NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Tarian Kematian

Hutan Bambu Malam biasanya sangat sunyi, namun malam ini, takdir telah menggariskan simfoni darah di tanahnya.

Angin berhembus membawa daun-daun bambu yang gugur. Dua pengawal Tahap 7 yang berdiri di depan Paviliun Angin Musim Gugur menatap ke arah utara dengan dahi berkerut. Udara tiba-tiba menjadi panas.

BLAAAR!

Sebuah ledakan api berwarna hijau terang meletus di batas utara hutan, membakar rimbunan bambu dalam sekejap. Segera setelah ledakan itu, suara teriakan puluhan orang yang kasar dan haus darah bergema di udara, diciptakan oleh formasi pengacak persepsi roh milik Lin Xiaoyu yang dirancang untuk meniru serbuan Kultivator Liar.

"Perampok?! Di wilayah Akademi?!" Salah satu pengawal menghunus pedangnya, matanya membelalak tak percaya. "Mereka pasti mengincar Tuan Ma Dong! Cepat, bunyikan lonceng peringa—"

Ucapan pengawal itu tidak pernah selesai.

Dari bayangan tiang paviliun yang jaraknya hanya dua langkah dari sang pengawal, ruang itu sendiri seolah meludah. Tidak ada hembusan angin, tidak ada fluktuasi Qi.

Zeng Niu muncul. Kecepatannya yang dipacu oleh setitik energi petir ungu Lei Ling di meridian kakinya benar-benar mematahkan nalar. Ia tidak melompat; ia seolah berteleportasi melalui celah kegelapan.

Pisau bengkok Taring Bayangan di tangan kanannya berkelebat dengan warna abu-abu kusam. Pisau itu memotong tenggorokan pengawal pertama dengan kehalusan seorang pelukis yang menarik kuasnya di atas kanvas. Darah menyembur, namun tidak ada setetes pun yang mengenai jubah hitam Zeng Niu.

Pengawal kedua menoleh karena mendengar suara gemericik darah. Matanya bertatapan langsung dengan mata Zeng Niu yang sedingin dasar neraka.

"K-Kau—!" Pengawal kedua meledakkan Qi Tahap 7 miliknya, mencoba menebaskan pedangnya.

Namun Zeng Niu tidak menggunakan teknik elegan. Ia masuk ke bawah ayunan pedang itu dengan kebuasan monster, dan menggunakan bahunya untuk menabrak dada pengawal tersebut. Kekuatan murni dari Penempatan Tubuh menghancurkan tulang rusuk pengawal itu seketika. Sambil menabrak, tangan kiri Zeng Niu menusukkan Taring Bayangan kedua lurus ke jantung lawannya.

Dua kultivator Pengumpulan Qi Tahap 7 tewas dalam waktu kurang dari dua tarikan napas.

Brak!

Pintu paviliun hancur dari dalam. Ma Dong, target utama malam ini, melesat keluar dengan pedang panjang yang memancarkan cahaya biru terang. Aura Pengumpulan Qi Tahap 9 meledak darinya, menekan daun-daun bambu di sekitarnya hingga hancur menjadi serbuk.

Ma Dong melihat kedua pengawalnya tewas dengan leher terpotong dan dada berlubang. Ia menatap ke arah api yang mulai menjalar dari utara, lalu menatap sosok berjubah hitam yang berdiri di tengah mayat-mayat itu.

"Kultivator Liar rendahan!" raung Ma Dong, wajahnya memerah karena amarah dan kepanikan. "Kalian berani menyergap Murid Dalam Akademi Jiannan?! Apapun yang dibayar oleh Aliansi Dagang kepada kalian, aku bisa membayar dua kali lipat!"

Zeng Niu tidak berbicara. Ia hanya memiringkan kepalanya, menilai postur Ma Dong. Kultivator Tahap 9 memiliki Qi yang sangat padat. Pedang di tangan Ma Dong dilapisi oleh energi yang bisa membelah batu karang raksasa.

Melihat pembunuh itu terdiam, Ma Dong merasa di atas angin. Ia menyeringai kejam. “Seni Pedang Awan Terbelah!”

Ma Dong mengayunkan pedangnya. Sembilan bayangan pedang Qi melesat membelah udara, mengunci seluruh rute pelarian Zeng Niu. Ini adalah teknik tingkat tinggi Paviliun Pedang!

Zeng Niu tidak mundur. Sutra Langkah Hantu memungkinkannya membaca arah angin dari setiap tebasan. Kakinya yang dialiri petir ungu bergerak dengan kecepatan bayangan, meliuk di antara celah sempit sembilan bayangan pedang itu. Dua tebasan berhasil menggores bahu dan pahanya, namun darah yang keluar hanya sedikit karena otot fisiknya menahan robekan itu agar tidak mengenai tulang.

Zeng Niu mengabaikan lukanya seolah itu bukan tubuhnya sendiri. Ia menerobos masuk ke jarak dekat.

Mata Ma Dong membelalak panik melihat monster berjubah hitam itu menerjang hujan pedangnya tanpa rasa takut. "Mati kau!"

Ma Dong meremukkan sebuah jimat giok di tangan kirinya.

WUSSS!

Sebuah kubah cahaya berwarna emas kehitaman seketika menyelimuti tubuh Ma Dong. Ini adalah jimat perlindungan tingkat Foundation Establishment!

TANG! TANG!

Dua tebasan Taring Bayangan milik Zeng Niu menghantam kubah emas itu dan terpental keras. Tangan Zeng Niu menjadi kebas. Perisai itu tidak bergeming sedikit pun.

"Hahaha! Bodoh!" tawa Ma Dong meledak, merasa nyawanya telah aman di dalam cangkang kura-kura dewa. "Perisai Lonceng Emas ini bisa menahan tiga pukulan penuh dari master Foundation Establishment! Kultivator Liar miskin sepertimu bisa memukulnya sampai hancur dan tidak akan—"

Di dalam Lautan Kesadaran Zeng Niu, Lei Ling mendengus kasar.

“Berisik sekali anjing ini. Energi emasnya dipenuhi oleh elemen logam murni. Jika kau ingin menghancurkannya dengan kekuatan fisikmu yang lambat itu, kau butuh seratus pukulan. Alirkan setitik saja petirku ke senjatamu, dan hancurkan struktur perisainya!”

Zeng Niu menatap dingin pada Ma Dong yang sedang menertawakannya.

"Terlalu mencolok," batin Zeng Niu menolak tawaran Lei Ling. Jika ada sisa energi petir ungu di tempat kejadian, Tetua Jian Kuang akan langsung mengaitkannya dengan hilangnya pedang di Ngarai Guntur.

Zeng Niu menyarungkan kedua pisaunya. Ia mundur setengah langkah, mengambil kuda-kuda yang sangat rendah. Otot-otot lengan kanannya menggembung, urat nadinya menonjol menghitam seperti cacing tanah.

Ma Dong mengerutkan kening. "Apa yang mau kau lakukan dengan tangan kosongmu, sampah?"

Zeng Niu memutar Dantian berdarahnya hingga batas maksimal. Ia memanggil seluruh energi mutasi Bencana, hawa racun dari Teratai Jantung Darah, dan kekerasan sumsum tulang nya, mengompres semuanya ke ujung buku jari kanannya. Ini adalah satu-satunya teknik tinju yang ia kembangkan sendiri: Pukulan Bencana.

Zeng Niu melangkah maju, tanah amblas di bawah pijakannya. Ia melepaskan pukulan lurus ke arah kubah emas itu.

DUAAAARRRR!

Bukan suara benturan benda keras, melainkan suara korosi yang mengerikan. Saat tinju Zeng Niu yang diselimuti Qi Bencana yang merusak menyentuh perisai emas murni itu, energi Bencana yang haus darah langsung memakan energi spiritual ortodoks dari perisai tersebut.

Kubah emas itu beriak hebat, warnanya meredup dengan cepat, dan suara retakan yang memekakkan telinga terdengar.

"T-TIDAK MUNGKIN!" Ma Dong menjerit histeris. Wajahnya pucat pasi seperti mayat. Perisai pelindung dari kakeknya sedang dilelehkan oleh kepalan tangan kosong!

KRAAAK! PRANG!

Kubah emas itu pecah berkeping-keping layaknya kaca rapuh.

Sebelum Ma Dong sempat mengangkat pedangnya untuk menangkis, tinju Zeng Niu yang tidak kehilangan momentumnya menghantam dada pemuda itu.

KRETAK!

Tulang dada Ma Dong melesak ke dalam. Tubuhnya terlempar menabrak tiang paviliun hingga patah. Ia memuntahkan darah yang bercampur dengan serpihan organ dalamnya. Matanya melotot menatap pemuda berjubah hitam yang berjalan menghampirinya dengan tenang, seolah malaikat maut yang sedang menjemput jiwa.

"S-Siapa... kau..." rintih Ma Dong, darah menggelegak dari tenggorokannya. "A-Aliansi... tidak akan... melepaskanmu..."

Zeng Niu tidak berniat mendengarkan ocehan orang mati. Ia membungkuk, menekan leher Ma Dong dengan lututnya hingga terdengar bunyi patah yang final. Ma Dong berhenti bergerak untuk selamanya.

Dengan gerakan efisien, Zeng Niu menggeledah jubah Ma Dong. Ia menemukan sebuah perkamen kulit domba yang tersegel rapi peta patroli perbatasan akademi serta sebuah Cincin Spasial berkualitas tinggi.

Setelah memasukkan benda-benda itu ke dalam jubahnya, Zeng Niu mengeluarkan dua kantong kecil berisi Serbuk Fosfor Pembakar dari sabuknya. Ia menyebarkan serbuk itu di atas mayat Ma Dong, kedua pengawalnya, dan ke seluruh penjuru paviliun.

Ia memungut salah satu pedang pengawal yang jatuh, memukulkannya ke batu untuk menciptakan percikan api.

WUSSS!

Dalam hitungan detik, paviliun itu ditelan oleh lautan api yang sangat panas, membakar semua bukti fisik, luka spesifik, dan jejak racun yang ditinggalkan oleh Zeng Niu. Mayat-mayat itu akan hangus menjadi arang yang tidak bisa dikenali, membuat kesimpulan investigasi nanti mengarah pada serangan perampok yang membakar tempat kejadian.

Zeng Niu berdiri di luar paviliun yang berkobar, siluet hitamnya diterangi oleh cahaya api yang menari-nari. Matanya yang mati merefleksikan kobaran neraka tersebut.

Misi pembunuhan pertamanya selesai dengan sempurna. Tidak ada belas kasihan. Tidak ada keraguan. Hanya efisiensi absolut.

Zeng Niu berbalik, melangkah masuk ke dalam lebatnya Hutan Bambu Malam, dan menghilang tanpa suara.

1
Xiao Bar
lanjut thor
Xiao Bar
mo yin baik
saniscara patriawuha.
gasssdd polllllll
saniscara patriawuha.
pasti nanti jadi 1 circle....
saniscara patriawuha.
sikatttytt.....
saniscara patriawuha.
gassssss deuiiiii...
saniscara patriawuha.
gassss polllll mangghh
.
lanjuuttt
eka suci
baca disini tuh banyak tahan nafas🤭 seru deg" n eh nama MC sama dgn kembaran Zhao xuan ya🤭
eka suci
ngajarin predator buat bunuh kamu tetua mo😄
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!