_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertamu
Terpaksa ayya datang dan join dengan lima sepupu yang dilihat-lihat sudah akrab saja ngobrol dengan Galih.
Melihat ayya sudah join, Rendy dan Beni langsung melempar senyum tengil.
" Punya masalah apa kamu sampe dicariin ketosmu ayy??? Hayoo.." Goda mereka.
Jelas mereka membuat ayya mengernyit kesal.
" Aku ga bikin masalah apapun kok." Ucapnya.
" Hahaha, maaf kita cuma becanda ayy.. Nih beliau ketua osis sekolah mu, namanya Galih."
" Ck.. Udah ngerti, ga usah dijelasin juga kali." Ucap ayya memutar matanya malas.
" Ayya kenapa kek sebel gitu sih? padahal dari tadi fun fun aja kita." Ucap Ghea menahan senyumnya.
Ghea dan dina sudah tau siapa Galih, gimana ga tau? hampir tiap malam mereka mendengar curhatan ayya di telpon mengenai ketua OSIS sekaligus tetangga pas samping rumahnya.
" Ganteng juga rupanya.. hihihi.." Bisik-bisik mereka.
Ayya menyadari kedua kakak sepupunya tersenyum menggoda, dan itu membuat ayya menjadi malu.
Tak ingin mengganggu quality time persaudaraan mereka, galih pun beranjak bangun untuk menghampiri ayya.
Begitu sampai di depan ayya yang masih berdiri, Galih langsung menyodorkan satu bungkus kotak berukuran medium pada ayya.
Sontak hal itu membuat kelima sepupu ayya menjadi heboh, rame dan riuh hingga ayya langsung menatap Galih kesal.
" Kak galih apa-apaan sih? Kenapa tiba-tiba kasih beginian?" Tanya ayya lirih.
Galih pun tersenyum tipis. " Terima, ini bentuk permintaan maaf sekalian bayar uang kemarin, ojol sama mekanikanya.."
What? ayya menggeleng cepat sembari mendorong balik pemberian Galih.
" Ga usah kasih begini, aku ikhlas kok, dan juga kak Galih ga punya salah apapun jadi ga usah ngerasa punya salah sama aku.."
Galih menggeleng dan kembali menyodorkan pemberiannya.
" Thankyou, but.. Terima aja barangnya, ga seberapa kok, aku ga mau kepikiran karena sikap kamu yang kesel terus sama aku.."
Ekhemm!
Ghea dan dina sudah jelas baper melihat mereka berdua, mendengar cerita setiap malam dari ayya jelas menjadikan mereka saksi berapa Y/N nya kehidupan ayya sekarang.
" Wah, memasuki era ayya menjadi MC nih.." Sindir beni.
Arghh, tak ingin rahasianya selama ini terbongkar langsungnya di depan Galih, ayya langsung menerima pemberiannya dan pergi begitu saja menuju kamar.
Huff...
Sesampainya di kamar, ayya berusaha menenangkan degup jantungnya yang masih tak beraturan.
" Sial, kenapa pas banget ada kak Ghea dama kak dina sih? Bisa-bisa kena roasting tiap malem sama mereka berdua, huaaa...."
" Pasti nanti mereka bakal ledekin aku, ga banget ih.. si galih juga ngapain pake acara begini, minta maaf di waktu yang ga tepat!"
Diam sejenak, pandangan ayya beralih pada sebungkus kotak dari Galih.
" Tiba-tiba banget kasih beginian, alesan aja minta maaf, baru sadar punya banyak salah kah?"
Tak berhenti menggerutu sembari membuka bungkusan itu, ayya pun mendadak diam saat tau isi dalamnya.

" Ooouhh!?? ini apaa hey??? Ga bisa! They looks too cute!"
Kedua mata ayya berbinar sembari memeriksa satu persatu barang lucu pemberian Galih.
" Ih cubangeeeet, seumur-umur baru kali ini dikasih barang selucu mereka.."
Ayya tak berhenti senyum melihat barang barang itu, namun tiba-tiba saja Ghea berseru dari luar kamarnya.
Terpaksa ayya mengamankan barang-barangnya sebelum kembali bergabung dengan saudaranya di bawah.
Begitu sampai di lantai bawah, pandangan ayya langsung tertuju pada Galih yang sudah ngobrol akrab dengan kedua kakak sepupu laki-lakinya.
Ya, begitu juga dengan Galih yang langsung melirik saat ayya terduduk diantara kakak sepupunya.
Galih tadinya mau langsung pulang, tapi mereka menahan, apalagi setelah tadi sebelumnya mereka sempat ngobrol nyambung, hingga akhirnya keterusan sampai sekarang.
Beni dan Rendy begitu tertarik dengan jalan topik yang Galih ucapkan, menurut mereka Galih sangat pandai mencairkan suasana.
Obrolan tak hanya sekedar angin lalu, namun berisi daging tentang pengetahuan, seni, bahkan sampai ke bisnis.
Padahal menurut mereka remaja seumuran Galih kebanyakan jarang ada yang punya pemikiran sedewasa dia.
Sedangkan galih sesekali mencuri pandang pada ayya yang kembali disibukkan membaca novel, kali ini bukan hanya ayya seorang melainkan tiga kakak perempuannya yang juga sama gilanya dengan novel.
" Yah, ga heran emang masih satu darah pecinta novel.. Ga heran suka halu, hahaha.." Ledek beni.
sontak Ghea, dina, dan grace melototi beni tak Terima.
" Daripada lu, wibu!"
" Mending lah.."
Pfft... " Ga ada yang beres!" Cibir ayya.
" Membandingkan sama-sama keburukan ga akan membuat salah satunya baik.."
Sianjir lah? Galih terkekeh mendengar ucapan menohok Randy.
" Sorry bro, kita se saudara emang pada sangklek sih.. Eh btw, si ayya kalo di sekolah aman, kan? ga suka bikin ribut, berantem atau semacamnya gitu?"
Galih pun berdehem sembari melirik ayya.
" Tuh anak ga pacaran kan?" Timpal beni membuat ayya seketika bangun.
" Maksud kak beni apa eh?? Aku ga pernah pacaran ya!" Protes ayya.
Sedari tadi ayya cuek, membaca buku tanpa menghiraukan mereka, sedangkan kini ia protes tak trima hingga membuat Galih terkekeh lirih.
Selang satu jam kemudian, Galih pun hendak pamit saat mereka akan kembali pulang ke Surabaya malam ini.
" Nomer lo gue save ya, buat info selanjutnya.." Ucap beni pada Galih.
Mereka kini berjalan keluar bersama, ayya pun mengekori di belakang dengan Ghea dan dina.
" Tinggi banget ayy, pantes lu gakuat liat wajahnya secara dekat, pasti sakit leher ndangak terus.." bisik Ghea terkekeh.
Ayya pun menyikutnya agar diam.
" See you gal, pas sampe kantor besok gue kirim ke boss.."
" Siap bang."
" Kalo udah di acc, kita boleh ke studio kan?"
" Kapanpun boleh.."
Ayya dan ketiga kakak perempuannya itu hanya saling melirik tak paham.
" Udah kayak temen lama aja mereka bertiga, sampe lupain kita." Ucap grace.
Dina pun mengangguk setuju. " Pesona Galih beneran nyata, bukan tampang doang maksudku.. Cowok dengan obrolan matang, bicara masa depan... behhhh... Idaman.."
" Hey, jangan diincar, yang itu udah di keep sama ayya.." Peringat dina membuat ayya reflek menggeleng cepat.
" Nggak kak, apaan sih orang kita aja ga temenan.."
" Tapi kalian cocok.. Gimana dong???"
Ayya mendesis. " Mimpi ah, dia tuh udah ada ceweknya.. Plis jaga congornya ya.."
" Heh malah ngobrol, ga mau pulang nih?!" Seru beni yang sudah duduk di jok kemudi.
Radit dan sela pun menggeleng keheranan melihat keponakan ceweknya masih betah ngobrol sama ayya.
Begitu mereka semua pamit dan berlalu pergi.
Ayya langsing putar badan masuk ke dalam rumah, sedangkan Galih yang masih disana kembali diacuhkan, padahal belum selesai ia meminta maaf pada ayya.
Sela dan radit pun menyayangkan sikap putrinya tadi.
" Makasih ya nak galih, kayaknya sepupu ayya pada enak ngobrol sama kamu.." Ucap radit.
Galih pun terkekeh sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Biasalah cowok emang gitu om, gampang punya temen.."
" Ahahah.. bener kamu, om juga ngerasa dari dulu sih.."
_
Sekembalinya ke kamar.
Ayya langsung merebahkan diri di ranjang, mengembalikan energi jiwanya yang hampir terkuras habis karena kehadiran Galih tadi.
" Ngeselin dah, yang harusnya kita have fun dalam waktu 3 jam malah cuma ngobrok ga jelas, ga tau orang lagi temu kangen malah ikut join.. Fiks! Galih adalah cowok tergajelas dalam hidupku!"
" kak Ghea sama dina pasti lagi ngomongin aku sekarang, puas banget tadi ngetawain aku.. shibalan!"
" Mana ngomongin soal MC depan Galih juga, semoga aja dia ga paham sama jokes ini.."
Huaaa, ayya memijit keningnya perlahan.
Ting..*
mendengar notif instagram di ponselnya, ayya langsung meraih untuk dilihat isi notif nya.
Betapa kagetnya ayya saat melihat notifikasi itu, sampai membuatnya bangun karena tak percaya.
" A-apa!? Kak Galih follback aku???"
Tak yakin, ayya langsung memastikannya pada Kania, namun ternyata..
" K-kak galih?????"