NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 : Ketahuan tidak saling berkabar

Indonesia.

Annasya tiba di kediaman Magnolia. Rumah sepi. Umi Tata masih di rumah sakit, ia sempat bertemu dengan mertuanya di depan kamar operasi sebelum Annasya pulang . Sementara Abi Zayn , sudah dua hari ini, Annasya tidak melihat nya.

Semua Sibuk. Itulah situasi yang ada saat ini.

Annasya membuang tubuhnya di sofa panjang . Ia baru saja menyelesaikan operasi sejam lalu. Operasi yang berjalan kurang lebih delapan jam itu benar benar menguras tenaga dan emosi.

Hari ini, dia harus melewati operasi dengan orang orang baru yang tidak biasa menemani nya menuntaskan tugas.

Melan, perawat yang biasa menemani setiap operasinya sedang cuti. Jadi , dia harus bertarung bersama prajurit baru yang belum lincah di medan perang. Operasi yang sudah dia prediksi selesai setelah enam jam, akhirnya harus menambah waktu lebih lama.

Annasya menghela nafas sebelum tertidur di temani semilir angin sore .

" Syasya. " Annasya menoleh. Sudah lama ia tidak mendengar panggilan itu. Terakhir saat mami nya, Kirana masih hidup.

Benar saja, wanita bersahaja dengan jilbab besar nya itu sedang merentangkan tangan bersiap memeluk Annasya.

" Putri mami yang cantik. " Mami Kiran memeluk Annasya erat, mengusap kepala sang buah hati dengan sayang.

" Kapan rencana mami di operasi ? " Ujar Annasya meletakkan tas sekolah nya di atas nakas . Ia baru saja pulang dan langsung ke rumah sakit.

" Kata papi, jika kondisi mami semakin membaik, mungkin lusa. "

" Alhamdulillah. Syasya ingin sekali mami cepat sembuh, Syasya kangen masakan mami, Syasya kangen mami antar dan jemput Syasya ke sekolah lagi. "

" Kalau begitu , Syasya harus rajin berdoa, agar Allah segera memberi kan mami kesembuhan.

" Tentu saja, mami. Syasya sentiasa mendoakan mami."

Seorang perawat masuk, menyapa mami Kiran dan Annasya dengan ramah. Perawat itu mulai menyuntikkan obat untuk mami Kiran.

Selesai dengan tugasnya , perawat keluar.

" Apa mami masih sering muntah ?" Tanya Annasya sembari menyuapi mami Kiran.

" Beberapa hari ini, sudah tidak. "

" Alhamdulillah . "

" Mami juga sudah bisa makan banyak. "

" Benarkah ?"

Mami Kiran mengangguk.

" Berarti itu tanda tanda mami akan segera sembuh." Lanjut Annasya.

Dengan wajah pucat, mami Kiran tersenyum.

" Malam ini, tidur bareng mami, ya ."

" Iya , mami. Syasya juga kangen mami. "

Malam hari, mami Kiran membacakan cerita untuk Annasya, hingga Annasya terlelap.

" Sya, Annasya_ "

Tepukan di lengan membangunkan Annasya.

" Bangun, sayang. "

Annasya membuka mata, dan netra indahnya itu menangkap sosok umi Tata yang tengah tersenyum manis .

Mana mami nya? mana mami Kiran ?

Mimpi, ternyata itu hanya mimpi.

" Ayo mandi, ini sudah hampir Maghrib, nak. " Ujar umi Tata yang duduk di pinggiran sofa tempat Annasya terlelap.

Bukan nya mengikuti perintah umi, Annasya justru memeluk pinggang wanita lembut itu, berbaring di atas paha dan bermanja sesaat.

Umi Tata mengusap kepala Annasya, kelakuan menantunya itu sama persis seperti Azima.

" Tumben , kangen A , ya." Goda umi Tata.

" Idih, umi apaan sih. "

Umi Tata tergelak. " Lalu, tidak biasanya kamu begini. "

" Asya kangen mami Kiran, umi. Dulu, mami suka mengusap kepala Asya seperti yang umi lakukan." Aku nya mempererat pelukan.

Tawa umi lenyap. Meski Annasya mengucap kata per katanya secara lugas dan tenang, namun setiap ucapan nya itu terasa menyedihkan di telinga umi Tata.

Kirana, mami Annasya sudah tiada. Karena itu, sejak usia 12 tahun , Annasya di asuh dan di besarkan oleh oma Aqila. Sosok mami Kirana meninggalkan kenangan yang berkesan untuk umi Tata, meski jarang bertemu, tapi yang umi Tata tau, mami Kiran adalah wanita bersahaja yang penuh kelembutan. Sifatnya itu menurun pada Annasya.

" Pasti mami Kiran sangat menyayangi Asya."

Annasya mengangguk.

Mereka masih asik menceritakan masa lalu , Abi Zayn muncul mengganggu keduanya.

" Kenapa kalian malah bermesraan di situ? " Abi Zayn bersiap ke mesjid.

" Sirik aja. " Ketus umi Tata." Sana cepat, sudah mau adzan loh itu, bi. "

" Iya, Asalamualaikum."

Umi Tata dan Annasya menjawab salam Abi.

Abi Zayn berjalan keluar , jubah panjang yang ia kenakan berayun tegas mengikuti setiap langkah memburu nya.

Annasya tersenyum simpul. Pasangan suami istri ini sungguh membuat Annasya iri. Abi Zayn terlihat sangat mencintai umi Tata. Pun sebaliknya. Walau terkadang suka saling ganggu seperti sekarang, tapi di situlah bumbu bumbu kasih sayang itu tercipta.

Dan, dia menginginkan hal yang sama untuk rumah tangga nya bersama A.

( Sepertinya, aku terlalu banyak berkhayal dan berharap. ) Batin Annasya menata kembali hati dan pikirannya.

A sangat menjaga jarak, pun dia harus melakukan itu. Bukan hanya jarak dalam artian umum , tapi hati dan jiwanya harus turut serta , menjauh sebisa mungkin, agar tidak terlalu sakit saat kenyataan pahit itu tiba tiba datang .

Sejak menikah, Annasya tidak pernah memikirkan akan hidup bahagia bersama A, yang dia pikirkan setiap hari hanyalah kapan A datang dan memutuskan hubungan dengan nya.

Tahu diri itu, harus. Dia bukanlah wanita yang A inginkan, jadi, sebisa mungkin , jangan jatuh cinta. Bergerak lah perlahan untuk menjauh , jangan menimbulkan suara, hingga pada saatnya tiba, bisa meninggalkan segalanya dengan hati yang lapang tanpa rasa bersalah ataupun penyesalan.

Selesai menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yang taat, ketiganya berkumpul di ruang makan.

Menu makan malam kali ini adalah makanan favorit Annasya. Sebagai keturunan blasteran berdarah Pakistan , Annasya sangat menyukai makanan berbumbu tajam. Seperti malam ini, umi Tata membuatkan Karahi, Kari daging yang dimasak dalam wajan besi (karahi) dengan tomat, jahe, bawang putih, dan cabai hijau.

Pendamping lauk istimewa itu adalah chapati, roti gandum tanpa ragi yang umi Tata pesan langsung di sebuah restoran Pakistan.

Annasya makan dengan lahap. Apalagi , ia makan di dampingi orang orang tercinta, meski suami dan ipar kesayannya tidak ada. Tetap saja, Annasya tidak kekurangan kasih sayang itu sedikit pun.

" Kemarin adalah peresmian restoran baru A. " Abi Zayn memulai percakapan setelah makan malam berakhir.

Annasya hampir tersedak, ia sama sekali tidak tau menahu apapun tentang restoran baru A. Karenanya , ia hanya bisa tersenyum kikuk. " Iya, Abi. "

Kening Abi Zayn mengernyit. " Dia tidak menghubungi mu ?" Intonasi pertanyaan itu terdengar kecewa.

Annasya tidak bisa menjawab.

" Dasar anak kurang ajar! Jujur sama Abi, semenjak A ke Dubai, apa dia pernah menelpon mu ? "

Mampus.

Annasya bingung, dia tidak mungkin menjatuhkan A, tapi untuk berbohong juga, rasanya mustahil. Masalahnya , yang dia hadapi adalah Abi Zayn.

Annasya mengambil jalan tengah . " Mungkin A lagi sibuk , Abi. Jangan menyalahkan nya."

" Jangan membelanya! " Abi Zayn murka. " Umi_"

" Iya."

" Telpon anak kesayangan mu itu, sekarang juga! "

Umi menghela nafas kasar dan meraih ponselnya di atas meja. Panggilan tersambung, dan ponsel itu beralih ke tangan Abi.

" Assalamualaikum, umi."

" Bukan ! Ini Abi."

" Iya , Abi."

" Abi tidak mau tau, paling lambat besok pagi, kau sudah meninggalkan Dubai !! "

...****************...

1
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 kaget kan zi
happy
👍👍
Rea
A
Rea
iam the first
Nata Abas
bintangnya berkilauan..
Irma
jatuh air mata ku ,sedih x/Sob//Sob//Sob/
Meylan Basiru
semoga saja si A bisa membuka hati nya utk si asya, dan semoga saja benih-benih cinta akan ada di hati si A.. lanjut
Dyah kartiningrum
Kelanjutanya Ceritany ayyazh kapan kak😊😊
happy
/Kiss//Kiss//Kiss/
Tysa Nuarista
otw bucin ya A
Maya Djdj
😍
Chelsea Aulia
lanjut up nya KK farala 💪💪💪💪
Shee_👚
makanya A orang tuh kenalan dulu, jangan buru-buru menilai orang lain tanpa mengenal😔
seperti pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang
Shee_👚
ko jadi mellow y🥹🥹
Shee_👚
umi tata dah kaya cenayang aja, tau banget kalau A sama asya sama² g punya no masing². duh ada ya suami istri g tau no telp pasang. hanya A sama asya kayanya😂
Shee_👚
saking terkejutnya A dapet telp dari istri tercinta apa ke jengkel 🤣🤣🤣
Bunda Wati
pulanglah A...temuilah bidadari syurgamu....
Magichand01 86
kurang banyaaakkk
Ria Qomariah
seru, bagus alur ceritanya
Nia nurhayati
astogehhhh azammm keterlaluan banget kmuuu no hp istri mu sj kamu tidk tahuuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!