NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Lita melipat kedua tanganya di dada. Wajahnya kini menelisik tubuh Miranda dari atas sampai bawah. Tatapan itu remeh, seolah dirinya lah wanita yang paling baik.

"Kamu ingin tahu maksud saya? Maksud saya... Saya merasa keberatan kalau Mas Afran di kejar-kejar putra kamu!" tekan Lita. Ia menjeda kalimatnya beberapa detik sebelum bibirnya menyuguhkan seyum sinis. "Mungkin untuk sekarang putra kamu saja yang mengejar... Entah di lain kesempatan, pasti Ibunya juga tak kalah melakukan hal yang sama!"

Miranda menggelengkan kepala lemah sambil beristighfar. Sebagai sesama muslim, apalagi dalam balutan jilbab yang sama, wanita di depannya itu seakan tidak lagi mempedulikan dosa atas semua tuduhannya.

"Maaf, itu semua hanya asumsi kamu karena tidak ingin kehilangan Mas Afran. Tapi demi Allah, saya tidak memiliki niat seperti itu. Saya memang Janda! Tapi saya tidak sehina seperti yang kamu tuduhkan. Dan sekarang saya jadi tahu...." suara Miranda bergetar. Air matanya sudah menggenang, senyumnya sangat getir. "Kita memang sama-sama dalam balutan hijab. Tapi setidaknya hati saya lebih bersih daripada hati kamu! Seorang muslim tidak akan menuduh sesama muslim lainnya, jika tanpa bukti yang kuat. Kamu tahu apa? Jatuhnya akan menjadi fitnah!"

Lita tercekat. Kalimat Miranda seolah menamparnya. Bukan merasa bersalah, tapi semakin membuat emosinya bertambah meledak pagi ini.

"Tidak usah sok suci di hadapan saya! Saya jadi bertambah muak melihat sikap aslimu yang sesungguhnya!" balas Lita.

Sebuah mobil mewah masuk. Lita tahu itu mobil siapa. Dan tiba-tiba saja gadis cantik itu menampar wajahnya.

Plak!

Awhhh!

Lita memekik sendiri sambil masih membekap pipinya. Ia melirik kearah Afran yang baru saja turun dengan tergesa. Melihat itu Miranda tersentak. Matanya terbuka lebih lebar, tak menyangka gadis cantik itu akan melukai dirinya sendiri.

"Miranda... Lita....?! Ada apa ini?" Afran berhenti, cukup mengernyit menatap kedua wanita cantik di depannya.

Lita menangis sambil masih membekap wajahnya. "Mas, wanita ini tega menamparku. Padahal aku hanya menegur sapa, mencoba bertanya kenapa dia ada di sini. Tapi... Dia salah faham. Di kiranya aku akan menjauhkan kamu dari Putranya. Ini rasanya sangat panas, Mas...." adunya.

Afran sudah membolakan mata ketika mellihat wajah Lita sebelah kanan yang sangat merah.

Miranda menggeleng lemah bermaksud menjelaskan. "Mas Afran, semuanya tidak benar! Saya bahkan tidak memiliki niatan untuk menyentuh... Apalagi sampai main tangan! Saya-"

Lita lebih dulu menyambar. "Aku nggak nyangka, Mas... Wanita yang kamu tolong ini, ternyata memiliki niat buruk terhadap hubungan kita." Air mata buaya itu bahkan sampai menetes.

Kelemahan Afran hanya satu. Melihat tangisan Lita. Apalagi kekasihnya itu berkata sangat meyakinkan. Sementara wajahnya juga sangat merah.

Tangan Afran menyentuh wajah Lita. Wanita cantik itu bahkan sampai meringis menahan ngilu. Lalu, tatapan Afran beralih kearah Miranda.

Tatapanya kuat.

Ada rasa sesal dibalik rasa tidak terimanya..

"Mas Afran, tolong percaya saya! Saya tidak-"

Afran lebih dulu mengangkat satu tanganya rendah. Bagaimana bisa ia akan percaya begitu saja dengan orang yang baru dirinya kenal. Rasa cintanya yang terlalu besar untuk Lita, pagi ini mengalahkan cara berpikirnya.

"Padahal saya sudah percaya jika kamu wanita baik-baik, Miranda! Saya tidak menyangka kamu tega melakukan hal kejam kepada kekasih saya! Dan saya menyesal sudah membantu wanita tidak tahu diri sepertimu!" geramnya.

Hati Lita bersorak ramai melihat air mata Miranda luruh dalam kegagalannya.

"Dan saya tarik semua ucapan saya perihal membantu kamu dalam mencari pekerjaan! Silahkan kamu keluar dari sini, dan anggap saja tidak pernah ada pertemuan di antara kita! Silahkan!" setelah cukup menekan kalimatnya, tangan Afran menengadah kearah pintu keluar.

Seakan, dalam pandangan Miranda, sosok Arya sedang mencercanya tiada ampun. Padahal kenyataannya, hampir 3 tahun hidup bersama Arya, tak pernah sekalipun suaminya itu memaki dirinya. Apalagi di tempat umum seperti ini.

Miranda mengusap air matanya. "Mas... Saya berterimakasih atas bantuan Anda. Tapi, jika saya tahu rasa ikhlas Anda ada masanya... Lebih baik malam itu saya kehujanan bersama putra saya dari pada naik mobil dalam keadaan di hinakan. Saya permisi!"

Deg!

Kalimat Miranda sukses menghantam dada Afran pagi ini. Ia memejamkan mata dalam, cuitan hati kecilnya seakan berusaha untuk mencegah. Entah mengapa, ada perasaan sesal setelah memaki Miranda seperti itu. Padahal, ia juga sama tidak tahunya --- tidak memiliki bukti penguat.

Motor Miranda sudah mulai melaju meninggalkan perusahaan. Lagi-lagi ia gagal menjalankan pekerjaan pertamanya. Dalam kerapuhan seperti ini, Miranda memutuskan singgah ke pemakaman umum, berniat menceritakan semuanya kepada sang suami --- sosok yang mencintainya tanpa batas.

"Mas Arya... Aku kangennn banget sama kamu. Semenjak kamu pergi, duniaku rasanya berantakan. Aku belum mampu berdiri di kakiku sendiri setelah ada kamu. Jika pada akhirnya seperti ini... Lebih baik aku ikut saja sama kamu, Mas! Tapi aku semakin merasa bersalah kepada putra kita. Tama hanya punya aku. Sementara Aku hanya mempunyai kamu. Kamu dan Mas Afran memang duplikat yang sama. Tapi aku tidak pernah menemukan sisi lembut hatimu pada orang mana pun."

Di depan pusara sang suami, Miranda menangis tersesu-sedu. Tubuh rapuh itu sampai terguncang, emosinya ia keluarkan bersama air mata.

Setelah dirasa cukup puas, Miranda mengecup lambat pucuk nisan Arya. "Mas... Aku pamit pulang dulu ya. Makasih, selama ini kamu sudah mau jadi teman curhat aku. Assalamualaikum, Mas Arya...."

"Miranda?!"

Miranda yang sudah bangkit tapi masih enggan beranjak, kini menoleh secara reflek.

"Mas Dewa?" melihat mantan putra Majikannya itu, Miranda jelas syok. Dewa juga ada di makam yang sama dengan dirinya. Memakai pakaian rapi bewarna hitam sambil membawa buket bunga melati.

Siapakah yang di kunjungi Dewa saat ini?"

"Arya Syahputra? Dia meninggal 3 tahun yang lalu? Siapa dia?" Dewa menyipitkan mata menatap nisan milik suami Miranda. "Miranda... Kamu habis mengunjungi makam siapa itu?"

Miranda tersenyum. Ia menatap sekilas makam suaminya, lalu kembali menatap Dewa. "Ini... Ini makam suami saya, Mas!"

"Apa? Jadi... Suami kamu sudah tiada?" Dewa cukup tertegun mendapati kenyataan tersebut.

Miranda mengangguk pasti. Lalu, dahinya juga mengernyit. "Kalau Mas Dewa sendiri? Apa ada kerabat Mas Dewa yang di makamkan disini?"

"Jika kamu tidak keberatan... Kita maju ke depan saja. Nanti kamu bakal tahu, Miranda...." senyum Dewa begitu tulus.

Miranda tak keberatan. Ia mengikuti langkah Dewa, tidak terlalu jauh dari makam Arya, hanya bersebrang oleh pohon kamboja saja. Dan di sinilah pria dewasa itu berhenti.

Helena Keirana~

Dewa bersimpuh, Miranda dengan seribu pertanyaanya juga ikut bersimpuh. Tak lama itu, setelah meletakan buket bunga tadi, Dewa mengecup nisan itu sangat lambat.

Miranda semakin di buat bingung. Tapi setelah melihat tahun itu, tahun lahirnya sama dengan mendiang Ayahnya. Siapakah mendiang yang di kunjungi Dewa saat ini?

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!