Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bakti Sosial
Ternyata kegiatan di pulau Batam juga di hadiri oleh tokoh masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah. Di aula besar punya lanal Batam. Hari ini ada kegiatan donor darah. Dan pemeriksaan gratis.
Nyonya Pamella Lantang, sudah bersiap dengan baju lapangannya, Ella menggunakan seragam olahraga, kerena sebelum kegiatan itu ada olah raga bersama. Di antara para pengusaha tatap Ella bertemu dengan sosok yang dia kenal yaitu Danu Alexis dan istrinya Desy. Mereka adalah orangtua dari Yason Alexis laki - laki yang perna mengisi hari - harinya. Desy adalah otak dari penangkapan Ella, karena tidak menyetujui anaknya berpacaran dengannya. Alasan mereka tidak sederajat.
Danu Alexis adalah donatur terbesar dalam kegiatan ini. Dia adalah pengusaha terkaya, juga anggota dewan perwakilan daerah. Danu juga antri untuk memeriksa kesehatan bersama istrinya. Dan tanpa mereka sadar, hari ini mereka bertemu. Desy mamanya Yason kenal betul siapa dokter yang ada di depannya.
"Selamat pagi bapak dan ibu."
"Selamat pagi."
"Kamu Pamella???"
"Iya betul saya Pamella Christine Giardini ibu."
"Ternyata kamu berhasil juga ya??" Ella hanya tersenyum."
"Mi kenal dengan dokter cantik dan manis ini???"
"Temannya Yason."
"Anak saya juga dokter, dia spesialis kandungan. Dia direktur rumah sakit Siloam di Jakarta."
Seketika, tentang kenapa Yason bisa ada di pernikahannya terungkap sudah, pantas dia bisa hadir di nikahan ku. Lamunan Ella kembali disadarkan.
"Sayang, rumah tangganya tidak bagus. Istrinya pergi meninggalkan dia, pergi membawa anak mereka dan malam itu terjadi kecelakaan maut."
"Papi.... Kenapa cerita masa lalu Yason."
"Kan dokter Ella temannya Yason." Ella kembali tersenyum. Tiba - tiba John datang membawa minum dan kue buat istrinya.
"Mas kenalkan ini bapak dan ibu Alexis, mereka ini orangtua Yason teman kuliahku."
"Yason????" John sadar bahwa ini orangtua dari laki - laki pengecut yang membuat Ella trauma, dan ini ibunya yang menyewa orang menodainya.
"Oooo, senang bertemu, saya suaminya dokter Pamella ini."
"Semoga anakku juga bisa mendapat istri seperti punya komandan."
"Seperti istriku hanya satu pak. Dia tidak memiliki kembar."
Kegiatan saat ini berlangsung hampir satu harian penuh. Malam harinya rombongan panglima di undang makan malam bersama pemerintah daerah. Ella hadir bersama John suaminya, tampil menawan dengan setelan batik senada dengan yang digunakan suaminya. Dengan di gandeng oleh suaminya, Ella berjalan percaya diri. Ada juga mertua Ella.
"Jangan menunduk sayang??" Ella melihat ke arah suaminya John dan memberi senyum.
"Gemas tahu sayang. Mau mas cium bibirnya, sayang banyak orang." Ella tertawa. Namun dia bersembunyi di balik badan tegap suaminya, Kecerian Ella disaksikan oleh ibu dari Yason tante Desy Alexis.
Ella bari selesai mandi, selesai makan tadi, Ella langsung di bawa pulang suaminya kembali ke kapal perang, di dermaga pelabuhan masih banyak masyarakat yang datang melihat kapal perang tercangih punya negara ini.
"Sini mas mau ngomong."
"Kenapa mukanya serius, ade takut tahu."
"Kalau salah jawab, kamu di hukum sayang."
"Ade lapor di mami dan papi, kalau mas menghukum ade."
"Kalau kamu berani???"
"Nantang ade ya mas."
"Jawab mas, apa orang yang hadir di nikahan kita itu Yason. Ade ngundang??"
"Iya. Tetapi ade ngundang direkturnya, tidak tahu kalau direkturnya dia mas." John menatap intens kepada istrinya.
"Kenapa harus sampai pucat mukanya."
"Ade marah sekali sama dia."
"Karena ninggalin kamu??" Ella hanya mengangguk.
John sudah memepetkan tubuhnya ke tubuh istrinya.
"Kamu masih cinta dia??"
"Mas,......."
Ella sudah berada di tempat tidur. John yang cemburu, sudah menikmati tubuh istrinya dengan ciuman yang penuh dengan napsu. Sampai John berhasil memasukan rudalnya kedalam mulut rahim istrinya. Gerakan tubuh dan tatapan mata kepemilikan dari John terlihat sangat jelas.
"Mas........."
"Ya sayang ......." John memeluk tubuh istrinya sangat erat, sehingga tidak ada cela di antara mereka. Bunyi tubuh yang menyatu memaju adrenalin John. Dia mencium semua bagian sensitif di tubuh Ella istrinya. Gerakan dengan kecepatan sedang terus berlangsung.
"Tatto di lehermu apa ada hubungan dengan dia???"
"Mas........."
"Ya sayang..... Jawab!!!" John tetap mengerakan tubuhnya.
"Buat sama dia waktu liburan ke Korea, tetapi itu kemauan saya." John menaikan kecepatannya. Terdengar rintihan dan desahan istrinya.
"Sakit mas....." John memberikan stimulan sehingga rintihan yang keluar dari mulutnya berubah menjadi desahan.
"Mas............"
"Sama - sama sayang."
John tahu bahwa istrinya sudah mau mencapai puncak kenikmatan, namun John meminta untuk yang ini harus bersama - sama. Dan akhirnya John dan Ella berhasil mencapai kenikmatan secara bersama - sama. Serum terbaik sudah John tempatkan di rahim istrinya. Setelah dia yakin serum itu sudah aman di dalam, rudalnya pun di keluarkan. Dia pindah tubuhnya ke sebelah istrinya dan diberi ciuman pada kening dan bibir istrinya.
"I love you mas." Ella yang lebih dahulu mengucapkan kata cinta itu. Dia mau menyakinkan suaminya John Christo Nagasaki Lantang, bahwa cintanya hanya buat suaminya seorang.
"Your mine honey. I love you more." Ella tersenyum bahagia. Dia tahu bahw hubungan suami istri kali ini, terjadi karena rasa cemburu yang tinggi dari suaminya. Ella yang sebenarnya tak berdaya, langsung tertidur di samping suaminya. John tersenyum.
"Selalu sayang, jika selesai begini kamu akan tertidur."
Selesai merapikan dia dan istrinya. John bersama kru kapal sedang apel, ternyata rencana awal akan berangkat besok malam ke Kalimantan di majukan, karena pantauan cuaca lagi bagus. Rombongan panglima sudah kembali semua ke kapal. Merpulg akan segera di laksanakan.
"Ella dimana sayang??"
"Tidur mami." John tersenyum kepada maminya.
"Jangan buat istrinya terlalu lelah sayang, dia masih banyak kegiatan."
"Siap ibu perwira." John memberi hormat kepada maminya dan langsung mencium maminya. interaksi John ini menarik simpati ibu panglima.
"Ibu Christine enak ya, anaknya sweet banget ke maminya."
"Siap, mohon ijin ibu puji Tuhan, mereka semua sweet."
Ella masih tidak tahu bahwa kapal sudah berlayar menuju pulau kalimantan. Lagi - lagi ole - ole dari Batam di belanjai mami mertuanya sama seperti di Lampung. John baru masuk kamar jam dua pagi. Dia langsung tidur sambil memeluk perempuan yang dia cintai. Di katakan bahwa jam sepuluh pagi baru kapal sandar di dermaga pelabuhan angkatan laut di Banjarmasin. Ella sudah terbangun, kemudian John juga terbangun, dia masih malas - malasan di kamar.
"Mas... Kita jalan - jalan di kota Batam ya???"
"Sayang lihat jendela keluar deh kita dimana."
"Mas di laut???"
"Satu jam kita sudah sandar di dermaga pelabuhan di Banjarmasin. Semalam kita berangkat. Kamu tertidur ketika mas suntik serum ke tubuhmu sayang."
"Ya.... Adek mau beli coklat dan belanja lainnya??"
"Mami sudah beli buat anak mantunya??"
"Again!!! Mas??" John hanya merentangkan kedua tangan dan menaikan pundaknya.