NovelToon NovelToon
ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Action / Showbiz
Popularitas:357
Nilai: 5
Nama Author: Ab Je

Di dunia pro-scene FPS yang kejam, satu peluru bisa menentukan segalanya.

Reno, seorang remaja yang bekerja di warnet kumuh, hanya dikenal sebagai "hantu" di server publik. Tanpa tim, tanpa perlengkapan mewah, ia mendominasi setiap pertandingan dengan satu ciri khas: satu tembakan, satu nyawa melayang. Kemampuannya yang tidak masuk akal membuat banyak orang menuduhnya menggunakan cheat.

Namun, nasib Reno berubah saat sebuah tim e-sport yang sedang di ambang kehancuran menemukannya secara tidak sengaja. Di tengah keraguan rekan setim yang tidak mempercayainya dan rival-rival besar yang siap menjatuhkannya, Reno harus membuktikan bahwa [aim] miliknya adalah murni bakat dewa.

Dari turnamen antar-warnet yang penuh asap hingga panggung megah kejuaraan dunia, Reno akan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, kamu tidak butuh peluru kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ab Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Sinyal Terlarang

Gemuruh di Suntec Singapore Convention Centre mencapai puncaknya saat skor 2-0 terpampang nyata di layar raksasa. Tim Black Viper, yang datang sebagai tim *Wildcard* dari Indonesia, kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk menyingkirkan raksasa Northern Stars dari turnamen. Di kursi pemain, Reno bisa merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya, namun matanya tetap terpaku pada monitor dengan intensitas yang tidak tergoyahkan.

"Satu ronde lagi, kawan-kawan. Fokus," instruksi Reno melalui saluran suara tim. "Mereka sedang terpojok, dan musuh yang terpojok adalah yang paling berbahaya."

Di seberang sana, Silent Reaper tampak tidak lagi berbicara dengan timnya. Ia hanya menatap layar dengan pandangan kosong yang mengerikan. Tiba-tiba, Reno menyadari sesuatu yang aneh. Lampu indikator pada komputer tim Northern Stars berkedip dengan pola yang tidak biasa. Di saat yang sama, Reno merasakan adanya *stutter* atau gangguan kecil pada pergerakan karakternya.

"Coach Ardi, ada yang aneh dengan koneksiku," lapor Reno dengan nada waspada. "Ping-ku melonjak tidak stabil, tapi hanya di momen-momen tertentu."

Ardi segera memanggil teknisi panitia, namun mereka hanya menggelengkan kepala dan menyatakan bahwa server dalam kondisi normal. Reno tahu itu bohong. Ia teringat peringatan dari [S] tentang konspirasi besar dan taruhan pasar gelap. Seseorang sedang mencoba menyabotase jalannya pertandingan dari belakang layar.

Ronde ketiga dimulai di peta *Neon District*. Northern Stars tidak lagi menggunakan strategi taktis; mereka bermain dengan agresi yang terasa "berisik". Setiap kali Reno mencoba melakukan bidikan presisi, layarnya seolah-olah bergetar halus—sebuah gangguan frekuensi yang hanya bisa dirasakan oleh pemain dengan sensitivitas tinggi seperti dirinya.

"Mereka menggunakan pengganggu sinyal," bisik Reno pada dirinya sendiri. "Mereka ingin merusak *timing* One Tap milikku."

"Reno! Marco jatuh! Bimo juga tereliminasi!" teriak Leo dengan panik. "Mereka tahu persis di mana kita bersembunyi, padahal aku sudah menggunakan teknik *Ghosting*!"

Kali ini, Northern Stars benar-benar tidak terbendung. Tanpa perlu sembunyi-sembunyi lagi, mereka merangsek maju dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Efek sabotase teknis pada tim Black Viper membuat koordinasi mereka berantakan. Dalam waktu kurang dari dua menit, Reno kembali berdiri sendirian melawan empat pemain Northern Stars.

Penonton terdiam, melihat sang "One Tap God" terpojok di sebuah gang sempit yang buntu.

"Habisi dia sekarang!" perintah Reaper yang suaranya terdengar pecah di saluran publik.

Namun, di tengah tekanan sabotase itu, Reno justru memejamkan matanya. Ia melepaskan tangan kirinya dari *keyboard* sejenak, mengambil napas dalam, dan mencoba menyelaraskan ritme jantungnya dengan getaran gangguan pada layarnya. Jika sistem sedang dilawan oleh sistem, maka ia harus melampaui sistem itu dengan insting murni.

Reno membuka matanya, dan kali ini pandangannya berbeda. Ia tidak lagi melihat grafik game; ia melihat pola. Setiap kali layarnya bergetar, ia tahu itu adalah sinyal bahwa pemain lawan sedang berada dalam radius sepuluh meter. Ia menggunakan gangguan tersebut sebagai radar baru.

*Klik.*

Satu pemain Northern Stars yang mencoba menyergap dari atas jatuh dengan satu tembakan di kepala. Reno tidak berhenti di situ. Ia melakukan *slide* ke arah bawah mobil yang hancur, menghindari rentetan peluru yang terasa melambat di matanya.

*Klik.*

Pemain kedua tereliminasi saat mencoba melemparkan granat kilat.

"Luar biasa! Phantom mengubah gangguan teknis menjadi senjatanya sendiri! Dia benar-benar monster!" teriak komentator yang mulai berdiri dari kursinya.

Silent Reaper yang melihat rekan-rekannya jatuh satu per satu mulai kehilangan kendali. Ia maju dengan sangat ceroboh, menembakkan seluruh amunisi senjatanya ke arah posisi Reno. Reno hanya perlu satu celah kecil. Ia menunggu hingga Reaper melakukan *reloading*—sebuah jendela waktu yang hanya sepersekian detik.

Dalam momen krusial itu, Reno melakukan gerakan yang akan dikenang sepanjang sejarah e-sport: **"The Silence Snap"**. Ia memutar arah bidikannya 180 derajat dalam sekejap mata, mengabaikan getaran layar yang semakin gila, dan menarik pelatuk tepat saat moncong senjata Reaper terangkat.

*Klik.*

Nama Reaper menghilang dari log permainan. Skor ronde ketiga menjadi milik Black Viper secara mutlak.

Seluruh arena Suntec meledak dalam sorak-sorai yang memekakkan telinga. Para penggemar dari Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Namun, kemenangan itu segera dibayangi oleh insiden aneh. Lampu di meja tim Northern Stars tiba-tiba mati total, dan Victor terlihat meninggalkan tribun dengan wajah yang sangat gelap.

Reno melepas *headset*-nya, telinganya berdenging hebat. Ia melihat ke arah tangannya yang masih bergetar. Ia baru saja melakukan sesuatu yang melampaui batas kemampuan manusia normal.

"Kita menang..." bisik Leo sambil memeluk Reno dengan air mata di matanya. "Kita benar-benar melakukannya, Reno! Kita mengalahkan Northern Stars!"

"Belum selesai," jawab Reno sambil menoleh ke arah ruang kontrol panitia. "Kemenangan ini baru saja membongkar sesuatu yang jauh lebih besar. Mereka tidak akan membiarkan kita keluar dari Singapura dengan trofi ini tanpa perlawanan di dunia nyata."

Saat mereka bersiap untuk sesi wawancara kemenangan, ponsel di saku jaket Reno bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari [S].

> [S]: Bagus, Reno. Tapi sabotase di arena tadi hanya pemanasan. Victor sudah memerintahkan orang untuk mencegat kalian di hotel malam ini. Jangan kembali melalui pintu utama. Ikuti instruksi dariku jika kalian ingin selamat.

Reno menelan ludah. Kemenangan di atas panggung ternyata hanyalah awal dari pelarian yang sesungguhnya. Mahkota "One Tap God" kini terasa sangat panas, membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan sebuah pertandingan game. Ia menatap rekan-rekan setimnya yang masih merayakan kemenangan, dan ia bersumpah akan melindungi mereka apa pun taruhannya.

Perjalanan Reno dari sebuah warnet di Jakarta telah membawanya ke puncak dunia, namun kini puncak itu dikelilingi oleh jurang yang sangat dalam. Dan di Singapura yang penuh dengan cahaya neon ini, Reno harus belajar bahwa menjadi legenda berarti siap untuk diburu oleh mereka yang takut akan kebenaran.

1
Alia Chans
wow cerita nya menarik, semangat✍️ nya
Ab Je: makasih yahh sudah menyemangati. (🌹)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!