NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #25

"katakan pada ku, apa saja yang sudah mereka dapatkan?" ucap Zehan sambil menatap wajah Erik. Dia kini bahkan berdiri di hadapan Erik sambil memasukkan dua tangan ke saku celana nya.

Kalau sudah begitu, itu artinya Zehan ingin Erik memberikan dia jawaban yang memuaskan.

"Mereka hanya mendapatkan informasi tentang kecelakaan nya nona muda, di mana mereka menyogok seseorang untuk mengambil hasil rekaman cctv yang ada di kantor catatan sipil," jelas Erik.

"Lagi? Apakah mereka juga mendapatkan informasi rumah sakit tempat Viola di rawat? Dan tentang hilang ingatan nya?" kata Zehan dengan sangat khawatir.

"Seperti nya mereka hanya mendapatkan berita tentang kecelakaan saja tuan muda, soal lain nya, mereka masih dalam proses penyelidikan, namun itu tidak semudah yang mereka bayangkan, karena keluarga Danuarta dan keluarga Wijaya melindungi nyonya," jelas Erik lagi, panjang lebar.

"Bagus lah kalau begitu, oh ya, kau tangani saja proyek ini sendirian, aku harus kembali untuk memastikan bahwa Viola masih tidak ingat dengan bajingan itu," ucap Zehan tanpa mendengar jawaban dari Erik.

Dia pun gibrit seperti jin iprit keluar dari ruangan CEO nya dan meninggal kan Erik begitu saja.

"Tapi tuan muda!" ucap Erik yang tak di pedulikan.

"Kalau begini gaji ku harus satu miliar sebulan, semua proyek aku yang menghendel, tuan muda benar-benar mabuk kalau soal nyonya, tapi nyonya sendiri sama sekali tidak mencintai nya, aku hanya khawatir suatu saat setelah nyonya mengingat semua nya, dia akan meninggalkan tuan muda, bagaimana nasibnya tuan muda nanti ya?" itulah yang di khawatirkan oleh Erik.

Sementara itu di sisi lain ...

"Terima kasih sudah membantu ku," kata Viola kepada pelayan yang saat itu bertugas membantu nya mandi dan berganti pakaian.

"Sama-sama nyonya, ini sudah tugas ku sekarang karena bi Sirah mungkin akan kembali dalam waktu yang cukup lama," jelas nya kepada Viola.

"Iya, aku tau itu, tetapi, siapa nama mu? Kau juga terlihat masih sangat muda, aku jadi tidak nyaman jika memanggil mu hanya dengan sebutan bibi," lanjut Viola lagi.

"Ohh, nama ku adalah Hani, nyonya bisa memanggil ku dengan sebutan Hani saja," jelas nya sambil menyisir rambut Viola.

"Hani ya? Berapa usiamu Hani? Kita seperti nya tidak jauh berbeda," mereka pun mulai mengobrol panjang.

"Usiaku dua puluh delapan tahun nyonya, dan aku adalah anak dari kepala pelayan di mansion keluarga Kusuma Wijaya, aku di pindahkan ke sini setelah tuan dan nyonya menikah," jelas nya dengan sopan dan lembut.

"Ohhh, begitu kah? Aku tidak menyangka kalau kau adalah anak kepala pelayan di mansion Kusuma Wijaya, usiamu juga masih berkepala dua puluh, pantas saja aku merasa cocok bila berbincang dengan mu," kata Viola lagi.

"Iya nyonya, namun usiaku jauh lebih tua dari kau dan tuan muda, aku besar di keluarga Kusuma Wijaya yang sangat baik dan berjasa untuk ku, bagi ku berapapun gajinya aku tidak peduli, intinya pengabdian ku adalah pilihanku," jelas Hani lagi, dia terlihat sangat tulus ketika mengatakan hal tersebut.

"Kau sungguh baik Hani, mulai sekarang jangan sungkan dengan ku, anggap saja aku adalah teman mu," kata Viola merasa nyaman berbincang dengan Hani.

"Terima kasih banyak nyonya, mungkin kau adalah satu-satunya putri kaya yang bersikap begitu baik kepada pelayan nya di dunia ini," jelas Hani semakin dekat dengan Viola.

"Ternyata, orang yang di sukai tuan muda Zehan selama ini adalah nona Viola, dia benar-benar baik, tidak hanya cantik parasnya, namun juga cantik hatinya, pantas saja tuan muda Zehan rela diri nya di gosipkan oleh orang menyukai sesama jenis, itu semua dia lakukan untuk menjaga dirinya untuk tetap setia menunggu nyonya Viola," batin Hani yang tau banyak soal Zehan dan gosip miring itu.

Sementara itu di sisi lain ...

"Bagaimana ini ma? Pa? Aku sekarang sudah tidak punya uang untuk berfoya-foya, kalian berdua benar-benar tidak berguna! Aku sudah sangat berharap bisa masuk ke dalam perusahaan kak Zehan! Kenapa sampai sekarang tidak ada hasilnya!" ucap seorang gadis mengamuk di hadapan papa dan mamanya.

"Cukup Lola! Mama sudah merendahkan diri untuk memohon di hadapan Zehan, dan kau tau jawabannya? Dia malah menghina mama, dia bilang nenek mu adalah pelakor, sejak Kakek mu meninggal kita bukan lah siapa-siapa di keluarga Kusuma Wijaya," ucap Maya berdiri dari duduknya.

"Sudah-sudah, apa yang kalian berisikan, aku benar-benar pusing mendengar nya, begini saja, Lola, sebaiknya kau carilah pekerjaan lain saja sebelum kita mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Kusuma Wijaya grup," sambung sang papa.

"Tidak mau, aku tidak mau! Aku juga cucunya kakek, seharusnya aku juga dapat bagian dari Kusuma Wijaya, posisi ku seharusnya tinggi, aku inis seorang nona muda, kalian benar-benar tidak bisa di andalkan, aku benci kalian!" bentak Lola yang kemudian masuk ke dalam kamar dan mengunci dirinya seperti bisa di sana.

Ya, ini adalah keluarga Maya, di mana dalam keluarga ini terdiri dari tiga orang, kepala keluarga adalah seorang pengangguran, penjudi dan peminum, dia di panggil pak Irfan. Dan istri nya bernama Maya, seorang ibu rumah tangga dengan satu anak perempuan yang notabene nya adalah sepupu tiri Zehan, bernama Lola dan usianya setara dengan Viola.

Sudah lama keluarga ini di asing kan oleh keluarga Kusuma Wijaya, mereka tidak di akui meskipun mereka melakukan segala cara untuk terlihat layaknya anggota keluarga Kusuma Wijaya. Zehan yang bijaksana tidak akan membiarkan sampah-sampah ini mengotori nama keluarga nya.

"Astaga mas, apa yang harus kita lakukan sekarang? Seperti nya Lola benar-benar ingin bekerja di perusahaan Kusuma Wijaya grup." kata Maya sambil memegang tangan suaminya.

"Bodoh! Aku tidak tau, urus saja anak mu sendiri, aku ingin keluar," kata sang suami tak peduli dan segera berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari pintu rumah sederhana tersebut.

"Mas! Mas! Sial! Kenapa hidup ku harus sesulit ini, padahal aku adalah anggota keluarga Kusuma Wijaya, seharusnya aku sekarang duduk santai dan mendapat sebagian besar warisan dari ayah," batin Maya geram.

Sementara itu di sisi lain,

"Zehan tiba di rumah nya, namun dia tidak mendapati Viola, di manapun.

"Tuan muda, anda sudah kembali, apakah anda mencari nyonya?" ucap seorang pelayan lainnya yang saat itu sedang membersihkan perabotan rumah tangga.

"Ya, di mana istriku?" tanya Zehan sambil mengerutkan keningnya.

"Nyonya muda dan Hani, mereka pergi jalan-jalan, aku tidak tau kemana, mungkin sedang berkeliling komplek," kata pelayan tersebut menjelaskan.

"Astaga, bukan kah matahari sedang terik seperti ini tidak di sarankan untuk pergi keluar dari rumah? Aku harus mencarinya," batin Zehan sambil menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

Tampa aba-aba Zehan pun kembali keluar untuk mencari Viola.

Sementara itu di sisi lain kompleks ...

"Nona muda, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Kau sudah terlalu lama di luar, aku khawatir tuan muda Zehan akan pulang dan mencari mu," ucap Hani kepada sang nyonya muda yang saat itu tengah menikmati permen gulali nya.

Ya, mereka berjalan-jalan di keliling komplek, tanpa sengaja keduanya menemukan abang-abang penjual gulali atau dalam kata lain permen kapas.

"Jangan khawatir, kak Zehan bukan nya ke kantor karena bada urusan? Dia tidak akan kembali dengan mudah, percaya lah padaku," ucap Viola lagi.

"A-anu, anu nona muda, sepertinya aku kebelet pipis," kata Hani yang saat ini di samping nya sudah ada Zehan.

"Pergilah," kode Zehan kepada Hani.

Zehan menggulung lengan kemeja putih nya dan kemudian memegang pegangan kursi roda Viola.

"Baiklah, aku tunggu!" kata Viola sambil terus menikmati makanan manis itu.

"Enak?" bisik Zehan dengan bibir yang hampir menyentuh telinga Viola.

"Ya, ini sangat manis, kau mau mencoba nya?" ucap Viola sambil mencubit sedikit permen tersebut dan kemudian memberikan nya dengan tangan nya tanpa menyadari siapa sosok yang ada di belakang nya saat ini.

Melihat itu, Zehan segera memegang pergelangan tangan Viola, mengarah kan permen yang ada di jari Viola ke mulut nya dan hap, separuh jari telunjuk dan ibu jari Viola yang mencubit permen itu seketika masuk ke dalam mulut Zehan.

Seketika Viola yang kaget langsung menoleh ke belakang, mendapati Zehan yang saat ini ada di belakang nya.

"Benar, cukup manis," sebaiknya kurangi makanan seperti ini," ucap Zehan yang kemudian mengambil permen kapas yang ada di tangan Viola dan memakan semuanya.

"Kak Zehan! Kau jorok sekali!" ucap Viola sambil menatap jari nya yang basah.

"Apa itu jorok? Aku suamimu, aku tau kau hlang ingatan tapi tidak mungkin kau juga melupakan siapa aku, kan?" ucap Zehan lagi.

"Menyebalkan! Kembalikan miliku, aku baru mencicipi nya sedikit," ucap Viola berusaha merebut kembali permen nya dari tangan Zehan.

"Tidak boleh, aku akan memakan nya semua, aku tidak bisa makan ini Viola, ini terlalu manis," ucap Zehan yang kemudian mengumpal permen itu dan memasukkan nya ke dalam mulutnya.

Dalam sekejap permen gulali milik Viola hilang tak berbekas.

"Hani sialan, pantas saja dia lari terbirit-birit," batin Viola.

"Kau jahat, aku membencimu," umpat Viola kesal dengan Zehan yang sudah menghabiskan makanan kesukaan nya.

"Tidak masalah, aku juga belum memberikan perhitungan kepada mu yang berani-beraninya keluar rumah tanpa persetujuan suami," kata Zehan yang kemudian mendorong kursi roda Viola kembali ke rumah mereka.

Sementara itu Viola tak bisa berkata apa-apa meskipun dia sangat kesal, rasanya ingin sekali dia menjewer kuping Zehan, memaki nya, memukuli nya, namun itu hanyalah hanyalan Viola belaka, Zehan adalah suaminya dan dia yang duduk di kursi roda mana mungkin bisa melawan laki-laki bertubuh tinggi dan kekar itu.

Beberapa puluh menit kemudian ...

"Dia masih marah?" ucap Zehan sambil membawa sesuatu di tangan nya.

Ya, setelah kembali dari jalan-jalan, Viola yang kesal dengan Zehan kini mengunci diri di kamar nya.

****

1
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
Felycia R. Fernandez
tipe Viola ini,suka kabur kalau ada masalah.dalam percakapan juga.jadi gak pernah nyimak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!