Tentang sebuah ruang yang ku sebut bahagia.
Sebuah kisah tentang persahabatan di sebuah GC di mana canda dan tawa di tuangkan dalam tulisan menjadi sebuah karya dan bisa di nikmati banyak orang.
Yang tanpa bertatap ataupun berjabat tapi saling bersahabat.
This is The Random Zodiak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Diandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23: Mengalah bukan berarti kalah.
Kalau wanita marah itu, di bujuklah
Duduk permasalahan mereka adalah karena Nikki marah saat William tidak menghubungi dirinya dulu. Padahal William memang sibuk mengerjakan tugas kuliah.
" Ogah," jawab Nikki yang lagi-lagi masih cuek.
"Jangan begitu lagi, kalau lo cinta jangan gengsi!"
Nikki memutar bola matanya malas. "Hem, gue kagak cinta sama lo," jawabnya.
"Yakin, ngga cinta?" tanya William.
"Ngga."
"Yasudah, yuk makan!" William sengaja bersikap cuek juga. Ia tak ingin debat dengan sang kekasih. Karena menurutnya percuma. Bukankah, wanita selalu menganggap dirinya benar?
Iklan guys 🤭
R: Duh, thor... napa di perjelas kalau wanita benar sih 🙄
A: Gue tanya aja cuy.... tanya, kan gue juga wanita. Yang kadang suka mikir opini gue bener sih, pasangan gue yang ujung-ujungnya ngalah, ups 🙊 keceplosan yang gue sengaja 😂.
R: Thor, buruan nulis, serius ngapa sih 🙄
A: Iya, iya bawel banget sih 😏
R: Kagak thor, semangat thor 😂😘 suka aja kalau bikin lo emosi thor 🙊 kabur 🏃♀️🏃♀️
A: Idih, kapan gue emosi? 🤔
R: Heleh lupa ye thor 🥱🥱
A: He...he...suka lupa sih, karena gue masih muda 😎
Iklan close 😎
Nikki pun tak kalah cuek. Karena perut nya sudah lapar, ia segera melahap habis makanan yang sudah tersaji di atas meja.
"Lapar apa doyan sih, sayang?" tanya William yang di sertai gelak tawa karena melihat tingkah Nikki.
"Doyan," jawab Nikki yang masih cuek.
William dan Nikki adalah salah satu contoh pasangan yang saling melengkapi. Nikki yang cenderung cuek dan terkesan dingin di cairkan oleh sikap William yang hangat dan sabar. Karena menurutnya tak ada pasangan yang sempurna, jadi dia lah yang harus melengkapi.
"Udah selesai? Yuk gue antar pulang!" William mengambil kunci mobil yang ada atas meja.
"Yuk," jawab Nikki yang masih mode cuek, ia langsung berjalan mendahului William.
Nikki masih diam saat ada di dalam mobil. Hanya alunan musik dangdut yang terdengar dan sesekali William ikut bernyanyi.
"Secangkir madu merah menyiram hati kita. Berdaun asmara dan beranting cinta..." William ikut hanyut menyayangi kan lagu yang lagi hits dan tentunya asyik menurut nya.
"Suara lo bagus, tapi lebih bagus kalau diam!" celetuk Nikki.
"Lagian lo tinggal dengerin aja, napa protes sih! Kalau ngga mau dengerin tutup telinga lo yang!"
"Ganti lah, jangan dangdut!" pinta Nikki.
"Kan asyik dangdut, sayang. Kita bisa ikut bergoyang dong,"
"Ganti, ngga!" pinta Nikki dengan nada yang naik satu oktaf.
"Oke," William langsung mengganti lagu dangdut dengan lagu pop kesukaan Nikki.
Nikki tersentuh dengan apa yang di lakukan William. Hal seperti ini tak hanya sekali dua kali ia alami. William tipe laki-laki dewasa yang hampir selalu mengalah di setiap perdebatan mereka.
Pandangan Nikki tak lepas dari sang kekasih yang terlihat tampan dan juga teduh. Beberapa teman nya di geng scorpio bilang kalau Nikki beruntung punya kekasih seperti William. Mungkin inilah salah satu alasan nya, William selalu mengalah untuknya.
"Sayang, kenapa lo ngalah terus? Kan lo bisa debat sama gue, lagian lo ngga takut di cap cowok lemah gitu, yang kalah sama cewek lo." Tanya Nikki.
William memandang Nikki lalu tersenyum. "Mengalah bukan berarti kalah! Dan kita ngga lagi ikut kompetisi, kenapa harus ada yang menang dan kalah. Lemah atau ngga nya bukan di lihat dari ini sayang." Jawab William.
"Lalu, di lihat dari apa?"
"Sini, gue bisikin!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tenang aja, aku masih setia menunggu kok./Facepalm//Facepalm/
Perempuan yg tidak pernah marah, sekalinya dia marah konahan pun akan hancur🙂
tidak ada kata toxic di antara kalian
wish you all the best wat kalian