NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.1: Kencan!?

“Mari ikuti saya!”

Warna rambutnya benar-benar setengah-setengah gitu ya! Perempuan yang menarik sekali, Haruka Inoue 22 tahun ini.

Yang kanan memang pirang, tapi kiri... Lebih ke silver menurutku. Nggak putih-putih amat soalnya.

Lalu, mendengar permintaannya, kami berdua langsung mengikutinya. Begitu sampai di dalam, suasananya hening sekali.

Setiap orang bicara dengan bahasa semut. Volume mereka begitu kecil dan membuatku bertanya-tanya.

Seperti: Ngomong apa sih!?. Kenapa diriku marah saat menanyakan hal tersebut? Karena ketidak tahuan yang dirahasiakan oleh seseorang padaku takkan membuatku suka akan hal tersebut.

Lalu... Dia akan membawa kami berdua ke mana? Entahlah. Oh benar! Di sini ada banyak sekali karya seni berupa lukisan sampai siapapun bisa membuat langsung di tempat yang sudah disediakan.

Maksudku, karya mereka sendiri seperti anak-anak yang sudah ku lewati barusan. Mereka mencoret-coret di dinding dan menurutku hal tersebut sangat efektif kalau tujuannya untuk... Mencoreng nama baik anak tersebut, hahaha.

Selain itu, ada juga beberapa pakar di sini lho! Maksudku, mereka yang hanya berdiri dan menilai karya seni masing-masing.

Yang disukai mereka pastinya. “Pottelino membuat sesuatu yang menarik lagi. Seperti biasa, kesalahan kecil tak pernah diperhatikan olehnya. Arsirannya masih kurang rapi! Tapi untungnya hal tersebut selalu ditutupi oleh pemandangan laut super indah ini. Spesialis laut memang hebat walau tak sepenuhnya.”

Komentarnya panjang sekali dari pria berkumis ala-ala orang Italia itu ya! Italia atau Prancis yang bentuk kumisnya huruf W?

Terserahlah yang manapun itu dan mari dengarkan beberapa perkataan para ahli lainnya. “Tekniknya masih kasar seperti biasa ya! Membuatku semakin tidak tertarik dengan karyanya. Lemporo padahal dulu begitu jago, sekarang gaya realistisnya sudah tidak ada makna.”

“Padahal aku berharap besar pada Tongko, tapi kau malah mengecewakanku ya! Hahaha. Penggemar besarmu hilang sudah harapan. Surealisme memang agak susah, tapi harusnya dirimu pasti bisa kan! Yahh... Terserahlah. Tiba-tiba aku nggak mood.”

Kurang lebih seperti itu komentar-komentar mereka terhadap karya lukisan favorit mereka bertiga. Masih banyak lagi para pakar, cuman malas kalau ku dengarkan satu persatu.

“Mama, toilet di mana? Aku ingin buang air kecil.”

“Sa-sabar ya! Bi-biar mama tanya orang-orang yang lewat.”

Dia ingin bertanya, tapi malah gugup dan semoga saja kau bisa ke toilet dengan aman, wahai anak kecil.

Mamanya itu kayaknya seorang introver ya! Kemana papanya? Apakah kedua orang tuanya sama? Hahaha, semoga saja tidak.

“A-anuu... Eettoo...”

Ah? Aku ketemu pria yang sama kayak dua mama dan anak tadi. Hahaha, sepertinya cuman si anak yang ekstrover.

Apakah aku harus memedulikan hal seperti ini? Kurang lebih tidak perlu, karena tak ada hubungannya sama sekali denganku.

Lalu... Sekarang aku masih terus berjalan dan semakin dalam ruangan yang kami lewati, lebih banyak hal menarik juga terlewati.

Aku ingin melihat patung bergerak, sayangnya malah nggak ada sama sekali dan hal tersebut sepertinya merupakan salah satu kekurangan museum ini.

Patung bergerak harusnya ada kan! Hologram saja ada, kenapa patung bergerak nggak ada?

Kalau kita melewatinya, tiba-tiba dia seperti akan menyerang kita, lalu dimarahi dan ‘Wow!! Keren banget!!.’ Kataku di dalam hati.

Aku sedang ngomong apa? Hahaha, mana ku tahu. Jenius memang susah dimengerti. Kebanyakan orang yang seperti itu selalu bicara entah apa lho! Sama sepertiku pastinya.

Cuman... Levelku sudah terlalu tinggi, jadinya sambung-menyambungnya mereka bakal pada kesusahan.

Sekelas orang-orang jenius di negara kayak China atau mungkin Eropa pastinya nggak bakal ada yang mengerti kata-kataku.

Kata-kata ilmiah contohnya. Gram, termometer, kilometer, dog, dan cat. Keren kan! Kekekek, jenius memang tak bisa dilawan.

Tapi itu fakta sih! Ahhh!!! Kenapa aku terlalu jenius!!?? Tuhan, bukankah ini kesusahan! Orang-orang nggak bakal ada yang bisa mengalahkan kejeniusanku nantinya, hahahahaha.

Aku terlihat cengengesan dan Yamada bertanya pada Haruka Inoue yang ada di depannya. “Kemana kamu mau membawa kami berdua?”

“Entahlah. Ke tempat mereka berempat berkumpul harusnya.”

Ternyata klientnya semuanya berkumpul di satu tempat yang sama. Ku kira di museum yang berbeda-beda.

“Kapan kita akan sampai di tujuan?”

“Pertanyaan yang bagus, Tuan Takeuchi. Saya sendiri tidak tahu kapan akan sampainya. Semoga saja sebentar lagi, hehehe.”

Dia terlihat sangat aneh dan sepertinya kami berdua dalam bahaya kalau tak mewaspadainya.

Mengetahui hal tersebut, aku dan Yamada mengangguk dan mulai melihatnya secara menyeluruh. “Tenang saja, diriku bukanlah orang yang jahat.”

“Justru, kami membutuhkan bantuan anda berdua untuk menyelesaikan beberapa tugas. Mudah, namun sangat berbahaya dan nanti bakal kirim dana sesuai perjanjian. Sebanyak yang dimau perusahaan kalian, hehehe.”

Wow! Kesepakatannya ternyata nyambung ke sini rupanya. Kalau begini, Suteshi bisa berada di puncak dengan cepat.

Yahh... Benar atau tidak, nggak ada yang tahu. Namun... Harapanku semoga saja benar, hehehe.

Perjalanan masih berlanjut dan sekarang sampai di tempat yang banyak bangunan es abadi.

Kenapa disebut es abadi? Karena tidak cair-cair, padahal ruangan ini panas banget sampai membuatku berkeringat.

Yamada pun sama dan dia terus melirikku dengan wajahnya yang merah padam. Benar-benar aneh banget dirinya itu.

“Kita sudah sampai. Kalian berdua berhenti dan lihatlah ke atas sana!”

Saat kami berdua melihat ke atas, ada banyak sekali pemandangan yang sangat menakjubkan. Seluruh alam semesta kami lihat dalam sekejap mata dan membuat aku dan Yamada pingsan.

Setelah itu... Entah apa yang terjadi, kami berdua masih mengenakan pakaian yang sama dan sedang duduk di dua kursi berbeda.

Ruangan kami berdua ada sekarang sangatlah megah. Lampu gantung begitu indah dengan banyaknya cahaya warna-warni berkilauan dan tetap bersinar putih terang.

Kok bisa gitu? Ahaha, namanya juga dibuat oleh manusia dan manusia sendiri pastinya otaknya selalu maju ke depan sana sama sepertiku.

Lalu... Di depan kami berdua ada empat orang di sisi kiri dua, satunya lagi dua. Lalu di depan adalah Haruka Inoue.

Entah apa yang sedang terjadi sekarang, mereka berlima terlihat khusyuk sekali berdoanya.

Doa yang kulihat sepertinya ditujukan pada dewa buatan mereka sendiri. Di tengah-tengah meja bundar panjang ini ada seekor patung tenggiling berwarna emas.

Mereka semua menyembahnya kah? Kurang lebih ya dan sepertinya kami sedang berada di dalam sebuah sekte sesat saat ini.

Benar-benar mengerikan ya! Semoga saja mereka tidak mengapa-apakan kami dan... Kenapa kedua tangan kami diikat?

Yamada melirik ke arahku dan dia kelihatan mau nangis. “Ta-takeuchi-kun, to-tolong selamatkan aku!”

“Ka-kalau bisa itupun Yamada. Jika tidak... Mari terima takdir saja, hahaha. Berdoalah agar kau dan aku bisa diterima di alam sana.”

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!