Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.
Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.
Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Di negara lain…
Seorang pria berkacamata berdiri di dekat jendela, berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.
“Bos, Jason Long mengupah beberapa pembunuh bayaran. Sepertinya mereka bersiap untuk melawan Nona,” terdengar suara seorang pria dari seberang.
“Aku tidak peduli berapa jumlahnya. Pastikan mereka tidak bisa bangkit lagi,” perintah pria itu tegas.
“Baik, Bos,” jawab pria tersebut sebelum memutuskan panggilan.
Di belakang pria itu, terlihat Holdes dan Janetta sedang duduk sambil meneguk minuman.
“Xiao Han, apakah Colly akan bertindak malam ini?” tanya Holdes.
“Micheal memberitahuku, Colly telah berhasil mengalahkan salah satu pembunuh bayaran Jason Long. Dan malam ini, adik pasti akan menyerang ke tempat mereka,” jawab pria berkacamata itu— Shen Xiao Han.
“Holdes, aku tidak ingin tangan putriku ternoda,” ucap Janetta pelan.
“Istriku, kita tidak bisa menghentikan putri kita. Colly sudah beranjak dewasa. Sebagai putri mafia, dia harus bisa melindungi dirinya sendiri. Selama ini kita tahu apa yang dilakukan Jason dan kedua anaknya. Kita tidak ikut campur karena kita memberi kesempatan untuk Colly menghadapinya. Agar anak ini tidak manja dan tidak takut menghadapi segala rintangan,” jawab Holdes dengan tenang.
“Kalau dibandingkan dengan musuh-musuh kita, Jason Long bukan siapa-siapa. Jika adik berhasil mengalahkan mereka, aku ingin memberinya hadiah besar sebagai tanda selamat karena dia lulus,” ucap Xiao Han.
“Colly yang berada di luar negeri dituntut harus bisa melakukan semuanya sendiri. Benar juga, dia tidak bisa mengandalkan pengawal ataupun Wilbert saja. Karena bahaya bisa datang kapan saja,” ujar Janetta.
“Kalau dibandingkan dengan bahaya yang kau lalui dulu, masalah yang dihadapi Colly masih tidak seberapa,” ujar Holdes.
“Pa, Ma, ada Micheal di sisinya. Aku yakin Colly pasti akan selamat,” ucap Xiao Han.
“Benar, cukup percaya saja padanya. Sebagai putri mafia, dia tidak boleh manja dan tidak boleh lemah. Apalagi Colly tidak suka kalah. Oleh karena itu, dia belajar sambil berlatih ilmu bela dirinya. Putri Papa ini sudah menunjukkan kemajuan. Dan Papa yakin, dia akan menjadi putri kebanggaan keluarga Shen,” ucap Holdes.
“Josep dan Amy Long sudah menerima balasannya. Adik berhasil membalas mereka. Kini giliran Jason Long. Aku penasaran apa yang akan dilakukan oleh adikku ini,” ujar Xiao Han.
“Melawan mereka memang tidak mudah. Tapi dengan kemampuan adikmu dan Micheal, itu bukan hal yang sulit. Ditambah lagi dengan bantuan anak buah Wilbert,” kata Holdes tenang.
“Aku berharap Colly berhasil melewati ujian ini,” ucap Janetta pelan.
“Tenang saja, putri kita adalah seorang pemberani. Dia layak menjadi mafia. Tidak tahu rasa takut, tidak takut sakit, dan setia pada temannya. Demi temannya, dia sampai menyinggung putri Jason Long. Sebagai ayahnya, aku tidak menyalahkannya—malah merasa bangga atas kesetiaan dan keberaniannya,” ucap Holdes.
“Memang adik kesayanganku,” gumam Xiao Han dengan senyum tipis.
***
Di sisi lain, Colly yang sedang mengobati lukanya di rumah sakit ditemani oleh Tannia dan Roby.
“Colly, lukamu belum sembuh. Aku rasa lebih baik kita lapor polisi saja,” kata Tannia.
“Kalau mereka bisa membantu, mana mungkin keluarga Long bisa bebas melakukan tindakan kekerasan di mana-mana? Keluarga Long cukup menakutkan bagi mereka. Tapi bagiku, mereka bukan siapa-siapa,” jawab Colly tenang.
“Tapi, Colly, kau sedang terluka. Apakah tidak berbahaya?” tanya Roby.
“Tenang saja, hanya luka ringan. Selagi senjata mereka tidak dilapisi racun,” jawab Colly.
Tiba-tiba ponsel Roby berdering.
Ia segera mengangkatnya.
“Hallo, ada apa?” sahutnya.
“Roby, ada berita dari keluarga Long,” ucap temannya dari seberang.
“Apa? Meninggal?” tanya Roby terkejut. Tak lama kemudian, ia memutuskan panggilannya.
“Roby, ada apa?” tanya Tannia.
“Jason Long meninggal tadi pagi,” jawab Roby.
Ucapan itu langsung membuat Colly dan Tannia terdiam.
Tidak lama kemudian, Colly dan dua temannya meninggalkan rumah sakit.
Saat mereka melangkah keluar, tiba-tiba sejumlah pria bersetelan hitam menghadang di depan mereka.
“Colly Shen, bos kami telah meninggal, dan kau adalah penyebabnya. Jadi, kau harus ikut dengan kami,” ucap mereka serentak.
“Apa? Kalian salah minum obat? Colly tidak bertemu dengan bos kalian, kenapa menyalahkannya?” tanya Roby kesal.
“Banyak saksi mata mengatakan bahwa kau yang menyebabkan bos kami mengalami serangan jantung,” jawab salah satu dari mereka.
“Ikut kami… atau mereka juga akan ikut terseret,” ancamnya dingin.
“Dasar rubah tua… mau menggunakan kematian untuk mempermainkanku,” batin Colly dingin.
mau gunakan cara licik
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄