NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Perjodohan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: MochiFlora

"Kamu hanya aib dalam hidupku!"

Itu kalimat pertama yang Raden Rangga Wijaya ucapkan pada istri sahnya.

Rangga—mahasiswa hukum tampan, presiden BEM, idola kampus yang dikejar ratusan perempuan, terpaksa menikahi gadis yang paling dibencinya. Meysa Putri Mahendra. Si miskin culun berkulit kusam yang tidak pantas berdiri di sampingnya.

Meysa juga tidak mau. Menikah dengan pria arogan yang memandangnya seperti sampah? Tapi ancaman pencabutan KIP dan warung neneknya yang jadi taruhan membuatnya pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MochiFlora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Tidak Diinginkan

Raden Rangga Wijaya berdiri di depan cermin kamarnya, jemarinya menggenggam erat ujung dasi hitam yang masih belum terikat sempurna. Matanya yang teduh itu sekarang memancarkan sesuatu yang lain. Bukan dingin, bukan juga marah. Lebih tepatnya... kecewa. Kecewa berat sama ayahnya sendiri.

"Mas Rangga, Bapak sudah menunggu di ruang tamu," ucap Mbok Yem, asisten rumah tangga yang sudah bekerja sejak Rangga masih SD.

"Iya, Mbok. Sebentar lagi," jawab Rangga tanpa menoleh.

Dia menarik napas panjang. Membuangnya perlahan. Rasanya seperti mau masuk ke ruang ujian akhir semester, tapi tanpa belajar sama sekali. Bedanya, ujian ini bisa mengacaukan sisa hidupnya.

Rangga akhirnya melangkah keluar kamar. Rumahnya besar. Keluarga Wijaya memang terkenal punya segalanya, terkecuali kebahagiaan..

Di ruang tamu, ayahnya sudah duduk di sofa utama dengan kursi tebu kesayangannya. Raden Soerya, pria 55 tahun dengan rambut mulai memutih di pelipis, tapi tubuhnya masih tegap seperti saat masih jadi tentara. Di sebelahnya, seorang gadis kecil duduk dengan tangan meremas ujung rok panjangnya.

Gadis itu kurus. Mungil. Wajahnya biasa saja, tetapi kulitnya sangat bersih, sedikit kusam kayak kurang sinar matahari, rambutnya diikat asal pakai karet hitam, bajunya sangat lusuh meskipun baru saja disetrika. Matanya sipit, hidungnya sedikit pesek. Tidak ada yang istimewa darinya..

Tapi Rangga tahu persis siapa dia.

Meysa Putri Mahendra. Anak kosan belakang pasar. Mahasiswa matematika dengan IPK 3,9 yang sering jadi bahan gosip karena miskinnya minta ampun. Rangga tidak pernah peduli dengan gosip kampus, tapi nama Meysa cukup sering muncul di telinganya. Bukan karena dia cantik atau populer, tapi karena dia satu-satunya mahasiswa yang berani protes soal dana KIP yang dipotong oknum.

Rangga sebenarnya diam-diam menghormatinya. Dulu.

Sejak pagi tadi, setelah ayahnya mengumumkan rencana gila ini, rasa hormat itu berubah jadi... campur aduk. Kesal. Sebel. Dan sedikit iba.

"Rangga, ini Meysa. Calon istrimu," kata Raden Soerya.

Meysa menunduk semakin dalam. Rangga bisa lihat pundaknya sedikit bergetar.

"Ayah, kita sudah bicarakan ini—"

"Dan ayah sudah memutuskan semuanya" sela ayahnya dengan tegas. "Tidak ada yang berubah dalam satu minggu terakhir. Kalian tetap akan menikah di rumah ini."

Rangga menggigit bibir bawahnya. Tinjunya mengepal di saku celana.

"Ayah."

"Ayah tidak akan mengulang, Rangga. Kamu pikir ayah senang melakukan ini?" Ayahnya membalikkan badan sedikit, menatap foto besar di dinding. Foto seorang pria dan wanita tersenyum, ayah dan ibu Meysa. "Ayahmu ini berutang nyawa pada mereka berdua. Saat konvoi kami diserang, almarhum ayah Meysa menarikku keluar dari mobil yang terbakar. Beliau gosong separuh badan demi menyelamatkan ayah. Dan ibunya? Ibunya meninggal karena syok mendengar suaminya meninggal tiga hari kemudian."

Ruang tamu mendadak sunyi.

Mbok Yem yang membawa nampan teh berhenti di pintu. Meysa terdiam, air matanya jatuh perlahan ke rok yang diremasnya.

"Ayah tidak bisa membayar utang itu dengan uang," lanjut Raden Soerya, suaranya sedikit bergetar. "Keluarga Meysa sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain neneknya yang tua. Dan satu-satunya cara Ayah membayar adalah dengan menjadikan Meysa bagian dari keluarga ini."

Rangga menatap Meysa. Gadis itu masih menunduk. Rangga tidak tahu apa yang harus dia rasakan. Marah? Sedih? Atau kasihan?

"Ayah, menikah itu bukan soal utang," ucap Rangga pelan. "Ini hidup Rangga. Hidup dia juga, lalu bagaimana jika kami tidak saling mencintai, apakah rumah tangga kami akan tetap awet?"

"Justru karena hidup kalian, Ayah melakukan ini," sahut ayahnya dingin. "Dengan menikah, Meysa akan hidup layak. Bisa melanjutkan kuliahnya tanpa takut KIP-nya dicabut. Neneknya bisa berobat. Dan kamu? Kamu akan belajar tanggung jawab."

"Ayah pikir Rangga tidak bertanggung jawab?"

"Rangga, Ayah pikir kamu terlalu sibuk menjadi idola kampus sampai lupa bahwa dunia tidak hanya berisi mahasiswa yang mengagumimu." ujar Ayah Soerya

Meysa akhirnya angkat bicara.. "Pak...mohon maaf, saya tidak bisa memaksa anak bapak untuk menikah dengan saya, dan benar apa kata Rangga, ini tentang hidup kita berdua!"

Raden Soerya menatap Meysa. Untuk beberapa detik, matanya yang tegas itu melunak. Tapi tidak lama.

"Maaf, Meysa. Saya tidak bisa membatalkan keputusan yang sudah saya sepakati bersama nenekmu."

Rangga mendengkus. Dia melangkah mendekati Meysa. Gadis itu mundur setengah langkah, tapi Rangga tetap berdiri di depannya. Tinggi badannya hampir 30 sentimeter di atas Meysa, membuat gadis itu harus mendongak jika berani menatapnya. Tapi Meysa tidak menatapnya. Matanya tetap menunduk ke lantai.

"Kamu setuju dengan ini?" tanya Rangga.

Meysa diam.

"Apa yang bisa saya lakukan?" bisik Meysa. "Nenek saya satu-satunya yang saya punya. Kalau saya menolak, Bapak bilang warung nenek akan disegel. Saya kuliah butuh uang. Hidup saya butuh uang." Dia tersenyum pahit. "Lain cerita kalau saya kayak Mas Rangga, ya. Bisa pilih-pilih."

Rangga tersentak.

Anak ini... berani sekali..

Tapi bukan waktunya kagum. Rangga balikkan badan dan menghadap ayahnya.

"Ayah, saya mau bicara berdua dengan Meysa. Lima menit saja."

Raden Soerya mengangguk. Dia berdiri, memberi isyarat pada Mbok Yem untuk ikut keluar. Pintu ruang tamu ditutup perlahan.

Rangga berdiri mematung beberapa detik setelah pintu ruang tamu tertutup. Suasana langsung berubah canggung. Tidak ada suara selain denting halus jam dinding dan napas pelan Meysa yang terdengar.

Rangga mengusap wajah kasar.

"Aku nggak suka dengan perjodohan ini!"

Meysa tersenyum tipis. "Saya juga."

Jawaban itu membuat Rangga melirik cepat ke arahnya, sejenak dia benar-benar memperhatikan gadis di depannya. Meysa memang jauh dari tipe perempuan yang biasanya mendekatinya di kampus. Tidak modis. Tidak centil. Tidak berusaha menarik perhatian.

Tapi cara bicaranya yang tajam.

Jujur. Itu membuat Rangga sulit mengabaikannya.

"Ayahku keras kepala," lanjut Rangga sambil menyandarkan tubuh ke meja kecil dekat sofa. "Kalau beliau sudah mutusin sesuatu, hampir nggak mungkin berubah."

"Lalu, harus bagaimana?" tanya Meysa.

"Oke, rencana kita, kita terima perjodohan ini—"

"Hah? Ap-Apa?" mata Meysa membelalak

"Dengerin dulu, jadi, kita menikah dan setelah menikah, kalo kita lagi posisi di rumah ini, kita lakukan selayaknya suami istri, tapi ketika kita di luar, kita pura-pura tidak kenal. Dan jangan sekalipun kamu nyamperin saya ketika saya di kampus, kamu taukan saya itu siapa?" ujar Rangga

Meysa menghela napas,"Baiklah, kalau begitu saya setuju!"

"Dan satu lagi, setelah Ayah saya pensiun, maka pernikahan kita cerai, dan habis itu kamu pergi jauh-jauh dari keluarga saya, dan jangan pernah kembali!" tatapan Rangga kembali menajam, ia tidak suka dengan Meysa, baginya Meysa adalah badai dalam hidupnya...

1
Emi Sudiarni
kok sedikit bangat up ny
partini
lah Ternyata ada yg tidak suka sama mereka berdua,,jangan menyerah be strong maysa kalau kamu pergi tanda nya kamu kalah sama tuh curut
Humaira
Ya ampun Thor sedikit banget bacanya
Emi Sudiarni
makanya jdi suami jgn jhat..
partini
jahat banget sih di tendang,biar tuh sia Rangga hidup dalam penyesalan
MochiFlora: Terkutuklah kamu Rangga 🤣
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjutkan seru bngat
MochiFlora: Terima kasih kaka 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Bagus pak Soerya buat anakmu menyesal
Humaira
Lagi lagi dibikin keguguran
semoga setelah ini Meysa sadar dan mau meninggalkan si Rangga
jangan lemah mey
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Ranita Rani
mumet q liat cwe kya gini,,,,
Ranita Rani
karakter meysa terlalu lemah,,,
partini
WTF gila kamu. ga
Emi Sudiarni
emang kelewatan rangga ini
Emi Sudiarni
ksihan meysa
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
MochiFlora: Terima kasih sudah mampir kakak 🙏🥰
total 1 replies
Humaira
Sumpah gereget banget sama si Meysa
partini
giman mau di kasih tau orang nya aja najis lihat dia
Emi Sudiarni
lanjut kak seru ceritany
Emi Sudiarni
hadir kan kak author cwok yg naksir meysa biar rangga cmburu
Humaira
APASIH NGESELIN BANGET SI ULAT BULU EMILY 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!