di sini karena ada pekerjaan dari paman Hendra
" Kalian tidur saja kalau ngantuk biar aku yang kerja" kata ku pada mereka
" Aku belum ngantuk kok nis aku temani kamu dengan main game aku top up dan main game punya kamu biar saldo mu semakin membengkak" kata mbak Maura sambil terkekeh
" Terima kasih mbak atas dukungan nya top up yng banyak ya" kata ku bercanda
Aku lanjut kerja membantu paman ketika aku bisa menghack cctv di TKP yang di rusak sudah aku pulihkan dan bukti cat pelaku semua aku kasih ke paman sama paman langsung di simpan dia memakai laptop mbak Maura sedangkan aku mengunakan laptop paman Hendra aku kerja sambil makan kue yang biasanya kita sebut sesaji yaitu kue pastel dan lumpur ternyata mereka habis kita santap bertiga tapi jam sebelas mbak Maura pamit tidur aku lanjut kerja jam dua selesai aku tidur di tempat biasanya paman Hendra tidak tidur katanya besok dia libur jadi nggak apa apa melek semalaman.
Jam lima aku bangun sholat subuh kemudian aku pamit pulang kepada paman Hendra belum tidur dari semalam dia bekeja terus aku pulang ke unit apartment ku aku masuk pakai sandi seperti biasanya ternyata mas Bayu duduk di rumah tamu dia siap olah raga sedangkan ibu memasak di dapur
" Kamu sudah pulang ini ibu bikin susu almond" kata ibu
" Kamu minta ibu bikinkan sarapan apa" tanya ibu
" Sarapan itu saja bikinan ibu " jawabku
" Ibu goreng ikan bandeng goreng tempe sambel bawang bikin terong bakar" kata ibu
" Pasti enak Nisa mandi dulu Bu nanti jam sembilan Nisa berangkat kerja sama mbak Maura" Jawaku
Aku masuk kamar menyimpan uang ku di lemari takut ibu lihat aku pulang pagi bawa bendelan uang takut di kira merampok di bank padahal kerja nggak tidur selama seminggu lebih dan juga doa ibu semalam sebelum berangkat aku di doakan semoga dapat uang banyak dan di kabulkan kata paman Hendra kalau penyelidikan yang di minta PT itu bonusnya banyak beda kalau kasus korupsi di departemen pemerintah tapi yang namanya tugas dan paman Hendra di gaji pemerintah.
Bersambung ....