NovelToon NovelToon
Tentangga 365

Tentangga 365

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Pagi ini Nadila kembali mengunjungi sang Mamah, malam tadi siang Mamah sudah dipindahkan diruang perawatan.

Saat Nadila masuk disana ada Ernest dan Mamahnya yang tengah mengunjungi Mamah Nadila.

Nadila pun memberikan salam kepada orangtua Ernest, dan ia pun meletakkan buah yang ia bawa untuk sang Mamah.

" Nadila, makin cantik aja " ucap Mamah Ernest

" Makasih Tante " jawab Nadila

Ernest terus memperhatikan Nadila, sedangkan Nadila pun memilih untuk mengabaikan.

" Kamu kesini sama siapa Nadila ? " tanya sang Mamah

" Ada Mah sama pacar Nadila "

" Pacar? "

" Iya Mah, namanya Fabian. Ernest juga kenal ko sama pacar Nadila "

" Iyah Tante, tapi pacar Nadila itu anak geng motor Tan "

" Geng motor ? Nadila kamu yang benar aja masa kamu pacaran sama anak kayak gitu, pasti dia ga bener Nadila " ucap sang Mamah

" Ga bener gimana sih Mah ? Mamah belum kenal sama dia, jadi gausah dengerin apa kata Ernest "

" Ya tetap aja Nadila, udah mendingan kamu sama Ernest aja Nadila " ucap sang Mamah

" Mah.. Aku kesini mau jenguk mamah, aku kesini bukan mau berdebat sama Mamah "

" Kalau Mamah cuma mau berdebat sama aku dengan hal yang sama mending aku pergi aja deh Mah "

Nadila yang merasa kesal pun langsung pergi begitu saja, namun sang Mamah menyuruh Ernest untuk mengikuti Nadila.

" Nad tunggu " ucap Ernest

" Apalagi sih Nest ? "

" Gue anterin sampai bawah ya, sekalian ada yang mau gue omongin sama lo "

" Ga usah gue bisa sendiri "

Namun Ernest tetap kekeuh, ia pun mengikuti Nadila.

" Lo makin cantik aja Nad "

Nadila mengabaikannya, ia menyibukkan dirinya dengan memainkan ponselnya.

Lift terasa turun lebih lama dari biasanya, Nadila benar benar tak nyaman ada Ernest disampingnya.

Ernest terus mengikuti Nadila, hingga diluar rumah sakit Ernest pun memberanikan dirinya menarik tangan Nadila.

" Lepas Ernest "

" Gue mau ngomong sebentar Nad "

" Ngomong apa lagi sih ? "

" Gue minta maaf, gue sadar kalau gue salah Nad. Gue tau udah bikin lo kecewa, tapi gue sadar kalau cuma lo yang sayang sama gue apa adanya Nad "

" Terlambat Ernest , dulu lo kemana aja ? gue udah maafin lo, tapi udah ga usah ganggu gue "

Ernest menarik tangan Nadila sekuat tenaga, hingga akhirnya Nadila pun masuk kedalam pelukan Ernest .

Disaat bersamaan Fabian melihatnya, ia pun segera menghampiri keduanya.

" Lepas Ernest " ucap Nadila sambil mendorong

Namun belum sempat Ernest menjawab, Fabian sudah lebih dulu menarik Ernest agar menjauh dari Nadila.

" Bangsat lo ya " ucap Fabian dengan penuh emosi

" Bian jangan berantem disini Bian " Nadila langsung menenangkan Fabian

Ernest pun pergi begitu saja, Nadila pun langsung mengajak Fabian untuk masuk kedalam mobilnya.

" Kamu kenapa diem aja sih Dil ? "

" Diem aja gimana Bian ? Aku udah coba lepasin dia "

" Harusnya tadi kamu biarin aku buat mukul dia, aku ga rela liat kamu diperlakukan kayak tadi Dil "

" Bian ini rumah sakit tempat umum, aku ga mau ada ribut "

" Gamau ribut atau kamu belain dia Dil ? "

" Bian.. "

" Kamu masih sayang sama dia ? Iya ? "

" Bian kamu udah ngaco sumpah, udah ya aku lagi males ribut. Aku mau pulang sendiri aja "

Nadila pun segera keluar dari dalam mobil Fabian, saat melihat ada taxi yang baru menurunkan penumpang Nadila pun langsung naik kedalam taxi tersebut.

Fabian merasa bersalah dengan sikapnya barusan, ia pun langsung mengikuti taxi yang dinaiki oleh Nadila.

" Pak lebih cepat ya Pak " ucap Nadila

" Baik mba " ucap sang supir taxi

Nadila tak menyangka dengan sikap Fabian tadi, ia pun memilih untuk pergi lebih dulu.

Nadila meminta supir itu mengantarkan ke cafe yang sudah Nadila tunjuk, dan tak lama ia pun sampai di cafe itu.

Setelah membayar Nadila pun langsung masuk kedalam cafe, Nadila berpikir jika Fabian pasti kehilangan jejak Nadila tadi.

Nadila mematikan ponselnya dengan sengaja, ia duduk di cafe sendirian sambil merenungi dirinya sendiri.

" Loh Nadila "

Nadila mengangkat kepalanya, ia melihat Teguh yang ada dihadapannya

" Eh guh "

" Lo sendirian? Fabian kemana ? "

" Ke laut "

" Wah lagi berantem kayaknya, gue boleh duduk disini ga ? "

" Duduk aja "

Teguh pun menarik kursinya, ia pun duduk bersebrangan dengan Nadila.

" Kenapa ? Lo berantem sama Fabian ? "

" Ya gitu lah "

" Kenapa ? Cerita aja sama gue kali "

Nadila pun menceritakan masalahnya dengan Fabian, dan Teguh pun mendengarkannya.

" Hmm gitu Nad, ya mungkin emang kalian lagi sama sama panas aja kali ya. Tapi mungkin maksud Fabian ga kayak gitu Nad "

" Ya cuma gue kesel aja Guh, masa iya dia mikir kayak gitu. Padahal kan dia juga tau kalau gue benci banget sama mantan gue "

" Ya iya sih, yaudah daripada lo kesel gimana kalau kita main game aja "

" Gue lagi matiin hp gue, lagian juga gue males main tuh game "

" Beda ko, ini cuma pakai hp gue aja "

Nadila pun akhirnya setuju, Teguh pun merasa berhasil menghibur Nadila.

....

Sore hari Nadila pulang dengan diantar oleh Teguh, begitu sampai Nadila pun langsung turun dari mobil Teguh.

Teguh pun langsung pergi, dan Nadila langsung naik menuju unit miliknya.

Nadila merasa dirinya sudah jauh lebih baik, saat ia masuk kedalam unit miliknya disana sudah ada Fabian yang menunggu dirinya.

" Hp kamu kenapa ga aktif Dil ? "

" Lawbat "

" Lawbat atau karena ga mau diganggu karena berduaan sama Teguh ? "

Suara Fabian memang santai, namun tidak dengan raut wajahnya saat ini.

" Aku ga sengaja ketemu sama Teguh, kebetulan aku sendiri jadi dia nemenin aku "

" Terus ? "

" Ya yaudah cuma ngobrol aja Bian, lagian kalau emang kamu liat aku cuma berduaan sama dia kenapa kamu ga nyamperin aku ? "

" Buat apa Dil ? Kamu juga lagi marah kan sama aku tadi, yang ada disana aku juga didiemin dan kamu asik sama si Teguh "

" Ya gimana aku ga marah sih Bian ? Sikap kamu tadi itu bikin aku kesel Bian "

" Iyah aku salah, aku minta maaf. Aku cuma ga suka liat kamu sama si Ernest tadi ditambah kamu belain dia Dil "

" Belain apa sih Bian ? Aku ga belain dia, aku cuma ga mau kalian bertengkar di tempat umum aja. Aku juga bilang ga semuanya di selesaikan dengan bertengkar "

" Ya tapi aku juga ga rela Dil ngeliat kamu kayak tadi, kamu itu pacar aku Nadila apa aku salah ya belain kamu ? "

" Ga salah Bian, ya cuma "

" Cuma apa ? kamu maunya aku diem aja gitu Dil ? "

" Ya ga gitu Bian "

" Aku ngerasa serba salah Dil, apa emang cuma aku ya yang punya perasaan dihubungan ini ? "

" Bian, sumpah omongan kamu udah ngelantur tau ga "

Nadila memilih mengakhiri perdebatan, ia pun langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya.

Lagi-lagi Fabian tak bisa mengendalikan emosinya, karena rasa cemburunya membuat ia dan Nadila justru semakin buruk

1
Rian Moontero
mampiiirrr😍
Mia Camelia
jadi so sweet banget yaa🥰
Mia Camelia
cie...cie...udah mulai nyaman nih🥰
Mia Camelia
jeremy atau ernest sih pacar nya nadila🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaaha jdi panas sendiri yas🤣
Mia Camelia
cerita nya bagus kak, episode pertama aja udh seru begini😄🥰
lanjut ya thor👍😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!