Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Rey sialan
" Om tapikan ," Lala mengejar Alex yang sudah keluar duluan .
" Jangan merengek disini , malu dilihatin orang " kata Alex mengingatkan Lala .
" Mmmmm" Lala menatap ke sekitar dan langsung bergelayut dileher Alex karena malu .
Alex berhenti berjalan dan menggendong Lala dengan sebelah tangannya saja melewati banyak tamu di restoran.
" Om jangan digendong " bisik Lala kedekat telinga Alex .
" Lalu ?" pertanyaan Alex yang membuat Lala hanya bisa diam , namun perlahan Lala melotot ketika menyadari Alex menggendong nya hanya dengan sebelah tangan saja .
" Otot Om kuat juga ya " kata Lala begitu mereka masuk lift karena Alex terlihat sangat santai menggendong Lala dengan sebelah tangan layaknya anak kecil .
" Bisa lah ini " kata Lala dengan pikiran tidak tertebak nya .
" Bisa apa?" pertanyaan Alex melihat wajah Lala yang berubah merah jambu.
" Bisa apa, katakan ?" kata Alex jadi penasaran dengan apa yang Lala pikirkan.
" Kamu ingin aku tiduri sambil di gendong?" pertanyaan Alex to the poin.
" Ihhhh, apa sih Om mikir begitu ekstrim banget " kaget Lala yang tidak kepikiran sampai sejauh itu .
" Benar-benar pria mesum , bisa-bisanya membayangkan hal seperti itu " geleng kepala Lala yang jadi takut ketika Alex menatapnya sedetail itu .
" Ihhhhh, Om , jangan natap begitu, Lala jadi takut " rengek Lala menjadi resah melihat tatapan Alex seolah-olah Lala sedang tidak memakai apapun dihadapan nya .
Pria buas!.
" Mmmmh, nggak mau dekat-dekat Om " kata Lala turun dari gendongan Alex dan berdiri menjauh dari Alex .
" Om , jangan, takut ihhhh" resah Lala ketika Alex masih menatapnya seperti itu .
" Om, Lala nangis nih?" pertanyaan Lala dengan mata berkaca-kaca merasa takut dengan tatapan Alex begitu .
" Aaaaa, pintunya cepatlah terbuka " takut Lala bahkan mengetuk-ngetuk pintu lift yang masih tertutup , merasa ketakutan layaknya hanya berdua saja dengan orang cabul .
" Gadis nakal baru di tatap saja sudah takut " tawa Alex merangkul pinggang Lala agar kembali berdiri di dekat nya .
Begitu pintu lift terbuka Alex berjalan keluar menggandeng istrinya dengan wajah serius , cool dan berwibawa .
Mereka memasuki ruangan khusus dimana keempat orang tua mereka sudah menunggu .
" Mami " Lala langsung berlari ke pelukan Mami nya yang sudah hampir 20 hari tidak ketemu begitupun Alex yang merindukan Ibu nya .
Setelahnya mereka saling melepas kerinduan satu sama lain mengingat sejak Alex dan Lala sudah menikah ini adalah pertemuan pertama mereka.
" Mari kita nikmati hidangan nya " kata Ayah.
" Bagaimana hubungan kalian nak , apa sudah saling mengenal dan merasa cocok ?" pertanyaan Ibu mengelus kepala Lala yang duduk di sebelahnya.
Uhuk
Uhukk
Alex tersedak tiba-tiba hingga membuat semua orang menjadi panik .
" Makannya pelan-pelan saja , jangan baru-baru ini makanan nya masih banyak " bisik Lala yang sedang mengelus-elus punggung Alex setelah memberikan segelas air putih.
Alex menatap Lala yang dengan tatapan santai " Beneran ingin aku hukum?" pertanyaan Alex menatap Lala yang masih sempat-sempatnya menggoda dalam kondisi seperti ini.
Lala yang nyalinya sudah ciut mendengar ancaman Alex memilih diam dan makan dengan tenang.
" Loh kok kalian malah bisik-bisik" kata keempat orang tua mereka mengulum senyum melihat Lala dan Alex .
" Nggak ada " kata Alex tersenyum sungkan .
" Alex karena 3 bulan lagi Anniversary perusahaan kita ke 34 jadi Ayah berencana untuk mengumumkan pemindahan jabatan secara penuh pada kamu di hari itu " kata Ayah .
" Sekaligus pengumuman dan pesta pernikahan kalian di hari yang sama, jadi kita akan mengadakan acara besar-besaran " kata Ayah yang jadi kepikiran mengubah rencana .
" Tapi itu kembali pada hasil kesepakatan kita " ucap Ayah setelah beberapa saat.
" Itu ide yang bagus " pendapat Papi .
" Berarti resepsinya diundur 3 bulan lagi Yah?" pertanyaan Alex yang padahal ingin segera klarifikasi pernikahan mereka.
" Itu bagus Yah, Lala setuju " kata Lala dengan semangat dan ceria karena Lala masih ingin bekerja dengan tim nya yang solid .
Jika mereka tau Lala adalah istri Alex mana mungkin mereka mau berteman dengan Lala lagi , yang ada malah sungkan .
" Tapi," dari mereka semua hanya Alex yang keberatan.
" Kenapa?" tanya Papi yang melihat sepertinya Alex punya pendapat lain.
" Om Alex maunya diundur setahun Pih " kata Lala bicara duluan tidak ingin Alex menyampaikan argumentasi nya .
" Itu terlalu lama Lex , kami ingin punya cucu secepatnya dan kalaupun dapat, apa kata publik nanti kalian baru menikah cucu kami udah lahir " komentar Papi .
" Tidak begitu Pi malah aku ,"
" Udah Om, tiga bulan aja itukan nggak terlalu lama " kata Lala seolah menyakinkan sampai Alex geram melihatnya.
" Iya , lagian Mami ingin merancang pesta pernikahan kalian dengan sempurna maknanya butuh lebih banyak waktu " kata Mami yang merasa keputusan ini ada benarnya juga .
" Iya betul Mi, kami setuju , ya kan Om " kata Lala mencubit tangan Alex yang dipegangnya memaksa pria itu mengangguk .
" Lala kok masih panggil Om sama suami ?" komplen Papi yang tidak nyaman mendengar Lala memanggil menantunya Om .
Alex masih sangat muda dan tampan , bukan pria berumur yang harus di panggil Om .
" Ehhhh, lupa . Iya kan , setuju Sayang " kata Lala yang diangguki Alex karena Lala menginjak kakinya dibawah meja .
" Baiklah, lain kali kita bicarakan lagi bagaimana kedepannya nanti" kata Ibu meminta hidangan penutup untuk segera disajikan.
...........
Diperjalanan pulang.
" Lala apa yang kamu lakukan?" pertanyaan Alex ketika Lala yang awalnya duduk disebelah kini naik keatas pangkuan nya .
" Lala turun " kata Alex memperbaiki posisi duduknya ketika Lala malah duduk miring dan meluruskan kedua kakinya diatas kursi .
" Lala ngantuk Om" kata Lala bersandar ke dada Alex dengan mata yang sudah ngantuk berat karena sudah tengah malam .
" Perjalanan pulang memang masih jauh tapikan kamu bisa tidur bersandar di lengan ku saja " kata Alex bukan karena berat tapi Alex tegang jika Lala berada diposisi begini .
" Mmmmh, dingin " kata Lala melingkarkan tangannya di pinggang Alex dan perlahan tertidur ketika mendapatkan kehangatan dari tubuh Alex .
" Astaga " Alex menarik nafas berkali-kali melihat Lala yang sudah tertidur dalam waktu beberapa menit .
Alex meminta jas dikursi depan pada Rey yang sedang menyetir lalu menyelimuti Lala, Alex tidak punya pilihan lain selain membiarkan Lala tertidur di pangkuan nya .
..........
Rey mengatur musik santai dengan volume kecil untuk menikmati suasana perjalanan mereka yang memang cukup lama bahkan hampir 2 jam untuk pulang kerumah .
" Hehhhh, sialan bawa mobil dengan benar " tegur Alex ketika Rey membawa mobil tidak seperti normalnya .
Rem mendadak dan belokan kesana kemari membuat milik Alex terus serasa bergesekan dengan Lala .
" Aku hanya kurang fokusnya saja " kata Rey menahan tawa melihat Alex yang benar-benar berusaha keras mengendalikan hasrat nya
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄