NovelToon NovelToon
TEGA!

TEGA!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.

Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.

"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."

Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.

Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melayat 27

Arimbi bukanlah orang yang picik. Dia tidak mungkin merasa senang atas kematian seseorang meski orang itu adalah bagian dari mereka yang menyakitinya.

Anak kecil itu tidak salah. Lahirnya dia di dunia ini sama sekali bukan sebuah kesalahan. Yang salah adalah kedua orangtuanya.

"Kamu beneran itu, Han? Jangan ngada-ngada. Sumbernya dari mana?"

Arimbi sungguh sangat terkejut. Karena terlalu terkejut, ia bahkan sampai berdiri dari tempat duduknya.

"Bener Bu, saya dikabari Pak Amar langsung. Ini dia chat nya,"jawab Farhan sembari memperlihatkan pesan yang Amar kirimkan.

Mata Arimbi membelalak. Dia tidak percaya akan hal tersebut. Akan tetapi tidak mungkin Amar berbohong dan mengada-ada tentang kematian putrinya sendiri.

"Kirimkan karangan bunga bela sungkawa atas namaku. Cari tahu dimana mereka akan membawa jenazahnya pulang. Di rumah Yani atau di rumah mereka sendiri."

"Siap Bu."

"Ah iya, kabarkan ke semua karyawan FAE tentang berita lelayu ini. Dan beri peringatan, jangan mengaitkan apapun terhadap jenazah. Jangan bicara macam-macam terhadap orang yang tengah berduka."

Farhan menganggukkan kepala. Dia langsung pergi untuk melakukan perintah dari Arimbi.

Ketika hendak menuliskan pesan di grub, Farhan bertamu dengan Dina. Dia lalu menyampaikan berita duka tersebut kepada rekannya juga.

"Eh iya Kah, kasihan ih. Ini semua ulah ortunya,"celetuk Dina.

"Hush nggak boleh ngomong kayak gitu. Tadi Ibu bilang, pokoknya ga boleh nyangkut pautin kasus ini ke anak yang nggak berdosa dan nggak tau apa-apa," sergah Farhan. Dia menahan Dina untuk tidak bicara lebih panjang lagi karena Farhan merasa tahu apa yang akan Dina katakan selanjutnya.

"Ih Ibu baik banget ngomong kayak gitu. Padahal gemes sumpah. Tapi bener sih, anak itu nggak salah. Kasihan ya," sahut Dina.

"Mau pesen karangan bunga buat ucapan duka. Sama nyebarin berita. Inget ya jangan ngomong yang aneh-aneh. Dan bantu aku buat peringatin temen-temen biar nggak bicara aneh-aneh."

Dina menganggukkan kepala. Meski begitu, dalam hatinya terus merutuki Amar dan Farrah dan menganggap kematian anak itu adalah karma dari kedua orangtuanya.

Haaah

Di dalam ruangannya Arimbi mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Siapa yang menduga kalau putri Amar akan meninggal. Terlebih yang Arimbi ketahui adalah anak itu baik-baik saja.

"Kalau kayak gini, bukankah aku harus datang? Apa nggak usah aja ya?"

Arimbi sepertinya sedikit bingung atas sikap apa yang harus diambilnya. Ia merasa seolah tidak pas saja jika hanya mengirimkan karangan bunga.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel, Arimbi langsung melihatnya. Itu adalah pesan dari Farhan yang memberitahukan tentang dimana jenazah anak dari Amar akan disemayamkan.

Arimbi langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pulang. Dia hendak mengganti pakaian yang pas digunakan untuk menghadiri pemakaman.

Sedangkan di kediaman Farrah, suasana sangat sendu. Tak banyak yang datang, tapi ada saja yang datang untuk melayat.

Suara tangis pilu Farrah yang berada di sisi Afira tak kunjung berhenti. Setiap mencium dan mengusap wajah putrinya yang sudah tak bernyawa itu, Farrah berusaha untuk menahan tangisnya dan juga mengusap air matanya yang terlanjur membasahi wajah.

"Sayangnya bunda, kenapa ninggalin bunda kayak gini, Nak. Hiks. Bunda nggak bisa sendiri tanpa kamu sayang."

Suara yang sangat memilukan bagi siapapun yang mendengarnya. Ibu mana yang tidak hancur hatinya melihat anak yang ia kandung, ia susui dan ia sayangi dengan sepenuh jiwa dan raganya, pergi lebih dulu meninggalkannya.

Amar pun tak kuasa menahan tangis. Namun dia jauh lebih tegar dari Farrah, pasalnya Amar harus menyapa para pelayat dan juga mempersiapkan pemakaman. Amar juga tidak melarang Farrah menangis atupun berkata kepada wanita itu untuk tegar, pasalnya hal tersebut jelas sulit untuk dilakukan.

Amar mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan ketika mendapat kabar bahwa tanah kubur telah siap. Secara perlahan, ia menghampiri Farrah dan menyampaikan kabar tersebut.

"Semua udah siap, ayo kita antarkan Afira ke tempat peristirahatannya yang abadi."

Farrah hanya diam saja, dia masih terus menangis.

Amar segera menggendong tubuh Afira dan bersiap menuju ke tempat pemakaman umum. Dibantu oleh Yani dan Amara, Farrah pun ikut pergi ke pemakaman. Meski rasanya sangat hancur hatinya, tapi Farrah tetap ingin mengantarkan kepergian putrinya.

Suasana pemakaman begitu tenang. Meski ada beberapa wartawan, tapi mereka masih tenang dan hanya mengambil gambar.

Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan cepat. Tangis Farrah masih terus menggema di sana. Wajah Yani dan Amara juga terlihat sedih tapi mereka tidak menangis seperti Farrah.

Setelah tanah kubur menggunduk, bunga pun ditaburkan. Farrah duduk bersimpuh di tanah dekat pusara sang putri. Ia mengusap lembut dan mencium nisan bertuliskan nama Afira.

"Kita pulang yuk,"ajak Amar sambil merengkuh bahu Farrah.

"Aku masih ingin di sini,"jawab Farrah tanpa mengalihkan pandangannya dari kuburan sang anak.

"Ma, Amara, kalian pulang dulu aja. Aku akan di sini sebentar bersama Farrah,"ucap Amar kepada ibu dan adiknya.

Yani dan Amara mengangguk, mereka lalu segera pergi dari tempat tersebut dengan langkah yang sangat cepat. Baik Yani maupun Amara tidak ingin dicegat oleh para wartawan dan ditanya-tanya.

Namun para wartawan agaknya tidak tertarik dengan keberadaan Amara dan Yani, mereka memilih untuk langsung mendekat ke arah Amar dan Farrah.

"Kalau boleh tahu, anak Pak Amar sakit apa ya?

"Sejak kapan sakitnya?"

"Bagaimana perasaan kalian berdua sat ini?

Amar dan Farrah hanya siam saja, mereka sama sekali tidak punya tenaga untuk menjawab semua pertanyaan tidak berarti dari para wartawan tersebut. Akan tetapi para wartawan sama sekali tidak tinggal diam. Mereka berusaha mengejar Amar dan Farrah yang sudah beranjak dari pemakaman.

"Mbak Farrah, gimana perasaan Mbak Farrah sekarang?"

"Pak Amar, mohon dijawab kapan anak Pak Amar sakit dan sakit apa?"

Keduanya tetap diam seribu bahasa. Meski para wartawan itu memburu mereka, Amar dan Farrah hanya menunduk dan berjalan dengan cepat.

"Eh itu bukannya Mbak Arimbi?"

Degh!

Amar dan Farrah langsung menghentikan langkahnya. Mereka melihat ke arah depan dimana Arimbi berdiri hanya berjarak empat meter dari mereke.

"Mbak Arimbi, apa Mbak datang buat ngucapin bela sungkawa?" tanya seorang wartawan yang langsung menghampiri Arimbi.

Akan tetapi Arimbi tidak menjawab, dia memilih untuk mengucapkan bela sungkawa langsung kepada Amar dan Farrah.

"Aku turut berduka cita atas kepergian putri kalian,"ucapnya tulus. Namun sepertinya kedatangan Arimbi dan ucapan bela sungkawa yang disampaikannya tidak diterima dengan tangan terbuka oleh Farrah.

"INI SEMUA GARA-GARA KAMU. AFIRA PERGI KARENA KAMU!!"

Jeeeeng

TBC

1
Shee_👚
mungkin ini harusnya Farhan bertemu dengan dina ini ya kak??
Mardiana
aku mah setuju dengan sikap Arimbi....dia lebih berfikir positif dan elegan menghadapi mantan dan pelakor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
rata2 pelakor ya begitu apa lagi ini pelakor syar'i berlagak maha benar 🤣🤣....padahal kasian bener sama hidup nya 🤣
nunik rahyuni
huh....selalu merasa paling benar mak pelakor...
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
dewi rofiqoh
Arimbi 👍 👍
Dew666
🍭🍭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heyyy km itu playing victim bgt sih yg JD korban sebenarnya siapa sih?
I Love you,
😤😤😤😤 onono warek kalakuanya..plakorrrrrr😭😭😡😡😡
I Love you,
anah emang yg pegg nyawa anak loh Arimby?😤😡
Lee Mba Young
Arimbi diam mlh kelihatan sok iyes, hrse mlh gk usah datang lbih bagus.
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
Eni Istiarsi
mungkin maksudnya pemakaman bukan pernikahan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hey,lu tuh ya JD orang g terima takdir padahal tanpa Arimbi ikut campur KLO anak lu dah azalnya y ada yg nolak
Nurminah
jalang menunjukkan kedok busuknya haha
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka lelayu apa afira sih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: baru paham lelayu itu meninggal
innailaihi wainnailaihi rojiun
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mending g usah dari pada km mlh ditolak dan merasa bahwa km menyindir
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sebenarnya karma tapi NNT dia blng itu kutukan sumpah berasal dari Arimbi
Lela Angraini
haahhh sungguh picik sx kamu farrah,,sungguh farrah pikiranmu
Lela Angraini
khaaaannn bner dugaanku msti di kaitkan sma arimbi.
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
innailaihi wainnailaihi rojiun
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik
Lee Mba Young
lagian ngapain datang, trus di maki maki pelakor berani nglawan balik gk. coba kita lihat arimbi berani nglawan gk 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!