Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 6 : The Calm Before The Past Returns.
" Kadang hidup memberi kita masa tenang setelah badai. namun kita tidak pernah tahu.. masa lalu bisa kembali kapan saja. "
...
Berapa minggu setelah Carlos akhirnya merestui hubungan mareka, kehidupan Matthew dan Valerie terasa jauh lebih ringan.
Tidak ada ketegangan.
Tidak ada rasa takut.
Matthew kini sering datang ke mansion Keluarga Kingsley tanpa perasaan canggung seperti sebelum nya.
Sore itu taman belakang mansion di penuhi cahaya matahari yang lembut.
Valerie duduk di bangku tanam sambil menikmati minuman dingin yang di bawakan Matthew.
" Kamu datang lebih cepat hari ini, " kata Valerie sambil tersenyum.
Matthew duduk di samping nya.
" Aku sengaja pulang lebih awal. "
Valerie meangkat alis.
" Hanya untuk menemui ku? "
Matthew menatap nya sejenak lalu tersenyum tipis.
" Memang ada nya alasan lain yang lebih penting. "
Valerie tertawa kecil.
" Kamu selalu pintar merayu. "
Matthew berpura-pura berpikir.
" Seperti nya aku belajar dari orang yang tepat. "
Valerie memukul bahu nya pelan.
" Matthew! "
Matthew hanya tertawa.
Berapa saat mareka duduk berdampingan menikmati sore yang tenang.
Valerie menatap langit sebentar sebelum berkata pelan, " Aku masih merasa semua nya seperti mimpi. "
Matthew menoleh.
" Mimpi? "
Valerie menangguk.
" Papih Akhir nya merestui kita.. mamih juga. "
Matthew tersenyum hangat.
" Karena mareka tahu aku serius dengan mu. "
Valerie menatap nya.
" Kamu memang serius kan? "
Matthew mengenggam tangan Valerie dengan lembut.
" Sangat serius. "
Valerie tersenyum.
Keheningan terasa di antara mareka.
...
Di dalam mansion.
Kinanti melihat Matthew dan Valerie dari balik jendela.
Ia tersenyum kecil.
" Angel terlihat sangat bahagia. "
Carlos berdiri di samping nya.
Ia memperhatikan kedua nya berapa saat sebelum berkata, " selama dia bahagia... itu sudah cukup. "
Kinanti menoleh pada suami nya.
" Papih sudah mulai menyukai Matthew,ya? "
Carlos tidak menjawab, tetapi senyum tipis muncul di wajah nya.
Dan itu sudah cukup menjelaskan semua nya.
...
Malam mulai turun.
Matthew akhir nya pamit pulang.
Valerie mengatarkan nya sampai ke halaman depan mansion.
" Besok kita bertemu lagi? " tanya Matthew.
Valerie tersenyum.
" Tentu. "
Matthew mengangguk lalu masuk ke dalam mobil nya.
Mobil itu perlahan meningalkan mansion Kingsley.
Valerie masih berdiri di sana berapa saat sebelum akhir nya berbalik untuk masuk ke dalam rumah.
...
Lampu-lampu bandara berkilau lembut di malam hari, memantul di lantai yang mengilap. Suara pengumuman penerbangan bersahutan, bercampur dengan langkah kaki para penumpang yang datang dan pergi. Ia berdiri diam di dekat kaca besar, menatap landasan yang basah oleh cahaya, seolah sedang mengumpulkan keberanian yang tersisa.
Tangan nya menggenggam ponsel. jari-jari nya sempat ragu, lalu akhir nya menekan tombol panggil.
" Mah.. "suara nya pelan, hampir tengelam oleh keramaian.
" Kamu sudah sampai? "suara di seberang sana terdengar hangat, tetapi menyimpan kekhawatiran.
" Iya. baru saja. " la menarik napas pelan. " Tempat ini.. masih sama tapi rasa nya berbeda. "
" Karena kamu yang berubah, " suara itu lembut.
Ia tersenyum tipis. " Mungkin. "
Hening sejenak.lalu ia berkata, pelan tapi pasti, " Aku mau ketemu dia. "
Di sembarang sana, napasnya tertahan. " Kamu yakin ? setelah semua nya terjadi? "
Ia menatap lurus ke depan, mata nya sedikit berkaca. " Justru karena itu. aku capek lari dari perasaan sendiri. "
" Kalau hatimu masih sakit_"
" Aku tahu. " ia memotong pelan. " tapi aku juga tahu... ada sesuatu yang belum selesai. "
Orang-orang berlalu lalang di sekitar nya, tetapi dunia terasa sunyi hanya untuk percakapan itu.
Hening kembali jatuh, lebih dalam dari sebelumnya.
" Kamu sudah sejauh ini, " suara itu akhir nya berbisik. " Jangan takut. "
Ia menatap mata sejenak, lalu tersenyum _ senyum kecil yang menyimpan banyak perasaan yang tak terucap.
" Aku nggak takut lagi, Ma. "
Telpon terputus.
Ia menatap layar ponsel nya berapa detik, lalu memasukkan nya ke dalam tas. bahunya tegak, langkah nya mulai bergerak perlahan menyusuri keramaian.
Diantara cahaya dan suara, ia berhenti sejenak. menarik napas, lalu tersenyum tipis_ senyum yang penuh harap dan keberanian.
" Aku kembali, Matthew. "
Angin malam berhembus pelan.
Dan tanpa ada yang menyadari...
Masa lalu yang hilang selama Tiga Belas tahun akhirnya kembali muncul.
Masa lalu mungkin terlihat sudah jauh tertinggal.
Namun jika ia belum benar selesai..
Suatu hari ia pasti akan kembali.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All!