Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Malam ini Nadila tengah menonton film favoritnya, sedangkan Fabian ia sendiri sedang asik bermain game di ponselnya.
Selama Fabian bermain game, entah beberapa kali Nadila mendengar kata-kata kasar keluar dari mulut Fabian.
Nadila yang sudah kehilangan kesabarannya pun akhirnya menghampiri Fabian.
" Bian.. " panggil Nadila
Fabian yang tengah memakai earphone tak mendengar panggilan Nadila.
" Fabian " Nadila mengambil satu earphone milik Fabian
" Ya kenapa Dil ? "
" Kamu itu main game atau apasih ? Daritadi aku dengerin ngomongnya kasar banget "
" Ini temen aku dia duluan sayang "
" Bohong, aku ga percaya"
" Yaudah kamu dengerin aja itu "
Nadila pun mendengarkan dengan satu earphone milik Fabian, sedangkan Fabian kembali fokus dengan gamenya.
" Kamu main sama siapa Bian ? "
" Sama Teguh, Farhan, Alex sama satu lagi customer "
" Customer?? "
" Iya aku joki game sayang "
Nadila pun mengabaikan film yang ia tonton, ia kini beralih menatap ponsel milik Fabian.
" Masuk lah astaga sayangku" ucap Fabian
" Maaf maaf kak " ucap suara seorang wanita
" Ko cewe ? Kamu selingkuh ya Bian ? "
" Ehh engga Dil engga, kamu salah paham "
" Salah paham gimana ? Orang yang jawab aja cewe ko "
" Ya karena customernya cewek sayang "
" Ya terus kenapa manggil sayangkuh ?? hayo alasan apa lagi Bian ? "
" Ya tapi maksudnya aduh bukan gitu "
Nadila melepaskan earphonenya, dengan rasa kesalnya ia pun langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam.
" Bro bro gue afk dulu bro " ucap Fabian yang panik
Fabian meletakan ponselnya, ia pun mengetuk pintu kamar Nadila.
" Sayang buka pintunya sayang, aku jelasin dulu "
Tak ada jawaban dari Nadila, justru didalam Nadila memakai earphone dan memutar lagu dengan kencang agar suara Fabian tak terdengar.
Sedangkan Fabian, ia sendiri tengah merasa panik karena Nadila yang salah paham dan tengah marah kepada dirinya.
" Mampus gue mampus " ucap Fabian
Fabian kali ini benar-benar salah, ia pun menunggu hingga Nadila membukakan pintunya.
***
Pagi hari begitu Nadila terbangun, Nadila langsung keluar dari kamarnya.
Nadila melihat Fabian yang masih tertidur di sofa, Nadila yang masih marah pun mengabaikannya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Saat Nadila tengah meneguk segelas air, Fabian menghampiri dirinya dan memeluk Nadila.
" Sayang maaf ya, aku salah "
" Lepasin Fabian.. "
" Kamu dengerin aku dulu sayang, jadi gini ya biasanya tuh saking udah kesel tuh jadi ya gitu manggilnya sayangku. Udah gitu customer aku kan perempuan, ga enak dong kalau aku pakai kata kasar "
" Teguh sama yang lain juga gitu ko, bukan cuma aku aja sayang "
Nadila tetap cuek, sedangkan Fabian ia terus merengek sambil meminta maaf.
" Udah ah aku mau mandi Bian, aku mau keluar "
" Mau kemana ? ayo aku temani kemanapun kamu mau "
" Ga usah aku bisa sendiri bian "
" Engga boleh, yaudah aku juga mandi dan siap siap ya "
Fabian langsung pergi meninggalkan Nadila, sedangkan Nadila ia sendiri sudah menyiapkan misi untuk membalas dendam.
...
Setelah siap Fabian pun kembali menghampiri Nadila, begitu Fabian masuk ia melihat Nadila yang sudah rapih.
Fabian menghampiri Nadila yang tengah bercermin.
" Kamu lama banget sih Bian, ayo aku udah rapih nih "
" Ganti baju kamu sekarang Nadila "
" Engga mau Bian aku mau pakai ini "
" Dil, rok kamu itu pendek banget terus juga baju kamu tuh belahannya keliatan Dil "
" Ya emang kenapa ? Aku suka ko pakai ini "
" Yaudah boleh pakai itu, asal didepan aku aja ya "
" Engga mau Bian, udah ayo pergi "
" Engga, engga boleh pergi "
Fabian pun duduk, Nadila pun menarik tangan Fabian agar bangun.
" Ayo Bian katanya mau temenin aku gimana sih "
Bukannya Fabian bangun, justru Nadila lah yang jatuh dan duduk diatas pangkuan Fabian..
" Mau diliat siapa sih Dil kayak gini ? "
" Engga siapa siapa, emang kenapa sih kalau pakai kayak gini ? "
" Ga boleh sayang, yang boleh liat cuma aku aja "
Nadila melingkari tangannya pada leher Fabian, seolah menantang Nadila pun mendekati wajah Fabian.
" Kalau aku ga mau ganti gimana ? "
" Kita ga jadi pergi "
" Terus kalau ga jadi pergi, ngapain hmm ? "
Nadila mengubah posisi duduknya, kini ia berhadapan dengan Fabian.
" Jangan mancing sayang "
" Mancing apa sih Bian, kan tadi kamu yang narik tangan aku "
Fabian merasa miliknya mulai tegang akibat ulah Nadila, Nadila pun menyadarinya..
" Kamu sengaja ya mancing aku Dil ? "
" Mancing apa sih Bian ? "
" Ya ini kamu pakai pakaian kayak gini, kamu sengaja kan ? "
" Yaudah aku ganti deh, kamu tunggu sini "
Nadila buru-buru turun dari pangkuan Fabian dan masuk kedalam kamarnya, sedangkan Fabian kini merasa tersiksa akibat ulah Nadila.
...
Nadila mengajak Fabian untuk pergi ke cafe, namun begitu sampai di cafe disana sudah ada Teguh dan dua orang teman Fabian.
" Ko ada mereka ? " ucap Fabian terkejut
" Emang kenapa ? "
" Ngapain ? "
" Suka suka aku dong "
Nadila pun langsung menghampiri ketiga teman Fabian itu.
" Lo pada ngapain disini ? " tanya Fabian
" Disuruh sama Nadila " jawab Teguh
" Iyah Bian aku yang nyuruh mereka dateng, soalnya aku juga mau main game yang semalem kamu mainin itu "
" Tapi kan kamu ga ngerti Nadila, kamu juga ga punya akunnya ? "
" Kata siapa ? Aku punya, nih buktinya"
Fabian terkejut dengan ulah kekasihnya itu, entah sejak kapan kekasihnya itu memiliki akun game itu.
" Beli dimana Nad ? " tanya teguh
" Ada di sosial media gitu, gue tanya sama yang jual Hero yang bisa masuk masuk gitu "
" Ohh, berapa duit itu ? "
" Murah sih, cuma 1.5 "
" Ko kamu ga bilang sih Dil ? " ucap Fabian terkejut
" Suka suka aku, yaudah sekarang aku mau main "
Fabian benar-benar tak mengerti lagi dengan Nadila, ia pun akhirnya mengikuti apa mau Nadila
" Dil masuk ke aku dong, ko masuknya ke mereka terus sih " ucap Fabian
" Gamau " ucap Nadila singkat
" Ya tapi kan aku jadi mati Nadila "
" Biarin aja "
Fabian hanya menggeleng kepalanya, entah Fabian sendiri tak mengerti dengan kekasihnya itu.
" Ko semalem aku denger kamu manggil ke customer kamu sayangku, ko ke aku engga ya ? "
" Ohh jadi gara gara semalem Nad ? " ucap Teguh
" Iya, katanya gara gara customer nya perempuan. Gue kan juga perempuan, masa gue ga dipanggil sayangku "
" Yaudah sini sini gue aja deh yang manggil Nad, ayo sayang sini ikut " ucap Alex
" Masuk ke gue aja sayang " ucap Teguh bergantian
Fabian menatap sinis kepada empat orang dihadapannya, terlebih Nadila yang sejak tadi memilih duduk didekat Teguh.
Fabian yang mulai merasa kesal pun akhirnya meletakkan ponselnya.
" Oii ayo Fab " ucap Farhan
" Males " jawab Fabian singkat
" Yaudah biarin aja, cuekin aja dia " ucap Nadila
Nadila sendiri merasa puas karena bisa membalas dendamnya kepada Fabian.
lanjut ya thor👍😄